IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
RUMAH ABI RASYID


__ADS_3

Setelah berbincang dari hati ke hati. Akmal dan Cyra memutuskan untuk tidur.


Pagi harinya. Ketika Akmal dan Cyra sedang menikmati sarapan bersama. Mereka juga sambil berbincang dengan santai.


"Abu jadi tidak berangkat ke kampus?" tanya Cyra.


Akmal menggelengkan kepalanya. "Jadi. Karena nanti 'kan kita mau menjemput mama, umma, ayah sama abi."


Cyra langsung menganggukkan kepalanya. "Iya. Umi ingat."


"Emm! Dengan pembicaraan kita semalam bagaimana Umi. Jadi?"


"Jadi dong Abu. Masa tidak jadi. Uangnya pun sudah Umi siapkan. Tuh! Di dalam laci kamar," jawab Cyra.


"Kalau begitu. Kita mengurus semuanya nanti saja ya! Setelah acara syukuran kepulangan mama, umma, ayah sama abi dari makkah."


Cyra mengangguk. "Iya baiklah. Umi ikut bagaimana baiknya Abu."


Selesai menikmati sarapan bersama. Sekitar jam setengah delapan pagi. Akmal dan Cyra langsung bersiap-siap untuk berangkat ke bandara.


Akmal dan Cyra membawa dua mobil. Namun yang satunya dikendarai oleh mang Ijong.


Tidak cuma Cyra dan Akmal saja yang datang menjemput kedatangan para orang tua di bandara. Melainkan beberapa sanak saudara yang lainnya ikut juga.


Sekitar jam delapan pagi lebih sedikit. Akhirnya, Cyra dan Akmal serta yang lainnya sampai juga di bandara. Setelah memarkirkan mobil di parkiran bandara. Mereka semua langsung masuk ke dalam bandara untuk mencari jamaah umroh yang baru saja tiba ke tanah air.


Sambutan haru dan penuh kerinduan dirasakan oleh para orang tua kepada Akmal, Cyra dan terutama kepada sang cucu tunggal mereka yaitu baby Zahwa. Mereka semua saling berpelukan dan menyalurkan kerinduan mereka yang tidak bertemu hampir sekitar dua minggu lamanya.


Setelah melepas rindu untuk beberapa saat. Akmal dan Cyra serta sanak saudara yang lainnya langsung bergegas mengantar para orang tua untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


"Abi, Umi. Akmal sama Cyra mau ke rumah mama dan ayah dulu ya. Kalian tidak apa-apa 'kan?"

__ADS_1


"Insyaallah. Nanti malam kami akan datang ke rumah untuk melihat kalian," sambung lagi ucapan Akmal.


Abi Rasyid tersenyum sambil menepuk pelan pundak Akmal. "Iya Nak. Kami tidak apa-apa ko. Kamu tenang saja. Sudah sana! Antarkan dulu ayah sama mama kalian pulang."


"Lagipula Abi sama umma tidak sendirian pulangnya. Iya kan Zahwa," Abi Rasyid sambil mengusap gemas pipi sang cucu.


Akmal tersenyum. Dan mereka lalu berpisah di parkiran bandara untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


Sesampainya di rumah ayah Rafiq. Akmal dan Cyra. Langsung menyambut para sanak saudara yang mengantarkan pulang ayah Rafiq dan mama Jian ke rumah dengan hidangan yang sudah para bibi siapkan sebelumnya.


Kepulangan ayah Rafiq dan mama Jian. Serta Abi Rasyid dan umma Nada, disambut dengan riang gembira dan suka cita oleh semua orang.


Setelah berbincang santai dengan para sanak saudara. Para sanak saudara itu akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah mereka sendiri. Tinggallah Akmal dan Cyra saja yang ada di situ.


"Mama sama Ayah jika ingin istirahat. Istirahatlah saja di kamar. Bila ada tamu yang datang. Biar Cyra dan kak Akmal saja yang menyambutnya," ucap Cyra.


"Iya Nak. Nanti saja. Kami masih ingin di sini. Apalagi Ayah sama mama masih sangat rindu dengan si lucu Zahwa," jawab ayah Rafiq.


