Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
125


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 125...


"Selamat malam boy..." Sapa Antony pada Rojer yang hanya memasang wajah dingin nya. Antony memeluk Rojer sebagai pelukan pertemuan.


"Hmmm..." Yang di jawab hanya deheman oleh Rojer.


Antony hanya menyegir ringan. Diri nya tahu pasti apa yang membuat Rojer kesal. Dan seperti nya ada yang kurang beres pada pengantin baru ini.


"Hai... kakak ipar...!!" Sapa Antony dengan cengiran nya lalu duduk kembali di kursi nya.


"Hai dokter..." Timpal Maura dengan kekehan kecil.


"Aahhh Mau... Jangan panggil aku dokter... Itu terlalu formal.. Panggil saja Antony. Seperti Rojer... Iya kan Rojer.?" Ujar Antony dengan melempar pertanyaan pada Rojer. Yang di respon dengan tatapan dingin dari Rojer. Yang siap membekukan cengiran ramah Antony.


"Baiklah... Dengan senang hati..." Jawab Maura lagi.


Seorang waiters menghampiri mereka, dengan membawa buku menu di tangan nya.


"Permisi Tuan- Tuan dan Nyonya- nyonya... kalian ingin memesan apa?" Tanya sang waiters dengan meletakkan buku menu di atas meja.


Maura mengambil buku menu dengan bersemangat. Sungguh malam ini perut nya sudah sangat lapar. Ia sengaja tadi melewat kan makan siang untuk membuat perut nya kosong.


"Aku ingin Stik ini satu, lalu tumis sayur dan juga Tahu chinanya.. Dan untuk minum aku ingin jeruk peras ya... Rojer kamu mau pesan apa.?" Tanya Maura dengan memandang Rojer yang sejak tadi hanya diam.


Kekesalan nya belum reda pada Rojer. Tapi ini malam kencan setidak nya mereka bisa menunjuk kan jika mereka adalah pasangan yang romantis.


Rojer terdiam sejenak saat mendengar suara manis dan bersemangat itu bertanya pada diri nya.


"Asataga Maura bertanya pada ku?? Apa artinya dia suda memaafkan ku... Bahkan sekarang dia juga tersenyum..." Batin Rojer dengan menatap Maura yang tengah tersenyum di depannya.


"Iya sayang... Aku pesan daging lapis dengan minuman yang sama seperti mu..." Timpal Rojer kini lebih bersemangat. Muka datar dan dingin nya memguap ke udara saat melihat senyum manis dari istri nya.


"Cihh Giliran di sapa oleh sahabat kecil nya jutek nya minta ampun. Giliran di tanya mau pesen apa sama istri senyum nya manis banget.. Dasar bucin karatan..." Batin Antony yang melihat perubahan ekspresi Rojer. Yang berubah 180 derajat.


"Ahhhh baiklah... Karina, Antony ini silah kan kalian mau pesan apa..?" Maura lalu menyerahkan buku menu di tangan nya pada Karina. Yang di sambut dengan tak kalah Antusias oleh nya.

__ADS_1


Antony dan Karina saling berdiskusi untuk memesan makanan mereka. Maura menggeser duduk nya lebih dekat pada Rojer. Dan mendekat kan wajah nya di telinga Rojer.


"Kamu jangan senang dulu... Aku bertanya dengan manis seperti tadi bukan berarti aku sudah memaafkan mu... Hanya saja aku ingin kita terlihat sebagai pasangan yang romantis di hadapan Dokter Antony dan istri nya. Lihat lah mereka pasangan yang sangat romantis..." Bisik Maura dengan menunjuk ke arah Antony dan Karina yang tengah berbincang dengan tertawa ringan.


Rojer memanyunkan bibir nya ke depan. Pupus sudah kebahagian nya karna mengira diri nya sudah di maafkan ternyata kenyataan nya tidak seperti itu.


"Jika ingin terlihat sebagai pasangan yang romantis... Maafkan saja aku... Jadi kita tidak perlu berpura- pura seperti ini... Please... Maaf kan Aku... Jangan marah seperti ini..." Renggek Rojer dengan berbisik pula.


"Hhhhh apa kamu berpikir jika hanya dengan mengatakan maaf semuanya selesai begitu saja..." Sinis Maura dengan menghembuskan nafasnya.


