IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
SURAT DARI AALIFA


__ADS_3

Berpindah tempat, lebih tepatnya di dalam kamar Cyra dan Mirza.


Selesai menikmati makan malam tadi, Cyra langsung mengajak Mirza untuk beristirahat di dalam kamar saja, supaya Mirza tidak kecapekan, sebab tadi sudah sibuk karena ada acara di rumah.


Cyra yang sudah masuk ke dalam kamar bersama Mirza, mereka langsung ingin bersih-bersih badan di dalam kamar mandi.


" Mau Umi bantu Abi?? ," tanya Cyra.


" Tidak perlu, Abi bisa sendiri ko ," jawab Mirza.


" Ya sudah, hati-hati ya Abi ," ucap Cyra dan Mirza hanya tersenyum serta mengangguk saja.


Sambil menunggu sang suami selesai bersih-bersih di dalam kamar mandi, Cyra memilih melepas hijabnya dan terlihatlah rambut hitam lurus sebahu miliknya.


Rambut Cyra dari dia kecil memang sudah lurus alami, seperti rambut yang baru selesai di rebonding atau smoothing.


Mirza dulu pertama kali melihat rambut milik sang istri, sangat terkagum-kagum sekali, karena memang sangat bagus sekali rambutnya, sangat hitam lebat dan juga lurus.


Meninggalkan rambut Cyra yang indah itu, kita membahas Cyranya lagi.


Cyra lalu menguncir asal rambutnya, dan setelahnya, dia duduk di depan meja riasnya, untuk membuka kado yang diberikan oleh Aalifa tadi.


Ketika bungkus kado sudah terbuka semuanya, Cyra melihat ada sebuah box berwarna coklat yang cukup lumayan besar ukurannya.


Cyra lalu membuka box tersebut dan melihat ada sebuah gamis yang sangat bagus sekali plus niqab yang berwarna senada.


Cyra tersenyum senang melihat gamis yang diberikan oleh Aalifa untuknya.


Ternyata tidak cuma ada gamis saja yang diberikan oleh Aalifa kepadanya, namun ada sebuah tasbih berwarna sama dengan baju gamisnya.


Pandangan Cyra tiba-tiba teralihkan, ketika dirinya sudah mengeluarkan gamis tersebut dari dalam boxnya, karena di bawah lipatan gamis itu, ternyata ada sebuah kertas yang sepertinya khusus diberikan oleh Aalifa untuknya.


" Kertas,? apa ya isinya?? ," kata Cyra.


Cyra langsung membuka kertas tersebut dan membacanya di dalam hati setiap barisan huruf yang berjejer rapi di situ, yang ditulis dengan tangan langsung oleh Aalifa.


" Assalamu'alaikum Kak Cyra ," salam dari Aalifa, dan salam tersebut dijawab oleh Cyra di dalam hati.


" Aalifa sengaja memberikan gamis yang Aalifa beli di luar kota kemarin khusus untuk Kakak ," ucap Aalifa di dalam kertas tersebut.


" Semoga Kakak suka dan jangan lupa dipakai ya Kak ," ucap Aalifa lagi.

__ADS_1


Cyra langsung tersenyum membaca surat dari Aalifa, namun tiba-tiba senyum itu hilang, ketika Cyra membaca kata-kata selanjutnya.


" Kak Cyra, sebenarnya Aalifa sudah tahu, jika Kak Akmal sangat mencintai Kakak, dan ........ ," bacaan Cyra terhenti, ketika dirinya tiba-tiba di tegur oleh Mirza, yang baru saja ke luar dari dalam kamar mandi.


" Sedang apa sayang?? ," tanya Mirza dan Cyra langsung segera bersikap biasa saja, supaya Mirza tidak curiga kepadanya.


" Eh, Abi ," jawab Cyra sambil tersenyum.


" Ini Umi sedang membuka hadiah dari Aalifa tadi Abi, dan ternyata ada suratnya juga ," jelas Cyra.


" Oh ," Mirza hanya ber oh ria saja.


" Abi sudah selesai kan,? kalau begitu gantian Cyra ya ," kata Cyra dan Mirza hanya mengangguk saja.


Cyra langsung memasukkan lagi gamis beserta tasbihnya tadi ke dalam boxnya semula, tapi tidak dengan suratnya, sebab jika sampai ketahuan Mirza, pasti akan menimbulkan masalah baru.


Cyra diam-diam menaruh surat tadi dibawah tumpukan bajunya yang ada di dalam lemari, ketika dia sedang mengambil baju tidurnya.


Setelahnya, Cyra pun langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya sebelum tidur.


Di dalam kamar mandi, Cyra terus kepikiran apa isi surat yang belum selesai dibacanya tadi.


