IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MIMISAN LAGI


__ADS_3

Selesai membantu sang Ibu, Kalila pun ijin dengan sang Ibu untuk masuk ke dalam kamarnya sebentar.


Di dalam kamar, Kalila yang sedang gundah gulana, dan bingung harus berbuat apa, akhirnya, dia memutuskan untuk curhat saja kepada sang sahabat, yaitu Cyra.


Cyra sendiri saat ini sedang berbincang santai dengan Mama Jian dan Ayah Rafiq, yang kebetulan sedang ada di rumah.


Ketika mendengar ponselnya berbunyi, Cyra pun ijin kepada ke dua mertuanya untuk mengangkat sambungan telepon dari Kalila.


" Halo assalamu'alaikum Kalila ," salam dari Cyra.


Untuk lebih bebas berbicaranya, Cyra pun memilih mengobrol di ruang tamu saja.


" Halo, wa'alaikumussalam Cyra ," jawab Kalila.


" Ada apa Kalila?? ," tanya Cyra.


" Cyra, aku ingin curhat lagi boleh?? ," jawab Kalila.


" Boleh, katakanlah, apa masalahnya kali ini?? ," kata Cyra.


" Aku sudah melakukan saranmu Cyra, dan Kak Abraham sudah menemui Bapak ," kata Kalila.


" Alhamdulillah, lalu bagaimana Kalila?? ," tanya Cyra.


" Setelah Kak Abraham menemui Bapak, dia tidak ada kabar sama sekali sampai sekarang Cyra ," jawab Kalila, dan suaranya terdengar bersedih.


" Bahkan, kemarin saja dia sedang jalan dengan perempuan lain, dan aku tanya, dia menjawabnya, sedang ada acara keluarga ," kata Kalila lagi.


" Subhanallah, masa sih Kalila, jangan su'udzon dulu deh sama Kak Abraham ," kata Cyra.


" Aku melihatnya sendiri Cyra dari video call Deena ," jawab Kalila.


" Deena?? ," kata Cyra.


" Iya, dia kebetulan yang melihat Kak Abraham, lalu menghubungiku ," jawab Cyra.


" Sekarang yang membuatku bersedih, Bapak nanti malam mau menjodohkanku dengan laki-laki yang tidak aku kenal Cyra ," kata Kalila lagi.


" Kak Abraham aku coba hubungi lagi, untuk meminta penjelasan, malah sekarang nomornya sudah tidak aktif ," curhat Kalila.


" Biidznillah Kalila ," jawab Cyra dengan tenang.


" Jika memang seperti itu jalannya, itu artinya Kak Abraham bukan jodoh kamu, dan semua ini sudah takdir dari Allah untuk kamu ," kata Cyra lagi.


" Tapi Cyra ...... ," kata Kalila dengan suara lemas.


" Tapi apa Kalila?? ," jawab Cyra.


" Semua yang terjadi di bumi ini sudah menjadi kehendak Allah, dan apa yang terjadi dengan hidupmu sekarang, itu sudah menjadi ketetapannya Allah untukmu ," kata Cyra lagi.

__ADS_1


" Apa yang menurutmu baik, belum tentu menurut Allah itu baik, dan apa yang menurut kamu tidak baik, justru bisa jadi menurut Allah itu yang terbaik untuk kamu ," nasihat dari Cyra untuk Kalila.


" Yakinlah saja, laki-laki yang sudah menjadi pilihan Bapak kamu, itu pasti laki-laki yang terbaik untukmu Kalila ," kata Cyra.


" Baiklah, bismillah, aku akan menerima semua ini dengan ikhlas ," jawab Kalila.


" Semangat Kalila ," kata Cyra.


" Semoga acara lamaran nanti malam berjalan dengan lancar ," kata Cyra.


" Iya, aamiin ," jawab Kalila.


" Makasih ya Cyra, sudah mau mendengarkan keluh kesahku sekarang ," kata Kalila.


" Iya sama-sama, kita kan teman, harus saling membantu dan bersama-sama disaat suka maupun duka ," jawab Cyra.


" Emm, jika kamu ada waktu, maukah kamu nanti malam datang ke sini menemaniku?? ," pinta Kalila.


" Kalau untuk urusan itu, aku tidak bisa berjanji Kalila, karena aku harus ijin dulu sama Kak Mirza ," jawab Cyra.


" Iya, aku tahu, kalaupun tidak bisa aku juga tidak apa-apa ko, yang penting doanya ya Cyra ," kata Kalila.


