IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MIMPI YANG SAMA


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Akmal langsung menunjukkan di mana letak kamar tamunya kepada Aalifa, yang ada di lantai dasar dekat dengan ruang tamu.


" Ini kamar tamunya, Aalifa ," kata Akmal.


" Jika kamu membutuhkan bantuan Kakak, kamar Kakak ada di lantai dua, kamar nomor dua ," kata Akmal lagi.


" Iya Kak, terimakasih ," jawab Aalifa.


Akmal hanya tersenyum tipis saja dan dia ingin berlalu pergi dari hadapan Aalifa, namun langsung terhenti, karena Aalifa malah memanggilnya.


" Kak ," panggil Aalifa.


Akmal tentu saja langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan ke arah Aalifa lagi.


" Iya ," jawab Akmal.


" Apakah Kakak mau kembali ke rumah sakit lagi?? ," tanya Aalifa.


Akmal lalu melihat ke arah jam tangannya, yang sudah menunjukkan hampir jam sebelas malam lebih.


" Sepertinya besok saja, sudah terlalu malam jika Kakak kembali ke sana ," jawab Akmal.


" Besok,? boleh Aalifa ikut lagi Kak?? ," tanya Aalifa lagi.


" Iya, silahkan saja ," jawab Akmal.


" Terimakasih Kak ," kata Aalifa.


" Sama-sama ," jawab Aalifa.


Setelahnya, Akmal langsung melanjutkan langkah kakinya menuju ke dalam kamarnya sendiri.


Sedangkan Aalifa, lalu menutup pintu kamarnya setelah Akmal pergi.


Sesampainya di dalam kamar, Akmal langsung bersih-bersih badannya untuk segera ganti baju.


Akmal juga sudah menunaikan sholat isya' tadi di masjid, ketika masih ada di rumah sakit.


Selesai bersih-bersih badannya, pikiran Akmal benar-benar tidak tenang, karena kepikiran dengan sang Kakak terus.


Akmal yang tidak bisa tidur, akhirnya dia memutuskan menonton televisi di ruang Keluarga saja, walau di dalam kamarnya juga ada televisi.


Di ruang Keluarga, Akmal mencari film yang bagus, yang biasa tayang tengah malam begitu.


Karena mata sudah mengantuk, dan posisi rebahan yang nyaman, akhirnya mata Akmal terpejam juga, dengan televisi yang menyala menatap ke arahnya.

__ADS_1


Sekitar jam dua malam, Aalifa terbangun karena merasa sangat haus sekali, dan pada akhirnya, dia ke luar dari dalam kamar tamu, menuju ke dapur untuk mencari air minum.


Ketika sedang berjalan ke arah dapur, telinga Aalifa tidak sengaja mendengar suara televisi yang masih menyala, dan seseorang memanggil-manggil nama Cyra.


Di saat sudah dicari di mana sumber tersebut berada, ternyata Akmal lah yang sedang tidur namun mengigau nama Cyra, dengan televisi yang masih menyala.


Aalifa langsung saja mematikan televisinya, karena memang tidak ada yang menonton.


" Cyra,!! Cyra,!! tunggu!! ," begitulah yang dikatakan oleh Akmal.


" Bahkan di dalam tidurpun, kamu lebih memilih memanggil nama Kak Cyra dibandingkan nama Aalifa ," kata lirih dari Aalifa.


" Sebenarnya apa hubunganmu dengan Kak Cyra dulu Kak Akmal ," kata Aalifa lagi, masih menatap ke arah Akmal yang sedang tidur.


Tidak mau larut dalam keadaan, akhirnya Aalifa melanjutkan lagi langkah kakinya ke dalam dapur, dan setelah mendapatkan air minum yang dia cari, Aalifa langsung kembali lagi ke dalam kamar tamunya.


Meninggalkan Aalifa, kita beralih ke Akmal.


Akmal yang sudah terlelap tidur tadi, tiba-tiba bermimpi bertemu dengan Cyra lagi.


Di dalam mimpinya, Akmal mendengar Cyra mengatakan sesuatu, namun terdengar sangat tidak jelas sekali, setelahnya, Cyra tiba-tiba pergi dari hadapannya, sehingga Akmal terus memanggil namanya seperti tadi yang didengar oleh Aalifa.


Sedangkan beralih ke rumah sakit, setelah kepergian dari Akmal, Aalifa, Hamzah dan juga Misha.


Cyra memilih mengobrol sebentar dengan ke dua orang tuanya dan ke dua mertuanya, hingga Mirza tiba-tiba merasa mengantuk karena efek obat yang ada di infusnya.


" Tidurlah Abi, biar cepat sehat ," jawab Cyra sambil membenarkan selimut yang dipakai oleh Mirza.


