Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Kesepakatan..


__ADS_3

...Ilusi Takdir 39...


"Aku ingin bertemu denganmu sekarang... Aku akan sherlook lokasinya... Jangan buang- buang waktu dan cepatlah kemari..." Ujarnya lalu menutup sambungan ponsel.


Kiera yang tengah sibuk dengan pekerjaan kantor, segera merapikan meja kerjanya. Setelah menerima pesan dari ponselnya.


Tak berselang lama, Kiera sudah sampai di sebuah Cafe. Nampak seorang perempuan yang duduk dengan menggoyangkan kaki kirinya dan sesekali meminum jus di hadapannya.


"Ku pikir Nyonya Catlin tidak akan menghubungiku hari ini... Tapi sepertinya Nyonya bergerak lebih cepat dari dugaanku..." Ujar Kiera dengan memasang senyum puas dan duduk di kursi.


"Hhhh... Kamu jangan besar kepala dulu... Aku tidak akan menghubungi pegawai murahan sepertimu jika kamu tidak berguna untuk ku..." Ujar Catlin dengan sinis.


"Bisa aku memesan minuman??? Sungguh aku sangat haus..." Kiera mengibas tangannya di depan lehernya.


"Pesan lah... Aku tidak akan bangkrut jika aku memberimu segelas minuman... Atau sekaligus memberimu Cafe ini..." Catlin tersenyum dengan menatap rendah wanita di depannya, yang terlihat wanita matre yang akan melakukan apapun demi uang.


"Benarkah???... Aku rasa ide mu bagus juga... "


"Tentu saja,,, tapi kamu sudah tahu kan apa yang aku inginkan..."


"Ha...ha... Ku pikir wanita terhormat seperti mu tidak akan terpengaruh dengan hal ini... Tapi sepertinya aku salah... Kamu sangat terbakar api cemburu... Bahkan aku mulai panas ada di dekatmu..." Tawa Kiera.


"Kamu tidak perlu menilaiku... Dan kamu juga tidak punya hak untuk mengatakan hal yang tidak penting di luar urusan kita.." Ujar Catlin yang mulai tidak sabaran.


Kiera mengerti apa yang di maksud Catlin. Ia merogoh ponsel di dalam tasnya dan menunjukkan kembali foto Rojer dengan seorang wanita, yang pernah di perlihatkan pada Catlin sebelumnya.


"Wanita di foto ini adalah Maura... Sekertaris baru Tuan Rojer... Aku mendapatkan foto ini secara tidak sengaja,, saat aku melewati ruangan CEO yang pintunya sedikit terbuka... Awalnya aku tidak tertarik untuk melihat apa yang terjadi di dalam tapi saat aku melihat Tuan Rojer tersenyum untuk pertama kalinya... Aku mengintip dan melihat Maura sedang menggoda Tuan muda.. Aku pikir Tuan muda tidak tertarik dengan wanita... Tapi untuk pertama kalinya dia tersenyum untuk seorang wanita... Hal itu membuatku berfikir bahwa Maura sudah berhasil merebut hati CEO dengan pesona lugunya itu..." Cerita Kiera lebar.


"Sejak kapan wanita itu bekerja di kantor???"


"Dia adalah salah satu, karyawan rekomendasi dari kantor cabang... Sebenarnya dia bekerja di divisi marketing... Tapi dengan pesona itu yang mampu membuat CEO tertarik,,, dia naik jabatan menjadi sekertaris CEO dalam beberapa minggu... Bahkan meja kerja Maura di pindahkan satu ruangan dengan CEO... Menakjubkan bukan?? Aku pikir mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh... Tapi setelah melihat mereka berpelukan aku dapat menyimpulkan ada sesuatu di antara mereka... Hmmmm sayangnya dengan jelas aku mengatakan... Nyonya kalah telak bersaing dengan Nona Maura..."


"Dasar mulut sialan... Jika aku tidak butuh dengan informasi mu sudah ku jahit mulut busukmu itu... Dan Maura kenapa wanita persetan itu datang lagi ke dalam kehidupan ku... Apa tidak cukup dengan penderitaan yang aku berikan... Lihat saja Maura saudari ku tersayang aku akan segera menyingkirkanmu kembali..." Batin Catlin dengan tangan mengepal.

__ADS_1


Catlin bangkit dari duduknya dan bergegas. Melihat targetnya akan pergi Kiera segera memegang lengan tangan Catlin kuat.


"Nyonya... apa- apaan ini Aku tidak mengharapkan hal ini darimu... Setelah mendapatkan apa yang kamu inginkan dan kamu pergi begitu saja... hhhh" Kiera tertawa kecut.


"Wanita rendahan...!!!" Ujar Catlin dengan ketus. Ia memandangi Kiera dari atas sampai ujung kaki dengan memancarkan sebuah rencana.


