
Selesai menikmati makan malam minus Mirza, sebab dia saat ini masih di rumah Cyra, Akmal memutuskan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Bohong rasanya, jika Akmal bisa tenang malam ini, sebab tidak bisa dia bohongi, jika otaknya sedang memikirkan sang Kakak, yang pastinya akan melakukan malam pertama dengan Cyra.
Ada rasa yang tidak rela, namun Akmal tidak bisa berbuat apa-apa, yang bisa dia lakukan sekarang cuma mengalihkan pikiran buruknya itu dengan hal-hal yang positif, seperti mengaji atau mempelajari pelajaran yang akan dia ajarkan besok untuk para murid-muridnya.
Mirza sendiri setelah selesai makan malam untuk pertama kalinya di rumah sang mertua, dia memilih mengobrol sebentar dengan sang Abi.
" Kamu akan mulai beraktifitas lagi kapan Nak?? ," tanya Abi Rasyid kepada Mirza.
" Satu minggu lagi Abi ," jawab Mirza.
" Mama menyuruh Mirza untuk kembali beraktifitas seperti semula, sampai munggu depan ," kata Mirza lagi.
" Iya, baiklah, memang begitu baiknya untuk pengantin baru ," jawab Abi Rasyid.
" Ini ngomong-ngomong Cyranya mana,? ko tidak terlihat setelah makan malam tadi?? ," tanya Abi Rasyid lagi.
" Katanya mau membereskan sesuatu di dalam kamar Abi ," jawab Mirza.
" Iya sudah kamu bantuin Cyra saja, Abi mau beristirahat dulu, capek sekali rasanya ," kata Abi Rasyid.
" Baik Abi ," jawab Mirza.
Mirza langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk masuk ke dalam kamar, begitupun dengan Abi Rasyid yang ikutan masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
" Apakah ada yang bisa Kakak bantu Cyra?? ," tanya Mirza.
" Tidak ada ko Kak, semuanya sudah beres, tinggal itu sama ini saja, tapi besok sajalah, Cyra sudah capek sekali ," jawab Cyra.
" Cyra mau ke kamar mandi sebentar ," kata Cyra lagi.
Mirza hanya mengangguk saja, dan dia memilih membuka ponselnya untuk melihat, ada pesan dari siapa sajakah untuknya.
Mirza sendiri sudah melaksanakan sholat sunnah rasul untuk pengantin baru tadi bersama Cyra, mereka berdua juga sudah melaksanakan sholat maghrib dan isya' secara berjamaah untuk pertama kalinya tadi di dalam kamar.
Semua guru, staf Yayasan, dan semua teman-teman Mirza tadi, pada datang semua ke acara pernikahannya dengan Cyra.
Para guru wanita atau staf Yayasan yang mengidolakan Mirza, langsung merasa patah hati berjamaah, sebab sang kepala sekolah atau pemuda tampan nan sholeh yang bernama Mirza, akhirnya bisa menemukan labuhan hatinya.
Pandangan mata Mirza teralihkan ke arah pintu kamar mandi yang terbuka dari dalam, dan matanya sangat terkejut sekali melihat Cyra berpakaian tidur yang memperlihatkan kulitnya yang putih bersih dan lekuk tubuhnya yang indah.
" Cy-cyra ," Mirza sampai tergagap melihat penampilan Cyra.
Cyra sendiri sebenarnya merasa malu, namun semua itu ia lakukan, karena dia ingin menjadi istri yang baik untuk Mirza.
__ADS_1
Sambil berjalan mendekati Mirza, Cyra terus mengusap lengannya yang terbuka.
" A-apakah kamu seperti ini jika ingin tidur?? ," tanya Mirza.
" Tidak, lebih tertutup lagi bajunya ," jawab Cyra sambil menetralkan rasa malunya.
" Hanya saja, Cyra malam ini ingin membahagiakan suami Cyra, sebab surga Cyra saat ini terletak di Kakak ," kata Cyra lagi.
" Masyaallah, sungguh Kakak tidak salah memilih seorang istri ," jawab Mirza.
Cyra terus menunduk sambil menahan perasaan merinding di sekujur tubuhnya.
" Apakah itu artinya kamu siap malam ini melakukan itu dengan Kakak?? ," tanya Mirza.
" Insyaallah Kak ," jawab Cyra.
" Dalam hadist Rasulullah bersabda “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya, maka hendaklah istri mendatanginya walupun istri sedang berada di dapur” (HR Tirmidzi).
" Jadi, lakukanlah Kak, Cyra siap ," kata Cyra lagi.
Mirza lalu menuntun Cyra ke arah ranjang, dan seperti perkataan Mirza atau Cyra, jika malam ini adalah malam pertama bagi mereka berdua.
