
Dan di sinilah mereka semua, terutama Ayah Rafiq dan Mama Jian yang sudah melihat hasil foto USG kehamilannya Cyra.
Ayah Rafiq dan Mama Jian benar-benar sangat bahagia sekali, bahkan tanpa Mirza dan Cyra duga, Ayah Rafiq sampai sujud syukur di lantai karena mendengar kabar kehamilannya Cyra, sebab Ayah Rafiq sudah sejak dulu menginginkan seorang cucu dari ke dua anaknya.
Melihat Ayah Rafiq sujud syukur karena kabar kehamilannya Cyra, langsung saja diikuti Mama Jian yang begitu sangat terenyuh sekali dengan kabar tersebut.
" Mama, Ayah ," panggil Cyra dan Mirza secara reflek.
Mirza dan Cyra langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk membangunkan ke dua orang tuanya.
Ayah Rafiq yang sudah berdiri dari sujudnya langsung memeluk Mirza dengan sangat erat sekali, begitu pula dengan Mama Jian, yang langsung memeluk Cyra juga tidak kalah eratnya.
" Ya Allah, sebentar lagi kita akan mempunyai cucu Ma ," kata Ayah Rafiq dengan mata berkaca-kaca.
" Iya Ayah, doa kita terkabulkan oleh Allah ," jawab Mama Jian sambil menangis terharu.
Cyra yang perasaannya sedang mudah melow karena efek kehamilannya, dia jadi ikut-ikutan menangis melihat ke dua mertuanya yang begitu sangat senang sekali mendengar kehamilannya sekarang.
" Ayo-ayo Nak kita duduk kembali, nanti kamu bisa kecapekan ," kata Ayah Rafiq.
Ayah Rafiq begitu sangat senang sekali, karena harapan yang sudah lama dia harapkan sebentar lagi akan terkabul.
" Mulai hari ini kamu tidak boleh capek-capek ya Nak, biar semua pekerjaan rumah, Bibi saja yang mengerjakan ," kata Ayah Rafiq.
" Ayah tidak ingin kamu sakit atau cucu Ayah kenapa-kenapa ," kata Ayah Rafiq lagi.
" Iya Ayah ," jawab Cyra sambil tersenyum terharu.
Ada satu orang yang daritadi hanya diam saja mendengar kabar kehamilannya Cyra, ya kalian semua sudah tahulah siapa orangnya, jika bukan Akmal.
Akmal masih diam terpaku, karena hatinya benar-benar sangat terkejut sekali, itu artinya dia sebentar lagi akan melihat buah hati dari wanita yang di cintainya dan itu bukan bersamanya.
" Akmal ," panggil Mama Jian mengejutkan Akmal.
" Eh iya Ma ," jawab Akmal dengan ekspresi sangat terkejut sekali.
__ADS_1
" Kenapa kamu malah diam saja, beri selamat dong untuk Kakak kamu, kan sebentar lagi kamu akan mempunyai keponakan ," kata Mama Jian lagi.
" Kak Mirza, Kakak ipar, selamat ya, semoga kehamilan Kakak ipar berjalan dengan lancar, sehat semua hingga waktunya Kakak ipar melahirkan ," kata Akmal kepada Mirza.
" Iya, terimakasih Mal, semoga kamu cepat menyusul ya ," jawab Mirza kepada Akmal, dan Cyra hanya mengangguk saja.
" Aamiin, doakan saja Kak ," jawab Akmal.
Walau sakit, tapi Akmal tulus berkata seperti itu untuk sang Kakak, karena mau bagaimana lagi, melihat ke dua orang tuanya bahagia, membuatnya juga ikut bahagia, walau anak itu bukan anak kandungnya.
" Oh ya, ada sesuatu yang ingin Ayah sampaikan juga kepada kalian semua, terutama untuk kamu, Akmal ," kata Ayah Rafiq.
Akmal langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang Ayah.
" Untuk Akmal, memangnya apa Yah yang ingin Ayah sampaikan kepada kami?? ," tanya Akmal.
" Ayah ingin menjodohkan kamu dengan anak kenalannya Ayah, bagaimana Akmal,? apakah kamu mau?? ," tanya Ayah Rafiq.
" Sudah terima saja Dek, ingat umur, dan siapa tahu setelah menikah, kamu akan cepat diberikan momongan seperti Kakak ," jawab Mirza kepada Akmal.
