Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Katu As.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 68...


Dua buah BMW Memasuki pelataran rumah megah keluarga Wang. Ny. Anindita dan Catlin turun dan melangkah bersama masuk ke dalan rumah. Catlin terus mengamit lengan Ny. Anindita sesekali air matanya mengalir dari sudut matanya.


Rojer membuka kaca mata yang sejak tadi menutupi kedua mata elangnya. Ia mengusap air mata dari sudut matanya. Matanya memerah karna menahan tangis.


Edent melirik Rojer dari kaca spion depan.


"Bagaimana pun, dingin nya tuan muda. Hati nya tidak sedingin tampang nya. Bahkan setiap hari ini terulang air mata nya selalu lolos dari sudut mata nya." Batin Edent dalam hati dan turun dari mobil. Ia berlari kecil dan membuka pintu mobil untuk Rojer.


Rojer menghela napas tajam. Saat ini rasa sesak memenuhi dadanya. Tubuhnya bergetar saat mengingat memori tentang kebersamaan nya dengan sang ayah. Sesekali bahu nya bergetar karna menahan tangis. Tapi Rojer tak ingin terlihat lemah bahkan di hadapan Ny. Anindita. Ia menyembunyikan kesedihan nya sendiri rapat- rapat.


Rojer turun dari mobil, di depan pintu utama sudah berjejer rangkaian bunga dengan ucapan peringatan hari kematian orang terkaya di kota x. Rojer menyeret kaki nya memasuki rumah keluarga Wang. Setiap hari ini dia harus pulang ke rumah untuk menghormati peringatan kematian sang ayah.


Terlihat tidak ada aktivitas di dalam. Para pelayan di liburkan setiap hari ini. Sedang kan di ruang tamu sudah di pasang foto besar Tuan Wang. Catlin dan Ny. Anindita berdiri menatap foto besar tersebut.


"Sayang... Kemarilah Papa mu selalu terlihat tampan setiap tahun nya hiks..." Ujar Ny. Anindita dengan terisak. Ia tidak bisa terlihat baik- baik saja. Memori dengan sang suami membuat nya tidak bisa menahan kesedihan.


"Ma... hiks.." Ujar Catlin mengusap bahu Ny. Anindita dengan melingkar kan lengannya memeluk bahu Ny. Anindita.


"Ma... Jangan menangis... Sudah lah..." Timpal Rojer berdiri di samping Ny. Anindita.


Ny. Anindita menyeruak ke dalam pelukan Rojer. Tangis nya semakin membahana saat memeluk putra tunggalnya.


"Tenang lah..." Ujar Rojer menenangkan Ny. Anindita dengan mengelus bahunya yang bergetar.


Rojer mendudukkan Ny. Anindita di sofa. Catlin datang menyuguhkan segelas air agar Ny. Anindita sedikit lebih tenang.


Ny. Anindita mengusap air matanya dan menetralkan emosi nya. Ia menatap Rojer dan mengelus pucuk kepala Rojer.


Rojer menangkap tangan Ny. Anindita dan mengecupnya lembut.


"Berhentilah menangis... papa sudah bahagia di sana ma..." Ujar Rojer sambil mengusap sisa air mata yang ada pada wajah Ny. Anindita.


"Rojer dengan kan mama..." Ny. Anindita meraih tangan Rojer dan menumpuknya pada tangannya.

__ADS_1


"Dengar... Mama ingin sekali melihat mu bahagia sayang... Tidak ada yang lebih penting dari diri mu... Mama ingin kamu menghadiri peresmian taman bunga di kota A bersama Catlin. Dan terimalah Catlin dalam hidup mu... Tidak ada yang lebih baik dari diri nya yang bisa menjadi istri mu..." Ujar Ny. Anindita dengan sendu.


Catlin tersenyum tipis saat Ny. Anindita meminta Rojer menghadiri peresmian taman bungan dengannya. Sebelum nya Catlin sudah meminta Ny. Anindita untuk membujuk Rojer. Catlin punya tujuan untuk melakukan hal tersebut. Ia ingin menunjukkan kepada Maura di mana posisi Maura.


"Yes.. Usaha ku tidak sia- sia... Rojer tidak akan bisa menolak permintaan ibu nya. Mama mertua kamu adalah kunci pengendali Rojer yang tepat." Batin Catlin dengan memasang wajah sedih dan tidak tahu apa- apa.


Rojer memalingkan wajahnya dari tatapan Ny. Anindita. Ini yang membuat diri nya begitu malas untuk pulang. Setiap pulang ia harus mendengar permintaan sang ibu atas nama Catlin.


"Dari mana mama tahu jika ada peresmian taman buka malam ini.?" Tanya Rojer dengan menelisik ke arah Catlin.


"Apa yang kamu katakan Rojer. Kamu tidak perlu tahu mama mengetahui nya dari mana. Tapi sekarang mama sudah tahu kan..." Jawab Ny. Anindita dengan mata yang sembab.


