Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Pemecatan massal.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 57...


"Tuan muda semuanya sudah kembali kondusif... Media sudah tidak lagi memberitakan berita tersebut, begitu pula dengan seluruh saluran televisi. Kami sudah menekan mereka semua untuk tidak menayangkan dan menghapusnya dari pemberitaan publik. Dan sesuai perintah anda, semua perusahaan baliho yang mengunggah foto tersebut sudah di tutup. Dan untuk semua karyawan kantor sudah di kumpulkan di aula utama." Ujar Edent menutup laporannya.


Rojer segera bangkit dari duduknya, ia menggulung ke dua lengan bajunya. Lalu berjalan cepat dengan wajah datar, dan sorot mata tajam. Edent mengekori Rojer, ia tahu apa yang akan terjadi sekarang.


"Huhh... Dasar karyawan- karyawan bodoh berani sekali menyentuh ratu dalam hati tuan muda... Dan sekarang aku yang harus repot menyelesaikan masalah ini." Batin Edent dengan menghembuskan nafasnya. Sementara kakinya terus melangkah mengikuti langkah kaki Rojer.


Semua karyawan SUNRISE IT sudah berkumpul di aula seperti yang sudah di perintahkan Edent kepada mereka.


Bulu kuduk mereka sudah meremang ketika melihat tatapan bengis Rojer saat ancident pembulian Maura.


Perasaan mereka tambah tidak karuan, saat asisten pribadi pemilik CEO menyuruh mereka untuk berkumpul di aula utama.


Seorang pria tampan dengan sorot mata bengis dan tajam masuk ke aula utama. Kehadirannya membuat aura aula yang sudah tidak enak semakin mencekam. Ia tak lain dan tak bukan adalah Rojer.


Kemeja yang di kenakan Rojer masih ternoda oleh cairan telur busuk yang masih menempel.


Rojer berjalan menuju podium dengan Edent yang selalu mengekor dan menempel pada majikannya ini seperti permen karet.


Para karyawan semakin menunduk takut dengan meremas tangan mereka masing- masing. Sorotan berkuasa dari Rojer membuat aura di sekitar mereka semakin sesak.


"Aku tidak perlu untuk memberi ucapan sambutan kepada orang- orang yang tidak bermoral kan..??" Kalimat pertama yang keluar dari mulut Rojer, menghantam keras dada seluruh karyawan. Mereka merasa akan terjadi hal yang paling buruk pada mereka, karna telah berani membuat orang terkaya di kota x marah. Keringat mengucur deras dari kening para karyawan tidak terkecuali seorang wanita yang berada di posisi belakang. Wajah nya sudah pucat pasi, tubuhnya sudah lemas dengan keringat mengalir di dahi dan seluruh tubuhnya.


"Aku tidak perlu basa- basi dan mengulur waktu untuk orang yang tidak berguma seperti kalian. Ini adalah perusahaan ku dan aku bisa sesuka dan semau ku... Untuk itu aku tidak memerlukan orang- orang tidak bermoral dan tidak berguna seperti kalian, untuk ada di kantor ku... Dengan kata lain, aku memecat kalian semua tanpa terkecuali dengan tidak hormat dan tanpa konfensasi sedikit pun. Kalian bisa mulai membereskan barang- barang kalian dalam 1 jam ke depan. Aku tidak ingin melihat wajah busuk kalian semua ada di kantor ku." Ujar Rojer lantang dan penuh penekanan serta amarah.


Bagai di sambar petir di siang bolong, para karyawan lemas seketika. Ada yang menangis karna kini sudah hilang sari kehidupan mereka. Ada yang langsung ambruk ke lantai mendengar dirinya di pecat dari pekerjaan yang di idamkan semua orang. Bahkan ada yang sampai pingsan karna tidak terima dengan pemecatan dirinya.

__ADS_1


Kiera yang mendengar pemecatan massal itu dengan lugas, langsung merasa sesak di dadanya. Seakan- akan nyawa nya tengah di cabut malaikat. Namun dia tiba- tiba tersenyum penuh arti.


"Hehe... Tidak apa- apa aku masih punya restaurant yang di berikan Ny. Catlin untuk ku kelola... Jadi aku tidak perlu khawatir." Lirih nya dengan menopang tubuhnya yang lemas dan takut.


"Tuan... hiks... Tuan aku mohon jangan pecat aku tuan aku masih membutuhkan pekerjaan ini.." Teriak seorang karyawan wanita dengan menangis tersedu- sedu. Ia bersimpuh di bawah podium dengan memohon- mohon pada Rojer.


