
Pagi harinya, di sebuah rumah, ada seorang Ayah yang sedang menanyai anaknya, dan saat ini di dalam rumah itu, semua anggota Keluarga sedang menikmati sarapan pagi bersama sebelum pada berangkat beraktifitas.
" Kalila, sebenarnya apa hubunganmu dengan Nak Abraham?? ," tanya sang Bapak yang ternyata kepada Kalila.
" Kami teman Pak ," jawab Kalila.
" Teman ko jalan berdua terus ," jawab sang Bapak yang bernama Pak Hazin.
" Kamu itu sudah dewasa Kalila, jangan membuat malu Bapak ," kata Pak Hazin.
" Jika Nak Abraham serius denganmu, suruh dia menemui Bapak secepatnya, jika tidak, bilang sama dia untuk jangan menemuimu lagi!! ," kata tegas dari Pak Hazin kepada Kalila.
" Iya Pak, nanti akan Kalila sampaikan kepada Kak Abraham ," jawab Kalila.
" Kalila sudah selesai, mau berangkat mengajar dulu, nanti kalau terlambat ," kata Kalila.
Kalila pun lalu bersalaman kepada sang Bapak dan sang Ibu, beserta sang Kakak juga.
" Assalamu'alaikum ," salam dari Kalila.
" Wa'alaikumussalam ," jawab serempak dari semua orang.
Kalila sendiri anak ke dua dari pasangan Bapak Hazin dan Ibu Abidah, dia mempunyai seorang Kakak yang bernama Fayruz, dan Fayruz ini sudah mempunyai istri bernama Dahlia dan seorang anak laki-laki yang sudah berumur dua tahun, bernama Ghani.
Pak Hazin sebenarnya suka-suka saja dengan Abraham, sebab menurut Pak Hazin, Abraham adalah laki-laki yang baik dan sopan, hanya saja Pak Hazin merasa heran dengan Abraham yang sudah dekat dengan anaknya, tapi belum ada kejelasan tentang hubungannya.
Sedangkan Pak Hazin tahu, jika banyak teman-teman Kalila yang sudah pada menikah dan membina rumah tangga.
Kalila yang sedang mengendarai mobilnya, terus kepikiran dengan perkataan dari sang Bapak, sebab apa yang dikatakan oleh Bapaknya itu benar adanya, kalau Abraham tidak ada kejelasan kepadanya selama empat tahun ini.
Padahal Misha saja sudah menikah, dan Cyra akan segera mempunyai anak, tapi dirinya masih digantung tanpa kejelasan.
Sesampainya di sekolah tempat Kalila mengajar, dia mengajar sambil terus berpikir, bagaimana caranya menyampaikan hal itu kepada Abraham.
Karena merasa bimbang dan bingung, ketika jam istirahat, Kalila pun memilih curhat dengan Cyra, dengan membeli makan siang di Cafe yang tidak jauh dari sekolahan.
Cyra yang baru saja selesai menikmati makan siangnya, memilih untuk membawa beberapa buah untuk camilannya di dalam kamar.
Baru saja masuk ke dalam kamar, dia langsung saja disambut oleh ponselnya yang berdering, dan ketika sudah dilihat, ternyata Kalila yang sedang menelponnya.
" Halo Assalamu'alaikum Kalila ," salam dari Cyra.
" Wa'alaikumussalam Cyra ," jawab Kalila.
__ADS_1
" Apakah aku sedang mengganggumu sekarang?? ," tanya Kalila.
" Tidak, ada apa,? apa ada yang bisa aku bantu?? ," kata Cyra.
" Emm, aku ingin curhat sebentar, boleh ya? ," jawab Kalila.
" Iya boleh ," kata Cyra.
" Mau curhat apa,? akan aku dengarkan?? ," tanya Cyra.
Kalila pun lalu menceritakan kegundahan hatinya tentang perkataan dari Bapaknya tadi. Dan Kalila meminta pendapat kepada Cyra, dia harus bersikap bagaimana kepada Abraham.
" Benar sih apa kata Bapak kamu, Kalila ," kata Cyra.
" Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.β (QS. Al Hujurat [49] : 13) ," kata Cyra.
" Di riwayat lain menyebutkan " Jangan sampai kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya.β (HR. Ahmad dan dishahihkan Syuβaib al-Arnauth). " kata Cyra lagi.
" Jadi, saran saya, tanyakan kepada Kak Abraham, jika Kak Abraham serius, cepatlah dia untuk mendatangi Bapak kamu, Kalila ," kata Cyra.