" Kalau begitu secepatnya Ayah akan menghubungi kenalannya Ayah itu Akmal ," kata Ayah Rafiq.
" Terserah Ayah saja, Akmal mau ke kamar dulu ," jawab Akmal, dan Akmal langsung berlalu pergi dari ruang makan menuju ke dalam kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar, Akmal langsung duduk di pinggir ranjang, sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Bohong jika dikatakan dia bisa move on dari Cyra, ingin sekali tidak mempedulikan Cyra, tapi setiap hari dia selalu bertemu terus, bagaimana pun juga Akmal tidak bisa menghindari pertemuan tersebut.
" Semoga perjodohan ini jalan ke luar akan masalah hati yang sudah lama aku rasakan ," kata Akmal dengan lirih.
" Aku senang Cyra bisa hamil, yang membuatku tidak suka dan cemburu, dia tidak mengandung anakku ," kata Akmal lagi.
Hmm, Akmal yang merasa sedih, dada othor yang terasa sesak, karena sedang memposisikan diri jika berada di posisi Akmal.
Patut diberi apresiasi si Akmal, selama berbulan-bulan lamanya Akmal bisa betah tinggal serumah dengan Mirza dan juga Cyra. Dan selama itu pula, Akmal bisa kuat sekali menahan godaan ketika bertemu Cyra, bisa menahan rasa sakit jika melihat Cyra dan Mirza bermesraan, serta kuat menahan iman untuk tidak menghancurkan hubungan pernikahan dari sang Kakak.
__ADS_1
Semoga Allah akan mengangkat derajatmu Akmal, dan semoga kamu juga segera dipertemukan dengan gadis yang lebih baik dari Cyra.
Meninggalkan Akmal kita beralih ke ruang makan lagi.
Setelah kepergian dari Akmal tadi, Ayah Rafiq dan Mama Jian memberikan wejangan untuk Cyra dan Mirza harus begini dan harus begitu.
Ayah Rafiq memberikan ultimatum kepada Mirza, untuk menjaga Cyra dan calon cucunya dengan sangat baik sekali. Dan dengan senang hati, baik Mirza maupun Cyra mendengarkan semua nasihat itu dari ke dua orang tuanya.
" Oh ya, kalian sendiri apakah sudah memberitahukan kabar ini kepada Abi dan Umma kalian? ," tanya Ayah Rafiq.
" Rencananya besok Ayah, mumpung besok Abi tidak ada jadwal praktek di rumah sakit ," jawab Cyra.
" Ya baiklah, hati-hati saja di jalan ya Nak ," jawab Ayah Rafiq, dan Cyra maupun Mirza cuma mengangguk saja menanggapi sang Ayah.
Setelah selesai makan malam, Mirza langsung mengajak Cyra untuk beristirahat di dalam kamar.
Sama seperti malam-malam sebelumnya, Mirza yang mempunyai rutinitas baru, dia tidak mau pernah absen sama sekali untuk mengajak berbicara calon buah hatinya dan mengajikan surat-surat Al-Qur'an terlebih dahulu yang dia dekatkan di perut Cyra.
Cyra selalu tersenyum manis, sambil mengusap tangan Mirza, jika Mirza sedang seperti itu, dan karena suara Mirza yang merdu ketika mengaji, membuat Cyra lama kelamaan bisa tertidur dengan sendirinya.
" Tumbuh jadi anak yang sehat ya Nak di dalam sana, jangan menyusahkan Umi, ok sayang ," kata Mirza.
" Selamat malam, tidur yang nyenyak ya ," kata Mirza lagi.
Setelah memberikan kecupan mesra ke perut Cyra, Mirza pun lalu merebahkan badannya juga di samping Cyra dan membawa Cyra ke dalam pelukannya.
Malam itu mereka tidur sangat nyenyak sekali, dengan harapan semoga esok akan menjadi hari yang lebih baik dari sebelumnya.
Sedangkan Akmal, malah semalaman tidak bisa tidur sama sekali, karena baru saja mendapatkan kabar kehamilannya Cyra.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
Hmmmm, seperti menahan nafas saya mengetik bab ini, karena harus menjiwai dan ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Akmal.😵💫
...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...
__ADS_1
...***TBC***...