Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
70


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 70...


"Mari kita sambut penyelenggara acara ini, sekaligus pendiri taman bunga tulip yang sangat indah... Rojer Wang...!!" Ujar MC memanggil dan mempersilahkan Rojer untuk naik ke panggung meresmikan pembukaan taman bunga tulip.


Sorak sorai tepuk tangan bergema.


Maura sudah sampai, Ia menyunggingkan senyum melihat acara yang begitu sesak dengan keramaian. Maura mengedarkan pandangannya. Ia tidak melihat kehadiran Rojer di sini. Tak berselang lama telinganya mendengar gaungan suara MC yang memanggil Rojer dari atas panggung. Wajah Maura berseri, senyumnya semakin pekat dan manis. Ia melangkahkan kaki jenjangnya menuju panggung untuk melihat penampilan menawan dari pujaan hatinya.


"Aku memang datang terlambat... Tapi begitu aku sampai namanya sudah di sebut saja. Dia begitu sangat berkuasa. Aku harap ini adalah awal dari hubungan kita..." Batin Maura dengan terus melangkahkan kaki nya mendekati panggung acara.


Rojer bangkit dari duduknya. Wajahnya tidak menyiratkan ekspresi apapun hanya wajah datar dan tatapan dingin. Rojer mengancingkan jasnya dengan begitu elegant. Para wanita yang hadir di acara itu benar- benar ternganga dengan pesona CEO muda nan tampan yang tengah berdiri.


Rojer melangkahkan kakinya. Namun tiba- tiba pergelangan tangannya di tarik oleh Ny. Anindita.


Rojer menoleh dan memicingkan alisnya kepada Ny. Anindita.


"Drama apa lagi sekarang..." Batin Rojer sedikit kesal.


Ny. Anindita meraih tangan Catlin dan meletakkannya pada tangan Rojer. Ia tersenyum dengan memohon. Rojer mendengus kesal. Nafasnya benar- benar sesak dengan drama yang di lakukan oleh ibunya.


Catlin tersenyum riang saat tangannya di berikan pada tangan Rojer. Dengan cepat ia mengamit tangan Rojer. Hatinya benar- benar berbunga sekarang. Ny. Anindita mengangguk pelan dengan Rojer yang memutar bolanya malas.


Maura melewati keramain para wartawan yang sudah siap untuk mengambil foto CEO terkaya di kota x. Maura sedikit kesulitan untuk sampai pada tempat yang pas untuk melihat Rojer berpidato.


Rojer dan Catlin bergandengan dengan mesra. Rojer memasang wajah yang manis dengan senyum yang melengkung sempurna.


"Tuan muda memang aktor yang hebat.." Batin Edent dengan menggelengkan kepalanya pelan.


" Luar biasa... Pasangan yang sangat sempurna... Nyonya Catlin begitu cantik hari, ini begitu juga dengan tokoh utama kita Tuan Rojer. Mari berikan tepuk tangan kepada pasangan serasi ini...!" Sambut Mc saat Catlin dan Rojer sudah berdiri di atas panggung dengan senyum yang merekah. Seperti pasangan yang harmonis dan bahagia.

__ADS_1


Suara tepuk tangan kembali bergema. Para wartawan segera mengambil gambar. Kilatan lampu blits berkilat bergantian.


Mc mengangguk ke arah Rojer. Mempersilahkan Rojer untuk berbicara.


Ny. Anindita tidak berhenti bertepuk tangan. Meski ini hanya sandiwara tapi ini seperti sungguhan. Melihat putra tunggalnya dan menantunya terlihat sangat harmonis.


Rojer dan Catlin membungkuk hormat bersamaan. Suara riuh langsung hilang. Dan para hadirin langsung fokus dengan pidato yang akan di sampaikan Rojer.


Rojer menatap Catlin sekilas, lalu menatap ke arah kerumunan dengan senyum menghiasi wajahnya.


"Meski hanya pura- pura. Aku akan berusaha membuatnya akan menjadi nyata suatu hari nanti. Kamu hanya milik ku Rojer dan akan seperti itu." Batin Catlin dengan pandangan tidak lepas dari Rojer.


