IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
MIMPI AGAIN


__ADS_3

Malam hari, Akmal bermimpi lagi berada di sebuah taman yang sangat super indah sekali.


Akmal berjalan-jalan ke sana dan ke mari untuk mencari orang selain dirinya, sebab Akmal tidak menemukan orang lain sama sekali di tempat tersebut.


" Ini tempatnya sangat indah sekali ," kata Akmal.


Akmal melihat bunga-bunga bermekaran dengan sangat indah sekali, dengan air sungai yang terlihat sangat jernih sekali.


Akmal berjalan menyusuri aliran sungai tersebut, untuk melihat ikan-ikan yang terlihat jelas dari permukaan air.


Ketika Akmal berjalan sambil memperhatikan ikan yang berenang, tiba-tiba dia tidak sengaja menabrak seseorang hingga orang tersebut jatuh sambil mengaduh kesakitan.


" Astaghfirullah ," kata Akmal.


" Maafkan saya Nona ," kata Akmal.


Akmal reflek mengulurkan tangannya untuk membantu wanita tersebut bangun dari duduknya di atas rumput yang hijau, dan uluran tangan Akmal disambut hangat oleh wanita itu.


" Cyra?? ," kata Akmal ketika wanita itu sudah bangun dari duduknya.


" Kak Akmal, terimakasih sudah membantu Cyra ," jawab Cyra sambil tersenyum.


" Ta-tapi kenapa kamu tadi memegang tangan Kakak?? ," tanya Akmal.


" Kenapa memangnya Kak?? ," jawab Cyra.


" Jangankan memegang, memeluk pun sah-sah saja ," kata Cyra langsung memeluk Akmal.


Tubuh Akmal langsung diam terpaku, dengan tangan yang diam di samping kanan dan kiri badannya.


" Kenapa Kakak tidak membalas pelukannya Cyra?? ," tanya Cyra sambil membawa tangan Akmal melingkar di tubuhnya.


Akmal masih diam saja dan menurut apa kata Cyra, karena dia belum bisa menguasai perasaan terkejutnya.


" Tunggu,!! ini salah!! ," kata Akmal melepaskan secara paksa pelukannya Cyra.


" Apanya yang salah Kak,? kita kan sudah resmi menjadi sepasang suami istri, apakah Kakak lupa?? ," tanya Cyra.


Lagi dan lagi, Akmal langsung terbangun dari tidurnya, karena mimpi yang tidak berujung itu.


Penuh tanda tanya dan penuh teka teki mimpinya tersebut, hingga Akmal selalu dibuat resah karenanya.


Selama Akmal bermimpi dan meminta petunjuk, Akmal selalu memimpikan Cyra, bukanlah Aalifa, dan Akmal tidak pernah memimpikan Aalifa sama sekali.


" Astaghfirullah ," kata Akmal.


Akmal lalu melihat jam dinding yang ada di dalam kamarnya, yang ternyata sudah menunjukkan pukul dua dini hari lebih.


Akmal lalu turun dari atas ranjangnya untuk mandi, setelahnya dia ingin menunaikan sholat tahajud dan sholat yang lainnya seperti biasanya.


Karena mimpi tersebut, Akmal menjadi tidak bisa tidur sama sekali, dan untungnya hari ini adalah tanggal merah, jadi Akmal nanti bisa beristirahat di rumah.


Saat ini waktunya mereka semua sarapan bersama seperti pagi biasanya.

__ADS_1


" Akmal, jangan lupa, dua hari lagi, kamu akan bertunangan dengan Aalifa ," pesan Ayah Rafiq.


" Iya Ayah, Akmal ingat ko ," jawab Akmal.


" Kamu maunya menikah kapan Akmal, setelah acara tunanganmu dengan Aalifa?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Akmal terserah Aalifa saja ," jawab Akmal.


" Tapi kata Aalifa, untuk beberapa bulan yang akan datang, dia akan sibuk dengan pekerjaannya dan juga akan sering ke luar kota Ayah ," kata Akmal.


" Jadi, sepertinya harus menunggu jadwal kerja Aalifa sedikit lebih senggang Ayah ," kata Akmal lagi.


" Aalifa pemilik W.O kan ya?? ," kata Mirza.


" Iya Kak, dan katanya W.O miliknya sudah ada yang booking sejak jauh-jauh hari di berbagai kota ," jawab Akmal.


" Masyaallah, hebat sekali Nona Aalifa ," puji Cyra dengan tulus.


" Jadi kalau begitu, nanti kita bisa bicarakan ketika sudah ada di sana ," kata Ayah Rafiq.


" Iya Ayah ," jawab Akmal.


Selesai sarapan, Akmal yang sedang menonton televisi, tiba-tiba mendengar ponselnya berdering.


Akmal langsung mengangkat sambungan teleponnya yang ternyata dari Hamzah.


" Halo assalamu'alaikum Hamzah ," salam dari Akmal.


" Halo, wa'alaikumussalam Akmal ," jawab Hamzah.


" Di rumah, kan ini tanggal merah ," jawab Akmal.


" Iya aku tahu jika ini tanggal merah, makanya aku tanya, karena siapa tahu kamu sedang ke luar dengan calon istrimu ," kata Hamzah.


" Kamu tahu dari mana Hamzah,? Abraham?? ," tanya Akmal.


" Iya, dan aku sangat terkejut sekali, ketika baru saja pulang dari bulan madu, dapat kabar mengejutkan dari Abraham ," jawab Hamzah.


" Jika tidak ada acara, hari ini ayo kita ketemuan di Cafe jingga, yang ada di mall Gerhana ," kata Hamzah lagi.


" Baiklah, jam berapa?? ," tanya Akmal.


" Sekarang, karena aku ingin mendengar cerita dari mu langsung ," jawab Hamzah.


" Ok, baiklah, aku akan bersiap-siap dulu ," kata Akmal.


" Ok ," jawab Hamzah, dan sambungan telepon mereka akhirnya terputus.


Singkat cerita, Akmal, Hamzah dan juga Abraham, saat ini sudah berkumpul di Cafe yang mereka tuju, dan mereka duduk di dekat jendela, supaya bisa melihat pemandangan di luar jendela.


" Sekarang jelaskan kepadaku, bagaimana ceritanya kamu bisa sebentar lagi akan bertunangan dengan dia,? siapa namanya Akmal?? ," tanya Hamzah.


" Namanya Aalifa, dan yah seperti yang kalian tahu, aku dijodohkan sama Ayah, seperti Kak Mirza ," jawab Akmal.

__ADS_1


" Ketika aku mendengar cerita dari Abraham, aku sangat terkejut sekali, dan sebenarnya aku ingin menghubungimu sejak kemarin, tapi tidak sempat, karena pekerjaanku sedang banyak ," kata Hamzah.


" Sekarang kamu sudah tahu, dan lusa depan, nanti aku sama dia akan bertunangan ," jawab Akmal.


" Baguslah, semoga wanita ini benar-benar jodohmu yang sesungguhnya ," jawab Hamzah.


" Entahlah ," jawab Akmal.


" Karena setiap aku meminta petunjuk kepada Allah, bukan Aalifa yang selalu datang ke mimpiku ," kata Akmal.


" Lalu siapa Akmal? ," tanya Abraham.


" Cyra ," jawab Akmal.


" Apa!! ," kata Hamzah dan Abraham secara bersama-sama.


" Dia kan sudah menjadi istri Kakak kamu, Akmal ," kata Abraham.


" Itu yang membuatku pusing sejak kemarin ," jawab Akmal.


" Jangan dipikirkan, mungkin karena kamu belum bisa sepenuhnya melupakan Cyra, jadinya dia selalu berada di mimpimu ," kata Hamzah.


" Benar itu, cobalah memfokuskan pikiran dan hatimu hanya untuk Aalifa seorang, siapa tahu malam ini Aalifa yang hadir di dalam mimpimu ," kata Abraham juga.


" Benar juga, mungkin itu yang menjadi penyebabnya ," jawab Akmal.


" Akan aku coba mulai hari ini menghilangkan bayang-bayang Cyra dari benakku ," kata Akmal.


Abraham dan Hamzah hanya mengangguk saja, dan pandangan mereka bertiga tidak sengaja teralihkan dengan seseorang yang baru saja mereka bicarakan, yaitu Cyra dan Mirza.


Mirza dan Cyra bisa secara tidak sengaja datang ke Cafe yang Akmal kunjungi bersama Abraham dan Hamzah, dan Akmal pun mencoba memanggil sang Kakak untuk ikut bergabung dengannya.


Mirza dan Cyra juga sama-sama terkejut, ketika bisa tidak sengaja bertemu dengan Akmal, Abraham dan juga Hamzah.


Alhasil mereka berlima memutuskan untuk bergabung di dalam satu meja yang sama dan berbincang santai satu sama lainnya.


Cyra akan menjawab seperlunya saja ketika dia sedang ditanya, kalau tidak ya dia akan diam saja, dan itu artinya tantangan pertama bagi Akmal untuk jangan terlalu memperhatikan Cyra.


" Kak Mirza dan Cyra dari mana?? ," tanya Abraham.


" Ini jalan-jalan saja, menyenangkan istri ," jawab Mirza.


" Aaa, romantisnya ," kata Hamzah.


" Oh, ya kamu kapan pulang Hamzah?? ," tanya Mirza.


" Dua hari yang lalu Kak ," jawab Hamzah.


" Dan maafkan saya dan Misha ya Kak, yang belum sempat menjenguk Cyra kemarin ketika sakit ," kata Hamzah.


" Iya, tidak apa-apa, yang penting doanya ," jawab Mirza sambil tersenyum.


Walau Mirza berada di tempat umum begitu, dia tidak malu memperlakukan Cyra dengan romantis, dan apa yang dilakukan oleh Mirza kepada Cyra, sangat diperhatikan sekali oleh mereka bertiga.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2