Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Serching Daddy


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 9...


○KEDIAMAN KELUARGA WANG ○


"Akhhhh ... Sialan," teriak tangis Catlin di dalam kamarnya. Ia membuat kamarnya seperti kapal pecah. Sprei kasur yang diacak-acak, bantal yang di lempar asal-asalan, dan perabotan yang pecah berserakan.


"Bajingan Rojer Wang, dasar Bajingan! Apa kekuranganku? Kenapa kamu tidak pernah bisa melirikku? Akhhh, apa aku kurang cantik? Hmmm, ha ... ha ... sampai kamu harus mengganti posisiku dengan wanita yang tidak sebanding denganku, akhhhh ... sialan!" jerit Catlin memandangi dirinya di cermin, lalu melempar cermin itu sampai pecah dengan vas bunga. Keadaan Catlin benar-benar hancur atas perbuatan Rojer yang menggantikan posisinya saat pesta pesta aniversary pernikahan mereka. Riasan wajah yang dilakukan berjam-jam kini luntur karena tangisan Catlin.


"Tidak, tidak ... ini tidak boleh terjadi." Catlin menghapus air matanya, dan pergi keluar dari kamarnya.


...----------------...


"Huhh, capek sekali harus tersenyum kepada semua orang. Wajahku terasa kaku sekali," dumel Maura yang sudah pulang dari pesta, dan kini duduk di sofa ruang tamu. Maura memegangi rahangnya karna sedikit terasa pegal karena harus tersenyum berjam-jam untuk menyambut tamu pesta. Ulah bosnya yang membuat ia harus menjadi istri pengganti pada pesta orang lain. Maura melangkah mendekati kamar Charlote, dan membuka pintu kamar. Tampak Charlote yang sudah tertidur pulas seperti dimantrai peri tidur. Dia begitu lelap hingga tidak menyadari kehadiran kehadirannya. Ia melangkah mendekati Charlote dan duduk di samping ranjang. Maura tersenyum melihat putra satu-satunya sangat mematuhi perintahnya.


"Selamat tidur jagoan Mama." Maura mengecup kening Charlote.


...----------------...


Mentari mulai bersinar kembali, menampakkan senyum indah dan menyinari bumi dengan suka rela. Charlote seperti biasa di hari libur membantu Maura untuk beres-beres rumah, dan seperti biasa juga Maura asik bergelut dengan alat-alat dapur untuk menyiapkan makan siang.


Charlote membereskan semua bagian rumah, mulai dari kamarnya, ruang tamu, garasi, toilet, dan kini giliran kamar Maura yang belum di bereskan. Dengan semangat Charlote memasuki kamar maura untuk membereskan kamar itu.


Astaga apa dia ibuku? Ihhh ... kamarnya jorok sekali. Mama benar-benar sangat pemalas, untung dia mempunyai putra seperti aku, udah rajin, baik hati, tidak sombong, dan juga tampan. Batin Charlote dengan wajah yang senyum senyum sendiri membayangkan perkataannya tadi.


Terlihat di kamar Maura beberapa barang yang berserakan dan tergeletak begitu saja. Charlote mulai membereskan kamar Maura dengan telaten dan cekatan. Kini Charlote hanya tinggal merapikan beberapa berkas yang ada di samping laci. Beberapa berkas yang menumpuk dan terlihat berantakan.


Saat Charlote merapikan berkas-berkas itu, secarik kertas berbentuk segi empat terjatuh dari celah-celah berkas. Charlote memungut kertas itu dan melihatnya. Tatapan mata Charlote berubah menjadi melotot. Ia memandangi secarik kertas itu yang tak lain adalah sebuah foto pria yang telah usang.


"Apa ini fotoku? Tapi kenapa ini seperti pria dewasa, lalu kenapa wajahku begitu mirip dengannya? Tunggu, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana? Matanya, bibirnya, pipinya sangat mirip denganku, Tapi hidungnya bukan hidungku. Apa ini aku? Atau jangan-jangan ini foto Papa?" bisik Charlote berbicara pada dirinya sendiri. Ia bergegas berlari menuju dapur.


Terlihat di sana Maura fokus menggoyangkan wajannya, memasak telur orak arik. Kemudian menempatkannya di sebuah piring. Maura mengalihkan pandangannya pada Charlote yang baru saja muncul.


"Kebetulan sekali kamu udah ada di sini, makan siang kita sudah siap. Pasti kamu mencium harumnya masakan Mama dan langsung ke sini," ujar Maura pada Charlote dengan tawa kecil menghiasi bibirnya. Maura pun meletakkan masakan di atas meja makan.

__ADS_1


"Ma, foto siapa ini? Apa ini foto Papa? aku menemukannya di kamar Mama. Lihat Ma, bahkan wajahku sangat mirip dengan Papa." Charlote memberondong Maura dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah membuatnya sangat penasaran.


