Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
77


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 77...


Sejak pertengkaran malam itu. Rojer dan Maura belum bertemu kembali. Sudah dua hari Maura tidak masuk kantor. Rojer tahu jika kondisi Maura sedang tidak sehat, sehingga ia tidak bertanya kenapa wanitanya tidak masuk kerja.


Rojer memandangi meja kerja yang kosong di depannya. Selama dua hari ini harinya begitu hampa tanpa melihat Maura. Setiap kali Rojer pergi ke rumah Maura. Yang menemuinya hanya Charlote. Tidak ada sosok Maura. Maura terus menghindar dari Rojer dan mengunci diri jika Rojer datang ke rumahnya.


Rojer sudah berusaha menjelaskan semuanya. Tapi sepertinya Maura sudah menutup telinganya rapat- rapat.


Edent masuk dengan dua orang pria di belakangnya. Terlihat jelas jika keduanya sedang ketakutan.


"Hormat Tuan muda..." Edent membungkukkan badan memberi hormat kepada Rojer yang duduk membelakangi dirinya.


"Cyber yang sudah berani mencuri data perusahaan sudah di tangkap Tuan..." Lanjutnya memberi laporan.


Rojer memutar kursinya menghadap ke arah Edent dan kedua pria yang terlihat sangat ketakutan. Tidak ada ekspresi di wajah Rojer, hanya tatapan derita yang ada di matanya.


Rojer bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah pria bertubuh gempal.


Plak......


Sebuah tamparan keras, mendarat pada wajah pria itu. Tubuhnya terpelanting karna kerasnya pukulan Rojer. Kini ekspresi wajah Rojer sudah berubah 180 derajat. Amarah dan keganasan yang siap untuk melenyapkan.


Plak....


Plak...


Plak...


Tamparan bertubi- tubi di terima oleh pria gempal itu. Wajahnya sudah membiru karna tamparan keras Rojer. Kepalnya terasa pecah menerima tamparan bertubi- tubi.


Rojer menyeringai menatap pria bertubuh gempal yang sudah terkepar di lantai. Rojer menginjak kepala pria itu, sehingga kepalanya terhimpit antara sepatu mahalnya dan lantai.


"Aggghhhhh...." Teriakan kesakitan melunjur bebas dari bibir pria gempal itu.


"Berani sekali kamu, menghianati ku... Katakan siapa yang sudah membayar mu... Jika tidak.. Tubuh mu ini akan ku cincang menjadi makanan anjing penjaga rumah ku.." Ujar Rojer dengan seringai kejam. Naluri kemanusiaanya entah sudah hilang kemana. Sejak pertengkaran dengan Maura. Rojer selalu marah- marah dan emosinya tidak terkendali.


Pria kurus di samping Edent, menelan ludahnya paksa. Ia berfikir hukuman apa yang akan di dapatkan karna dirinya terjebak kasus korupsi. Kawannya saja sudah terkulai lemas dengan badan remuk di hajar Rojer karna kasus mencuri sedikit data perusahaan.


Sementara Edent hanya berdiri diam tanpa mengeluarkan suara. Seakan- akan dia tidak menyaksikan kebrutalan Rojer.

__ADS_1


"Seharusnya kamu tidak melakukan tindakan bodoh dengan menghianati Tuan muda... Terima saja hukuman mu karna tidak ada yang bisa menghentikannya." Batin Edent dengan tatapan biasa- biasa saja.


"Maa... Maafkan aku Tuan... agggrhhh... " Ujar Pria gempal itu meringgris di bawah kaki Rojer yang terus menekan kepalanya ke lantai.


"Katakan....!" Teriak Rojer geram. Sudah cukup ia membiarkan manusia tidak berguna ini masih bernafas.


"Lion...."


Bugh....


Rojer langsung menendang kepala pria itu, saat mendengar nama yang keluar dari mulutnya.


Tubuh pria gempal itu terlempar setengah meter. Matanya tertutup rapat. Tendangan Rojer sudah merenggut kesadarannya.


"Cih... Bereskan dia..." Rojer meludah ke samping. Di kantornya sendiri bisa- bisanya ada penghianat seperti itu.


Edent melangkah membuka pintu dan dua pengawal berseragam hitam masuk mengangkat tubuh pria gempal itu dan membawanya keluar.


Kini giliran pria kurus yang akan di ekssekusi. Pria itu langsung menjatuhkan dirinya ke lantai berlutut pada Rojer.


