
...ILUSI TAKDIR 150...
"Mama....!!!"
"Charlote...!!!"
Teriak Maura dan Charlote bersamaan. Maura berusaha memberontak, dengan tangan nya menjulur ke depan. Berusaha untuk meraih Charlote.
Namun pria tersebut, terus menyeret tubuh kecil Charlote menjauh dari Maura.
"Lepaskan putra ku... Steve.. Lepaskan Charlote... Steve...!!!" Teriak Maura histeris, saat tubuh Charlote menghilang di balik tembok.
Steve menggeleng dengan mengelus- ngelus dagu nya tanpa jenggot.
Menatap Maura yang tengah menangis memberontak dengan histeris.
"Jangan khawatir... Dia akan tetap aman selagi kamu mau menikah dengan ku...!!" Ujar Steve dengan seringai licik nya.
"Hiks... Hiks... Kamu tidak bisa melakukan ini Steve...!!" Pekik Maura terus memberontak. Melepaskan cengkraman tangan besar anak buah Steve dari tangan nya.
Tapi usaha nya sia- sia. Tenaga nya tidak sebanding dengan tenaga pria tersebut.
"Ohhh tuhan... Aku telah melakukan kesalahan..." Batin Maura merutuki apa yang terjadi, dan menyalahkan diri nya sendiri.
"Kenapa aku tidak bisa?? Tentu saja aku bisa membuat mu menjadi istri ku..." Pangkas Steve dengan mencengkram dagu Maura.
"Lepaskan... Lepaskan tangan mu...!!" Bentak Maura.
Steve melepaskan cengkraman tangan nya dari dagu Maura.
Lalu duduk dengan menyilangkan kaki nya di atas tempat tidur.
"Aku akan mengembalikan Charlote pada mu... Itu pasti Mau... Tapi kamu harus bersedia menikah dengan ku..."
"Tidak... Aku tidak akan pernah mau menikah dengan mu...!!"
"Baiklah... Jika kamu tidak mau tidak apa- apa..." Suara Steve menggantung di udara.
Ia berjalan kembali mendekat ke arah Maura. Menatap perempuan di depan nya dengan kebencian.
"Maka kamu tidak akan pernah bertemu dengan Charlote selama nya.... Ha... Ha...." Pekik Steve dengan tawa membahana.
Ia sangat bahagia, dengan semua ini. Melihat wajah ketakutan dan keputus asaan yang tersirat jelas di wajah wanita di depan nya.
"Dan jika kamu menolak untuk menikah dengan ku... Maka Charlote akan dalam bahaya... Aku tidak akan segan- segan untuk menyakiti anak mu itu..." Lanjut Steve lagi, dengan raut wajah berubah seketika menjadi nyalang.
"Jangan... Jangan lakukan itu... Jangan sakiti putra ku ... Hiks.. Hiks..." Jawab Maura dengan tangis membahana. Yang tak pernah surut membasahi ke dua pipi nya.
"Untuk itu... Kamu harus bersedia menikah dengan ku Maura... Maka Charlote akan tetap aman.. Kamu tinggal pilih mana yang kamu ingin kan..."
"Baiklah... Hiks... Hiks... Aku bersedia...." Ujar Maura dengan nada bicara yang mulai tersendat- sendat.
__ADS_1
Jantung nya terasa di remas dengan kuat, saat lidah nya mengatakan keputusan nya.
Ia sungguh tidak berdaya di hadapan Steve. Ia harus memastikan Charlote tetap aman.
Kenangan indah bersama Rojer, bergulir begitu saja dalam ingatan nya.
Jauh di lubuk hati nya, ia begitu menyesal telah mengambil keputusan hanya untuk melihat Rojer terluka.
Tapi, diri nya juga berharap, pria tampan dan selalu mencintai nya itu. Hadir untuk menyelamatkan diri nya dari kehancuran yang ia buat sendiri.
"Bagus... Hehe... Pilihan yang bagus... Lepaskan.. Dan cepat lah bersiap calon istri ku..." Ucap Steve lalu keluar dari kamar. Meninggalkan Maura yang langsung merosot bersimpuh di lantai. Dengan tangis yang semakin terdengar menyedih kan.
"Hiks... Hiks... Hiks..."
...----------------...
Maura menatap kosong pantulan diri nya di depan cermin.
