
...ILUSI TAKDIR 51...
"Ternyata tuan muda bisa romantis juga..." Batin Edent dengan terus merekam dengan ponselnya, mencari posisi yang pas untuk mendapat rekaman yang bagus.
Melihat tindakan Edent, Charlote memberikan dua jempol padanya.
"Ma... Ayo jawab papa..!" Ujar Charlote yang melihat Maura mematung tidak memberikan respon.
Biar pun begitu, Maura terlihat bingung dan tidak tau harus bagaimana.
"Maura... Apa kamu akan membuat cincin ini karatan... " Ucap Rojer yang tidak sabaran untuk mendengar jawaban Maura.
"Ma... mama kenapa diam saja.." Charlote menggoyang kan bahu Maura cukup keras, membuat Maura celigukan ke sana ke mari.
"Seperti nya anda telah membuat nona Maura syok Tuan muda... hehe.." Ejek Edent melihat tingkah Maura.
"Tutup mulut busuk mu itu Edent..." Sahut Rojer dengan ketus. Membuat Edent memainkan jari telunjuk nya di depan bibir, mengisyaratkan diri nya untuk tidak bicara.
"A... Aku... sebenar nya... Aku... ti..."
"Sudah lah... Kamu tidak punya hak untuk menolak lamaran ku... Di hidup mu aku hanya mengizin kan diri mu untuk menjawab iya jika semua bertentangan dengan diri ku." Potong Rojer cepat.
"Itu artinya kamu menerima lamaran ku..." Ujar Rojer lagi, lalu meraih tangan Maura dan menyemat kan cincin berlian itu pada jari manis Maura.
"apa ini yang di sebut lamaran?? dia bahkan tidak mengizin kan ku untuk menolak... Aku tidak mengerti jalan pikiran pria kaya seperti diri nya..." Batin Maura masih bergelut dengan pikiran nya, yang tidak menyangka semua ini akan terjadi secepat itu, bahkan saat Rojer berstatus sebagai suami wanita lain.
"Yey... Sekarang kalian sudah resmi akan segera menikah... Papa ingat jangan buat mama menunggu terlalu lama..." Ujar Charlote tersenyum, dan mencium pipi Maura yang memerah.
"Tapi, Aku belum menjawab..."Maura
"Kamu tidak perlu menjawab apa pun.. Kamu menolak atau pun menerima nya... Kamu akan tetap akan menjadi milik ku.." Rojer memeluk tubuh Maura hangat.
"Aku harap, apa yang kamu katakan benar Rojer... Aku harap kali ini aku tidak akan kecewa dan hancur lagi... Dan apa salah nya jika aku memberi nya kesempatan..." Batin Maura yang sudah mulai bisa menerima keputusan Rojer. Apalagi Charlote yang tampak begitu antusias dengan hubungan nya dengan Rojer.
Maura memeluk Rojer lembut, membuka jalan menuju hati nya dan kehidupan nya, dengan harapan bahwa ini akan memberikan nya kebahagian yang sebenarnya.
__ADS_1
...----------------...
Catlin sedang berbaring di sofa, dengan tangan kanan memegang botol minuman ber alkohol. Mata memerah dengan semburat kesedihan yang menenggelam kan wajah cantik nya.
Sesekali dia meracau dengan umpatan- umpatan kasar.
Sementara ponsel nya terus berdering. Catlin mengambil ponselnya, dan melihat nama yang tertera pada layar adalah Gery. Melihat nama nya saja membuat Catlin tidak berniat untuk menjawab telpon. Ia kembali memencet tombol mati dan melempar ponsel nya sembarang arah.
Catlin kembali meneguk minuman ber alkohol itu. Bagi nya tidak ada yang bisa membuat nya lupa dengan penghianatan suami nya kecuali minuman ini.
Dari balik pintu yang tertutup, sosok wanita masuk dengan wajah pucat dan bergetar, yang tak lain adalah Ny. Aurora.
Ny. Aurora memandangi rumah nya yang berantakan karna ulah putri nya itu.
