IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MENCOBA MELANGKAH


__ADS_3

" Alhamdulillah, Kakak sudah pulang ," kata Akmal yang melihat kedatangan sang Kakak.


" Kakak ko baru pulang, kenapa Kak?? ," tanya Akmal.


" Kasihan Cyra tadi, dia berteriak ketakutan karena mati lampu ," kata Akmal lagi.


Mirza yang mendengar perkataannya Akmal, jika Cyra ketakutan dia langsung menunjukkan wajah khawatirnya.


" Kakak tadi terjebak macet Mal, di jalan yang biasa Kakak lewati, ada pohon besar tumbang di tengah jalan ," jawab Mirza.


" Kalau begitu, Kakak mau masuk ke dalam kamar dulu ," pamit Mirza.


" Oh ya Kak, Akmal juga pamit pergi sebentar, mungkin pulangnya sedikit terlambat ," kata Akmal.


" Iya, hati-hati saja kamu di jalan ," jawab Mirza sambil mengangguk.


Akmal pun juga mengangguk saja, dan dia langsung berlalu pergi dari dalam rumah, untuk segera bertemu dengan ke dua sahabatnya.


Mirza yang sudah sampai di depan kamarnya, langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, dan hal itu sangat mengejutkan Cyra.


Cyra langsung menghela nafasnya merasa senang dan lega, ketika yang membuka pintunya adalah sang suami.


" Alhamdulillah, Kakak sudah sampai di rumah dengan selamat ," kata Cyra sambil berjalan mendekati Mirza.


Mirza tersenyum manis sekali, melihat sang istri menyambutnya dengan manis.


Cyra mengambil tas yang dibawa Mirza, membantu melepaskan kemeja yang dipakai oleh Mirza, namun tidak dengan sepatunya, sebab Mirza ingin melepaskannya sendiri.


" Kamu tidak kenapa-kenapa kan sayang?? ," tanya Mirza.


" Cyra baik-baik saja ko Kak ," jawab Cyra.


" Syukurlah, maafkan Kakak ya jadi pulang terlambat begini ," kata Mirza.


" Iya, ini semua kan juga bukan keinginannya suamiku yang tampan ini ," jawab Cyra sambil mencubit mesra hidung mancungnya Mirza.


Mirza langsung tersenyum gemas, sambil mengusap kepala Cyra dengan lembut.


" Kalau begitu, Kakak mau mandi dulu, setelah itu mau sholat ," kata Mirza.


" Iya ," jawab Cyra sambil mengangguk dan juga tersenyum.


Mirza langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih badannya, sedangkan Cyra memilih untuk menyiapkan baju yang akan dipakai oleh Mirza, sekaligus tempat sholat yang akan digunakan oleh Mirza untuk sholat.

__ADS_1


Kita beralih ke Akmal lagi.


Akmal mengendarai mobilnya dengan kecepatan standar, karena jalanan masih licin, sebab baru saja diguyur hujan sejak tadi siang.


Tidak lama, mobil yang Akmal kendarai sampai juga di sebuah Cafe, yang tempatnya sangat cocok sekali untuk nongkrong para anak muda.


Akmal yang sudah memarkirkan mobilnya dengan rapi, dia langsung ke luar dari dalam mobil dan masuk ke dalam Cafe untuk mencari keberadaannya Hamzah, maupun Abraham.


Akmal memanjangkan lehernya untuk melihat Hamzah atau Abraham, dan akhirnya Akmal melihat Abraham sudah datang lebih dulu darinya.


" Woi bro ," kata Abraham sambil tos ria ala laki-laki kepada Akmal.


" Kamu sendirian, di mana Hamzah?? ," tanya Akmal sambil duduk di kursi sebelah Abraham.


" Dia lagi ke kamar mandi ," jawab Abraham.


" Sudah lama kamu datangnya?? ," tanya Akmal lagi.


" Iya cukup lumayanlah ," jawab Abraham.


" Kamu sih datangnya kelamaan ," kata Abraham lagi.


" Iya sorry, tadi aku sengaja nemenin Cyra dulu di rumah, karena mati lampu, dan aku tidak tega meninggalkan dia sendirian ," kata Akmal.


" Eh, tunggu-tunggu bentar, apa maksud dari perkataan kamu, kenapa malah kesannya kamu yang seperti suaminya Cyra, Mal,? memangnya di mana Kak Mirza? ," tanya Abraham merasa bingung.


" Iya ," jawab Akmal sambil mengajak tos ria.


" Sudah cepat duduk Ham, aku sedang tanya serius kepada Akmal ini ," kata Abraham.


" Tanya apa sih,? jadi penasaran aku ," kata Hamzah.


