
...ILUSI TAKDIR 47...
Maura masuk ke dalam rumah dengan sempoyongan, tubuh nya benar- benar terasa letih karna Rojer yang terus menjahilinya. Dia ingin membalas semua perlakuan Rojer namun kadang ide- ide jahilnya tidak berhasil di hadapan Rojer. Belum lagi diri nya yang selalu di ancam dengan percakapan di hotel yang terdengar begitu menjijik kan baginya. Bahkan Maura sempat berfikir kenapa dia bisa lepas kendali saat mabuk, dan kini semua itu menjadi senjata untuk melumpuh kan dirinya. Belum lagi masalah hutang nya dengan Rojer karna kekalahan tander asing karna kelalaiannya.
"Huhh.. Aku lelah sekali... Hidup ku sial sekali kenapa harus bertemu dengan bayi besar itu..." Batin Maura sambil memijat pundak nya.
"Mama... sudah pulang..." Sapa Charlote saat melihat sosok wanita melintas di depan nya.
"Sayang... Peluk mama.." Ujar Maura manja. Sambil merentangkan tangannya ke arah Charlote.
Dengan cepat Charlote langsung masuk ke dalam pelukan Maura. Ia mencium setiap inci wajah Maura dengan kasih sayang. Ia sangat merindukan Maura karna belakangan mereka tidak bisa sering menghabiskan waktu bersama karna Maura yang selalu sibuk bekerja.
"Huhhh Rasanya kelelahan mama benar- benar sirna setelah bertemu dengan Charlote tersayang..." Maura mencium kening Charlote lembut.
"Mama terlihat lelah sekali... Apa begitu banyak pekerjaan yang di berikan papa..?" Tanya Charlote polos.
"Papa mu yang sialan itu tidak memberi ku pekerjaan yang banyak, hanya saja dia menguras emosi ku terus menerus setiap hari... Dia terus menjahili ku dengan ancaman busuknya itu,,, belum lagi dengan seenak jidatnya dia menikmati tubuh ku ini kapan pun dia mau...hiks hiks..." Batin Maura ingin mencurah kan semua tekanan emosi yang di dapat karna ulah Rojer dengan melengkungkan bibirnya ke bawah.
"Ma..." Charlote menggoyang kan bahu Maura, karna tidak mendapat jawaban dari Maura.
"Iya... Sayang... pekerjaan Mama sangat banyak... Papa mu itu tidak memberikan mama istirahat... Mama sangat lelah... " Ujar Maura dengan wajah memelas di depan Charlote.
"Berani sekali papa melakukan hal ini pada mama... Seharusnya papa memperlakukan mama seperti ratu, tapi dia memperlakukan mama seperti pelayan..." Mata Charlote menyiratkan kekesalan setelah mendengar penuturan Maura.
"Mampus kamu bayi besar... Anak kesayangan mu ini sendiri yang akan membalas penderitaan ku... hihi.." Lirih Maura dengan cekikikan sendiri.
"Apa..?? Bayi besar??" Tanya Charlote yang tidak sengaja mendengar gerutuan Maura.
"Ha... ha... Kamu salah dengar sayang... Mama istirahat dulu ya... Badan mama sangat lelah..." Maura menyeret kaki nya masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk yang menjadi favoritnya.
"Ahhh.. ini sangat nyaman.." Ujar Maura dengan berguling- guling ke kanan dan ke kiri, menyusuri setiap sisi tempat tidur.
...----------------...
Rojer sudah memasuki pelataran rumah Maura.
__ADS_1
"Edent keluarkan barang- barang yang tadi ku beli dan bawa masuk...!!" Titah Rojer lalu berjalan mendahului Edent masuk ke dalam rumah.
"Yey... Papa sudah datang.. Dan juga bahan makanan pesanan ku sudah datang..." Teriak Charlote dengan berjingkrak antusias sambil berhamburan masuk ke dalam gendongan Rojer.
"Tentu saja... kan yang meminta anak kesayangan papa jadi semuanya harus di turuti.." Jawab Rojer dengan mencium pipi gembul Charlote.
Edent masuk ke dalam rumah dengan membawa bahan makanan yang banyak lalu di letakkan di dapur.
"Tapi, kenapa kesayangan papa ini meminta di belikan bahan makanan? Apa mama mu tidak menyediakan bahan makanan di rumah.. Astaga Maura kamu benar- benar tidak becus." Ujar Rojer dengan mengecilkan suaranya saat di akhir kalimat.
"Bukan... bukan begitu pa... Mama sangat memanja kan ku di sini.."
"Hanya saja... Aku ingin memberikan pelajaran pada papa,,, karna telah membuat mama sampai kelelahan seperti itu... " Batin Charlote dengan menyipitkan matanya.