"Lalu aku harus bagaimana... Aku sudah meminta maaf sejak tadi siang.. Tapi kamu tidak memaafkan ku... Apa yang harus ku lakukan..?"


"Astaga...." Maura memutar bola matanya malas.


"Bagaimana bisa seseorang bertanya apa yang harus di lakukan agar bisa di maafkan... Katanya diri mu adalah pria yang cerdas.. Apa tidak ada inisiatif sedikit pun untuk melakukan sesuatu... Ternyata kamu laki- laki yang tidak romantis sama sekali di banding kan dengan Dokter Antony yang selalu ramah dan romantis pada istri nya..." Celoteh Maura lagi dengan memandangi dua pasangan di depannya. Di mana Antony mencubit gemas hidung mancung istrinya.


"Apa ??? kamu memanding kan diri ku dengan Antony apa kamu tidak salah...?" Ketus Rojer saat telinga nya mendengar Maura membanding kan diri nya dengan Antony yang menurut nya tidak ada apa- apa nya di banding kan diri nya, dari semua segi. Mulai dari segi ketampanan, segi kekayaan, segi kecerdasan, bahkan daru segi postur tubuh.


Rojer memegang dagu Maura dan menarik dagu itu agar wajah Maura menatap nya.


"Baiklah aku akan melakukan sesuatu yang akan membuat mu menarik perkataan mu itu Mau.. Dan setelah itu kamu harus memaafkan ku..."


"Hohoho... Baiklah lihat saja... Apa kamu bisa membuat ku memaafkan mu atau tidak... Semua nya tergantung dengan apa yang kamu lakukan suami ku yang tidak peka..." Ujar Maura semakin menantang Rojer. Dengan gaya bicaranya yang merendah kan.


"Aku akan buktikan pada mu.. Jika aku bisa menjadi pria romantis... Dan kamu pasti akan terpesona istri ku sayang..." Jawab Rojer dengan percaya diri. Menampilkan seringai nya.


"Buktikan saja... Jangan percaya diri terlalu tinggi.. Lakukan saja jangan banyak bicara..." Cela Maura dengan senyum mengejek.


Rojer bangkit dari duduk nya. Maura langsung menatap nya dengan tatapan bingung.


"Lihat dan nikmati.. Jika aku lebih segala nya dari Dokter Antony mu itu..." Lirih Rojer dengan menunduk dan berbisik di telinga Maura.


Cup..


Rojer mengecup pipi singkat Maura. Yang berhasil membuat pipi dan leher Maura memerah seperti tomat matang.

__ADS_1


Maura tersenyum sekilas tanpa di lihat oleh Rojer. Darahnya saat ini berdesir kara tersipu malu.


Rojer melangkah menjauh meninggalkan tiga orang tersebut.


"Rojer.. Kamu mau kemana???!!!" Panggil Antony yang menyadari Rojer pergi tanpa basa- basi.


Tapi bukan Rojer nama nya jika ia mengubris panggilan sahabat nya yang menyebalkan itu. Tapi tetap saja Rojer sangat menyayangi teman masa kecil nya itu.


"Kelakuan nya tidak pernah berubah... Dasar manusia Es..." Cicit Antony kesal sambil tangannya bergaya ingin meninju Rojer.


Tingkah lucu Antony membuat Karina dan Maura tertawa ringan.


"Ha... ha..."


"Maura... Kemana pria es batu itu akan pergi?.. Kalian baik- baik saja kan..?" Cerotos Antony khawatir dengan hubungan sahabat nya itu. Meski Rojer selalu bersikap jutek dan dingin kepadanya tapi dirinya tidak ingin sahabat masa kecil nya itu sampai tertimpa masalah. Diri nya selalu ingin Rojer bahagia.


Maura hanya mengendik kan bahu nya. Pertanda dia juga tidak tahu.


"Rojer itu sudah besar biarkan dia melakukan apa yang dia ingin kan... Mungkin ada hal penting yang membuatnya harus pergi sebentar... Atau dia ingin pergi ke toilet..." Sela Karina yang melihat suami nya yang sangat kepo dengan urusan orang lain.


Seorang waiters datang dengan nampan di tangannya. Membawa makanan yang telah di pesan. Dan meletak kan nya dengan berhati- hati di atas meja.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2