
Baru saja masuk rumah. Dan Cyra ingin membicarakan kapan berangkat ke Pesantren Gus Afnan. Eh! Akmal malah mendapatkan telepon untuk segera datang ke kampus. Karena ada anak didiknya yang ingin bimbingan skripsi. Sebab dari kemarin Akmal sudah mangkir dari bimbingan skripsi dengan mahasiswa tersebut.
"Umi! Tidak apa-apa 'kan di tunda dulu? Kasihan mahasiswa Abu yang dari kemarin mencari Abu selalu tidak ketemu. Nanti kapan dia lulusnya?"
Akmal mencoba meminta persetujuan dan pengertiannya Cyra. Walau hati sedikit berat. Tapi Cyra tetap mengalah dan mengerti konsekuensi menjadi istri seorang Dosen.
"Iya. Baiklah Abu. Segeralah temui mahasiswa Abu. Semoga dia cepat lulus dan segera mendapatkan pekerjaan seperti yang dia inginkan."
Akmal tersenyum, lalu mengangguk sambil mengusap lembut pipi Cyra. "Aamiin."
"Abu akan usahakan pulang cepat. Supaya hari ini tetap bisa datang ke sana. Karena Abu juga tidak enak sudah janji sama Gus Afnan."
Gantian Cyra yang tersenyum dan mengangguk saja menanggapi ucapan Akmal. Akmal lalu segera mandi dan bersiap-siap berangkat ke kampus. Sedangkan Cyra langsung segera menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Akmal.
Selesai bersiap-siap. Akmal langsung berangkat ke kampus. Dan Cyra memilih menidurkan baby Zahwa saja. Setelah menidurkan baby Zahwa. Cyra memilih menunaikan sholat dhuha mumpung waktunya masih ada. Setelahnya, dia memilih membaca buku novel yang selama ini dia koleksi namun belum sempat lagi dia baca, karena banyak masalah yang menimpanya dari kemarin.
Tanpa Cyra sadari. Dirinya sudah membaca buku novel itu selama dua jam lamanya. Dan dirinya baru berhenti membaca ketika mendengar baby Zahwa menangis.
Cyra langsung meninggalkan buku novelnya. Lalu memilih menenangkan baby Zahwa lagi.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang lebih. Itu artinya adzan dhuhur akan segera berkumandang. Dan benar saja. Di saat Cyra baru saja meenyusui baby Zahwa. Telinganya mendengar adzan dhuhur berkumandang.
"Pantas saja perut Umi rasanya lapar sekali sayang. Ternyata sudah dhuhur. Yuk kita makan dulu yuk! Kamu pasti juga lapar 'kan?" ucap Cyra.
Cyra lalu menggendong baby Zahwa keluar dari dalam kamar menuju ke dalam ruang makan. Di dalam ruang makan sudah tersedia berbagai makanan yang di masak oleh para bibi tadi.
"Wah! Aromanya sangat lezat. Bikin perut Umi semakin lapar," Cyra sambil duduk di kursi makan. Sedang baby Zahwa langsung Cyra taruh di kursinya sendiri.
"Kamu mau makan apa sayang? Ini ada sop ayam. Umi haluskan dulu ya?"
Kebetulan ada bi Pipit yang sedang menghidangkan sesuatu di atas meja makan. Ketika dirinya mendengar Cyra mau menghaluskan makanan untuk baby Zahwa. Dirinya langsung menawarkan diri. "Biar saya saja Bu yang menghaluskan makanan untuk baby Zahwa."
Cyra tersenyum dan mengangguk. "Terimakasih Bibi."
Bi Pipit juga tersenyum dan mengangguk kepada Cyra sambil mengambil sedikit nasi dan sop ayamnya untuk baby Zahwa. "Sama-sama Bu Cyra."
__ADS_1
Bi Pipit segera berlalu kembali ke dalam dapur. Meninggalkan Cyra yang sedang menyuapkan puding coklat untuk baby Zahwa.
Sedang asik menyuapi baby Zahwa. Telinga Cyra mendengar ada yang mengucapkan salam. Dan Cyra sangat mengenal sekali suara siapakah itu. "Wa'alaikumussalam. Abu sudah pulang sayang."
Ternyata benar tebakannya Cyra. Yang mengucapkan salam adalah Akmal yang sudah pulang dari kampus.
Sebelum duduk di kursi makan. Akmal sudah mencuci tangan dan melonggarkan kemeja yang dipakainya. Serta menaikan lengan kemejanya hingga ke siku.
"Anak Abu sedang makan apa? Ko sampai belepotan begini mulutnya?"
"Makan puding Abu. Abu mau?" Cyra menirukan suara anak kecil.
"Mau dong! Apalagi kalau disuapin Umi."
Cyra tersenyum. Walau dirinya sudah merasa lapar. Cyra tetap mendahulukan anak dan suaminya. Selesai menyuapi baby Zahwa. Cyra menyuapi Akmal. Begitu terus. Hingga akhirnya makanan untuk baby Zahwa sudah selesai dihaluskan oleh bi Pipit.
"Terimakasih Bi," bi Pipit tersenyum. "Sama-sama Bu." Setelahnya bi Pipit pamit undur diri lagi.
"Abu sudah makan? Mau makan yang mana Sayang?" tanya Cyra.
"Biar Abu ambil sendiri saja. Umi suapi Aiza saja tidak apa-apa."
Selesai menyuapi baby Zahwa. Gantian Cyra yang langsung makan. Setelah selesai makan siang bersama. Cyra dan Akmal langsung kembali ke dalam kamar untuk menunaikan ibadah sholat dhuhur berjamaah. Sebab Akmal juga belum menunaikan sholat dhuhur tadi di kampus.
"Ayo Umi. Kita bersiap-siap ke Pondok Pesantren Gus Afnan," ucap Akmal setelah selesai sholat dhuhur.
"Sekarang Abu? Nanti kalau kemalaman sampai di sananya bagaimana? 'Kan kata Abu tempatnya jauh."
"Iya tidak apa-apa. Sudah yuk Umi. Abu bantu beres-beresnya."
Cyra mengangguk saja. Mereka lalu berbagi tugas. Ketika Cyra sedang berganti baju. Akmal yang mengurus baby Zahwa. Hingga akhirnya selesai juga.
Akmal dan Cyra sudah berpamitan. Dan berpesan kepada para bibi serta para mamang untuk menjaga rumah mereka selama mereka pergi.
Perjalanan yang akan Akmal dan Cyra tempuh sangat lama sekali. Berjam-jam untuk bisa sampai di Pondok Pesantren Gus Afnan.
__ADS_1
Berangkat dari rumah sekitar setengah dua siang. Mereka baru sampai di Yayasan Pondok Pesantren Gus Afnan sekitar jam tujuh malam.
Kedatangan Akmal dan Cyra disambut hangat oleh Gus Afnan dan Syahlaa.
"Ayo mari-mari silahkan masuk Akmal. Sudah lama ya kita tidak berjumpa!" Gus Afnan sambil memeluk Akmal.
Akmal pun langsung membalas pelukan Gus Afnan. "Iya! Dan kamu tambah gemuk sepertinya."
Gus Afnan tertawa terbahak-bahak mendengar godaannya Akmal. Mereka semua lalu duduk di ruang tamu rumah mewah milik Gus Afnan.
"Ini anak kamu Mal? Lucu sekali. Sepertinya seumuran dengan Chafia ya? Anak aku yang ke tiga."
Akmal mengangguk membenarkan. "Iya! Sepertinya begitu. Tapi lebih besar Chafia sedikit."
"Kenapa kamu tidak memberi kabar jika sudah menikah? Atau jangan-jangan kamu melupakanku, sobat!"
Akmal tersenyum. "Aku bukannya tidak mau mengabarimu, Gus. Hanya saja ini permintaan istriku yang ingin cuma keluarga dekat saja yang kita undang."
"Tidak apa-apa! Lagi pula aku cuma bercanda ko. Semoga pernikahan kalian sakinah, mawaddah dan warohmah ya."
Akmal menganggukkan kepalanya. "Aamiin," ucap Akmal dan Cyra secara bersamaan.
Sebelum ke inti silahturahmi mereka. Akmal dan Gus Afnan mengobrol panjang lebar untuk menghilangkan kerinduan yang mendera di dalam hati.
Begitupun dengan Cyra yang tadi sedikit terkejut melihat Syahlaa. Sebab Syahlaa ternyata seorang bule.
"Oh ya Gus! Aku mau meminta tolong sesuatu nih kepada Gus yang tampan ini," ucap Akmal.
Gus Afnan tertawa. "Jika yang bilang tampan kamu. Seakan diriku menolak. Geli mendengarnya."
Gantian Akmal yang tertawa mendengar ucapan Gus Afnan. Begitupun dengan para istri. Mereka juga tersenyum mendengar candaan dari para suami mereka.
Jika bingung! Siapa Gus Afnan dan Syahlaa. Silahkan mampir dulu di Novel saya yang berjudul DIA JODOHKU๐ค
Selamat membaca๐
__ADS_1
...๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ...
...***TBC***...