
Cyra dan Mirza tidak menyangka, jika mereka sudah menikah selama dua bulan lamanya, dan selama dua bulan itu pula, keharmonisan rumah tangga mereka berdua semakin mesra sekali.
Hati Akmal walau sudah terbiasa melihat kemesraan dari sang Kakak bersama Cyra, tapi tetap saja ada terbesit rasa cemburu di dalam hati.
Hari ini adalah tepatnya hari senin, hari di mana Hamzah dan Misha akan melangsungkan upacara sakral, yaitu pernikahan mereka berdua.
Hamzah dan Misha menikah di ballroom sebuah hotel berbintang yang ada di kota mereka, dan semua Keluarga besar mereka sudah pada berkumpul di hotel tempat diadakannya pernikahan mereka berdua.
Akmal dan Abraham sendiri sudah datang sejak jam delapan pagi tadi, sebab mereka disuruh untuk menemani Hamzah yang akan menikah.
Saat ini Akmal dan Abraham sedang menunggu Hamzah yang sedang di make up oleh para MUA.
" Bagaimana perasaan kamu Ham?? ," tanya Abraham.
" Deg-degan sekali ," jawab Hamzah.
" Kamu sendiri kapan akan menyusulku bersama Kalila?? ," tanya Hamzah.
" Entahlah, aku belum yakin ," jawab Abraham.
" Kenapa belum yakin, ditinggal nikah sama Kalila seperti dia tuh, baru tahu rasa ," kata Hamzah sambil menunjuk Akmal yang sedang menelpon seseorang.
" Eh, jangan dong, aku tidak sekuat Akmal, yang bisa bertahan berbulan-bulan lamanya tinggal satu rumah dengan Cyra dan Kak Mirza ," jawab Abraham.
" Apa yang sedang kalian bicarakan, kenapa membawa-bawa nama Cyra dan Kak Mirza?? ," kata Akmal yang sudah selesai menelpon.
" Jika mendengar kata Cyra saja langsung on sinyalnya ," kata Abraham.
" Oh, ya bagaimana pertemuanmu dengan gadis kemarin Mal?? ," tanya Hamzah.
" Masih sama saja seperti yang sebelumnya, aku tidak cocok ," jawab Akmal.
Iyaps, semenjak Akmal tidak merasa cocok dengan Mutiara, Abraham maupun Hamzah gencar mengenalkan Akmal dengan beberapa perempuan.
Setidaknya sudah tujuh perempuan yang mereka coba kenalkan kepada Akmal, namun tetap saja hasilnya, selalu kata tidak cocok yang ke luar dari dalam mulut Akmal.
" Kamu mau mencari yang seperti apa sih Akmal,? Cyra?? ," kata Hamzah.
" Jika kamu mau mencari seperti dia, mana ada?? ," kata Hamzah lagi.
" Bukalah mata kamu Akmal, jangan seperti ini terus, bisa jadi bujang lapuk baru tahu ," kata Hamzah.
" Ingat Mal, umur kita sudah tidak cocok untuk berkelana, kamu sudah berumur tiga puluh empat, aku sendiri sudah tiga puluh satu, dan Hamzah sudah tiga puluh dua tahun, harusnya saat ini kita sedang menggendong seorang baby tahu ," kata Abraham.
" Lalu aku harus bagaimana,? aku sudah berusaha, tapi hatiku selalu mengatakan no kepada setiap gadis yang kalian kenalkan kepadaku ," jawab Akmal.
" Sama eyke saja bagaimana tampan, aku mau ko jadi simpanan kamu sekalipun ," kata MUA yang mendadani Hamzah.
" Pppfffffttttt!! ," Hamzah dan Abraham menahan suara tawanya.
" Jika saya bersama anda, yang ada dunia akan kiamat ," kata Akmal.
__ADS_1
Sang MUA tadi yang sedikit ngondek langsung tertawa terbahak-bahak dengan suaranya yang asli, hingga membuat Akmal, Hamzah serta Abraham menjadi terkejut dibuatnya.
Mereka semua lalu tertawa bersama-sama, karena merasa lucu dengan suara asli dari MUA yang mendandani Hamzah.
Jam sepuluh pagi, saatnya Hamzah duduk di depan Pak Penghulu dan disaksikan oleh semua orang untuk mengucapkan ijab kabul atas nama Misha.
Misha sendiri benar-benar sangat cantik sekali, dengan duduk di samping Hamzah, membuat Hamzah semakin gerogi saja.
" Bismillah, mari kita mulai acaranya ," kata Pak Penghulu.
Pak Penghulu lalu mengucapkan kata ijab kabul yang nantinya akan ditirukan oleh Hamzah, dan Hamzah pun dengan satu tarikan nafas mampu mengucapkan kata ijab kabul atas nama Misha dengan sangat lancar sekali.
" Saaaaaaaaaahhh ," kata sah menggema di dalam ballroom hotel tersebut.
Hamzah merasa sangat lega sekali ketika pada akhirnya dia dan Misha sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Abraham dan Akmal juga merasa senang, sebab diantara mereka bertiga sudah ada yang sold out satu, yaitu Hamzah.