Tubuh nya yang di balut dengan gaun pengantin, wajah nya yang di rias dengan sangat cantik. Serta rambut nya yang di sanggul ke atas. Memperlihat kan leher jenjang nan putih.
Seorang wanita yang berprofesi sebagai penata rias, sedang menyapukan kuas ajaib nya. Untuk membuat wajah pelanggan nya terlihat sangat cantik dan mempesona.
Tampak terlihat di wajah sang penata rias, kepuasan dan kebahagian, melihat hasil make up nya.
Tapi berbeda dengan Maura. Sejak tadi, air mata bening tidak pernah luput dari ke dua wajah nya. Terus mengalir dengan deras, tanpa berhenti untuk sejenak.
Menikah dengan terpaksa, di bawah ancaman seseorang. Sungguh adalah hal yang sangat menyakitkan.
Ke dua tangan nya meremas gaun pengantin nya dengan kuat, hingga buku- buku tangan nya memutih.
Hanya karna satu kalimat yang terlontar dari bibir nya. Kini membuat hidup nya berubah.
Sang penata rias terlihat jengah, melihat sang pengantin yang terus menangis sejak tadi. Membuat sapuan ajaib nya menghasilkan hasil yang kurang bagus.
"Nona... Bisakah anda berhenti menangis... Make- up anda bisa luntur jika anda terus menangis..." Ujar sang penata rias dengan memanyunkan sedikit bibir nya ke depan.
Ini Adalah hari bahagia. Tapi kenapa harus menangis seheboh ini, pikir sang penata rias.
Perkataan sang penata rias, seperti angin lalu bagi Maura. Ia tidak menggubris atau pun berhenti menangis. Air mata nya terus mengalir dengan ke dua mata yang semakin sembab.
Klek...
Suara pintu di buka.
"Apa pengantin tuan sudah siap... Acara akan segera di mulai..."
Ujar Seorang pria dengan pakaian tuxedo hitam yang membalut tubuh nya.
"Iya.. Tuan pengantin nya sudah siap... Saya akan mengantarnya..." Jawab sang penata rias dengan tersenyum ramah.
Pria tersebut kembali menutup pintu kamar dan berlalu.
__ADS_1
"Ayo nona... Hari bahagia mu akan segera tiba...." Ajak sang penata rias, dengan membantu Maura berdiri.
"Hari bahagia?? Ini adalah kehancuran ku... Tuhan... Jika kau bersedia mengabulkan doa ku... Ku mohon hadirkan Rojer di hadapan ku...." Batin Maura memohon dengan sungguh- sungguh. Dengan ke dua mata nya yang terpejam rapat. Sebelum ia melangkah kan ke dua kaki nya.
...----------------...
Edent masuk ke dalam kamar Rojer dengan terburu- buru. Wajah nya terlihat sangat panik.
Di atas tempat tidur, terbaring tubuh pria dengan posisi terlungkup.
"Tuan muda... Tuan muda...." Panggil Edent, dengan fokus pada handphone di tangan nya.
Rojer yang masih tertidur dengan lelap, karna kemarin malam ia mabuk sampai tidak sadarkan diri.
"Tuan muda... Tuan muda..." Panggil Edent lagi dengan suara yang lebih tinggi.
Tapi tidak ada pergerakan dari pria yang sedang terbaring tidur.
"Tuan muda...!!" Panggil Edent lagi, kini dengan menggoyangkan tubuh Rojer.
"Jangan ganggu aku... Pergilah..." Sarkas Rojer dengan kesal. Karna ada yang mengganggu tidur nya.
"Tuan muda ini gawat... Cepat lihat lah ini...!!" Ujar Edent kesal, karna majikan nya ini tidak ingin membuka mata.
"Aku ngantuk sekali... Jangan ganggu aku Edent..." Tolak Rojer marah.
"Ini tentang nyonya Tuan..."
"Dia sudah menyingkirkan ku dari hidup nya.. Aku tidak memiliki tempat lagi..." Racau Rojer dengan mata yang masih terpejam.
"Apa anda akan menyerah secepat ini Tuan... Nyonya akan menikah dengan Steve..."
"Aku harap dia bahagia..."
"Tapi ini bukan keinginan nyonya tuan... Steve sudah menahan tuan muda kecil untuk mengancam nyonya..."
"Apa...!!!"
Dengan satu gerakan, Rojer langsung bangun dan terduduk dengan mata melotot menatap Edent dengan tatapan terkejut.
...----------------...
...****************...
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit