IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
AKMAL KETAGIHAN


__ADS_3

Beberapa hari belakangan ini, Cyra dan Akmal benar-benar disibukkan dengan banyaknya orderan yang masuk ke butik miliknya.


Butik Mirza ada dua. Satu butik khusus yang menjual kebutuhan laki-laki dan yang satunya khusus menjual untuk keperluan perempuan saja. Akmal dan Cyra membagi tugas. Dengan Akmal yang mengurus butik khusus laki-laki, begitupula dengan Cyra yang mengurus butik khusus perempuan.


Walau mereka berbagi tugas. Tapi mereka akan selalu kompak mengerjakan semuanya bersama-sama.


Semenjak butik dipegang kendali oleh Cyra dan Akmal. Mereka berdua terus mengembangkan mode-mode fashion syar'i terbaru. Walau model pakaian khusus wanita terlihat sangat syar'i, tapi masih bisa mengikuti trend untuk masa sekarang.


"Aah! Capek sekali rasanya seharian ini sibuk ke sana-ke mari," ucap Cyra sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.


Sedangkan baby Zahwa. Cyra biarkan bermain sendiri di karpet lembut miliknya yang penuh dengan mainan.


Akmal yang melihat juga langsung ikut duduk di samping Cyra. "Kepala Abu rasanya sangat pusing sekali Umi."


Cyra yang mendengar langsung memijat kepala Akmal. "Pasti Abu kecapekan 'kan. Karena dari kampus belum beristirahat malah datangin Umi yang sedang di konveksi tadi."


Akmal memejamkan matanya untuk menikmati pijatan lembut dari tangan Cyra.


"Mungkin saja Umi. Sudah jam empat sore. Umi sudah sholat ashar belum?"


"Belum. Tadi pas pulang belum waktunya ashar," jawab Cyra.


"Umi sholat dulu sana. Biar Aiza. Abu yang menjaganya," kata Akmal.


"Tidak perlu. Aiza mau sekalian Umi mandikan. Sudah sore. Ayo! Abu harus mandi juga," jawab Cyra.


"Umi mau memandikan Abu lagi. Ayo deh! Rasanya kepala Abu tiba-tiba sudah tidak pusing lagi."


Cyra langsung mencubit hidung mancung Akmal karena merasa gemas. "Maksudnya bukan begitu."


Akmal langsung tertawa terbahak-bahak. Dan mereka bertiga lalu berjalan menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamar.


"Pak Akmal romantis juga ya. Hihihi, aku jadi membayangkan yang tidak-tidak ketika pak Akmal bilang ingin dimandikan lagi sama bu Cyra."


Bi Ripka langsung menimpali ucapan bi Pipit. "Iya," sambil tertawa cekikikan juga. "Sempurna sekali kehidupan rumah tangga pak Akmal dan bu Cyra. Sudah baik, cantik, yang laki tampan, dermawan, dan dua-duanya berasal dari keluarga kaya serta bisnisnya sukses."

__ADS_1


Bi Pipit langsung mengingatkan bi Ripka. "Jangan hasad Mbak. Kasihan bi Cyra sama pak Akmal nanti. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka. karena jika mereka semakin sukses. Kita juga akan merasakan nikmatnya."


Bi Ripka langsung beristighfar. "Astaghfirullah. Kamu benar Mbak Pipit. Semoga pak Akmal dan bu Cyra semakin sukses. Siapa tahu gaji kita bulan depan bisa naik, aamiin."


Bi Pipit merasa terkejut. "Eh!"


"Walau sebenarnya gaji kita sudah cukup besar. Tapi aku aamiinkan saja deh ucapan Mbak Ripka," sambil tertawa pelan.


Bi Ripka pun juga ikut tertawa seperti bi Pipit. "Sudah yuk kita kembali bekerja. Nanti kalau dilihat mbak Sukma. Kita bisa ditegur lagi."


Bi Pipit cuma mengangguk saja. Dan mereka berdua lalu melanjutkan lagi pekerjaan mereka kembali.


Malam harinya. Setelah selesai menikmati makan malam seperti biasanya, hanya berdua saja ditemani oleh baby Zahwa yang sudah mulai belajar makan biskuit kesukaannya. Mereka bertiga memutuskan untuk langsung beristirahat di dalam kamar. Sebab malam ini mereka merasa sangat capek sekali.


"Umi rasanya sudah mengantuk sekali Abu. Kenapa Aiza belum mau bobo sih?" wajah Cyra terlihat letih.


