IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
CANGGUNG


__ADS_3

Akmal, Mirza dan Ayah Rafiq, yang baru saja pulang dari masjid, ketika masuk ke dalam rumah langsung mencium aroma masakan yang begitu sangat lezat sekali.


" Waaah, harumnya, membuat perutku terasa lapar ," kata Akmal.


" Pasti ini masakannya Cyra ," kata Mirza.


" Kamu bisa tahu saja Mirza?? ," kata Ayah Rafiq.


" Iya Ayah, karena dia istriku, jadi aku tahu apa saja yang dia masak setiap hari untukku ," jawab Mirza sambil tersenyum senang.


Sedangkan Akmal juga ikut tersenyum senang, padahal aslinya dia sedang menyembunyikan perasaan cemburunya.


" Tambah gemuk dong nanti kamu ," goda Ayah Rafiq kepada Mirza.


" Tidak apa-apa, demi membahagiakan istri, Ayah, apapun yang dia masak akan Mirza makan, walau terkadang asin sekalipun ," jawab Mirza sambil bercanda juga.


Karena mendengar jawaban dari Mirza, Ayah Rafiq langsung tertawa terbahak-bahak, begitupula dengan Akmal, dia juga ikut tertawa, sebab Akmal merasa bahagia melihat sang Kakak bahagia dengan pernikahannya, walau hatinya hancur sekalipun karenanya.


" Akmal ijin ke kamar dulu Yah, Kak ," kata Akmal.


" Iya, Ayah juga ," jawab sang Ayah.


Sedangkan Mirza memilih menuju ke ruang makan, untuk bertemu dengan sang istri.


Mirza yang melihat Cyra sedang menata makanan hasil masakannya tadi, langsung sengaja Mirza peluk dari belakang.


Cyra sangat terkejut sekali, ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, namun ketika hidungnya mencium aroma parfum milik Mirza, barulah hati Cyra merasa tenang.


" Kakak, lepaskan, malu nanti dilihat Ayah, Mama atau Kak Akmal ," kata Cyra.


" Biar saja, kenapa mesti malu, kita sudah sah ko sayang ," jawab Mirza.


" Tapi jangan seperti ini ya sayang, Cyra malu ," kata Cyra lagi.


" Cium dulu dong ," kata Mirza.


" Kalau tidak mau mencium, Kakak akan begini terus ," kata Mirza.


Sebenarnya tidak terpaksa Cyra mencium Mirza, hanya saja Cyra merasa malu jika nanti dilihat oleh yang lain.


Jadinya, dengan malu-malu dan melihat ke arah sekitar, Cyra pun akhirnya mau mencium pipi Mirza dengan mesra.


" Sudah ya, tolong jangan ganggu Cyra sebentar Kak ," kata Cyra.


" Ok istriku ," jawab Mirza sambil mengusap mesra dan lembut kepala Cyra.


Cyra hanya tersenyum saja, dan Mirza lalu beranjak pergi menuju ke dalam kamarnya.


Tiba waktunya semua orang akan sarapan bersama di meja makan.

__ADS_1


Mama Jian yang melihat Cyra daritadi sudah sibuk di ruang makan, dia pun lalu bertanya.


" Apakah ini semua kamu yang memasak Nak?? ," tanya Mama Jian.


" Tidak Ma, cuma sebagian saja, masakan ini dan itu ," jawab Cyra sambil menunjuk hasil masakannya.


" Kamu tahu saja Nak, jika ke dua masakan itu makanan kesukaannya Mirza dan Akmal ," kata Mama Jian.


Cyra terpaku, dia sedikit terkejut ketika baru mengetahui, jika Akmal juga mempunyai selera makan yang sama seperti sang suami.


Begitupula dengan Akmal, yang sebenarnya sudah tidak sabar ingin menikmati hasil masakan Cyra, yang begitu cocok sekali dengan lidahnya.


Dengan telaten seperti biasanya, Cyra pun mengambilkan makanan yang ingin di makan oleh Mirza.


Apapun perhatian yang Cyra berikan kepada sang Kakak, selalu diperhatikan oleh Akmal.


Suapan pertama yang masuk ke mulut Akmal, membuat Akmal langsung menyukai masakan tersebut.


" Enak masakannya, aku suka ," batin Akmal.


" Enak sayang seperti biasanya ," puji Mirza kepada Cyra.


" Terimakasih Kak ," jawab Cyra sambil tersenyum.


" Enaknya punya anak perempuan ya begini, bisa menikmati masakannya dan diperhatikan terus setiap hari ," kata Ayah Rafiq.


Cyra tersenyum malu, ketika di puji oleh sang Ayah mertua.


" Iya benar Nak, Ayah juga ," jawab Ayah Rafiq sambil tertawa.


Cyra benar-benar malu, ketika Akmal ikut menggodanya juga dan semua orang jadi ikut tertawa bersama Akmal pagi itu.