" Jika Kak Abraham semisal tidak bisa serius denganmu, carilah laki-laki lain yang mau langsung serius denganmu ," nasihat Cyra.
" Jadi wanita jangan sampai mau dirugikan oleh pihak laki-laki yang belum menjadi mahram kita, dan juga jangan takut berkata tidak kepada laki-laki yang cuma memberikan harapan palsu kepada kita kaum perempuan Kalila ," nasihat Cyra lagi dengan lembut dan Kalila masih serius mendengarkan Cyra berbicara.
" Itu artinya, setiap manusia yang ada di bumi ini, sudah di pasangkan dan di takdirkan oleh Allah sebelum kita lahir ," kata Cyra.
" Apakah kamu mengerti Kalila?? ," tanya Cyra.
" Iya, aku mengerti maksud kamu Cyra, dan aku jadi mantap, serta tahu apa yang harus aku lakukan kepada Kak Abraham ," jawab Kalila, dan Cyra langsung tersenyum di seberang sana ketika mendengarnya.
" Alhamdulillah ," jawab Cyra.
" Terimakasih atas saran dan juga nasihatnya ya Cyra, maaf sudah mengganggumu, silahkan kamu tidur siang dulu, biar si dedek tidak kecapekan ," kata Kalila.
" Iya ," jawab Cyra.
" Assalamu'alaikum ," salam Kalila, dan salam tersebut langsung di jawab oleh Cyra, setelahnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.
Kalila sangat tahu sekali, jika curhat dengan sang sahabat yaitu Cyra, pasti dia akan mendapatkan pencerahan. Dan setelah menghubungi Cyra, Kalila pun mencoba menghubungi Abraham.
Abraham yang sedang berada di bengkelnya, langsung mengangkat ponselnya yang sedang berdering, apalagi jika telepon tersebut dari Kalila.
" Halo Assalamu'alaikum Kalila ," salam dari Abraham.
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam Kak ," jawab Kalila.
" Ada apa Kalila?? ," tanya Abraham.
" Nanti sepulang dari mengajar, bisakah kita bertemu sebentar?? ," tanya balik dari Kalila.
" Boleh, di mana?? ," tanya Abraham.
Kalila pun langsung menyebutkan nama Cafe tempatnya ingin bertemu dengan Abraham.
" Baiklah, nanti Kakak akan ke sana ," jawab Abraham.
" Baik, nanti akan Kalila tunggu ," kata Kalila.
" Kalau begitu, Kalila tutup dulu teleponnya ya Kak, mau lanjut mengajar lagi ," kata Kalila lagi.
" Iya ," jawab Abraham, dan Kalila langsung saja mengucapkan salam, lalu salam itu di jawab oleh Abraham, setelahnya sambungan telepon mereka terputus.
Singkat cerita, selesai mengajar, dan jam mata pelajaran sudah selesai, Kalila pun langsung bergegas ke luar dari sekolah, untuk segera menuju ke Cafe tempatnya janjian dengan Abraham.
Abraham yang sudah dikirimi pesan oleh Kalila, jika dia sedang berada di perjalanan, dia pun langsung bergegas menyusul Kalila.
Hingga pada akhirnya, baik Kalila dan Abraham sudah pada duduk berdua saling berhadap-hadapan di dalam Cafe tersebut.
" Ada apa Kalila mengajak bertemu Kakak?? ," tanya Abraham.
" Kak,? sebenarnya hubungan kita itu apa?? ," tanya Kalila.
Abraham pun menjadi bingung harus menjawab bagaimana.
" Jika Kakak serius dengan Kalila, segera nikahi Kalila, karena Kalila malu jalan berdua terus, tapi status kita yang tidak jelas begini ," kata Kalila lagi.
" Dan Bapak berpesan, jika Kakak serius dengan Kalila, malam ini di suruh untuk datang ke rumah, jika tidak, mohon maaf Kak, ini pertemuan terakhir kita ," kata Kalila sangat tegas sekali.
" Cuma itu yang ingin Kalila sampaikan kepada Kakak, Kalila pamit, Assalamu'alaikum ," kata Kalila, dan dia langsung saja berlalu pergi meninggalkan Abraham, yang masih diam saja tidak bisa mengeluarkan suaranya sejak tadi dihadapan Kalila.
Abraham seperti tertampar, dan dia menjadi semakin bingung, dengan perkataan super singkat dan super jelas dari Kalila tadi untuknya.
Otaknya tiba-tiba menjadi blank, mendengar Kalila menyuruhnya untuk menemui Bapaknya malam nanti.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...
__ADS_1