
...ILUSI TAKDIR 78...
"Mama... Aku pulang..." Teriak Charlote menghampiri Maura yang melamun sambil menyiapkan makan siang. Di belakangnya Steve mengikuti. Hari ini Charlote di jemput oleh Steve.
Mendengar teriakan Charlote, Maura tersadar dari lamunannya.
"Kesayangan Mama..." Maura memeluk Charlote dengan gemas. Dan mencium pipi cubynya.
"Hmmm... Harum sekali bau masakan ini. Cacing di perut ku sudah mengamuk ingin segera makan..." Ujar Steve dengan wajah antusias. Ia mengambil piring dan segera meletakkan makanan di piringnya.
Maura hanya menggeleng dengan tertawa melihat sikap Steve. Baginya Steve adalah teman terbaik yang pernah ia miliki.
"Paman... Berhenti...! Jangan makan dulu... Aku belum ganti baju paman... Bisa- bisa jatah makan siang ku di telan perut sampah paman..." Ujar Charlote dengan cemberut.
"Kalau begitu pergi saja sana, ganti baju mu dengan cepat. Karna aku tidak mau kompromi dengan makanan seenak ini dengan diri mu..." Timpal Steve, membuat Charlote semakin kesal.
"Steve... Jangan menggodanya lagi... Dia akan sangat marah nanti." Ujar Maura menyela pembicaraan mereka.
"Hhhh.. Baiklah tuan putri. Karna ini perintah mu aku akan menunggunya untuk makan... Pergilah Charlote sayang..." Steve mengecup pipi Charlote.
Charlote mengusap bekas ciuman Steve dengan kesal.
"Aku tidak mau di cium pria jelek seperti mu..." Ejek Charlote lalu berlari masuk ke kamar.
"Haha...." Maura dan Steve tertawa mendengar perkataan Charlote.
Tanpa di sadari ada yang mengawasi dan merekam aktivitas mereka.
...----------------...
Rojer sedang menatap ponselnya. Ia terus memutar vidio yang sama. Vidio antara Maura, Steve, dan Charlote yang sedang makan siang bersama.
Rojer sengaja menyuruh Edent untuk mengawasi setiap aktivitas Maura selama dua hari ini. Dan Steve yang di bencinya semakin lengket dengan Maura.
Prak...
Rojer melempar ponselnya dengan keras. Hingga hancur berkeping- keping tidak berbentuk lagi. Nafasnya memburu menahan cemburu yang sedang tersulut di dalam hatinya.
__ADS_1
"Pria genit itu, selalu menempel di dekat Maura. Apa dia sudah lupa dengan pelajaran yang sudah ku berikan... Sialan... Sekarang dia juga ingin merebut Charlote serta posisi ku di hati Maura. Lihat saja aku akan segera menyingkirkan diri mu..." Batin Rojer kesal. Dengan mengepalkan tangannya di atas meja.
"Hhhh... Lagi- lagi Tuan muda menghancurkan ponselnya. Ini sudah yang ke 10 kali. Aku sudah capek bolak- balik ke toko handphone. Hhhh... Nona cepatlah berhenti marah pada tuan muda, jika tidak kantor ini akan hancur.." Batin Edent mengeluh.
"Edent... Kirim pengawal pribadi wanita untuk mengawal Maura. Pastikan selain tugas melindungi dia juga harus menjauhkan pria genit itu dari wanita ku..." Titah Rojer dingin, berusaha setenang mungkin.
"Baik Tuan muda.. Sesuai perintah anda..." Edent membungkuk hormat dan keluar dari ruangan Rojer.
"Hhhh merepotkan sekali, mengurus orang yang sedang jatuh cinta. Belum juga tuntas tugas yang lain, sudah di berikan tugas lagi. Jika begini kapan aku bisa jatuh cinta dengan seorang gadis. Jika hidup ku selalu sibuk seperti ini." Rutuk Edent menggerutu pada dirinya sendiri.
"Edent... Apa Rojer ada di ruangannya..." Ujar Catlin saat berpapasan di koridor dengan Edent. Langkah Edent langsung berhenti. Ia membungkuk memberi hormat kepada Catlin.
"Maaf Nona, apa anda sudah membuat janji untuk bertemu dengan Tuan muda.?"
Catlin mengerjitkan dahinya, mendengar pertanyaan lancang Edent yang sangat melukai harga dirinya.
"Aku tidak perlu membuat janji untuk bertemu dengan suami ku... Asisten seperti mu jangan kurang ajar.." Jawab Catlin dengan sinis, dan melangkah pergi.
"Hhhh... Perempuan licik. " Lirih Edent dengan smirknya. Ia sengaja mengatakan hal itu untuk melukai harga diri Catlin.