Cyra dan Akmal hanya tersenyum sambil mengangguk mendengar ucapan ayah Rafiq.


Sesampainya di rumah. Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Karena mereka terjebak macet sebentar tadi di jalan. Cuma beberapa menit beristirahat. Adzan maghrib pun terdengar berkumandang.


Akmal dan Cyra segera menunaikan ibadah sholat maghrib. Setelah selesai itu semua. Mereka berdua memutuskan untuk segera pergi ke rumah abi Rasyid dan umma Nada.


Sesampainya di rumah abi Rasyid dan umma Nada. Kedatangan Akmal dan Cyra disambut oleh banyak orang. Karena ternyata di rumah abi Rasyid sedang kedatangan tamu, yaitu saudara dekat maupun dari saudara jauh yang ingin menjenguk kepulangan abi Rasyid dan umma Nada dari makkah.


Abi Rasyid dan umma Nada yang sudah sangat rindu sekali dengan baby Zahwa. Mereka berdua bergantian menggendong dan menimang sang cucu tercintanya itu.


"Oh ya Cyra. Apakah kamu sudah hamil lagi?" tanya salah satu saudara.


Cyra tersenyum. "Belum Mbak. 'Kan baru jalan empat minggu kita menikah."

__ADS_1


"Mbak doakan deh. Semoga Zahwa segera mempunyai adik. Iya 'kan Mal?"


Akmal langsung mengangguk dan tersenyum saja kepada saudara tersebut. Mereka semua lalu berbincang hangat, santai dan penuh kekeluargaan. Hingga pada akhirnya. Mereka semua satu persatu memutuskan untuk kembali pulang ke rumah mereka masing-masing. Dan tinggallah Akmal serta Cyra saja yang masih ada di situ.


"Ini sudah jam sebelas malam. Apa kalian tidak mau menginap di sini saja Nak?" tanya Abi Rasyid.


Cyra yang ditanya seperti itu oleh sang abi. Langsung mengalihkan pandangannya ke arah Akmal. Dan Akmal yang tahu tatapan Cyra kepadanya, lalu mencoba menjawabnya.


"Boleh. Tidak apa-apa ko. Lagipula Akmal juga belum pernah tidur di rumah ini."


Cyra tersenyum. Dirinya lalu ijin untuk membersihkan kamarnya terlebih dahulu sebelum dibuat untuk tidur malam nanti.


Selama menikah dengan Cyra. Malam ini adalah pertama kalinya Akmal masuk ke dalam kamar pribadi Cyra.


Akmal memperhatikan sekali setiap jengkal yang dia lihat di dalam kamar tersebut. Bahkan Akmal tidak sengaja masih melihat foto sang kakak dengan Cyra waktu dulu.


Cyra yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, tidak sengaja ikut menatap ke arah foto yang dilihat oleh Akmal.


"Emm! Abu! Umi bisa jelaskan. Kenapa Umi masih menyimpan foto itu di sini," Cyra benar-benar sangat ketakutan jika Akmal akan marah kepadanya.


Apa yang Cyra pikirkan adalah salah. Akmal bukannya marah malah terlihat tersenyum kepadanya.


"Kalian berdua terlihat serasi. Dan hati Abu tidak merasa cemburu sama sekali seperti dulu. Karena saat ini, Umi sudah menjadi milik Abu seutuhnya," Akmal merangkul pundak Cyra dengan mesra.


"Tapi alangkah baiknya Cyra menyimpan foto ini saja sebagai kenang-kenangan. Karena tidak baik. Sudah menikah lagi, tapi masih menyimpan foto dengan mantan suaminya dulu," Cyra sambil mengambil foto tersebut.


"Terserah Umi saja. Abu tahu Umi pasti akan melakukan yang terbaik untuk hubungan rumah tangga kita sayang," Akmal mengusap lembut pipi Cyra.


Cyra cuma mengangguk saja. Dirinya lalu menyimpan foto tersebut bersama dengan foto-foto lainnya ke tempat yang sudah dia siapkan sebelumnya.


Sedangkan Akmal langsung merebahkan badannya di ranjang empuk milik Cyra dengan baby Zahwa yang tidur di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2