Ingin hati setelah ke luar dari dalam kamar mandi melanjutkan membaca surat tersebut, tapi jika Mirza sampai penasaran, dirinya juga yang akan repot, dan lebih parahnya lagi, jika sampai ada berselisih paham antara Akmal dan juga Mirza.


Mirza yang sudah menunggunya pun langsung tersenyum manis, di saat Cyra sudah duduk di ranjang sampingnya.


" Sini sayang mendekat ," kata Mirza.


Dengan senang hati, Cyra pun mendekat ke arah Mirza dengan mesra.


Setelah sangat dekat, Mirza langsung merebahkan badannya dengan kepala yang beralaskan p4h4 Cyra.


" Assalamu'alaikum anak Abi ," sapa Mirza di depan perut Cyra.


Dung!!


Dapat respon yang baik dari calon buah hatinya, dan Mirza langsung tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


Begitu pula dengan Cyra yang juga ikut tersenyum, sambil mengusap lembut kepala Mirza yang sudah tidak berambut lagi.


" Anak Abi, sehat-sehat ya di dalam sana, jangan nakal, jangan menyusahkan Umi ya Nak ," ucap Mirza.

__ADS_1


" Abi di sini selalu senantiasa mendoakan mu, supaya kita bisa berjumpa walau sekali saja seumur hidup ," ucap Mirza lagi sambil menangis, dan Cyra pun juga ikut menangis sama seperti Mirza.


" Doakan Abi juga ya Nak, supaya umur Abi panjang dan bisa bermain bersamamu seperti teman-temanmu yang lainnya ," kata Mirza dengan suara sesenggukan.


" Abi sudah, jangan diteruskan ," kata Cyra.


Cyra lalu mengajak Mirza tidur, dan memeluknya di dalam pelukannya, hingga akhirnya, Mirza bisa tidur dengan nyaman di dalam pelukan hangat sang istri.


Sedangkan Cyra sendiri malah tidak bisa tidur, karena terus kepikiran dengan isi surat dari Aalifa, ditambah juga dengan ucapan Mirza tadi yang membuatnya takut serta khawatir.


Ketika dirasa Mirza sudah sangat lelap dalam tidurnya, dengan perlahan Cyra pun turun dari atas ranjang untuk mengambil surat yang tadi.


Supaya tidak membangunkan Mirza, Cyra memilih membaca surat tersebut di atas balkon kamarnya.


" Kak Cyra, sebenarnya Aalifa sudah tahu, jika Kak Akmal sangat mencintai Kakak, dan karena cinta itu, Kak Akmal belum bisa mencintai Aalifa ," Cyra lanjut baca lagi.


" Kak Akmal selalu berkata kepada Aalifa, jika dirinya lebih memilih Kakak daripada Aalifa, dan hal itu membuat hati Aalifa menjadi sangat sakit sekali Kak ," tulis Aalifa.


" Dan Kak Akmal selalu mengancam Aalifa, kalau dia akan membatalkan pernikahan kami, supaya dia tidak terganggu ketika sedang bersama Kakak ," tulis Aalifa.


Sungguh sikap Aalifa sangat pintar sekali untuk mengadu domba Akmal bersama Cyra.


" Sebagai perempuan, Kakak pasti tahu bagaimana perasaan Aalifa seperti apa? ," ucap Aalifa.


" Tolong Kak Cyra, Aalifa mohon, Kakak jangan dekat-dekat lagi dengan Kak Akmal, karena Aalifa sudah jatuh cinta dengan Kak Akmal dan tidak mau jika sampai pernikahan ini tidak terjadi ," tulis Aalifa lagi.


" Apakah Kakak sudah tahu, jika Kak Akmal mau menikah dengan Aalifa, karena dia ingin menutupi perasaannya itu kepada Kakak ," tulis Aalifa lagi.


" Tolong bantu Aalifa ya Kak, supaya Kak Akmal bisa jadi menikah dengan Aalifa, dan supaya Aalifa juga bisa membantu Kak Akmal move on dari Kakak ," tulis Aalifa.


" Salam Aalifa ," ucap Aalifa.


Dasarnya Cyra wanita yang baik, dia langsung percaya saja dengan apa yang ditulis oleh Aalifa untuknya.


Ketika sudah selesai membaca semua isi surat tersebut, Cyra yang sudah berbalik badan dan ingin masuk ke dalam kamar lagi, tidak sengaja melihat Akmal sedang berdiri di atas balkon kamarnya sendiri dan sedang menatap ke arahnya.


Baru saja membaca surat dari Aalifa tentang Akmal, sekarang di dalam hati Cyra ada rasa benci, marah dan tidak suka dengan Akmal, terutama dengan sikap Akmal kepadanya.


Cyra menjadi berpikir, jika Akmal baik kepadanya, karena dia ingin merebut hatinya dari Mirza, padahal bukan seperti itu kenyataannya.


Aalifa-Aalifa, pintar sekali dalam mengambil hati Cyra yang lembut itu.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2