"Ma... Aku sudah pernah mengatakan kepada mama kalau aku tidak akan menghadiri acara apapun selagi Catlin ada di sana... Aku menolak nya..."


"Ini hari peringatan kematian papa mu... Apa kamu tidak ingin menuruti permintaan mama... Apa kamu tidak ingin melihat mama bahagia... Lagi pula kamu tidak akan berdua dengan Catlin mama akan ikut ke sana... Mama tahu kamu membuka taman itu untuk mendiang papa mu kan.."


"Ck... Aku tidak bisa...Aku tidak akan menghadiri acara apapun... Mengertilah ma.." Rojer melangkah pergi.


"Awww.... Rojer... Sakit sekali..." Ny. Anindita memegang dada sebelah kirinya. Saat melihat Rojer akan pergi.


Mendengar ringgisan kesakitan Ny. Anindita. Rojer berbalik dan menangkap tubuh Ny. Anindita. Wajah nya berubah panik dan cemas melihat kondisi ibunya karna penolakannya.


"Ma... Mama baik- baik saja...?" Tanya Rojer cemas.


"Aku akan panggil antony..." Rojer merogoh ponselnya dengan terburu- buru.


Ny. Anindita menghela nafas panjang. Bagaimana pun diri nya di tolak oleh Rojer. Ia yakin putra nya tidak bisa melihat diri nya terluka dan kesakitan. Ny. Anindita menggenggam ponsel Rojer.


"Tidak usah... Mama.. Baik- baik saja.. Rojer... Jika kamu ingin mama tidak merasa sakit... sanggupi lah permintaan mama.. Kita akan menghadiri acara peresmian taman itu..." Ny. Anindita menatap Rojer dengan sendu.


"Lagi... lagi... Dan lagi... Aku terjebak dalam situasi ini... Aku tidak ingin menghadiri acara tersebut bersama Catlin... Kenapa mama tidak bisa mengerti akan hal itu. Tapi aku tidak bisa melihat mama kambuh atas penolakan ku..." Batin Rojer sesekali berdecak kesal.


"Katakan iya..." Ny. Anindita menggoyangkan bahu Rojer.


"Baiklah... Kita akan menghadiri peresmian itu... Tapi untuk permintaan mama untuk menerima Catlin aku menolak nya ma.. Jangan paksa aku.."

__ADS_1


Ny. Anindita mengangguk pelan menyetujui keinginan Rojer.


"Tidak apa- apa.. Mama akan berusaha menyatukan mu dengan Catlin... Mama akan membuat pernikahan kalian bahagia.." Batin Ny. Anindita.


"Ma... mama harus istirahat... Aku akan mengantar mama ke kamar." Ujar Catlin sambil memapah Ny. Anindita. Hati Catlin berbunga- bunga saat Rojer menyetujui permintaan Ny. Anindita.


"Saat nya kamu tahu di mana posisi mu Maura... Kamu bisa mengambil hati Rojer. Tapi jangan harap kamu bisa memiliki nya... Karna kartu as ada pada ku..." Batin Catlin menyunggingkan smirk nya. Sambil terus berjalan memapah Ny. Anindita.


...----------------...


Maura menggeliat merenggangkan otot- ototnya. Hari ini benar- benar sepi tanpa kehadiran Rojer.


"Huh... Akhirnya selesai juga... Rasanya membosankan tanpa dia di sini... Huhh apa yang kamu harapkan Maura... " Maura menggeleng kan kepalanya. Sambil menatap kursi kerja Rojer yang kosong.


"Aku ingin sekali hadir di acara peresmian taman bunga ini... Pasti sangat indah dengan suasana malam bertabur bintang malam ini... Aku harus memberi tahu Rojer dan membujuknya untuk hadir... iya..." Gumam Maura lagi pada dirinya sendiri. Dengan menatap proposal peresmian taman di kota A.


Maura membuka laptopnya kembali dan mengirim email bahwa dirinya menyetujui peresmian taman bunga dan mengatakan Rojer akan hadir di sana.


Maura meraih ponsel nya yang tergelatak tak jauh darinya. Ia menekan nomer dengan nama Tuan Ceo pada layar ponsel. Nada sambung terdengar namun tidak ada tanda- tanda jawaban. Maura terus mengulangi nya sampai ke tiga kali namun hasilnya tetap sama Rojer tidak mengangkat telpon dari nya.


"Menyebalkan... Tapi aku pikir.. Malam ini adalah hari yang tepat untuk mengungkap kan perasaan ku pada Rojer di bawah langit malam dengan di kelilingi taman bunga yang indah... Pasti akan sangat romantis... Aku akan lebih romantis dari mu tuan Rojer..." Ucap Maura dengan senang, memikirkan apa yang akan di katakan nanti saat menyatakan perasaannya yang sudah lama ia tutupi. Tapi tidak lagi.


"Waktunya pulang... Hehe.." Maura melangkah kah kakinya dengan senyum yang terus mengembang dan keluar dari ruangan.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2