" Oh ya Akmal, ko kamu santai sekali pakaiannya, apa pagi ini kamu tidak ada jadwal mengajar?? ," tanya Mirza.


" Hari ini kan jadwalnya Akmal libur Kak, tidak ada jadwal mengajar di kampus ," jawab Akmal.


" Oh iya Kakak lupa ," jawab Mirza.


" Nanti Ayah sama Mama pulangnya mungkin malam, karena Mama dan Ayah akan menghadiri pesta pernikahan dari teman Ayah di luar kota ," kata Ayah Rafiq.


" Iya Ayah, hati-hati di jalan ," jawab Mirza.


Setelah selesai menikmati sarapan bersama, Mirza pun berpamitan berangkat mengajar kepada Cyra.


Cyra mengantarkan Mirza sampai ke depan, hingga dia masuk ke dalam mobilnya.


Apa yang dilakukan Cyra dan Mirza, tidak sengaja di lihat Akmal, yang sedang berada di atas balkon kamarnya.


Mirza dan Cyra terlihat benar-benar sangat mesra serta romantis sekali, dan Akmal semakin iri saja dibuatnya.

__ADS_1


Ketika Mirza sudah melajukan mesin mobilnya, Cyra memilih masuk ke dalam kamarnya, untuk menunaikan sholat dhuha seperti yang sudah biasa dia lakukan.


Sekitar jam delapan pagi, barulah Mama Jian dan Ayah Rafiq berpamitan pergi kepada Cyra dan Akmal, dan itu artinya di rumah, cuma ada Cyra dan Akmal saja.


Untuk menghindari fitnah, Cyra memilih tidak ke luar dari dalam kamar sama sekali, sebab tidak baik berada di rumah berdua saja dengan ipar tanpa adanya mahram sama sekali.


Akmal sendiri bersikap biasa saja, dia ke luar masuk kamar dan menikmati harinya seperti biasanya ketika sedang berada di rumah.


Akmal juga tidak mau mencoba mendekati Cyra, walau ada kesempatan sekalipun saat ini.


Iman Akmal masih terlalu kuat, jika untuk urusan tersebut, karena dia tidak mau sampai menikung Kakak kandungnya sendiri hanya demi seorang wanita.


Cyra sebenarnya merasa jenuh di dalam kamar terus, akan tetapi demi menjaga kehormatan diri dan sang suami, Cyra mencoba menyibukkan diri dengan membaca, mengaji atau mengerjakan yang sekiranya tidak membuatnya jenuh.


" Sayang, sepertinya Kakak akan pulang terlambat, di sini sedang hujan sangat lebat sekali ," pesan yang dikirimkan oleh Mirza untuk Cyra.


Tanpa Cyra sadari, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, dan Cyra tidak tahu jika Mirza sedang mengirimkan pesan kepadanya, sebab dia sedang asik tidur siang.


Ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore, barulah Cyra terbangun dari tidurnya, dan dia langsung mengecek ponselnya.


Dan alangkah terkejutnya Cyra, ketika ada pesan masuk serta beberapa panggilan tidak terjawab dari sang suami.


Cyra mencoba melihat ke luar melalui jendela kamarnya, yang ternyata memang sedang turun hujan.


" Iya Kak, pulanglah jika hujannya sudah reda, di sini ternyata juga sedang turun hujan ," balas Cyra.


" Maafkan Cyra, Kakak, karena baru membalas pesan dari Kakak, karena tadi Cyra sedang tidur ," balas Cyra lagi.


" Iya sayang, tidak apa-apa, ini Kakak sedang berada di perjalanan pulang ko ," balas Mirza melalui voice note.


" Kalau begitu hati-hati di jalan ya sayang, pelan-pelan saja naik mobilnya ," balas Cyra.


" Iya, love you ," balas Mirza.


" Love you too ," balas Cyra juga.


Cyra lalu mandi untuk menunaikan sholat ashar di dalam kamarnya, dan selesai menunaikan sholat ashar, Cyra baru berani ke luar dari dalam kamar untuk menunggu sang suami pulang dari mengajar di ruang tamu.


Akmal yang baru saja selesai sholat ashar, sedikit terkejut dan belum terbiasa melihat Cyra duduk di ruang tamu rumahnya.


" Assalamu'alaikum ," salam Akmal ketika masuk ke dalam rumah.


" Wa'alaikumussalam ," jawab Cyra sambil menunduk.


Akmal memilih langsung berlalu pergi dari hadapan Cyra, karena entahlah, berhadap-hadapan dengan Cyra berada di dalam satu rumah, membuatnya bingung ingin berbuat apa.


Jika diteruskan, yang ada bisa menimbulkan dosa dan juga fitnah. Jadi keputusan yang Akmal ambil memang benar adanya.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2