Mirza benar-benar melakukan hubungan suami istri sebagaimana mestinya dengan Cyra, dan sesuai sunnah rasul, Mirza melakukan itu dengan sangat lembut sekali, sebab itu pertama kalinya bagi Cyra maupun Mirza.
" Terimakasih sayang ," kata Mirza sambil mencium pucuk kepala Cyra.
" Semoga Kakak ridho dan puas dengan apa yang Cyra berikan kepada Kakak malam ini ," jawab Cyra.
" Kakak ridho sayang, bahkan Kakak suka cara Cyra melayani Kakak malam ini, terimakasih ," kata Mirza.
" Jika Kakak memintanya lagi nanti, bolehkah?? ," tanya Mirza.
" Boleh Kak, Cyra akan menahan rasa perihnya demi Kakak ," jawab Cyra.
Hati Mirza benar-benar merasa senang sekali mempunyai istri seperti Cyra, karena Cyra bisa begitu menyenangkannya di atas ranjang.
Dan seperti perkataannya Mirza tadi, setelah cukup lama beristirahat, Mirza pun mengulangi kegiatan sunnah rasulnya bersama Cyra untuk kesekian kalinya.
Pagi harinya, Cyra tidak seperti biasanya bangun terlambat untuk menunaikan sholat subuh.
Karena sama-sama bangun jam lima pagi, Mirza dan Cyra memutuskan untuk mandi bersama untuk menyingkat waktu.
Setelah selesai mandi junub, karena semalam mereka baru saja melakukan itu, Mirza dan Cyra langsung melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Sehabis sholat subuh, Cyra meminta ijin kepada Mirza untuk membantu sang Umma yang sedang memasak.
__ADS_1
Sedangkan Mirza sendiri, memilih untuk mengaji sebentar dan berdzikir setelah sholat tadi.
Cyra benar-benar sedikit tersiksa, sebab bagian miliknya begitu terasa sakit sekali jika dibuat jalan, namun dia mencoba menahannya, karena dia merasa malu dengan sang Umma.
" Anak Umma sepertinya sudah tidak gadis lagi ," goda Umma Nada.
Cyra yang berusaha menyembunyikan dari Umma Nada, Umma Nada malah sengaja menggodanya.
" Apaan sih Umma, jangan begini, Cyra malu ," kata Cyra dengan wajah yang memerah.
" Kan cuma ada Umma saja di sini ," jawab Umma.
" Untuk wanita yang pertama kali melakukan itu, itu wajar Cyra, pasti akan sakit rasanya, dan lama-lama akan terbiasa dengan sendirinya ," kata Umma Nada.
" Karena membahagiakan suami di atas ranjang, itu hukumnya wajib, jika kita sebagai istri menolaknya, penduduk langit akan murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.” (HR. Muslim).
" Iya Umma, terimakasih atas nasihatnya ," jawab Cyra sambil tersenyum.
Karena sebaik-baiknya teman, adalah Ibu kita sendiri, dan sebaik-baiknya tempat curhat selain Allah, ya Ibu kita sendiri.
Walau malu, tapi Cyra senang, sebab sang Umma semakin memberinya nasihat untuk terus berbakti kepada Mirza.
Ketika semua masakan tadi sudah matang, Cyra dan Umma Nada langsung menghidangkan makanan tersebut di atas meja makan.
Cyra lalu memanggil Mirza yang masih berada di dalam kamar untuk ikut sarapan bersama dengan Keluarganya.
" Kak, makanannya sudah siap, ayo kita ikut sarapan dulu bersama Umma, dan Abi ," kata Cyra.
" Iya baiklah ," jawab Mirza.
Sambil bergandengan tangan dengan mesra, Cyra dan Mirza berjalan ke luar dari dalam kamar menuju ke arah meja makan.
" Inilah pengantin baru kita, sampai Abi bangunkan untuk sholat subuh tidak bangun juga ," canda dari Abi Rasyid ketika melihat kedatangan Cyra dan Mirza.
" Maaf Abi, kita berdua sangat kecapekan, bahkan kami tidak tahu jika Abi sudah mencoba membangunkan kita ," jawab Mirza dengan sopan.
" Iya tidak apa-apa, Abi mengerti ko, lagi pula yang capek tidak kalian saja, Abi pun, apalagi tubuh Abi sudah mulai tua ," jawab Abi Rasyid.
" Ayo Cyra, ambilkan makanan untuk suami kamu ," kata Umma Nada.
Dengan penuh perhatian dan sebagai istri yang baik, Cyra pun mengambilkan semua makanan yang ingin di makan oleh Mirza.
Perhatian-perhatian kecil yang Cyra berikan kepada Mirza, membuat Mirza semakin jatuh cinta semakin dalam kepada Cyra.
...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...
__ADS_1
...***TBC***...