Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Menginap.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 60...


"Tapi kamu tidak perlu sampai memecat mereka juga. Bagaimana dengan perusahaan??.." Timpal Maura dengan kesal.


"Hei... Kenapa kamu khawatirkan itu, aku saja yang bosnya biasa- biasa saja.." Rojer mengendikkan bahunya.


Kini mereka sudah sampai di parkiran. Karna berbincang mereka tidak sadar sudah sampai tempat parkir. Rojer membukakan pintu mobil untuk Maura.


"Hhh.. Terserah.. " Ujar Maura menimpali Rojer lalu masuk mobil.


"Perusahaan akan tetap berjalan, Edent sudah merekrut karyawan baru. Perusahaan ku tidak akan kekurangan karyawan meski aku memecat seluruh karyawan. Orang- orang akan datang berbondong- bondong untuk melamar pekerjaan di perusahaan." Ujar Rojer dengan sombong, lalu menyalakan mobil dan melajukan nya di tengah jalan raya yang cukup lenggang.


"Yah... Aku hampir lupa jika kamu adalah pria terkaya di kota x. Kamu bahkan mampu membeli manusia kan... Jadi bukan sesuatu hal yang luar biasa jika kamu mau memecat semua orang. Toh pelamar baru akan datang, karna semua orang mempunyai mimpi untuk bekerja di perusahaan mu yang megah itu..." Batin Maura sambil melirik Rojer sedikit tidak suka. Karna aura kesombongan pria di sampingnya sudah terpancar.


"Jadi jika kamu memecat seluruh karyawan di kantor. Artinya kamu juga memecat ku kan??" Tanya Maura menatap keluar kaca mobil. Memandangi sisi jalanan yang terlihat ramai dengan para pejalan kaki.


"Iya kamu memang di pecat..." Timpal Rojer fokus menyetir.


"Hhh" Dengus Maura dengan mengendikkan bahunya tidak percaya dengan ucapan Rojer.


"Tapi aku merekrut mu menjadi calon istri Rojer Wang... Seorang mempelai dan pasangan hidup ku... Jadi aku memecat mu dari pekerjaan mu sebelum nya." Timpal Rojer dengan memperlihatkan gigi putihnya.


"Bisakah kamu tidak bercanda?? Aku tahu kamu bosnya kamu bisa melakukan apapun. Kamu berhak memecat siapapun yang kamu inginkan. Tapi aku tidak menerima pekerjaan yang kamu tawarkan itu. Fokuslah dengan istri mu di rumah, yang sedang menunggu mu..." Timpal Maura dengan sedikit emosi saat membicarakan Catlin di akhir kalimatnya.


"Baiklah aku hanya bercanda. Maafkan aku, kamu tidak di pecat dari perusahaan. Bagaimana bisa aku memecat korban kan. Tapi mulai sekarang kamu akan di kawal oleh seorang pengawal... Aku tidak ingin kamu terluka lagi."


"Pengawal??.. Aku ini wanita dewasa aku tidak butuh pengawal. Aku tidak mau."


"Aku tidak menerima penolakan. Anggap saja ini sebagai pengurangan hutang mu yang menumpuk pada ku."


"Cih.." Maura berdecih, lagi- lagi masalah hutang yang membuatnya bungkam.


...----------------...

__ADS_1


Charlote tengah berdiri dengan dua pria yang memiliki wajah yang hampir mirip. Mereka tidak bukan adalah the twins dua orang detektif handal yang sudah bekerja sangat lama pada Rojer.


Dua pria tersebut bernama coxi dan cixa.


"Kerjakan dengan benar dan cepat beri tahu aku hasilnya. Dan segera kirim data negara ini ke pada pemerintah." Titah Charlote dengan gaya bossy persis seperti Rojer.


"Sesuai perintah Tuan kecil" Jawab mereka singkat, lalu bergegas pergi.


"Mari Tuan kecil. Anda harus segera pulang ke mansion utama" Ucap Edent menghampiri Charlote.


"Mansion?? Kenapa aku harus pulang ke sana??"