"Selamat Malam semuanya... Saya Rojer Wang sangat berterimakasih atas kehadiran kalian di acara pembukaan peresmian taman bunga tulip ini. Sekali lagi terimakasih. Saya berharap taman ini bisa menjadi tempat liburan untuk semua kalangan. Dan pesan saya selalu lah jaga taman ini bersama karna ini juga aset masyarakat yang pantas untuk kita rawat. Terimakasih..." Rojer mengakhiri pidato singkatnya dengan melambaikan tangan. Tepuk tangan kembali bergema.


Sementara dari kerumunan para wartawan yang tengah sibuk mengambil foto pasangan yang terlihat harmonis. Maura berdiri terpaku, menatap ke arah panggung. Di depannya tengah berdiri sepasang wanita dan pria dengan status sebagai suami istri.


Air mata yang tanpa di undang langsung meluncur dari kedua sudut mata indah Maura. Hatinya sesak dan rasa sakit menjalar di sela- sela hatinya. Maura menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit melihat Rojer sedang berdiri bersama Catlin dengan senyum yang sangat manis.


Seorang Wartawan tidak sengaja menyenggol pundak Maura, hingga tubuh Maura terdorong ke depan.


"Maaf nona aku tidak sengaja..." Ucap wartawan itu terus fokus mengambil foto Rojer dan Catlin dari sudut yang bagus.


Catlin memandang kepada Mc. Ia menaikkan alisnya seolah- olah memberi aba- aba. Mc tersebut tersenyum dan mengangguk mengerti.


"Mari berikan tepuk tangan untuk pasangan yang serasi ini... Tapi sebelumnya, mari kita buka sedikit ruang wawancara terkait pembangunan taman ini. Banyak sekali orang yang ingin tau alasan pembangunan taman bunga tulip yang sangat indah. Apa Tuan Rojer berkenan untuk menjawab pertanyaan kami.?" Tanya Mc dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya


Rojer mengerutkan dahinya. Ia sama sekali tidak tahu akan ada sesi wawancara di tengah- tengah acara ini. Rojer memandang Edent yang tengah berdiri di samping Ny. Anindita untuk meminta penjelasan.


Edent yang merasa di tatap oleh Rojer mengendikkan bahunya tidak tahu sama sekali tentang soal ini. Edent sudah dapat menebak sehabis acara ini kepalanya pasti akan di penggal majikannya.

__ADS_1


"Sial... Apa- apa an ini. Kenapa Mc kurang ajar ini membuka sesi wawancara... Edent habis kamu oleh ku... Kamu sudah membuat ku kesusahan." Batin Rojer dengan menatap nyalang ke arah Edent. Edent langsung menundukkan pandangannya. Ia merasa ngeri melihat tatapan Rojer yang siap menusuk- nusuk tubuhnya.


"Tuan Rojer bagaimana.?" Tanya Mc Sekali lagi.


"Ohh... Baiklah... Tentu saja..." Jawab Rojer singkat dan datar.


Catlin mengedarkan pandangannya. Mencari sosok Maura yang di tunggu- tunggu olehnya. Untuk menyaksikan adegan yang pastinya akan membuat Maura patah untuk sekian kalinya.


Sudut mata Catlin menemukan sosok wanita yang ia cari di tengah kerumunan para wartawan yang tengah menyorot dirinya. Wanita yang menggunakan baju berwarna biru langit seatas lutut dengan ekor baju yang menjuntai hingga mata kakinya.


Catlin tersenyum licik saat melihat Maura mematung tanpa bergerak sedikit pun dengan wajah yang penuh air mata dan tangannya yang mengepal keras.


"Occchhh... Astaga ternyata dia sudah datang... Bagus rencana ku berjalan dengan lancar. Ini baru permulaan Maura jadi kamu harus simpan air mata mu itu dulu. Karna setelah ini Rojer sendiri akan memberi tahu mu siapa dan di mana posisi mu yang sebenarnya... Sayang sekali.. Hati mu pasti sangat sakit sekarang melihat ku dengan Rojer seperti pasangan yang harmonis." Batin Catlin dengan smirk licik di wajahnya. Ia semakin mengeratkan tangannya mengamit lengan Rojer. Hingga terkesan manja.


"Tuan Rojer sangat baik hati. Tuan Rojer bisa kita mulai wawancaranya..?" Tanya Mc lagi.


Rojer mengangguk pelan. Mc tersebut melambaikan tangannya pada panitia peralatan, meminta untuk membawa dua buah kursi ke atas panggung.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2