"Aku hanya ingin memakan stik panggang pa... Makanya aku meminta papa untuk membeli bahan- bahan nya." Ujar Charlote dengan tersenyum.
"Kenapa tidak bilang dari tadi... Edent... kemari... Belikan Tuan kecil stik yang paling enak." Ujar Rojer memanggil Edent.
"Tidak... Tidak... itu tidak perlu pa... Aku ingin makan stik buatan papa..." Ujar Charlote memotong perintah Rojer pada Edent.
"Kenapa??" Tanya Charlote memandangi Rojer dan Edent bergantian.
"Ha... ha...ha..." Tawa Rojer dan Edent bersamaan dengan saling memandang satu sama lain.
"Ha.. Kamu becanda kan sayang... Ha.. ha... Papa akan memasak... Tidak tidak..." Tawa Rojer.
"Bagaimana bisa Tuan muda yang akan memasak... Ha.. Ha... Tuan kecil sangat lucu..." Tawa Edent dengan terbahak bahak.
"Kenapa... tertawa seperti itu?? Apa perkataan ku salah??. Aku ingin memakan stik buatan papa itu saja..." Timpal Charlote.
"Apa?? Kamu serius??" Tatap Rojer dan berhenti tertawa.
"Iya... Aku belum makan malam... dan aku ingin stik buatan papa sekarang..."
"Tapi... papa..."
__ADS_1
"Jangan bilang papa tidak bisa memasak??" Tatap Charlote ketus pada Rojer.
"Mema..." Edent
"Haha... papa mu ini sangat hebat sayang... masak cuma memasak stik saja tidak bisa... ya kan Edent..." Potong Rojer pada perkataan Edent.
"Ya sudah kalau begitu buatkan aku pa... Aku belum pernah memakan masakan seorang ayah..." Charlote memelas.
"Hmmmm bagaimana kalau stik nya di buat paman Edent ya... papa dan kamu kita akan bermain dan bersenang- senang..."
"Apa... Tidak Tuan muda kenapa harus saya..." Tolak Edent ketika mendengar keputusan Rojer.
"Tuan muda kenapa kamu tega sekali,, melimpahkan semua nya pada ku... aku bukan koki aku hanyalah asisten pribadi tuan.. Aku sama sekali tidak bisa memasak... Tuan kecil lakukan sesuatu... bebaskan aku dari belengu ini..." Rutuk Edent dalam hati menuntuk sebuah keaajaiban.
" Apa paman Edent ayah ku?? Bukan kan... ayah ku kan papa... Jadi papa yang harus membuat stik... Aku hanya meminta sekali dan papa langsung menolak nya... Apa permintaan ku terlalu besar.." Ujar Charlote dengan sedih dan suara bergetar.
"Aishh... Bagaimana ini.?? Kenapa aku terjebak dalam siatuasi ini... Apa ini karma karna aku telah mengerjai Maura dan sekarang putra ku sendiri membalas ku.. huhhh tapi aku tidak bisa melihat wajah nya yang tampan itu bersedih... Tapi aku juga tidak bisa memasak... aaa... Image kesempurnaan ku akan hancur jika putra ku tahu aku tidak bisa memasak... Bagaimana bisa Papa nya yang sempurna ini tidak bisa memasak stik panggang... Aaa..." Batin Rojer frustasi.
"Baiklah... papa akan membuat kan mu stik yang paling enak... Charlote sayang jangan sedih lagi dong..." Rojer menyanggupi permintaan putra semata wayang nya. Di dalam pikiran nya hal itu tidak lah sulit. Ia bisa melihat resep di ponsel kan jadi pekerjaan nya akan lebih mudah.
"Tuan Muda apa kau yakin...??" Tanya Edent tidak percaya dengan berbisik. Karna dia tahu jika majikannya ini tidak bisa memasak bahkan tidak pernah menyentuh peralatan dapur selama hidupnya.
"Apa kamu meremeh kan ku... Lagi pula aku punya asisten seperti mu yang akan membuat nya kan... Hanya saja katakan saja nanti pada Charlote jika aku yang membuat nya..." Ucap Rojer dengan tersenyum sambil merangkul pundak Edent.
Mendengar hal itu Edent membuka mulut nya lebar. Ia seperti tertimpa beban berat di kepalanya saat mendengar keputusan Rojer. Ia bahkan hanya memesan makanan instan untuk makan sehari- hari dan tidak permah menyentuh peralatan dapur. Dan sekarang dia harus memasak stik, seperti nya dia sedang terkena hukuman karna bekerja pada Rojer.
"Tega sekali tuan muda..." Batin Edent ingin menangis.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!