"Sepertinya wanita bermata uang ini,, cocok sebagai pion ku.." Batin Catlin dengan smirk licik.


"Aku akan memberikan mu apapun yang kamu inginkan... Termasuk kafe ini seperti apa yang aku bilang tadi... Dan aku akan memberikannnya sekarang... Jika kamu ingin mendapat hal yang jauh lebih besar... Kamu juga harus melakukan hal yang lebih besar juga..." Ujar Catlin.


"Apa ini sebuah kesepakatan???" Tanya Kiera memastikan.


"Bisa di bilang seperti itu... Ini bukan hal yang sulit untuk di lakukan tapi aku menjamin akan memberikanmu hal yang besar. Kamu cukup membuat wanita di dalam foto itu Maura. di permalukan di depan publik... Bagaimana... ??"


"Tawaran yang menarik...hhhh lagi pula aku sudah pernah mempermalukan wanita genit ini di depan tender asing... Dan tidak ada yang terjadi... Dia cuma mainan untuk CEO... CEO tidak akan mencampuri urusannya kan..." Batin Kiera mempertimbangkan kesepakatan dari Catlin, yang terdengar sangat menjanjikan.


"Hmmm... Sepakat..." Ujar Kiera menyanggupi kesepakatan yang di tawarkan Catlin dengan yakin. Ia melepas lengan Catlin dan menyiratkan senyum kemenangan di wajahnya.


"Kita lihat Maura... apa kamu bisa bertahan dengan musuh ada di sekelilingmu... hhhh" Batin Catlin menampilkan tawa licik dan keluar dari kafe.


Catlin mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Edent... katakan pada Tuan muda aku ingin dia memberikan CAFE SOFTA untuk ku..." Ujar Catlin memberikan perintah pada Edent dari telpon. Lalu memutus sambungan telpon dengan cepat.


...----------------...


Mobil mewah Rojer kini sampai di depan rumah mungil Maura. Ia bergegas turun dari mobil dengan cepat dan membukakan pintu untuk Maura. Persis seperti Edent yang selalu membukakan pintu untuknya.


"Aish... Kamu tidak perlu melakukan ini padaku... Aku bisa melakukannnya sendiri..." Ujar Maura dengan tatapan jenggelnya dan turun dari mobil dengan badan yang masih di liuk- liukkan karna dia kurang nyaman memakai baju yang di beli dengan uang Rojer.


"Kenapa??? Seharusnya kamu merasa sangat beruntung di perlakukan seperti ini oleh pria sempurna sepertiku..." Ujar Rojer dengan senyum coolnya.


"Hehe... Pria sempurna.. Kamu itu pria ternarsis yang pernah aku temui..." Maura mengolok dengan membuat tawa bangga penuh ejekan.

__ADS_1


"Sudahlah... Kamu tidak akan mengakui hal itu... tunggu sebentar kamu akan mengakuinya setelah mendengar ini..." Rojer mengambil ponselnya di dalam mobil. dan menyalakan rekaman suara Maura.


"Sayangku.. Yang tampan.. ayo lakukan.. Aku menginginkan dirimu..." Ujar Maura


"Maura hentikan,,, Kamu sedang tidak sadar sekarang.." Jawab Rojer.


"Kenapa??? Kalau aku tidak sadar... Katakan apa kamu tidak mencintaiku Rojer..." Ujar Maura


"Hentikan... Stop..." Ujar Maura dengan berusaha meraih ponsel dari tangan Rojer. Ia begitu terkejut bukan saja mengingat semua yang terjadi kemarin malam, tapi Rojer juga punya rekaman percakapan mereka.


"Bahkan dia juga merekam perkataanku tadi malam... Aish.. suaraku sangat menjijikkan... Pria licik bisa- bisanya dia merekam di saat situasi seperti itu.." Rutuk Maura dalam hati.


Rojer mematikan rekaman di ponselnya dan menghalangi tangan Maura yang hendak mengambil ponselnya.


"Bagaimana apa sekarang kamu mengakuinya..." Rojer tersenyum.


"Kamu... Kamu sangat menyebalkan... Aku benci padamu..." Maura menginjak kaki Rojer keras dengan kesal. Membuat Rojer mengerang kesakitan karna terinjak highils tajam milik Maura.


Dengan kesal Maura masuk ke dalam rumah, meninggalkan Rojer yang kesakitan karna terinjak oleh highils 10 cm milik Maura.


"Mampus.." Lirih Maura kesal. dan menutup intu dengan keras.


"Wanita jadi- jadian.. aw... aw.. hhsss" Bual Rojer sambil mengelus kakinya yang sakit.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!!!

__ADS_1


__ADS_2