
...ILUSI TAKDIR 14...
Acara pesta reuni SMA Catlin, di sebuah hotel berbintang. Catlin dengan gaun payung selutut berwarna putih senada dengan jas yang di kenakan Rojer.
Rojer begitu bosan di tengah acara pesta reuni. Baginya tidak ada yang menarik sama sekali. Rojer duduk sendiri pada salah satu meja tamu, sambil memegang segelas wine di tangannya. Sedangkan Catlin sibuk bercanda tawa dengan teman- teman sosialitanya.
"Hhh... aku benar- benar bosan.." Rojer memainkan gelas winenya lalu menyeruputnya beberapa kali.
Kini acara dansa di mulai, suara musik romantis beralun- alun membuat setiap pasangan ingin menari di iringi dengan lagu yang sedang di putar. Tidak tertinggal Catlin yang juga ingin ikut menari seperti teman- temannya yang lain. Catlin menghampiri Rojer yang tengah duduk sendirian.
"Sayang mari kita berdansa..." Ujar Catlin dengan senyum berharap Rojer mau berdansa bersamanya. Rojer memandang Catlin dengan tatapan dingin dan tidak merespon ajakan Rojer.
"Rojer... aku ingin berdansa denganmu.. ayo.. Rojer.. aku mohon sekali saja.. hmmm." Ujar Catlin dengan tatapan memelas.
"Aku tidak mau berdansa denganmu.. dan tidak akan pernah.. aku sudah menemanimu ke pesta ini.. jadi jangan meminta sesuatu yang lain." Ujar Rojer, sambil meneguk wine.
"CATLIN... AYOLAH TURUN KE LANTAI DANSA !!!" Teriak salah satu teman Catlin, yang sedang berdansa dengan suaminya, yang di sahuti dengan anggukan dari Catlin.
"Rojer aku mohon.. sekali ini saja..Kamu kan sudah menemaniku ke pesta ini, kenapa tidak menemaniku juga untuk berdansa. Demi harga diriku di depan teman- temanku.. Aku mohon.." Ujar Catlin memohon sekali lagi.
"Hmmm apa kamu tuli... aku bilang aku tidak mau berdansa denganmu.. apa kamu mengerti ucapanku.. Jangan melewati batasanmu atau kamu sendiri yang akan terluka." Ujar Rojer meneguk wine nya habis, dan beranjak pergi.
"Rojer...!!! Kamu mau kemana rojer!!!" Ujar Catlin memanggil Rojer yang berlalu keluar dari pesta.
"Rojer... !!! Berhenti... Rojer...." Ujar Catlin menghentikan Rojer dengan memegang lengan tangan Rojer. Rojer menepis kasar tangan Catlin dari lengannya.
"Jangan halangi aku,, aku sudah cukup bersabar menghadapimu.. Jika tidak semua orang akan tahu identitasmu yang sebenarnya bagiku." Ujar Rojer dengan nada tegas dan menekan lalu pergi dari tempat itu.
"Agrrh!!..." Teriak Catlin dengan nada yang di tahan. Ia benar- benar kesal dengan cara Rojer memperlakukannya. Rojer tidak pernah memperlakukannya selayaknya istri sejak pertama kali menikah. Catlin hanya menerima sifat dingin dan cuek selama bertahun- tahun dari Rojer.
"Catlin.. ayo kita berdansa.. loh.. dimana suamimu??? bukankah dia tadi di sini??" Ujar seorang teman wanita Catlin yang menghampirinya.
"Ohh.. suamiku ada pekerjaan penting jadi dia harus pergi... Dan aku tidak bisa berdansa jika tidak bersamanya." Ujar Catlin berbohong, dengan tangannya yang memegang erat tangannya yang lain, menahan kekesalan dalam hatinya.
"Siapa bilang kamu tidak bisa berdansa.. Mau berdansa denganku." Ujar seseorang pria dengan menyodorkan tanganya, mengajak Catlin untuk berdansa.
"Wow.. sepertinya kamu beruntung Catlin bisa berdansa dengan bintang sekolah kita dulu.. terimalah tawaran Gery" Ujar teman Catlin memaksa Catlin untuk berdansa dengan Gery, yang dulunya adalah kakak tingkat Catlin dan salah satu siswa favorit di jamannya.
"Baiklah dengan senang hati.." Ujar Catlin, menyambut uluran tangan Gery.
...----------------...
Maura benar- benar penat dan letih dengan semua pekerjaannya dan masalahnya dengan Rojer. Bahkan dia tidak sempat untuk menghabiskan waktu bersama dengan putranya sendiri sepekan terakhir. Maura beranjak menuju kamar Charlote. Tampak Charlote sedang fokus memandangi layar laptopnya mengetikkan kode- kode yang rumit. Ia tidak menyadari kehadiran Maura. Maura mendekati Charlote dan memeluknya dari belakang, membuat Charlote sedikit terkejut dengan pelukan tiba- tiba dari Maura. Maura mengecup pipi Charlote yang chuby dengan penuh kasih sayang.
"Sayang... apa kamu sesibuk itu sampai tidak menyadari kehadiran mama.." Ujar Maura.
"Tidak.. tidak bukannya begitu mama... Jika soal mama tidak ada yang lebih menyibukkan dari itu." Ujar Charlote mematikan laptopnya dan menghadap ke arah Maura.
__ADS_1
"Mama.. minta maaf ya, akhir - akhir ini mama tidak cukup waktu untuk menemanimu bermain, tidur, atau membaca dongeng pengantar tidur."
