IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KEBIASAAN CYRA


__ADS_3

Puas sudah rasanya bisa melepaskan dahaga selama tiga puluh tahun lamanya dari menahan hawa naafsu. Sekarang Akmal benar-benar bisa menikmati yang selama ini cuma ada di mimpinya saja.


Wajah Akmal benar-benar terlihat sangat bahagia sekali malam ini. Senyum di bibirnya merekah sangat lebar sekali. Sambil memeluk Cyra dengan posisi masih sangat intiim di dalam satu selimut yang sama. Akmal terus mencium kepala Cyra dengan mesra.


"Tadi rasanya tidak seperti seorang janda. Karena Abu merasa punya Umi masih sangat sempit sekali," Akmal sukses mendapatkan cubitan manja dari Cyra yang merasa malu kepadanya.


Akmal langsung tertawa terbahak-bahak karena sudah berhasil menggoda Cyra. "Capek tidak Sayang?"


Cyra mendongakkan kepalanya. "Apa Abu mau menambah lagi?"


Bukannya menjawab. Akmal malah semakin tertawa saja. "Pinginnya sih nambah Sayang. Karena rasanya sangat enak sekali. Tapi ko tubuh Abu terasa capek semua."


Gantian Cyra yang tertawa mendengar ucapan Akmal. "Mungkin efek belum pernah melakukan itu."


"Lebih baik kita tidur dulu yuk. Jika Abu nanti tengah malam atau besok pagi mau nambah lagi. Silahkan saja. Umi tidak keberatan ko."


"Baiklah. Sekarang kita tidur dulu Sayang. Tapi sebelum tidur bersih-bersihlah dulu di dalam kamar mandi. Terutama bagian keemaluan. Karena jin dan syaiton sangat suka dengan tempat seperti itu," Cyra mengangguk mengerti.


Akmal dan Cyra lalu bergantian masuk ke dalam kamar mandinya. Selesai membersihkan tubuhnya dari peluh keringat yang membara tadi setelah melakukan sunnah rasul. Akmal dan Cyra memutuskan untuk langsung beristirahat.


Dalam sebuah hadist riwayat Muslim disebutkan, para sahabat Nabi Muhammad bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya (berhubungan suami istri) apakah mendapat pahala?"


Nabi Muhammad menjawab: "Apa pendapat kalian seandainya dia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, bukankah dia mendapatkan dosa. Maka demikian pula jika dia melampiaskan syahwatnya pada yang halal, maka dia memperoleh pahala."


Hadist tersebut menjelaskan. Orang yang melampiaskan syahwatnya dengan yang haram. Kita semua tentu saja tahu dosa apa yang akan mereka dapatkan. Begitupula dengan pahala yang akan kita dapatkan, jika kita menyalurkannya kepada yang halal dunia akhirat. Melakukan zina akan mendapatkan dosa yang teramat besar. Begitupun dengan melakukan yang halal. Dia akan mendapatkan pahala yang sama besarnya.


Jika suami ingin mengulangi hubungan suami istri, ia disunnahkan untuk berwudhu. Begitu juga jika ia ingin tidur, atau ingin mandi jinabat.


Di dalam islam sudah sangat diajarkan bagaimana adab-adab dalam berhubungan suami istri. Sebelum melakukan itu semua tentu saja hal yang paling utama adalah berdoa. Supaya terhindar dari gangguan syaiton yang akan mengganggu hubungan mereka berdua.


Sebenarnya membicarakan yang intiim dan mesra atau istilahnya membicarakan urusan ranjang dengan pasangan halal kita tidaklah dosa. Justru pembicaraan itu bisa membuat hubungan suami istri menjadi lebih dekat dan harmonis.


Yang salah jika kita membicarakan urusan ranjang dengan orang lain. Itu hukumnya dosa besar.


Kembali ke Akmal dan Cyra lagi.


Sedang asik tidur dengan lelap. Tiba-tiba Akmal merasa geli dibagian perutnya. Terutama bagian pusarnya. Dengan mata yang masih tertutup rapat. Akmal meraba sesuatu yang sedang menyentuh pusarnya itu, yang ternyata ada tangan Cyra sedang memainkan pusar miliknya.

__ADS_1


"Astaghfirullah. Ini tangan Umi kenapa seperti itu?" ucap Akmal.


Akmal lalu melihat ke arah Cyra yang ternyata sedang tertidur dengan lelap. Itu artinya Cyra sedang tidak sadar dengan apa yang dilakukannya saat ini.


Akmal mencoba menyingkirkan tangan Cyra. Namun lagi-lagi tangannya kembali lagi ke pusarnya. Akmal yang tidak tahan langsung tertawa geli karena ulahnya.


"Umi! Umi sadar Umi! Abu tidak tahan. Rasanya geli," Akmal mencoba membangunkan Cyra.


"Eh! Emm! Ada apa Abu?" jawab Cyra dengan mata yang masih mengantuk.


"Kenapa tangan Umi memainkan pusar Abu. Kan Abu jadi tidak bisa tidur?"


