Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Serching Son


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 11...


"Bagaimana apa kamu senang hari ini? Mama sudah memenuhi semua permintaanmu, tapi lain kali kamu tidak boleh makan es cream sebanyak itu. Mengerti!" ujar Maura pada Charlote. Kini, mereka telah pulang dari aktivitas belanja yang menghabiskan waktu yang cukup panjang.


"Siap, Ma," timpal Charlote dengan mengangkat tangannya memberi hormat, persis seperti seorang tentara yang memberi hormat pada komandannya.


...----------------...


Di lain sisi Ny. Anindita masih termenung memikirkan apa yang dilihatnya tadi di mall. Antara yakin dan tidak, kedua rasa itu bertengkar satu sama lain di benak Ny. Anindita.


"Selamat malam, Mam."Catlin yang baru pulang langsung menghampiri Ny. Anindita yang sedang duduk melamun sendirian di ruang tamu.


"Hei, Sayang. Kamu sudah pulang." Ny. Anindita tersadar dari lamunannya karena kehadiran Catlin. Lalu, mengecup pucuk kepala Catlin.


"Mama kenapa? sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikiran, Mama?" tanya Catlin pada Ny. Anindita karena tadi saat Catlin datang Ny. Anindita terlihat melamun memikirkan sesuatu.


"Ohh, tidak ada apa-apa Sayang. Ohhh iya, Mama tadi pergi belanja. Jadi, ada sesuatu yang spesial untuk menantuku." Ny. Anindita mengambil sesuatu dari paperbag yang ada di sebelahnya. Lalu, menyodorkan pada Catlin. Mata Catlin berbinar melihat hadiah yang diberikan Ny. Anindita padanya.


"Wow, apa ini, Ma?Terimakasih untuk hadiahnya." Catlin mengelus pemberian Ny. Anindita dan berterimakasih. Catlin pun membuka hadiah yang di berikan Ny. Anindita, Tampak satu set perhiasan berlian yang sangat indah dan berkilau membuat Catlin terganga melihat keindahan berlian yang ia dapatkan.


"Wow, wahhhh ini indah sekali, Ma. Amazing, nice. Sekali lagi thank you, Mom."Catlin lalu mengecup pipi Ny. Anindita yang disahuti dengan senyum tipis.


"Catlin menurutmu apakah manusia bisa memiliki kembaran dengan wajah yang sangat mirip?" tanya Ny. Anindita tiba- tiba pada Catlin. Catlin yang mendengar pertanyaan dari Ny. Anindita juga sedikit bingung, kenapa mertuanya menanyakan hal seperti itu.


"Menurutku bisa saja sih, Ma. Di dunia ini banyak sekali orang-orang yang memiliki wajah yang sangat mirip. Bahkan, dikatakan bahwa di dunia ini manusia memiliki 9 kembaran dengan wajah yang sangat mirip. Jadi, itu tidak terlalu mengherankan Ma jika ada orang yang mirip dengan orang lain," timpal Catlin dengan pendapatnya.


Apa benar seperti itu? Tapi kenapa anak itu sangat mirip dengan Rojer? Apa Rojer memiliki seorang putra secara diam-diam? Tapi, apa yang di katakan Catlin juga benar. Batin Ny. Anindita yang bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan dalam pikirannya.


"Ma, Mama." Catlin memanggil Ny. Anindita sambil mengibas- ngibas tangannya di depan mata perempuan tersebut. Hal itu membuat Ny. Anindita kembali sadar dari lamunannya dan tersenyum ke arah Catlin.


"Uhh, sepertinya Mama kecapekan. Mama istirahat dulu ya." Ucap Ny. Anindita memijit pundaknya yang sedikit pegal, kemudian berlalu pergi meninggalkan Catlin menuju kamarnya.


...----------------...

__ADS_1


Tuk.


Tuk. (suara jari telunjuk mengetuk meja)


Rojer kini tengah duduk di ruang kerja pribadinya di kediaman keluarga Wang dengan pikiran yang menerawang memikirkan sesuatu.


Siapa setan kecil yang sudah berani membobol keamanan sistem perusahaan ku? Apa orang dari the Cloud's, tapi tidak munkin. Mereka tidak memiliki kemampuan sehebat itu. Hmmm, tapi, aku tidak akan membiarkan setan kecil ini berhasil lagi. Kita lihat sehebat apa kemampuannya. Batin Rojer dengan telunjuknya yang mengetuk meja dan smirk yang terukir jelas di wajahnya. Rojer benar-benar tenggelam dalam pikirannnya.


