Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
149


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 149...


"TIDAK....!!!" Teriak Steve dengan geram. Tangan nya mengepal sempurna, dengan nafas nya yang semakin memburu.


Di bawa terbang ke langit teratas, lalu di hempaskan begitu saja.


Maura terkesiap, mendengar bentakan Steve. Ini pertama kali nya pria di depan nya, berbicara dengan nada tinggi pada nya.


"Kamu tidak bisa melakukan ini Maura... Sekali kamu mengambil keputusan , maka kamu tidak akan pernah lepas..." Tekan Steve marah, berlalu melewati Maura yang membatu. Dan keluar dari kamar.


Klek..


Suara dari pintu kamar, menyadarkan Maura. Ia segera berlari ke arah pintu, dan memutar knok pintu cepat.


Wajah Maura makin panik, saat pintu ternyata terkunci.


Maura terus memutar knok pintu dengan kasar, tapi hasil nya tetap sama. Pintu itu tidak bisa di buka.


"Steve buka pintu nya...!!" Teriak Maura sambil menggedor- gedor pintu keras.


Air mata semakin deras, mengucur dari ke dua mata indah Maura.


Ia begitu frustasi, dan menyesal dengan apa yang di katakan pada Rojer.


Keputusan yang di ambil nya tanpa sadar, telah melukai nya ribuan kali bahkan berkali- kali lipat.


Steve terus meninggalkan Maura yang terus menggedor- gedor pintu kamar.


Ia tidak menggubris teriakan tersebut, dan terus melangkah dengan sorot penuh kemarahan.


"Kali ini,,, aku tidak boleh membuang kesempatan untuk menghancurkan Rojer... Maura harus menjadi milik ku bagaimana pun cara nya..." Batin Steve dengan wajah merah padam.


...----------------...


Rojer meneguk cairan berwarna merah terang. Sedang kan mata nya hampir setengah tertutup.


"Kenapa kamu lakukan ini Mau..."


"Aku begitu mencintai mu..."


"Di mana kekurangan cinta ku..."


Racau Rojer, lalu meneguk kembali wine yang sudah mengambil setengah kesadaran nya saat ini.


Sementara di pojok ruangan, Edent hanya menatap tuan nya dengan nanar.


Melihat kondisi majikan nya yang begitu memprihatinkan.


Apa yang bisa di lakukan nya, jika ini berurusan dengan masalah percintaan.


Ia lebih memilih mengurus berkas perusahaan yang menumpuk dari pada mengurus masalah percintaan yang begitu sensitif.


...----------------...


Pagi menjelang begitu cepat, dengan cahaya mentari yang sudah meninggi.


Maura memgerjapkan ke dua kelopak mata nya. Tubuh nya terasa dingin, karna semalaman ia tidur di lantai dengan bersender di daun pintu.


Maura mengucek mata nya beberapa kali, lalu bangkit dan memutar knok pintu. Tapi pintu tersebut masih tertutup rapat. Sama seperti kemarin.


"Hhhh Apa yang harus ku lakukan sekarang?? Steve tidak membiarkan ku lolos... Ini semua salah ku, seharus nya aku mendengarkan Charlote untuk pindah dari rumah ini..." Gumam Maura dengan menyugar rambut nya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


Tok...


Tok..


Tok...


"Ma...!!" Panggil sura kecil melengking dari luar kamar. Suara yang begitu sangat di kenal Maura.


Maura segera mendekatkan diri nya di daun pintu. Air mata nya kembali jatuh mendengar suara lembut itu.


"Charlote sayang kamu di sana???" Ujar Maura.


"Iya ma,, mama tidak keluar sarapan???"


"Sayang... Dengarkan mama nak... Mama di kunci di dalam kamar ini sayang... Tolong keluarkan mama nak..."


"Apa kok bisa ma...??"


"Jangan bertanya Charlote... Cepat kamu cari di mana paman Steve menyimpan kunci kamar ini..."


Charlote terlihat bingung dengan perintah mama nya. Apa yang sebanar nya terjadi, sampai- sampai Steve mengurung ibu nya.


Ia segera berlari menuju kamar Steve, mencari kunci kamar sesuai dengan perintah Maura.


Charlote mengedarkan pandangan nya, tapi di dalam kamar, tidak ada tanda- tanda orang ada di dalam.


"Paman Steve seperti nya sedang pergi... Berani sekali dia mengurung mama seperti itu..." Lirih Charlote, terus mencari kunci kamar yang di maksud Maura.


Sebuah kunci di bawah bantal tidur di temukan Charlote. Charlote tersenyum , dan segera bergegas kembali.


Klek...


Dengan satu putaran dan dorongan ringan, Charlote membuka pintu kamar Maura.


"Sebenar nya ada apa ma?? kenapa paman Steve mengurung mama di sini ?"


"Kita tidak punya waktu sayang... Kita harus pergi dari rumah ini... Cepat kita harus mengemasi barang- barang mu..." Ujar Maura cepat, dan menarik pergelangan tangan Charlote menuju kamar nya.


Dengan gesit, Maura mengambil koper dan memasuk kan semua baju Charlote ke dalam koper.


Hati nya bergemuruh dengan hebat. berusaha cepat untuk segera keluar dari rumah ini.


"Ayo sayang..." Ujar Maura menarik tangan Charlote dan satu tangan nya lagi menarik gagang koper.


"Kamu Mau kemana???" Suara bariton seorang pria, menghentikan langkah Maura.


Tatapan nya terbelalak melihat siapa yang sedang berdiri di depan nya.


"Kamu tidak akan bisa pergi Mau... Kamu harus menikah dengan ku, sesuai dengan keputusan mu tadi malam..." Ujar Steve.


"Tida... Ti... Tidak... Kau tahu saat itu aku sedang emosi Steve. Aku hanya ingin membalas Rojer... Aku sama sekali tidak bermaksud membenarkan perkataan ku...


Kamu sangat tahu bagaimana perasaan ku..."


"Itu sudah terlambat Mau.. Kamu tidak bisa lari lagi... Aku tidak ingin membuang kesempatan untuk menghancurkan Rojer..."


Dahi Maura mengerut bingung dengan perkataan Steve.


"Maksud mu???"


"Kebahagian Rojer ada pada mu... Hanya lewat diri mu aku bisa membalas semua perlakuan nya pada ayah ku... Karna diri nya, aku harus hidup tanpa ayah...

__ADS_1


Dia harus merasakan bagaimana rasa nya, hidup tanpa orang yang paling di sayangi..."


"Itu arti nya selama ini---"


"Iya... Benar,,, aku ingin memiliki mu untuk membuat Rojer hancur..." Sosor Steve dengan mata nyalang.


"Pria licik..." Ujar Charlote, menatap jijik Steve.


"Tutup mulut mu bocah ingusan....!!" Bentak Steve, Maura segera menggeser tubuh nya, menutupi tubuh mungil Charlote .


Ia tidak ingin pria jahat seperti Steve, melakukan sesuatu pada putra nya.


"Maura... Bersiap lah... Kamu akan menjadi seorang pengantin hari ini..." Seringgai Steve dengan ke dua tangan bersedekap di depan dada.


"Aku tidak akan pernah sudi menjadi pengantin mu..." Pekik Maura dengan tatapan kemarahan.


"Tapi kamu harus melakukan itu..."


"Aku tidak akan pernah melakukan itu..."


"Baiklah kita lihat...."


Steve menjentikkan jari nya, menimbulkan sebuah suara.


Klep...


Dua pria bertubuh kekar, langsung menerobos masuk ke dalam kamar.


Maura semakin tegang dan takut, tangan nya mendorong tubuh mungil Charlote untuk terus berada di belakang nya.


Ke dua pria yang seperti nya adalah anak buah Steve mendekat ke arah Maura.


"Berhenti di sana...!!! Jangan coba- coba mendekat...!!!" Teriak Maura histeris dengan langkah yang semakin mundur.


Sementara ke dua pria tersebut terus maju dan mendekat ke arah nya.


Steve tersenyum licik, melihat raut wajah Maura yang sudah pucat.


"Aku bilang berhenti...!!!" Titah Maura lagi, namun suara nya bagai angin lalu bagi ke dua pria bertubuh kekar tersebut.


Dengan satu tarikan kuat, salah satu pria tersebut menyeret Charlote dengan kasar.


"Charlote....!!!" Teriak Maura, segera hendak meraih tubuh sang putra. Tapi tubuh nya langsung di tahan oleh rekan pria yang lain nya.


Mengunci tubuh Maura, agar tidak bisa mencapai Charlote.


"Mama....!!!"


...----------------...


...****************...


Sorry jarang up...


lagi beberapa eps dah mau tamat nih😣


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2