"Mama tidak memperhatikanku dengan baik ya.. coba lihat tinggi ku bertambah 4 cm loh.. Jadi putramu ini sudah cukup besar untuk mengerti kesibukan mama.." Ujar Charlote memperagakan tinggi badannya yang bertambah dengan tangannya.
"Uhhh.. Charlote mama sudah makin besar deh.." Ujar Maura menoel hidung mungil Charlote. Lalu tertawa bersama.
"Hmm sebagai gantinya.. Bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain the dols. Kamu juga belum mengunjunginya kan.." Ujar Maura mengajak charlote untuk pergi ke taman bermain untuk menebus waktu yang terbuang.
"Benarkah.. Baiklah kalau begitu aku akan bersiap- siap.. Tapi belikan aku permen ya.."
"H.mmmm... baiklah untuk kali ini saja."
"Yey... mama the best..." Ujar Charlote kegirangan.
...----------------...
Sekarang Charlote dan Maura tengah berada di taman bermain. Charlote sangat senang bisa bermain dan mencoba wahana baru. Sedangkan maura duduk santai sambil memakan jagung bakar menikmati kesenangan Charlote yang sedang bermain jungkat- jungkit.
Di lain sisi Ny. Anindita tidak sengaja melihat Charlote yang sedang bermain di taman bermain. Lagi- lagi Ny. Anindita tidak bisa memalingkan pandangannya. Ia langsung menghentikan mobilnya, yang sebelumnya melaju menuju tempat arisan sosialita yang akan di hadiri Ny. Anindita.
"Pak berhenti pak.." Ujar Ny. Anindita memghentikan mobil. membuat sopir mengerem mendadak.
"Aku tidak salah liat.. ini benar kan?? anak itu adalah anak yang sama dengan anak yang di mall. dia benar- benar mirip dengan Rojer putraku." Ujar Ny. Anindita melepas kaca mata hitamnya. Bahkan ia mengucek matanya untuk memastikan kebenaran penglihatannya.
Ny. Anindita turun dari mobilnya dan mendekati Charlote yang sedang bermain. Sementara itu Maura sedang membeli beberapa cemilan ringan di minimarket. Sehingga tidak menyadari kehadiran Ny. Anindita.
"Hallo sayang." Ujar Ny. Anindita dan berjongkok menyatarakan dirinya dengan Charlote dan menyapa Charlote. Charlote memerhatikan Ny. Anindita dari ujung kaki sampai ujung kepala. Charlote menghentikan permainannya.
"Kamu benar- benar mirip sekali." Lirih Ny. Anindita, tidak mempercayai kemiripan antara Charlote dan Rojer. Mereka bagaikan pinang di belah dua. Mendengar hal itu membuat Charlote semakin bingung.
"Oh...siapa namamu nak??" Tanya Ny. Anindita
"Charlote."
"Nama yang manis."
"Terimakasih tante."
"Jangan panggil tante, panggil oma.. hmmm umurku tidak terlalu muda untuk di panggil tante."
"Oma.."
Ada rasa hangat di hati Ny. Anindita, mendengar Charlote memanggilnya oma. Panggilan yang selama ini di idam- idamkan. Ingin berbincang dengan Charlote lebih lama, Ny. Anindita mengajak Charlote duduk di bangku taman.
"Charlote tahu,, wajah Charlote sangat mirip dengan putra oma."
"Benarkah.. apa putra oma seumuran dengan ku??" Tanya Charlote polos.
__ADS_1
"Ha..ha.. tidak putra oma sudah dewasa dan sudah menikah.. Oya.. Di mana mama papa charlote??" Tanya Ny. Anindita.
"Mama Charlote lagi beli cemilan di sana." Jawab Charlote menunjuk ke arah Maura yang sedang membeli cemilan.
"Lalu papa nya Charlote??"
"Charlote tidak punya papa oma.."
"Maksudnya,, papa Charlote sudah meninggal??" Tanya Ny.Aanindita dengan hati- hati. Dan turut bersedih.
"Tidak.. papa Charlote tidak meninggal.. tapi Charlote memang tidak tahu siapa papa Charlote."
Mendengar hal itu, membuat Ny. Anindita kaget dan merasa iba dengan anak kecil seperti Charlote yang tidak mengetahui siapa ayahnya.
"Oma.. bisa Charlote bermain lagi." pinta Charlote.
"Ohh.. tentu saja,, Tapi tunggu sebentar.. boleh oma minta foto denganmu?"
"Tentu saja oma.. oma bisa selfi bersamaku.. Aku ini sebenarnya selebriti oma.. tapi mama selalu menutupi wajah tampanku ini dengan topi. " Ujar Charlote dengan percaya diri.
"Ohh.. haha benarkah..." Tawa Ny. Anindita mendengar jawaban Charlote yang begitu percaya diri, persis seperti Rojer.
"Iya mama takut orang- orang berkerumun meminta foto denganku dan akan melukaiku."
"Mama Charlote memang benar.. kerumunan memang berbahaya untuk anak kecil."
Ny. Anindita mengambil beberapa foto bersama Charlote, sebelum pergi dari taman bermain. sementara Charlote kembali bermain bersama anak- anak lainnya.
...----------------...
...****************...
to be continud🌸
Plese dong kasi:
vote😭
like😭
coment😭
dan tambah ke rak favorit😭
biar author makin semangat.... kalo banyak yang koment thor janji akan up tiap hari deh😋
.... dan sorry buat kemaren karna ngak up soalnya lagi sibuk...
__ADS_1
Tapi gantinya hari ini thor bakal up 2 eps.
dadah...🖐🖐🖐*