
Berhubung Akmal sudah makan, dan dia melihat Cyra malah tidak sarapan sendiri, akan tetapi malah memilih menyuapi sang suami terlebih dahulu, Akmal pun mencoba menawarkan diri kepada Cyra untuk membantunya.
Akmal tiba-tiba berdiri dari duduknya, lalu berjalan ke arah ranjang. Semua yang dilakukan oleh Akmal, diperhatikan sekali oleh Aalifa.
" Kenapa Kak Akmal malah berjalan mendekati Kak Cyra?? ," tanya Aalifa di dalam hatinya.
" Cyra, kamu kan juga belum sarapan, sini biar Kak Mirza, Kakak saja yang menyuapi, kamu makanlah saja bersama yang lainnya ," kata Akmal.
" Tidak apa-apa ko Kak, Cyra bisa menahannya ," jawab Cyra.
" Lagi pula, tadi Cyra kan sudah makan jajanan yang Kakak belikan ," kata Cyra lagi.
" Sudah, tidak apa-apa, sana makanlah sama yang lainnya, kasihan keponakan Kakak, nanti dia bisa kelaparan di dalam situ ," kata Akmal lagi.
Cyra reflek melihat ke arah Mirza, dan Mirza langsung mengangguk pertanda mengijinkan.
Melihat anggukan dari Mirza, Cyra pun langsung setuju dengan perkataannya Akmal.
" Baiklah, titip Kak Mirza sebentar ya Kak ," kata Cyra.
" Iya, pasti akan Kakak jaga ," jawab Akmal.
Cyra lalu ikut bergabung bersama yang lainnya untuk sarapan bersama, sedangkan Akmal langsung menggantikan posisi Cyra, untuk menyuapi sang Kakak.
" Kak Akmal sangat perhatian sekali dengan Kak Cyra ," kata batin Aalifa.
Walau jika Akmal tidak mencintai Cyra, tetap saja sikap Akmal akan lembut kepada para wanita, terutama wanita seperti Cyra yang sholehah dan juga penyayang.
Karena memang itu sifat Akmal dan Mirza, yang tidak bisa kasar dengan para wanita, apalagi wanita yang menjadi keluarga atau yang dicintainya.
" Akmal ," kata Mirza.
" Iya Kak ," jawab Akmal, masih sambil menyuapi sang Kakak.
" Ada yang ingin Kakak katakan kepadamu ," kata Mirza.
" Katakanlah saja Kak ," jawab Akmal.
" Maukah kamu mempercepat pernikahanmu dengan Nona Aalifa?? ," tanya Mirza.
" Karena sebelum Kakak meninggal, Kakak ingin menyaksikan mu menikah terlebih dahulu ," kata Mirza lagi.
" Kakak bicara apa sih?? ," kata Akmal.
" Umur Kakak kan masih panjang, kenapa Kakak berbicara seolah-olah akan mati esok hari ," kata Akmal lagi.
__ADS_1
" Kalau untuk urusan itu, Akmal tidak bisa menjawabnya Kak, karena semuanya tergantung sama Aalifa ," kata Akmal.
" Kakak tadi sudah berbicara sama Ayah, Mama, Umma dan juga Abi, jika Kakak ingin kamu mempercepat pernikahanmu dengan Nona Aalifa ," kata Mirza.
" Dan kebetulan nanti kan ke dua orang tuanya Nona Aalifa akan datang ke sini, kita bisa sekalian membahasnya ," kata Mirza lagi.
" Iya baiklah, demi Kakak, Akmal mau Kak ," jawab Akmal.
" Terimakasih Akmal ," kata Mirza sambil tersenyum.
" Sama-sama Kak ," jawab Akmal sambil tersenyum juga.
Singkat cerita, ketika waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, dan semua orang kebetulan sudah pada selesai sarapan, tiba-tiba para tim medis, yang terdiri dari tiga Dokter, dan lima asisten Dokter, masuk ke dalam ruang perawatan Mirza.
Mereka semua datang ingin melakukan pemeriksaan dan serangkaian tes, untuk menentukan pengobatan apa yang akan dilakukan oleh Mirza, supaya bisa membantu mengobati kanker otaknya itu.
Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut, mereka diharuskan untuk ke luar terlebih dahulu, supaya para tenaga medis, bisa lebih konsentrasi untuk memeriksa keadaannya Mirza.
Sambil menunggu di depan ruang perawatannya Mirza, Cyra dan Aalifa sedang berbincang santai cuma berdua saja.
Sedangkan Akmal, memilih berbalas pesan dengan asisten dosennya, untuk membahas pelajaran yang diberikannya tadi.
Dan untuk para orang tua, mereka semua juga sedang berbincang satu sama lainnya.
" Alhamdulillah Nona ," jawab Cyra.
" Karena kita mencari suami, tentu saja yang mencintai kita dan menerima kita apa adanya ," kata Cyra lagi.
" Emm, bolehkah Aalifa tanya sesuatu kepada Kakak?? ," tanya Aalifa.
" Boleh, tanyakan saja ," jawab Cyra dengan suaranya yang khas.
" Kakak dan Kak Akmal terlihat sangat akrab sekali, emm, apa sih rahasianya Kak, karena Kak Akmal seperti masih menjaga jarak dengan Aalifa ," kata Aalifa.
Sungguh Cyra tidak mempunyai pikiran macam-macam tentang pertanyaan Aalifa kepadanya, dan dia menjawabnya pun, tanpa ada rasa curiga sama sekali.
Padahal yang sebenarnya, Aalifa sedang mencari tahu kedekatannya dengan Akmal.
" Tidak ada rahasia-rahasiaan sama sekali Nona diantara kita berdua, kita cuma dekat karena kita saudara, tidak lebih ," jawab Cyra.
" Dan Kak Akmal juga sudah menganggap Cyra sebagai adiknya, walau statusnya kami sebagai Kakak ipar ," kata Cyra lagi.
" Terlebih lagi, Kak Akmal dulu juga Dosen Kakak waktu kuliah dulu, selama empat tahun lamanya ," cerita Cyra.
" Di tambah lagi, Kak Akmal juga Dosen pembimbing Kakak selama skripsi, jadi ya wajar saja, jika Kak Akmal sudah sangat dekat dengan Kakak ," jelas Cyra.
__ADS_1
Ada rasa lega di dalam hati, ketika Aalifa sudah mendengar penjelasan dari Cyra, dan pikiran tentang Akmal yang mencintai Cyra pun, tiba-tiba sudah hilang begitu saja dari dalam pikirannya.
Padahal bukan karena kedekatan itu yang membuat Akmal masih perhatian dengan Cyra, namun karena di dalam hatinya masih tersimpan rasa cinta untuk Cyra.
Akan tetapi, lebih baik Aalifa mengetahui versi yang seperti itu, daripada dia mengetahui versi yang sebenarnya.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya para tim medis pun, sudah selesai dalam memeriksa keadaannya Mirza.
Semua orang tentu saja langsung masuk kembali ke dalam ruang perawatan Mirza, ketika sudah dipersilahkan oleh salah satu asisten Dokter.
Ada satu kejadian, ketika Cyra dan Akmal akan berjalan masuk ke dalam ruang perawatan tersebut.
Karena Cyra berjalan sambil berbincang dengan Aalifa, kakinya tidak sengaja tersandung kaki kursi, hingga menyebabkannya akan terjatuh ke depan, dan karena Akmal berdiri tidak jauh di depan Cyra, dia reflek langsung mendekap Cyra ke dalam pelukannya.
Akmal benar-benar reflek memeluk Cyra, karena takut jika Cyra sampai terjatuh dan itu akan sangat berbahaya untuk janin yang sedang dikandungnya.
Para orang tua tidak mengetahui tentang kejadian tersebut, sebab mereka sudah pada masuk terlebih dahulu, namun Aalifa yang berada di samping Cyra, dia melihat dengan jelas adegan tersebut.
Mata Akmal dan Cyra langsung saling pandang, dan pelukannya Cyra, rasanya seperti berpelukan ketika di dalam mimpinya.
Akmal dan Cyra yang tersadar, langsung segera melepaskan diri dari adegan tersebut.
" Emm, te-terimakasih Kak Akmal ," kata Cyra sambil menunduk.
" Cyra tidak tahu apa yang akan terjadi tadi, jika tidak ada Kakak di sini, karena jika Cyra sampai terjatuh, pasti akan sangat berbahaya untuk perut Cyra ," kata Cyra lagi.
" Iya sama-sama ," jawab Akmal.
" Hati-hati lagi ya kalau berjalan ," kata Akmal dan reflek lagi sambil mengusap kepala Cyra.
Cyra sangat terkejut, ketika kepalanya di usap seperti itu oleh Akmal, karena biasanya yang berani mengusap kepalanya cuma sang Abi dan juga Mirza.
Tidak cuma Cyra saja yang merasa terkejut, sebenarnya Akmal sendiri pun juga terkejut, kenapa dia bisa melakukan itu kepada Cyra.
" Eh, maaf Cyra, Kakak reflek ," kata Akmal.
" Iya Kak ," jawab Cyra.
" Ayo masuk, kamu duluan saja ," kata Akmal, dan Cyra hanya mengangguk saja.
Padahal di situ juga ada Aalifa, namun lagi dan lagi, mata Akmal seperti tertutup oleh Cyra, hingga dia tidak sempat memperhatikan Aalifa sama sekali.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...
__ADS_1