...----------------...
Rojer berdiri menghadap dinding kaca. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Di dalam pikirannya hanya ada bagaimana cara membuat Maura memaafkan dirinya. Seharusnya ia tidak melakukan kesalahan itu. Karna Maura masih begitu rapuh tentang dirinya. Dan Steve pria itu selalu menempel di sisi Maura. Ingin rasanya Rojer menguburnya jauh di dasar bumi.
Tiba- tiba dari belakang, dua buah tangan memeluk tubuh Rojer manja. Yang membuat Rojer tersentak dan menghempaskan tubuh Catlin menjauh dari tubuhnya. Tatapan Rojer kembali nyalang. Ia tidak suka di sentuh oleh wanita lain selain Maura.
"Lancang sekali kamu....!" Bentak Rojer. Tubuh Catlin terhuyung ke belakang, karna hempasan Rojer cukup kuat. Untung saja ia bisa menyeimbangkan dirinya agar tidak jatuh.
Glek...
Catlin menelan ludahnya, melihat tatapan Rojer yang siap ingin memenggal kepalanya.
"Hehe... Sayang... Pasti kamu terkejut karna aku memeluk mu tiba- tiba." Catlin tersenyum kaku. Catlin menyenderkan bokongnya di meja kerja Rojer. Berusaha menyembunyikan ketakutannya. Aura mencekam terpancar dari Rojer.
"Pergilah... Jangan menemui ku lagi. Aku tidak akan melakukan hal yang sama lagi." Ujar Rojer dengan dingin dan membalikkan tubuhnya memandang kota X dari dinding kaca. Ia tidak ingin membuat keributan lagi. Sekarang yang paling penting untuk merebut kepercayaan Maura kembali.
"Sayang... Kenapa kamu bersikap seperti ini..." Catlin mendekat dan mengamit lengan Rojer dengan menggoda.
__ADS_1
Rojer merasa jijik melihat Catlin menggoda dirinya. Rojer menarik tangannya kasar dari Catlin. Catlin mendengus kecewa.
Plak....
Tamparan keras membentur pipi cantik Catlin. Rojer sudah muak dengan kehadiran Catlin.
"Jangan berani mendekati lagi. Jika kamu tidak ingin wajah cantik mu itu rusak... " Ujar Rojer dengan marah.
"Apa- apaan ini Rojer. Kamu berani menampar ku..?" Timpal Catlin tak kalah bengis.
"Kenapa aku tidak berani... Siapa kamu.."
"Hhhhh kenapa kamu tidak pernah bisa melihat ku Rojer... Apa kekurangan ku.. Aku jauh lebih dari segalanya dari Maura. Aku lebih cantik, lebih sexy darinya. Tapi kamu lebih memilih dia dari pada aku. Apa yang Maura miliki yang tidak aku miliki." Teriak Catlin meluapkan kekesalan hatinya yang selama ini di pendam.
Plak...
Sekali lagi tangan Rojer menampar Catlin. Ia tidak terima jika Catlin merendahkan wanitanya.
"Jangan pernah membandingkan diri mu dengan dirinya. Kamu tidak akan bisa bersanding denganya. Bahkan bayangannya saja jauh lebih baik dari perempuan kotor dan rendahan seperti mu. Ingat satu hal ini dan camkan di otak kecil mu itu. Aku akan selalu mencintainya. Di hati ku hanya ada namanya. Kamu tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk masuk ke hati ku. Ku peringatkan wanita busuk seperti mu jangan berani menyentuhnya..." Timpal Rojer dengan penekanan di setiap kata- katanya.
Catlin mengangkat tangannya hendak menampar Rojer. Namun dengan sigap Rojer menjegal tangannya, hingga hanya mengambang di udara.
"Jangan berani main kasar dengan ku... Atau nyawa mu akan melayang di sini..." Rojer menatap Catlin seakan- akan siap mencabut nyawa Catlin dari tubuhnya. Ia menghempas tangan Catlin kasar.
"Pergilah dari sini, sebelum aku melempar mu keluar dari dinding kaca itu." Rojer menunjuk dinding.
Dengan wajah merah padam karna amarah dan kesal. Catlin menyeret kakinya keluar dari ruangan Rojer.
"Ini semua karna mu Maura. Aku pastikan aku akan membuat hidup mu lebih menderita dari pada di dalam neraka." Batin Catlin dengan mengepal tangannya keras.
...----------------...
...****************...
Jangan lupa like. Koment. Tips. Dan masukkan ke keranjang favorit oke...💖
Komen yang banyak biar thor makin semangat...
__ADS_1