Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
134


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 134...


Rojer menatap Maura dari ujung kaki hingga rambut. Memastikan selama diri nya pergi, Tidak terjadi apa- apa pada wanita yang tengah tersenyum di depan nya.


"Bagaimana dengan terapi terakhir mu sayang... Maaf aku tidak bisa menemani mu saat itu..." Sesal Rojer dengan wajah tertekuk.


Maura mengusap wajah tampan Rojer dengan lembut.


"Terapi terakhir ku berjalan dengan lancar. Lihat lah sekarang aku bisa berdiri bahkan bisa berlari lagi... Kamu tidak udah merasa bersalah soal itu.. Aku mengerti jika kamu tidak bisa menemani ku karna urusan penting... Bagaimana apa perusahaan sudah baik- baik saja...?" Kini Maura yang memasang wajah cemas.


"Jangan sebut nama ku Rojer jika aku tidak bisa menyelesaikan masalah kecil itu... Pelaku nya sudah di temukan tapi sayang nya, dia tidak mau menyebutkan orang yang sudah membayar nya..." Timpal Rojer dengan sedikit frustasi.


"Semua nya akan baik- baik saja... Siapa pun dia pasti kebenaran akan terungkap. Dan secepat nya kamu pasti bisa menemukan orang yang sudah melakukan hal itu..." Maura menepuk- nepuk bahu Rojer ringan.


"Kamu tahu, tadi nya aku akan membuat sebuah kejutan untuk mu... Karna aku mengira kamu akan pulang besok malam... Tapi sayang nya seperti nya rencana kejutan ku itu gagal. Karna kamu pulang lebih awal..." Rungut Maura memanyunkan bibir nya ke depan.


"Kenapa seperti itu... Aku bisa menunggu untuk kejutan besok malam mu..."


"Aaahhh tidak kamu sudah menggagalkan semuanya... Jadi kejutan nya tidak jadi... Siapa suruh kamu tidak memberi tahu ku jika kamu pulang sore ini..."


"Baik lah... Maaf kan aku... Aku hanya ingin membuat kejutan dengan ke pulangan ku.. Tapi seperti nya gara- gara kejutan ku... Kejutan mu jadi tertunda... Sebenar nya itu tidak adil sayang...."


"Ssssttthhhhh" Maura meletakkan jari telunjuknya di bibir Rojer.


"Berhentilah mengoceh... Sekarang kamu harus istirahat. Pasti sangat capek setelah bepergian ke luar kota... " Ujar Maura dengan mengusap- ngusap jas Rojer.


Maura mengandeng lengan Rojer, dan membawanya masuk ke dalam rumah. Matahari sudah mulai menurun dan bersembunyi di balik tempat peristirahatan nya.


...----------------...


Rojer keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Dan handuk yang melilit sempurna di pinggan nya.


Sementara Maura, menyiap kan pakaian kasual yang di keluarkan dari lemari dan di letakkan di atas kasur.


Maura menatap ke arah Rojer dan menyunggingkan senyum. Ia tahu saat ini pria di depan nya dengan rambut yang masih basah itu pasti sangat letih, dengan perjalan bisnis ke luar kota.


Untuk itu, sebagai istri yang baik diri nya menyiapkan pakain yang akan di kenakan Rojer.

__ADS_1


"Terimakasih Honey..." Ujar Rojer berterimakasih dengan mengelus puncak kepala Maura singkat. Lalu meraih pakaian yanh sudah di siap kan sang istri dengan penuh cinta.


"Aku akan mengeringkan rambut mu... Jika terus basah seperti itu , kamu bisa masuk angin..." Maura meraih handuk yang ada di dalam lemari. Dan mulai mengusap rambut Rojer.


Postur tubuh Rojer membuat Maura harus naik ke atas ranjang dengan posisi berlutut. Agar tinggi mereka sejajar satu sama lain.


Rojer menatap Maura lekat. Diri nya sangat merindukan wanita ini saat ia berada jauh dari nya. Dan kini mereka bisa bertemu kembali dalam keadaan yang jauh lebih baik.


Rojer mendorong tubuh Maura ke belakang, Hingga tubuh Maura terjatuh dengan terlentang di atas ranjang. Sementara Rojer sudah berada di atas nya.