"Catlin... Mama melihat nya sayang... Dia kembali..." Ujar Ny. Aurora dengan suara bergetar, ia segera mendekati Catlin dan duduk di sofa depan Catlin.
"Ha.. Ha..." Catlin hanya tertawa.
"Sayang... Ini bukan hal yang baik... Jangan bersikap seperti ini,,, Kita harus bertindak sekarang.." Ny. Aurora cemas.
"Iya kamu benar,,, Tapi bagaimana kamu bisa tahu...??" Tanya Ny. Aurora penasaran.
Catlin bangun dari baringan nya. Ia menarik nafas nya panjang. Ia mengambil ponsel nya, dan memainkan benda pipih itu, lalu melempar nya ke pangkuan Ny. Aurora.
Ny. Aurora mengambil dan melihat sebuah foto dalam ponsel Catlin. Tampak dalam foto itu Rojer yang tengah berpelukan dengan seorang wanita.
"Ini... i.. ni bukan nya Maura??" Ny. Aurora tidak yakin.
"Bagaimana bisa dia mengenal Rojer??" Lanjut nya.
"Dia sudah masuk ke dalam kehidupan suami ku,,, tanpa aku sadari... Dia telah kembali dari kehancuran nya... Dan berniat ingin merebut Rojer dari ku... " Ujar Catlin sambil meneguk minuman nya.
"Sayang... Kamu tidak bisa menyepelekan nya... Belum tentu dia sama dengan Maura yang dulu,, bahkan dia berniat untuk merebut Rojer dari mu... Itu tidak baik..." Wajah Ny. Aurora semakin cemas dengan kenyataan jika Maura sudah masuk begitu dalam, pada kehidupan Rojer.
"Aku suda melakukan sesuatu ma.. Yang akan membuat nya tidak akan berani memperlihat kan wajah nya di kota ini... Dan Rojer dia terikat kontrak pada ku... Dia tidak akan bisa lepas dari ku.. Mama.. kenapa sangat khawatir seperti itu dia hanya wanita bodoh bukan apa- apa.."
__ADS_1
"Mama hanya tidak percaya, dia kembali setelah sekian tahun, apa dia akan merebut perusahaan papa nya.." Lirih Ny. Aurora berfikir keras.
"Sshhh... Kenapa mama takut,,, mama sudah berhasil kan 6 tahun silam merebut dan menghancur kan hidup nya dengan sangat mudah. Lalu kenapa sekarang mama harus takut.." Timpal Catlin kembali membaring kan tubuh nya di sofa.
"Aku tidak bisa terus diam setelah tahu dia sudah kembali.. Aku harus memikir kan sesuatu, untuk kehidupan ku.." Batin Ny. Aurora.
...----------------...
Mentari mulai beranjak naik, membawa sinar nya yang cerah seperti biasa. Begitu pula dengan senyum Maura yang terlukis sejak dia keluar dari kamar nya. Bahkan penampilan nya sedikit berbeda, Maura tampil dengan rambut bergelombang tergerai di pundak nya, yang biasanya selalu di ikat beraturan. Serta raut wajah Maura yang merona dengan sinar bahagia terpancar dari wajah cantik nya.
"Wah... Hari ini mama terlihat bahagia sekali,, hehe... Apa gara- gara di lamar papa ya.." Goda Charlote yang telah siap dengan seragam sekolah nya, lalu duduk di salah satu kursi meja makan.
"Hhh jangan coba- coba menggoda mama... Mood mama pagi ini memang baik,, makanya mama bahagia. Apalagi selalu melihat senyum nakal mu ini.." Timpal Maura lalu mencubit pipi Charlote gemas. Maura menyiap kan piring sarapan Charlote dan menghidang kan nya. Ia lalu duduk tepat di depan Charlote.
"Ma.." Panggil Charlote.
"Iya sayang.." Jawab Maura dengan mengoles slay pada roti.
"Menurut mama papa itu seperi apa??"
Maura mengalihkan pandangan nya pada Charlote yang tersenyum di depan nya.
"Tampan?" Tanya Charlote menebak.
"Tidak.." Maura menjawab singkat.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!
__ADS_1