"Tuan... Ampuni aku... Aku akan mengembalikan semua uang yang telah aku ambil..." Ujar pria itu dengan memohon.


Edent mengangkat tubuh pria itu dan membawanya keluar. Pria itu terus berteriak meminta Rojer melepaskannya.


"Lion.... Aku tidak akan membiarkan mu lolos lagi. Sudah cukup permainan mu. Sekarang giliran ku..." Lirih Rojer dengan mengancingkan jasnya.


...----------------...


Maura menyiapkan makan siang untuk Charlote. Sudah dua hari dia tidak masuk kantor dan tidak bertemu Rojer. Hatinya merasa rindu akan kehadiran sosok pria tampan itu. Tapi, hatinya sudah hancur karna kejadian itu.


Flas back on : saat di kamar Maura bersama Steve dua hari yang lalu.


Maura tersadar dari tidur lelapnya. Tubuhnya merasa benar- benar kedinginan. Ia mengerjapkan matanya, memandang sesekelingnya dan mendapati Steve tengah berada di sampingnya, dan tersenyum.


"Kamu sudah sadar Mau..?" Tanyanya dengan lembut.


Maura mengedarkan pandanganya. Ternyata dia sudah ada di kamarnya.


"Hmmmm... Aku baik- baik saja... Kenapa kamu bisa ada di sini..?" Tanya Maura dengan nada lemah. Energinya belum kembali hingga berbicara saja, rasanya bibirnya sangat berat untuk terangkat.

__ADS_1


Steve memegang kening Maura, merasakan jika demamnya telah turun.


"Aku datang ke kota X karna ada sebuah urusan yang genting. Tapi aku tidak menyangka akan menemukan mu di jalanan..." Timpal Steve.


Memori akan kejadian beberapa jam lalu kembali berputar di kepala Maura. Saat ia harus melihat pernyataan cinta dari pria yang sangat dia cintai pada wanita lain.


Tanpa terasa, Air mata Maura kembali terjun bebas. Dadanya kembali merasa sakit ketika mengingat kejadian itu.


"Ternyata aku pingsan di tengah lebatnya hujan.. He.. sungguh tragis.." Batin Maura dengan mengepal tangannya erat.


Melihat Maura kembali menangis, Steve semakin penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi pada Maura. Steve memegang bahu Maura yang bergetar.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan pada ku? Kenapa kamu bisa pingsan di jalanan seperti itu Mau.? " Tanya Steve dengan begitu lembut.


Steve adalah orang yang di percayai Maura. Berkat dirinya Maura bisa bertahan saat masa- masa sulitnya 7 tahun silam.


Maura menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya kembali. Mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Sekali lagi takdir mempermainkan ku Steve... Hiks..." Tangis Maura pecah.


"Di kota ini, aku bertemu lagi dengan pria yang menjadi ayah dari putra ku. Dan tanpa sengaja aku jatuh cinta padanya. Dia begitu baik pada ku. Dia rela melakukan apa pun demi diri ku dan Charlote. Tapi dia sudah beristri dan istrinya adalah Catlin, saudari tiri ku yang telah menghancurkan hidup ku... Hiks... Aku tidak ingin jatuh hati padanya, tapi aku tidak bisa memungkiri hati ku... Dia berucap begitu manis. Tapi beberapa jam yang lalu dia menghianati ku... Dan memberi tahu ku di mana kedudukan ku sebenarnya... Hiks... Aku membencinya Steve..." Jelas Maura dengan menangis sesegukan.


Steve merasa iba dengan apa yang di hadapi Maura. Ia adalah saksi perjuangan Maura membesarkan Charlote seorang diri.


"Tenangkan diri mu Mau... Semuanya akan baik- baik saja... Hmmm.. Sekarang minumlah obat mu dulu.. Charlote sangat cemas melihat kondisi mu.." Steve menenangkan Maura.


Maura berusaha untuk bangun. Tapi tenaganya benar- benar tidak ada. Steve membantunya menopang tubuhnya. Sehingga tubuh mereka tidak sengaja berpelukan.


Klek...


Pintu kamar tiba- tiba terbuka. Maura dan Steve mengalihkan pandanganya dan Rojer yang sudah berdiri di depan pintu dengan marah.


Flasback End.


...----------------...


...****************...


Jangan lupa like. Koment. Tips. Dan masukkan ke keranjang favorit oke...💖

__ADS_1


Komen yang banyak biar thor makin semangat...


__ADS_2