
...ILUSI TAKDIR 43...
Melihat keganasan Rojer. Maura benar- benar ciut sekarang. Dia tidak mengira hal sepele seperti ini bisa membuat Rojer begitu sangat marah. Maura sangat terkejut melihat tingkah Rojer yang mengerikan. Ia mundur beberapa langkah agar tidak terkena pecahan piring.
"Astaga... Bagaimana bayi besar ini bisa tahu aku membelinya dari restauran AGRIA. Bahkan dia tau di mana aku membelinya... huhu... Apa dia menaruh GPS dalam tubuh ku... " Batin Maura dengan ekspresi takut ketahuan karna telah berbohong pada Rojer.
"Eee... Tidak... Tidak... Itu tidak benar... Aku memasaknya tadi di rumah... Aku... Tidak...."
Rojer memotong perkataan Maura dengan mendorong tubuh Maura ke tembok hingga menyisakan nyilu di punggung Maura karna menabrak permukaan tembok yang keras. Rojer menghimpit tubuh Maura di tembok hingga tidak ada jarak di antara mereka.
Nafas Rojer semakin menderu menahan amarah, dan deguban jantungnya yang semakin keras. Begitu pula dengan nafas Maura yang semakin menderu karna takut akan kebohongan yang di katakan sementara jantung nya berdegup lebih kencang karna berada dekat dengan pria setampan Rojer. Rojer menatap Maura menegaskan dari sorot matanya untuk mengakui kebohongan Maura. Maura memalingkan wajahnya untuk tidak menatap ke arah Rojer. Ia merasa sesak dan jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya.
"Wanita jadi- jadian ini berani sekali memalingkan wajahnya dari tatapan ku... Kenapa dia sekurang ajar ini.. Apa penekanan ku tidak membuatnya takut sedikit pun... Ehhh... Menyebalkan sekali..." Rutuk Rojer menggeratakkan giginya menahan kekesalannya.
"Kenapa memalingkan wajah mu... Lihat aku..." Tegas Rojer dengan menarik dagu Maura menatap dirinya.
"Kenapa jadi seperti ini sih... Aku bahkan tidak bisa menatap nya dia begitu mengerikan... Hiks... Tuhan selamatkan aku jika tidak aku akan mati konyol di cekik Bayi besar ini..." Tangis Maura dalam hati. Ia berusaha memalingkan wajahnya menghindari tatapan Rojer, yang sedang mencari kebenaran di manik- manik matanya.
"Cih... Wanita ini... Berani menolak... Kurang Ajar habis kamu hari ini..." Batin Rojer dengan smirk liciknya.
" Tatap aku...!!! Kamu tuli ya tidak mendengar perintah atasan mu... TATAP AKU...!!!" Teriak Rojer keras hingga menggema di ruangan.
Maura menutup matanya rapat- rapat. Mimik wajahnya sudah mengkerut di tekuk ke dalam karna kaget dan tagut dengan teriakan Rojer.
"Aaaa... Ini menakutkan..." Batin Maura.
Rojer mengangkat dagu Maura ke atas mengarah pada wajahnya. Maura pasrah dan memutuskan untuk mengikuti apa yang di inginkan Rojer. Matanya terbuka perlahan, Tampak di depan wajahnya terpahat wajah tampan nan elok. Mata Rojer yang memendam amarah, Alisnya yang mengkerut menajamkan pandangan pria di depannya. Dan sudut bibirnya yang tertarik ke atas sedikit menambah kesan kemarahan dan kekesalan yang melandanya. Rojer mencengkram dagu Maura kuat hingga membuat Maura tidak berkutik mengalihkan pandangannya
__ADS_1
"Astaga dia tampan sekali dari jarak sedekat ini..."
Deg... Deg... degupan jantung Maura.
"Ohhh Tidak... Bahkan sekarang Jantung ku berdegup lebih cepat mengalahkan kilatan petir... Rasanya dada ku benar- benar sesak sekarang... Jantung ku rasanya ingin keluar dan memeluk pria ini...Tidak... Tidak... Hei... jangan memujinya.. Dengar hati ku jangan terpesona olehnya... Kamu tidak boleh jatuh dalam perangkap nya.." Maura melawan kata hatinya.