" Tapi aku sangat berharap, semoga Kak Mirza mau mengijinkanmu ," kata Kalila lagi.


" Iya, akan aku usahakan ya ," jawab Cyra, dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri sambungan teleponnya.


Saat ini waktunya Mirza pulang ke rumah setelah selesai mengajar, dan Mirza bersama Akmal bisa pulang ke rumah secara tidak sengaja bersamaan.


Akmal dan Mirza yang sudah memarkirkan mobilnya dengan sempurna, mereka lalu ke luar dari dalam mobilnya.


" Kak ," sapa Akmal.


" Ko bisa barengan ya Akmal ," kata Mirza.


" Kakak!! ," kata Akmal dengan tiba-tiba, lalu dia menarik tangan Mirza untuk mendekat ke arahnya.


" Ada apa Akmal?? ," tanya Mirza.


" Kakak ko mimisan?? ," tanya Akmal sambil mengusap darah yang ke luar dari hidung sang Kakak.


Mirza yang melihat dan mendengar, langsung merasa sangat panik sekali, sebab dia takut jika ketahuan oleh Cyra.


" Tissue Akmal ," kata Mirza.


Akmal langsung saja mengambilkan tissue yang ada di dalam mobilnya.


Mirza langsung segera membersihkan darah tersebut dengan tissue dari Akmal dan dia tidak mau jika sampai ada yang melihatnya seperti saat ini.


" Bantu Kakak, Akmal ," kata Mirza.

__ADS_1


" Tunggu Kakak sebentar ," kata Mirza.


Mirza langsung mencuci muka dengan air kran yang berada tidak jauh dari garasi mobil.


" Kak, apa Kakak tidak mau kontrol saja ke Dokter, ayo Akmal antar ," kata Akmal.


" Tidak, ini pasti karena Kakak cuma kecapekan saja ," jawab Mirza.


" Tapi kan Kak ...... ," kata Akmal merasa khawatir.


" Sudah kamu tenang saja, Kakak tidak kenapa-kenapa ko ," jawab Mirza.


" Jika sudah selesai, ayo kita masuk ," ajak Akmal.


" Berjanjilah jangan bilang siapa-siapa, jika Kakak baru saja mimisan ," pesan Mirza.


" Baiklah ," jawab Akmal.


Mirza dan Akmal lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar mereka masing-masing.


Sesampainya di dalam kamar, Mirza langsung disambut sang istri yang baru saja bangun tidur dan ingin mandi sore.


Selesai itu semua, adzan maghrib pun tidak terasa sudah terdengar berkumandang, Mirza merasa ada yang aneh di kepalanya, karena selama sholat di masjid, dia merasa kepalanya sangat pusing sekali, hingga sampai di rumah pun sama saja.


Padahal ketika sudah sampai rumah, Mirza melihat Cyra sudah selesai sholat maghrib dan sedang bersiap-siap ingin pergi ke rumah Kalila bersamanya.


Karena tidak tahan dengan rasa pusing yang menderanya, Mirza pun beralasan dengan Cyra, jika dia sedang banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya untuk besok.


" Sayang, kamu ke rumah Kalilanya di antar Akmal saja ya ," kata Mirza.


" Tidak mau Abi, jika Abi tidak bisa mengantarkan, lebih baik tidak jadi saja ," jawab Cyra.


Tentu saja Cyra merasa kurang nyaman jika bersama Akmal, tapi sekali lagi, Mirza tidak tahu apa hubungan sebenarnya antara Akmal dan Cyra, yang nyatanya masih ada cinta di hati Akmal untuk Cyra.


" Tapi kamu kan sudah janji sama Kalila, sayang ," kata Mirza.


" Jangan membuat dia kecewa, karena kamu sudah memberinya harapan ," nasihat Mirza.


" Tapi kan Abi?? ," kata Cyra.


" Akmal kan adik ipar kamu sayang, dia adik Abi, dia tidak akan berani macam-macam sama kamu, Abi sangat tahu sekali bagaimana sifat Akmal ," kata Mirza.


" Baiklah jika itu yang Abi mau ," jawab pasrah dari Cyra.


Mirza langsung tersenyum sambil mengusap lembut kepala sang istri, setelahnya dia lalu ke luar dari dalam kamar untuk berbicara dan meminta tolong kepada Akmal yang sedang berada di dalam kamarnya.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2