Cyra terkejut sekali. "Eh! Apa benar Umi seperti itu?" mata Cyra langsung terbuka lebar.


Akmal mengangguk. "Iya Umi. Bahkan sudah Abu singkirkan tapi Umi begitu lagi."


Cyra merasa tidak enak dengan Akmal. "Maafkan Umi, Abu. Umi tidak sadar. Umi kira kebiasaan Umi sudah hilang sejak kak Mirza meninggal."


"Berarti Umi sudah sering begitu sejak menikah dengan kak Mirza?"


Cyra mengangguk. "Iya Abu. Pada waktu itu Umi mengidam ingin bermain pusar kak Mirza. Eh! Tidak tahunya jadi kebiasaan," Cyra benar-benar malu sekali.


Cyra malu dengan memeluk dan menyembunyikan wajahnya di ketek Akmal. Sungguh memang benar-benar dahsyat hubungan suami istri itu. Jika didasari dengan Agama dan rasa cinta yang mendalam.


Akmal membalas pelukannya Cyra dengan mesra. Dan mereka melanjutkan tidurnya lagi sambil berpelukan hingga pagi menjelang.


Malam itu Akmal dan Cyra lupa akan sholat tahajud. Sebab ketiduran dan rasa capek yang melanda tubuh. Sebelum mandi junub dan sebelum baby Zahwa bangun. Akmal dan Cyra mengulangi kegiatan indah mereka dengan begitu mesra serta penuh dengan kelembutan.


Selesai itu semua. Ketika waktunya sarapan tiba. Wajah Akmal terlihat lebih segar dan cerah tidak seperti biasanya. Hingga membuat bisik-bisik di kalangan para bibi.


"Wajah mas Akmal terlihat sangat cerah sekali ya pagi ini?"


Bi Pipit yang mendengar ucapan bi Lilis pun langsung menanggapinya. "Mungkin semalam baru saja mendapat jatah dari bu Cyra," sambil tertawa cekikikan.


Bi Sukma yang melihat langsung menegur mereka berdua. "Kalian ini lho! Sukanya mengintip pak Akmal dan bu Cyra. Malu tahu!"


Bi Pipit dan bi Lilis langsung menunduk malu plus takut. "Maaf Mbak!"

__ADS_1


"Sudah sana kembali bekerja!"


Bi Pipit dan bi Lilis langsung mengangguk. "Baik Mbak Sukma."


Mereka pun akhirnya melanjutkan lagi pekerjaannya setelah mendapatkan teguran dari bi Sukma.


Selesai menikmati sarapan bersama. Akmal dan Cyra memilih menikmati waktu bertiga mereka dengan baby Zahwa di ayunan teras depan.


"Abu berangkatnya masih nanti kan?" tanya Cyra.


"Iya. Nanti jam sembilan atau jam setengah sepuluh. Kan Abu cuma mengajar satu kelas saja. Dari jam sepuluh sampai jam dua belas siang."


Cyra menganggukkan kepalanya sambil mengajak bercanda baby Zahwa. Sedang asik menikmati waktu kebersamaan mereka. Tiba-tiba ponsel Akmal yang berada di sebelah Cyra berdering dengan sangat kencang sekali.


Sambungan telepon tersebut ternyata dari manajer butik khusus perempuan milik Mirza. Dan setelah diangkat oleh Akmal, rupanya dia ingin memberitahukan. Jika ada seorang artis ternama di Indonesia yang ingin membeli rancangan gaun pernikahan islami, serta dress islami untuk bridesmaidnya di butik Mirza.


"Jika dalam jangka waktu satu minggu harus jadi mana bisa?" begitulah jawaban Akmal.


"Jika butik pak Mirza sanggup menyelesaikannya. Artis tersebut akan membayarnya dua kali lipat dari harga normal Pak," jawab sang manajer.


"Begini saja. Nanti jam satu siang tolong suruh manajernya untuk datang ke butik langsung. Biar saya akan berbicara dengannya secara pribadi."


"Baik Mas Akmal." Akmal langsung mematikan sambungan teleponnya.


Cyra yang daritadi ikut mendengarkan pembicaraan Akmal dan sang manajer butik. Dirinya menjadi sangat penasaran sekali bagaimana cerita sebenarnya.


Akmal langsung menjelaskan apa yang tadi sang manajer butik katakan kepadanya.


"Kalau nanti Umi ikut dengan Abu tidak apa-apa 'kan? Siapa tahu Umi bisa membantu?"


"Boleh. Nanti jam satu kita ketemuan di butik yang khusus perempuan ya Umi. Abu setelah mengajar akan langsung ke sana."


Cyra menganggukkan kepalanya. Dan mungkin ini adalah tantang pertama untuk Cyra dalam menangani pelanggan seperti sang artis.


Ya! Butik milik Mirza tidak cuma sekali atau dua kali saja dilirik oleh para artis dan kaum berduit. Karena memang kualitas di butik Mirza sangat bagus sekali. Sesuai dengan harga yang harus mereka keluarkan. Dan yang paling penting pakaian yang di jual tidak pasaran. Sebab Mirza lebih sering memproduksi sendiri.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2