"Ha.... Ha... Apa yang kamu lakukan baby??? Aku masih belum selesai mengeringkan rambut mu..." Kekeh Maura dengan seringgai pura- pura.


"Aku sungguh sangat merindukan mu Baby.. Malam ku benar- benar hampa tanpa diri mu... Setiap detik aku selalu ingin berlari pulang dan kembali ke pulakan mu..."


"Ha... Ha... Alay sekali... Kata- kata mu benar- benar lebay... Tidak terkesan romantis sama sekali..." Kekeh Maura yang menggoda Rojer.


Rojer memandang bibir merah Maura yang sedikit terbuka karna tertawa.


Rojer mendekat kan wajah nya lebih dekat pada Maura. Hingga menyisakan jarak beberapa inci lagi.


Rojer terus memangkas jarak wajah nya dengan wajah Maura. Hanya dengan sekali gerakan bibir mereka akan bertemu.


"Uppsss... Seperti nya aku masuk di waktu yang salah...!!" Ujar Charlote yang tiba - tiba datang dengan hampir berteriak.


Maura dan Rojer terkejut dengan kehadiran Charlote. Rojer langsung menarik diri nya untuk menjauh dari Maura. Apa yang di lihat Charlote pada mereka seharusnya tidak di lihat untuk anak seumuran Charlote.


Maura langsung terduduk dengan merapikan rambut nya. Menetralisir keterkejutan diri nya. Diri nya sangat canggung karna tertangkap basah oleh putra nya sendiri.


Maura melirik sekilas ke arah pintu yang terbuka. Membuat ia mengingat jika dirinya lupa menutup pintu saat masuk tadi.


"Charlote ada apa sayang.. Kemarilah...." Ucao Rojer dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sama sekali. Menutupi kecanggungan yang sedang menerpa diri nya.


Charlote mendekat ke arah ke dua orang tua nya. Dengan tangan kanan memegang sebuah amplop putih.


"Apa kalian sedang membuat kan ku seorang adik bayi kecil?..." Tanya Charlote dengan polos, yang berhasil membuat Maura tersedak air liur nya sendiri.


"Uhuk... Uhuk... Hmmmm..."

__ADS_1


"Tidak.... Tidak...." Kilah Rojer dengan mengibaskan tangan nya. Pertanyaan Charlote benar- benar menantang ardelin nya. Serasa kerongkongan nya jatuh ke dalam perut.


"Lalu kalian sedang apa tadi..?" Tanya Charlote yang masih penasaran.


Maura dan Rojer menjadi salah tingkah. Alasan apa yang cocok untuk mengalihkan pertanyaan Charlote yang begitu menukik tajam. Apa mereka harus mengatakan apa yang tengah mereka lakukan. Tapi itu tidak mungkin kan.


"Siapa yang mengajari mu untuk mengatakan hal seperti itu...?" Kilah Maura dengan wajah ketus pada Charlote.


Charlote menautkan alis nya mendengar nada ketus dari Ibu nya.


"Aku hanya bertanya kenapa mama jadi marah seperti itu..." Rungut Charlote dengan mencebik kan bibir nya.


"Katakan sayang ada apa..?" Tanya Rojer to the poin pada tujuan Charlote kemari.


"Papa.... Mama... Aku cuma mau memberikan ini..." Charlote memberikan amplop di tangan nya ke pada Rojer.


"Sekolah akan mengadakan Family day di puncak besok pagi... Di sana semua keluarga akan berkumpul... Jadi apa kita bisa mengikuti acara ini??? Aku sangat berharap papa dan mama akan menyetujui nya... Setidak nya kita bisa menghabiskan waktu bersama di sana.. Pasti akan sangat menyenangkan..." Ujar Charlote dengan merenggek. Memasang tatapan iba.


"Tentu saja sayang... Apa pun untuk mu... Kita akan mengikuti acara sekolah mu ini... " Timpal Rojer dengan membuka dan membaca amplop yang di berikan Charlote.


"Apa sekarang kamu senang?" Tanya Maura tersenyum.


"Tentu saja... Baiklah aku akan segera bersiap untuk besok..." Charlote segera berlari keluar dengan berjingkrak. Ia sangat tidak sabar untuk menunggu hari esok.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2