Murotal mengaji terus menggema di dalam ruang perawatan Mirza, dan suara mengaji tersebut membuat Mirza tenang, serta juga membuatnya cepat lelap dalam tidurnya.


" Nak, kamu tidurlah juga di dalam, kamu sedang hamil Nak, tidak baik tidur malam-malam ," kata Mama Jian kepada Cyra.


" Iya Cyra, biar Mirza kami saja yang menjaganya ," kata Abi Rasyid menambahkan.


" Iya baiklah, Cyra istirahat dulu di dalam ," jawab Cyra.


" Jika Umma sama Mama mau istirahat juga, ayo sama Cyra di dalam ," kata Cyra.


" Nanti saja Nak, jika Umma sudah mengantuk ," jawab Umma Nada dan Cyra hanya mengangguk saja.


Akhirnya, Cyra pun berlalu ke dalam kamar yang tersedia disitu, untuk mengistirahatkan badan dan juga pikirannya.


Walau mata tidak bisa tertidur, namun Cyra tetap paksakan untuk tidur, karena dirinya ingat ceramah singkat dari Akmal tadi, tentang dzalim kepada bayinya.


Setelah berdoa, dan mendengarkan murotal di dalam ponselnya, lama-kelamaan mata Cyra pun mengantuk juga.

__ADS_1


Cyra yang sudah terlelap tidur, dia bermimpi sesuatu, akan tetapi di dalam mimpinya, kali ini terasa sangat aneh sekali.


Sebab dia memimpikan Akmal bukanlah sang suami, yaitu Mirza.


" Cyra, menikahlah denganku ," kata Akmal di dalam mimpinya.


Cyra yang pada saat itu sedang duduk sendirian, termenung menikmati pemandangan di depannya, tentulah sangat terkejut sekali mendengar Akmal tiba-tiba ada di depannya dan berkata seperti itu kepadanya.


" Apa maksud Kakak?! ," tanya Cyra.


" Kakak dari dulu masih mencintai kamu Cyra, dan Kakak ingin kamu menjadi istri Kakak ," jawab Akmal.


Cyra langsung menggelengkan kepalanya, karena tidak mengerti dengan jalan pikirannya Akmal.


" Apakah Kakak sadar, saat ini Kakak sedang berbicara kepada siapa?? ," tanya Cyra.


" Cyra ini Kakak iparnya Kakak, istri dari Kakak kandung, Kakak sendiri ," kata Cyra.


" Sadar Kak ," kata Cyra lagi.


" Bukan,!! kamu sudah tidak menjadi Kakak iparku lagi Cyra, kamu sudah bebas sekarang ," bantah Akmal.


Cyra memilih diam, dan dia langsung berlalu pergi dari hadapan Akmal, serta tidak mau mempedulikan semua perkataan Akmal lagi.


" Cyra!! ," panggil Akmal namun tidak dipedulikan oleh Cyra.


" Cyra,!! Cyra, tunggu!! ," kata Akmal lagi, namun Cyra tetap melangkahkan kakinya menjauh dari Akmal.


Hingga tiba-tiba Cyra langsung terbangun dari tidurnya, yang ternyata sudah menunjukkan hampir pukul empat pagi.


" Astaghfirullah, mimpi apa aku tadi? ," kata Cyra sambil berdebar-debar.


Cyra lalu melihat ke arah jam yang ada di ponselnya, dan ternyata masih ada waktu untuk menunaikan sholat tahajud sebelum waktu subuh datang.


Cyra juga melihat, jika di ranjang disampingnya ada Mama Jian yang masih tertidur lelap, dan untuk Umma Nada sendiri, dia memilih tidur di sofa yang ada di dalam kamar tersebut.


Untuk Ayah Rafiq dan Abi Rasyid, mereka tidur di sofa luar, sambil menunggu Mirza yang sewaktu-waktu membutuhkan bantuan.


Cyra lalu beranjak ke dalam kamar mandi, untuk bersih-bersih badannya, sebelum menunaikan sholat malam, sekaligus meminta keridhoan dari-Nya untuk kesembuhan sang suami.


Selesai menunaikan sholat di dalam kamar tersebut, Cyra memilih menunggu waktu subuh untuk mengaji dan berdzikir di dekat ranjang sang suami, supaya keberkahan kesehatan selalu menyertai Mirza.


Suara dzikir dan mengajinya Cyra yang samar-samar, akhirnya membangunkan Ayah Rafiq dan Abi Rasyid yang tadi masih tertidur. Dan mereka berdua yang sudah terbangun akhirnya memilih bersiap-siap menuju ke masjid depan untuk menunaikan sholat subuh berjamaah.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2