Seakan tersambar petir mendengar pertanyaan Charlote, Maura berbalik arah menghadap Charlote. Ia melihat Charlote membawa secarik kertas di tangannya. Charlote memperlihatkan foto itu kepada Maura. Ia benar-benar terkejut bagaimana bisa Charlote menemukan foto pria malam itu, yang telah lama ia singkirkan dan hapus dari hidupnya. Maura tidak ingin Charlote mengetahui bahwa pria di foto itu adalah ayahnya, Maura memutar otak untuk mencari alasan yang tepat untuk mengecoh perhatian Charlote dari foto itu.


"Ha ... ha ...," tawa Maura tiba-tiba membuat Charlote heran dengan tingkah Maura.


"Kemarilah, dan duduk di sini!" seru Maura. Charlote pun menurut dan duduk di kursi makan sesuai perintah Maura.


"Kau tahu ini siapa?" tanya Maura pada Charlote yang di tanggapi dengan gelengan kepala.


"Ini Papa kan, Ma," jawab Charlote dengan tatapan penuh keyakinan.


"Bukanlah, coba perhatikan wajah ini. dia sangat mirip denganmu. Ini adalah dirimu versi dewasa. Mama, ingin sekali melihat Charlote versi dewasa, jadi mama mengedit fotomu di sebuah aplikasi menjadi Charlote dewasa karena Mama tidak tahu, apa Mama bisa melihat kamu tumbuh dewasa atau Mama sudah berada di alam lain," jelas Maura dengan nada sedih di akhir kalimatnya, menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya.


"Sudahlah, kita makan siang dulu. Mama sudah lapar sekali," pinta Maura pada Charlote. Charlote yang tahu bahwa Maura tidak akan memberi tahunya. Ia menuruti ucapan Maura dan makan siang dengan biasa. Akan tetapi jauh di lubuk hatinya, Charlote yakin bahwa foto ini adalah foto sang ayah.


...----------------...


Usai makan siang, Charlote langsung kembali ke kamar dan membuka laptop kesayangannya yang telah ia rakit sesuai keinginannya. Ia mulai mencari tahu tentang pria yang ada di foto itu lewat Gogle. Tak butuh waktu lama muncul informasi umum tentang pria yang dicari dan juga menemukan foto yang sama persis di sana.


Charlote mulai melakukan projeknya untuk membobol keamanan SUNRISE IT untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Jari-jari kecilnya mulai mengetikkan code-code yang rumit dan sulit untuk dipahami, sedangkan matanya fokus menatap layar laptop. Tak perlu menunggu terlalu lama Charlote mendapatkan yang ia cari. Ia benar-benar sangat bahagia


...----------------...


Sementara itu, Rojer sedang melakukan rapat penting dengan tender besar di perusahaannya. Edent tiba-tiba masuk dan mendekati Rojer yang tengah membahas kerja sama dengan tender.


"Tuan Muda, Keamanan sistem kita di bobol," bisik Edent di telinga Rojer. Dengan ekpresi yang berubah drastis, dan dengan tangan yang mengepal keras. Rojer meninggalkan ruang rapat tanpa basa-basi menuju ruang kerja pribadinya. Ia mulai bergelut dengan komputernya. Jari-jari tangannya mulai menjelajah di atas keybord. Membuat pertahanan sistem kembali dan mengambil informasi yang telah dicuri.


"Setan kecil, siapa yang berani membobol sistemku. Lihat saja, apa yang akan kau lakukan dengan ini," omel Rojer dengan geram.


...----------------...


Belum seperkian detik. Charlote membulatkan matanya di layar laptop.

__ADS_1


"Apa dia mengambil lagi informasinya? Ohh tidak, dia sudah mengetahuinya. Ini berbahaya untuk surelku," gumam Charlote sedikit kecewa. Pihak lawan berhasil menghapus informasi yang ia dapat sebelum ia membaca data pribadi pihak lawan.


...----------------...


"Mampus kamu setan kecil," ujar Rojer dengan smirk iblisnya. Rojer berhasil mengambil alih kembali informasi yang telah dicuri. Ia mengirimkan beberapa virus untuk memblokir pihak lawan.


"Aishh, sial. Dia menghapus alamat surelnya tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Agrhhh," pekik Rojer kesal karena ia tidak bisa memblokir pihak lawan.


Edent membulatkan matanya melihat reaksi yang baru pertama kali ia lihat. Selama ini Rojer tidak pernah gelapan seperti itu hanya karna kasus pembobolan sistem. Namun, kali ini dia bersikap sangat berbeda di luar dugaan.


Sepertinya dia menemukan lawan yang seimbang. Batin Edent.


"Edent, kumpulkan para dewan direksi! Kita akan rapat sekarang juga," perintah Rojer pada Edent.


"Baik tuan." Edent membungkuk memberi hormat pada Rojer, lalu berlalu pergi.


...****************...


🌸to be continud🌸


Plese dong kasi:


vote😭


like😭


coment😭


dan tambah ke rak favorit😭


biar author makin semangat.... kalo banyak yang koment thor janji akan up tiap hari deh😋


.... dan sorry buat kemaren karna ngak up soalnya lagi sibuk...

__ADS_1


Tapi gantinya hari ini thor bakal up 2 eps.


dadah...🖐🖐🖐


__ADS_2