"Iya! Sama Umi. Abu pun rasanya ingin cepat tidur. Tapi apa boleh buat. Kita tidak boleh lalai dari tanggung jawab untuk menjaga Aiza," jawab Akmal.


Silih berganti Akmal dan Cyra menjaga baby Zahwa sambil menguatkan mata mereka supaya bisa selalu terbuka. Tepat pukul sepuluh malam. Akhirnya tanda-tanda baby Zahwa yang sudah merasa mengantuk, langsung dimanfaatkan oleh Cyra dan Akmal untuk segera menidurkannya.


Akmal dan Cyra malam itu benar-benar sangat lelap sekali dalam tidurnya. Karena rasa kantuk yang sudah mendera mereka, serta juga rasa capek yang melanda tubuh mereka.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Akmal tiba-tiba terbangun lalu membangunkan Cyra.


"Umi! Umi!" Akmal menggoyang-goyangkan pundak Cyra.


"Engh! Ada apa Abu?" ucap Cyra dengan mata yang masih mengantuk.


"Jam tiga pagi Umi."


"Oh! Mau sholat tahajud. Ayo!" mata Cyra masih terlihat mengantuk.


"Bukan!"


Jawaban Akmal sukses membuat Cyra langsung membuka matanya sangat lebar. "Lho! Ko bukan?"

__ADS_1


"Memangnya Abu membangunkan Umi untuk apa jika bukan untuk sholat tahajud?"


"Abu pingin. Lagi yuk Umi. Sudah tidak tahan," Akmal menunjukkan wajah merengeknya.


Cyra tertawa melihat wajah Akmal yang seperti sudah berada di ujung tanduk. "Iya. Baiklah, ayo!"


Akmal tersenyum sangat lebar sekali melihat Cyra memberinya lampu hijau. Dan mereka langsung mengulangi kegiatan indah mereka dengan disertai doa yang mengawalinya.


Di sini kita bisa belajar dari Cyra. Kapanpun, dalam keadaan apapun, walau kita sedang capek sekalipun. Dan juga dalam keadaan tengah malam dengan mata mengantuk. Sebagai seorang istri tidaklah boleh menolak ajakan suami yang ingin meminta haknya.


Rasulullah SAW bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggamannya. Tidak ada seorang laki-laki yang mengajak istrinya ke ranjang lalu istri menolak, kecuali seluruh penghuni langit akan membencinya hingga suami merelakannya.” (HR Bukhori).


Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ”Bila seorang lelaki mengajak istrinya ke ranjang, tetapi istri tidak mau mendatanginya, lalu suami marah, maka dia akan dilaknat sampai pagi.


Niat Akmal tadi setelah melakukan kegiatan indahnya dengan Cyra. Dirinya ingin sholat tahajud bersama Cyra. Eh! Tidak tahunya? Tahu-tahu sudah terdengar adzan subuh berkumandang.


"Cepat kali adzan subuhnya. Padahal tadi niat Abu setelah ini mau sholat tahajud bersama?"


"Kan Abu sendiri yang meminta nambah. Jadinya lupa waktu," jawab Cyra.


Akmal tertawa. "Habisnya enak, bikin nagih. Jadi ya sampai lupa waktu."


"Sudah yuk mandi. Emm! Abu dulu deh yang mandi. Biar tidak ketinggalan sholat subuh berjamaah di masjid."


Akmal cuma mengangguk saja. Dirinya langsung beranjak turun dari atas ranjang menuju ke dalam kamar mandi untuk mandi junub. Setelah itu gantian Cyra. Sedangkan Akmal langsung bergegas menuju ke masjid kompleks yang jaraknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan rumahnya.


Jika waktu sudah mepet. Akmal akan memilih naik motor saja. Atau sebaliknya, jika waktu masih cukup untuk jalan kaki. Akmal akan memilih jalan kaki bersama para mamang yang bekerja di rumahnya.


Selesai sholat subuh. Akmal yang sudah masuk ke dalam kamar, dibuat teduh dan tenang hatinya ketika langsung melihat serta mendengar Cyra yang sedang mengaji dengan Al-Qur'an dari mahar pemberiannya kemarin.


Itulah salah satu hal yang sangat disukai oleh Akmal. Pada saat masuk ke dalam kamar. Dirinya langsung disambut dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang sedang dibaca oleh. Kecuali jika baby Zahwa sedang rewel, ya Cyra pasti akan menunda mengajinya dan memilih menenangkan baby Zahwa terlebih dahulu.


...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2