" Besok giliran kamu Abraham ," kata Akmal.
" Iya jika aku dulu, kalau kamu dulu kan kita juga tidak tahu ," jawab Abraham.
" Iya semoga saja kita dipertemukan dulu dengan pernikahan, daripada dengan kematian ," kata Akmal lagi.
" Jangan seperti itu dong bicaranya Mal, aku jadi takut, aku belum melamar Kalila ini ," kata Abraham.
" Aku jadi kamu, sudah melamar Kalila sejak dulu, sebelum dia diambil oleh laki-laki lain, karena kamu tidak akan sanggup menahan rasa sakitnya jika melihat wanita yang kita cintai diambil oleh laki-laki lain," nasihat Akmal.
" Nanti sampai rumah, aku akan mempersiapkan diri dengan matang untuk melamar dia ," kata Abraham.
" Dia datang bersamaku tadi, tapi dia daritadi bersama Misha terus ," jawab Abraham.
" Tuh, kebetulan dia sedang berjalan kemari, sudah sana coba lamar dia ," kata Akmal.
" Aku pergi dulu, siapa tahu aku bisa menemukan jodoh di acara pernikahan ini ," kata Akmal lagi.
Tanpa menunggu jawaban dari Abraham, Akmal langsung berlalu pergi dari hadapan Abraham. Karena merasa ingin buang air kecil, Akmal pun berlalu menuju ke dalam kamar mandi.
Selesai dengan rutinitasnya di dalam kamar mandi, Akmal langsung berlalu ke luar, sambil menerima telepon dari salah satu temannya, hingga tidak sengaja ketika dia berjalan menabrak seseorang yang ingin masuk ke dalam kamar mandi.
" Aduh!! ," kata orang itu hampir saja terjatuh, jika tidak Akmal tahan tangannya.
" Maaf Nona ," kata Akmal lagi.
" Iya tidak apa-apa ," jawab orang tersebut sambil mendongakkan kepalanya.
" Kak Akmal ," kata orang itu sangat terkejut sekali.
" Cyra?? ," kata Akmal.
Yah ternyata orang yang bertabrakan dengan Akmal adalah Cyra.
__ADS_1
" Kamu tidak apa-apa?? ," tanya Akmal.
" Tidak apa-apa Kak ," jawab Cyra sambil menunduk.
" Kapan kamu datang?? ," tanya Akmal lagi.
" Baru saja tadi ," jawab Cyra lagi.
" Sama siapa,? Kak Mirza?? ," tanya Akmal.
" Iya sama Kak Mirza ," jawab Cyra.
" Cyra permisi ya Kak ," kata Cyra dan Cyra langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Akmal sendirian.
Akmal diam saja, dan dia tidak berhak menahan Cyra lagi untuk terus berbicara dengannya, walau sebenarnya Akmal masih ingin berbicara dengannya.
Akmal yang melihat Cyra masuk ke dalam kamar mandi khusus perempuan, dia langsung berlalu pergi bergabung dengan para tamu undangan yang lainnya.
Semua para tamu undangan pada berbahagia dengan jamuan yang sudah disediakan oleh Keluarga besar Hamzah maupun Misha.
Mata Akmal tidak sengaja melihat sang Kakak yang sedang berbicara dengan seseorang, dan dia mencoba memanggilnya.
" Kak Mirza ," panggil Akmal, dan Mirza yang melihat Akmal langsung berjalan mendekati Akmal.
" Eh kamu Mal, ada apa?? ," tanya Mirza.
" Tidak apa-apa,? Kakak sudah lama datangnya?? ," tanya Akmal berbasa basi.
" Baru saja ," jawab Mirza.
" Ko datang sendirian, di mana Kakak ipar?? ," tanya Akmal.
" Sedang ke kamar mandi sebentar ," jawab Mirza.
" Oh ya Mal, di sini banyak wanita cantik, carilah satu, siapa tahu ada jodoh kamu terselip di sini ," kata Mirza.
" Santai sajalah Kak, jika Akmal sudah saatnya menikah, pasti akan menikah juga ," jawab Akmal.
" Sepertinya sebentar lagi kamu akan di jodohkan sama Ayah deh Mal ," kata Mirza.
" Kakak jangan sok tahu ," jawab Akmal.
" Iya, kemarin Kakak tidak sengaja mendengar perbincangan Mama dan Ayah yang ingin menjodohkanmu juga ," kata Mirza.
" Jika calon istrinya seperti Cyra aku mau Kak ," kata Akmal terlihat bercanda, padahal di dalam hatinya dia berkata serius.
" Oh tidak mungkin, karena wanita seperti Cyra, cuma Kakak yang punya ," jawab Mirza sambil bercanda juga, dan Akmal pura-pura tertawa dibuatnya.
Percakapan mereka berdua terintrupsi dengan kedatangan Cyra ditengah-tengah mereka.
Akmal memilih menghindar, karena tentu saja dia tidak mau bergabung dengan sang Kakak, yang nantinya akan membuatnya semakin tidak bisa move on dari Cyra.
__ADS_1
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...