" Ini si Akmal, katanya tadi telat datang karena dia sedang menemani Cyra di rumah, dia tidak tega meninggalkan Cyra sendirian, sebab sedang mati lampu, kan aneh, malah dia seperti suaminya Cyra saja ," jawab Abraham.


" Lah ko, bagaimana tuh Mal, ayo cepat cerita, dan memangnya di mana Kak Mirza ," kata Hamzah.


" Kalian ini jangan berpikiran buruk dulu kenapa sih ," kata Akmal.


" Cyra dan Kak Mirza sejak kemarin sudah tinggal di rumah Ayah ," kata Akmal.


" Tadi Kak Mirza kebetulan pulang terlambat, walau kita cuma berdua saja di rumah, tapi aku tidak ada maksud sama sekali ingin mendekatinya ," kata Akmal lagi.


" Apakah kamu tidak apa-apa Mal?? ," tanya Hamzah.

__ADS_1


" Maksudnya, emm hatimu apa tidak sakit Mal, melihat Cyra dan Kak Mirza ....... ," perkataan Hamzah terpotong oleh perkataan Akmal.


" Sakit, tentu saja aku sakit Ham, tidak bisa aku bohongi, itu perasaan manusiawi yang wajar aku rasakan ," kata Akmal.


" Apakah Kak Mirza tahu jika kamu sebenarnya mencintai istrinya sejak dulu?? ," tanya Abraham kepada Akmal.


" Tidak, setahu aku Kak Mirza tidak tahu ," jawab Akmal.


" Dan aku rasa, tidak mungkin juga jika Cyra akan bercerita kepada Kak Mirza, jika aku mencintainya ," kata Akmal lagi.


" Cobalah membuka hatimu untuk wanita lain Mal, karena jika kamu begini terus, kamu yang nantinya akan terpuruk dengan keadaan ," nasihat Hamzah.


" Kamu tahu sendiri, aku tipe orang yang susah jatuh cinta, dan jika sudah jatuh cinta, sangat susah sekali untukku berpaling Ham ," jawab Akmal.


" Ingin ku membuka hati untuk wanita lain, biar aku tidak tersiksa begini setiap hari, setia saat dan setiap waktu, tapi apa yang bisa aku perbuat, jika orang yang membuatku jatuh cinta setiap hari, setiap saat dan setiap waktu, selalu aku lihat di dalam rumah, namun tidak bisa ku gapai ," kata Akmal dengan lirih.


Sebagai seorang sahabat, baik Abraham dan Hamzah merasa kasihan melihat Akmal sedang terpuruk seperti itu.


" Aku punya saudara, dia cantik, baik, sholehah, dan kebetulan sedang sendiri, maukah kamu aku kenalkan dengan dia, Mal?? ," tanya Abraham.


" Cobalah dulu, siapa tahu dengan cara ini kamu bisa berpaling dari Cyra ," kata Abraham lagi.


" Iya benar tuh Mal, di coba saja ," kata Hamzah.


" Lagi pula, kan cuma ketemuan saja tidak lebih, jika tidak cocok ya tidak perlu diteruskan, daripada diteruskan tapi karena keterpaksaan atau pelarian semata, nanti pastinya akan ada salah satu hati yang tersakiti ," kata Hamzah lagi.


" Baiklah, kamu atur saja waktunya, nanti jika aku pas senggang, aku mau bertemu dengannya ," jawab Akmal.


Karena tidak ada salahnya mencoba, setidaknya kita sudah berusaha mengalihkan hati dan perasaan. Untuk ke depannya, semuanya tinggal kita pasrahkan saja kepada Allah, bagaimana baiknya.


Abraham dan Hamzah sangat senang sekali, ketika mendengar Akmal mau mencoba melangkah untuk menata hatinya yang sedang rapuh.


Singkat cerita, tiga hari kemudian, wanita yang Abraham ceritakan kepada Akmal, saat ini akan ketemuan dengan Akmal, ditemani oleh Abraham, sebab Akmal tidak mau berduaan saja.


Abraham tidak masalah, lagipula wanita tersebut masih saudara jauh dengan Keluarganya.


" Nah itu dia yang namanya Akmal ," kata Abraham kepada saudaranya itu.


Akmal langsung berjalan ke arah mejanya Abraham dengan bibir yang tersenyum formal.


" Mutiara ini Akmal, dan Akmal ini Mutiara yang kemarin aku ceritakan kepadamu ," kata Abraham sebagai penengah.


Akmal langsung tersenyum dan mengangguk formal kepada Mutiara, sedangkan Mutiara sendiri langsung tersenyum manis dengan jantung yang berdebar-debar kencang, karena dia tidak menyangka akan di kenalkan oleh Kakak sepupunya yaitu Abraham, dengan laki-laki yang sangat tampan rupawan yaitu Akmal.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2