Rojer mengalihkan pandangan pada ponsel yang tergeletak di samping kanan tangannya.


Tut. ( Suara sambungan telpon)


"Edent, cepat kemari!" panggil Rojer dengan nada dingin dan bossi. Ia langsung menutup telpon.


Beberapa menit kemudian tak butuh waktu lama kini Edent telah berdiri tepat di depan Rojer.


"Berikan perintah tuan."Edent membungkukkan badannya memberi hormat.


"Maaf Tuan, saya belum menemukan apapun. Seperti yang Tuan muda tahu sendiri dia telah menghapus surelnya. Hal itu mempersulit pencarian," jawab Edent dengan kepala menunduk.


Rojer berdehem menghembuskan nafas mendengar jawaban dari Edent. Rojer mengelus dagunya berpikir dengan serius.


Setan kecil itu sepertinya sungguh membuat bos terganggu. Aku benar-benar salut dengan kemampuannya. Batin Edent melihat tingkah Rojer yang berpikir keras untuk menemukan setan kecil itu.


"Cari informasi pribadinya, selidiki orang-orang yang memiliki kemampuan di bidang IT, dan cocokkan dengan karakter dari setan kecil ini. Dia bukan orang yang sembarangan, dia pasti adalah salah satu orang besar."Rojer mengibaskan 2 jarinya, mengisyaratkan perintah untuk pergi. Edent dengan cepat mengerti dan membungkuk hormat pada Rojer. Lalu keluar dari ruangan.


"Edent!" panggil Rojer sebelum Edent sempat keluar dari ruangannya. Edent pun berbalik menghadap Rojer kembali.


"Iya, Tuan muda."


Dengan sedikit malu-malu Rojer mengeluarkan selembar uang kertas seratus ribuan yang di dapat Maura dari kejadian salah paham penjambretan antara dirinya dan Maura. Melihat hal itu Edent merasa bingung dengan apa yang dilakukan bosnya itu.


"Tolong, kamu bingkai uang ini dengan bingkai emas dan tempel di tembok itu," titah Rojer menunjuk tembok dekat lemari berkas sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Rojer tidak ingin Edent melihat wajahnya yang sedikit memerah karrna malu. Melihat tingkah Rojer yang seperti itu, Edent berinisiatif untuk menggoda bosnya itu sekali waktu.

__ADS_1


"Hanya uang seratus ribuan, Tuan? Seberhargakah uang ini bagi, Tuan? Apa ini dari seorang wanita sampai tuan muda berniat untuk membingkainya bahkan dengan bingkai emas?" Goda Edent dengan tawa kecil.


"Tidak, itu bukan apa-apa. A-- aku, aku hanya ingin membingkainya saja. Uang ini tidak penting bagiku sama sekali, hmmm," jawab Rojer dengan sedikit terbata-bata dan acuh. Menyangkal apa yang dikatakan Edent.


"Benarkah? Lalu, kenapa harus sampai di gantung di tembok, Tuan? Hehe ...," ucap Edent lagi, melihat Rojer sudah salah tingkah atas perkataannya. Edent benar-benar merasa menjadi pemenang karena berhasil menggoda Rojer bahkan sampai salah tingkah. Pemandangan yang sangat langka melihat Rojer yang terkenal akan sifat dingin dan arogant bersikap seperti itu.


"Kamu tidak berhak mengetahui alasanku. Aku memperkerjakanmu untuk mematuhi perintahku. Aku tidak menggajimu untuk bertanya akan keputusanku atau perintahku," tampik Rojer ketus. Membuat nyali Edent menciut dan menghapus senyum yang terlihat di wajahnya. Edent pun melangkah keluar dari ruangan Rojer.


Tunggu sebentar, apa yang dikatakan bocah cecurut itu ada benarnya juga. Alasanku untuk membingkai uang itu apa? Apa karena wanita itu? Hmmm, tapi wanita itu menarik juga, dia sangat berani dan brutal. Batin Rojer sambil menelisik ingatan kejadian hari itu. Tanpa Rojer sadari, senyum tipis terukir di bibir, menampilkan sisi yang berbeda dari dirinya.


...----------------...


...****************...


🌸to be continud🌸


Plese dong kasi:


vote😭


like😭


coment😭


dan tambah ke rak favorit😭


biar author makin semangat.... kalo banyak yang koment thor janji akan up tiap hari deh😋


.... dan sorry buat kemaren karna ngak up soalnya lagi sibuk...


Tapi gantinya hari ini thor bakal up 2 eps.


dadah...🖐🖐🖐

__ADS_1


__ADS_2