Bukannya iba pada karyawan itu Rojer hanya berdiri kaku, menyaksikan penderitaan orang- orang yang telah berani melukai cintanya.


"Bukan kah kamu wanita yang menjambak Maura dengan sangat keras dan menyeretnya tanpa ampun. Dia menangis seperti mu tapi kamu tidak berhenti untuk melakukannya. Begitu pula dengan ku aku tidak akan mengampuni mu walau kamu menangis mengeluarkan air mata darah... Kamu berada di area kekuasaan ku tapi kamu bertindak seperti wanita rendah dan tidak bermoral.." Ujar Rojer dengan tatapan nyalang.


"Hentikan renggekan mu, jika aku ingin aku sudah memotong tangan mu yang sudah berani menyentuh Maura. Tapi aku berbaik hati pada mu... Cih.. pergi lah dari hadapan ku.." Ujar Rojer lagi dengan meludah pada wanita tersebut. Karyawan wanita itu menelan ludahnya paksa saat mendengar Rojer tidak segan memotong tangannya karna telah menyentuh Maura.


"Aku melakukan kesalahan besar, ternyata wanita itu sangat berharga bagi Tuan Rojer. Seharusny aku tidak memukul nya tapi menyelamatkannya maka aku tidak perlu di pecat dari pekerjaan ku... Sekarang bagaimana aku bisa mencari makan dan membiayai anak- anak ku..." Batin Wanita itu menyesal.


Rojer melangkah meninggal kan podium, dengan Edent yang mengekori di belakangnya.


Rojer berbalik saat mendengar panggilan tersebut.


"Hormat saya tuan Rojer..." Pria itu membungkuk memberi hormat dengan gugup yang tersirat pada wajahnya.


"Maaf jika lancang, tapi saya ingin mengatakan sesuatu. Saya tahu siapa yang menyebabkan dan menyebarkan foto tersebut dan memprovokasi para karyawan untuk melakukan kekerasan pada nona Maura." Ujar pria itu berharap apa yang di sampaikan nya mendapat respon yang baik dari Rojer yang sedang marah.


Rojer sepertinya tertarik dengan pembicaraan karyawan laki- laki tersebut. Semua tentang Maura akan selalu membuatnya tertarik. Lagi pula dia juga ingin tahu siapa yang berani melakukan ini pada Maura.


"Hhh... hmmm... Foto itu di sebarkan lewat grup chat kantor tuan dari nomer yang tidak di ketahui. Tapi saya tahu siapa pemilik nomer tersebut. Saya tidak sengaja mendengar percakapannya lewat telpon. Dia adalah nona Kiera dari divisi marketing rekan kerja nona Maura satu divisi lalu. Dia menyebarkan foto itu serta menampilkannya di semua baliho kota dan mengunggahnya di media. " Jelas laki- laki itu dengan menunduk takut.


Sementara Kiera mulai kelabakan dan ketakutan. Ia tidak menduga jika aksi nya itu di lihat oleh orang lain. Ia merasa sekarang hidupnya akan hancur oleh kemarahan Rojer.

__ADS_1


Rojer kembali tersulut kemarahan. Saat ia mendegar bahwa ada orang yang sengaja melakukan ini semua untuk menyakiti Maura.


"Dengarkan baik- baik untuk kalian semua, setelah kalian keluar dari kantor ini, jangan harap kalian bisa mendapat pekerjaan di perusahaan lain. Dan untuk wanita yang bernama Kiera tunggu dan nikmati apa yang akan terjadi dalam hidup mu..." Teriak Rojer dengan kemarahan penuh. Ia tidak bisa mentolerin ini semua.


Para karyawan yang mendengar hal tersebut merasa tertimpa masalah dua kali lipat. Hidup mereka hancur karna sebuah perintah yang memiliki kuasa.


Rojer melangkah keluar dari aula dengan kemarahan yang belum reda.


Edent menghampiri karyawan pri tadi yang menyampaikan informasi pada Rojer. Karyawan pria itu sudah tidak tahu menyelamatkan pekerjaan nya dengan apa lagi. Edent menepuk bahu karyawan pria tersebut.


"Kamu terselamatkan dari amarahnya. Bekerjalah dengan baik..." Perkataan Edent seperti sebuah angin sejuk bagi pria tersebut. Ia mengangguk antusias mengeti akan semua ucapan Edent.


"Terimakasih... Tuan... Sekali lagi terimakasih.." Ujar pria itu dengan menciumi tangan Edent senang.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!

__ADS_1


__ADS_2