"Ini perintah Tuan muda..."


"Baiklah.."


...----------------...


Catlin tengah berdiri di balkon kamarnya. Menikmati terpaan angin yang menyentuh wajahnya.


Tring...


Catlin merogoh ponselnya dan menekan tombol hijau, hingga terdengar suara di seberang.


"Ny. Catlin dengarkan aku, aku tidak mau tahu kamu harus segera menolong ku..." Ujar Kiera dengan nada menangis dari ujung telpon.


"Aku tidak peduli dengan mu..."


"Dengar,,, semua ini terjadi karna mu Nyonya. Kamu membohongi dan menipu ku. Kamu memberiku sebuah restaurant, tapi tuan Rojer kembali mengambilnya, bahkan dia mengambil rumah ku juga nyonya."


"Bagaimana bisa?? Jangan bilang pekerjaan mu gagal??" Jawab Catlin dengan nada tinggi.


"Tuan Rojer mengetahui jika aku yang menyebarkan gosip itu... Tapi ini semua karna perintah mu... Cepatlah kemari dan temui aku."

__ADS_1


"Dasar wanita tidak berguna. Untuk apa sekarang aku menemui mu. Melakukan pekerjaan yang sangat ringan kamu bahkan gagal... Aku tidak peduli dengan kondisi mu sekarang. Itu semua terjadi karna kebodohan mu."


"Ohh jadi sekarang nyonya tidak mau bertanggung jawab atas kondisi ku... Dengarkan aku baik- baik Nyonya. Aku bisa saja memberi tahu Tuan Rojer jika dalang dari semua ini adalah dirimu. Bayangkan apa yang akan di lakukan Tuan Rojer padamu jika dia mengetahuinya..." Kiera mengancam.


"Bajingan berani sekali kamu mengancam ku."


"Itu terserah Nyonya. Jika nyonya tidak menemui ku di tempat biasa dalam waktu kurang dari 1 jam. Aku pastikan Tuan Rojer mengetahui ini semua..."


Tut...


Kiera menutup telpon. Catlin memukul pinggir balkon dengan keras. Bagaimana bisa seorang Catlin di amcam oleh wanita rendah seperti Kiera. Tapi kini dia tidak punya pilihan. Jika Kiera mengatakan hal ini pada Rojer, image nya di depan Rojer akan buruk dan Rojer akan semakin dekat dengan Maura.


Catlin melangkah mengambil tas dan berlalu keluar dari rumah besar keluarga Wang. Catlin masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil sport itu.


Sementara wajahnya terus saja mengisyaratkan kekesalan. Sesekali dia memukul dan menggenggam erat setir mobil.


Kring...


Lagi- lagi ponsel Catlin berbunyi kali ini dari Ny. Aurora.


"Catlin... Kamu ini bagaimana?? membereskan satu wanita saja kamu tidak becus. Kamu terus- terusan membanggakan diri mu. Tapi ternyata hanya membuat Maura malu saja kamu tidak bisa... Apa perlu mama yang turun tangan seperti 6 tahun silam.." Omel Ny. Aurora dari ujung telpon.


"Ck... Ma... mama jangan ngomel- ngomel terus. Aku sedang kesal, masalah ku sudah cukup banyak. Mama jangan menambah- nambah masalah ku dengan mengomeli ku. Mam pikir mama becus apa menyingkir kan Maura 6 tahun lalu. Jika mama becus dia tidak akan berani lagi untuk kembali ke kota ini. Jangan cuma memarahi ku..." Ujar Catlin dengan nada marah, lalu menutup ponselnya dan melemparnya ke jok samping.


...----------------...


Mobil Rojer sudah memasuki pelataran mansion utama milik Rojer. Maura tecengang dan binggung saat memasuki pelataran mansion, karna sebelumnya Rojer tidak memberi tahunya jika akan ke sini.


"Kenapa kamu membawa ku ke sini, bukankah kamu akan mengantar ku pulang..?" Tanya Maura.


"Hari ini kamu akan menginap di sini..."


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2