"Apa kamu pikir aku tidak akan tahu jika kamu membeli makanan itu bukan memasaknya... hhh..." Ujar Rojer.
"Ma... Maaf.. kan Aku... Tuan... CEO.. Aku mengakui ini adalah kesalahan ku... Tapi bagaimana kamu bisa tahu.. Apa kamu membuntutiku.?? Atau kamu memasang GPS di tubuh ku saat kemarin malam..." Maura tampak bersalah dan bingung, hingga mencipkatakn mimik lucu di wajahnya.
"Cih... Kenapa ekspresi wajahnya terlihat lucu dan imut sekali... Aku ingin marah pada mu karna membohongiku... Tapi kenapa sekarang kamu menunjukkan wajah imut itu... hhhh Aku ingin memakannya sekarang juga..." Dengus Rojer dengan senyum sekilas di bibirnya, tapi tidak di ketahui oleh Maura.
"Mati lah aku hari ini..." Sesal Maura dalam hati.
"Kenapa??? hhhhh... Aku menyuruh mu untuk membawakan ku masakan rumah kan... Aku tidak pernah menyuruh mu untuk membeli makanan... Tentu saja aku tahu itu karna restauran tempat kamu membelinya adalah Restaurant milik ku... Untuk itu aku bisa dengan mudah mengetahui dari rasa masakannya saja... Kamu tahu kan aku begitu sempurna... Bukan hanya ingatan ku yang tajam tapi indra pengecap ku juga tajam..."
"Maafkan saya Tuan CEO... Saya benar- benar merasa lelah jadi tidak sempat untuk memasak... Jadi saya memutuskan untuk membeli makanan saja... Saya tidak ingin Tuan CEO sampai menunggu lama jika saya memasak... Karna itu akan memakan banyak waktu.." Maura memberikan alasan pada Rojer agar pria di depannnya tidak lagi marah dan segera melepaskan nya dari himpitan tubuhnya. Bahkan saat ini Maura bisa merasakan hangatnya tubuh Rojer yang menempel di tubuhnya.
"Alasan mu masuk akal... Tapi jika aku harus menunggu 2 hari untuk memakan masakan mu... Makan aku akan melakukannya... Kamu tahu... aku sangat marah sekarang... Bahkan aku bisa mencekik penyebab kemarahan ku.." Rojer menakuti Maura. Terlihat Maura menggigit bibir bawahnya terpengaruh dengan ucapan Rojer, yang menakutkan baginya.
"Aishhh... Maura... Apa kamu sedang menggodaku...ckck..." decak Rojer dengan pikirannya yang mulai ingin menerkam Maura masuk dalam permainannya.
"Sekali lagi maafkan saya... Tuan lain kali saya tidak akan melakukan hal seperti ini lagi.." Ucap Maura.
"Kamu memang seharusnya belajar dari kesalahan mu ini... Dan tidak akan berani untuk membantah kata- kata ku... Tapi aku tidak sebaik itu untuk melepaskan mu begitu saja... Aku akan memberikan mu hukuman yang setimpal untuk mu..."
"Hukuman???... Apa dia akan mencekik ku... Tidak... !!!" Teriak Maura dalam hati dan menutup matanya rapat.
__ADS_1
Rojer kembali tersenyum melihat tingkah Maura yang sudah gemetar dan ketakutan bahkan dia sampai memejamkan matanya saat mendengar kata hukuman.
Rojer mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah Maura. Wajahnya dengan jelas merasakan sapuan nafas Maura yang menderu, bahkan Rojer bisa mendengar detakan jantung Maura yang berpacu dari kata normal.
Cup..
Rojer menyapu bibir indah Maura dengan bibirnya. Menempel kan bibirnya lama, dan mulai menghisap dan menelusup masuk ke dalam bibir Maura. Merasakan sensasi kenyal dan manis bercampur air liur, menambah ke intensnan aksi nya.
"Dasar bayi besar.. ini yang dia sebut hukuman... Mengambil kesempatan dengan kekuasaannya.. Tapi,,, Aku tidak bisa membohongi jika ciumannya ini membuat ku sangat ketagihan. " Batin Maura.
Maura membuka mulutnya perlahan, mengimbangi ciuman Rojer. Merasakan sensasi berbeda dengan menelusuri setiap rongga mulut Rojer.
Ciuman mereka semakin dalam dengan pertukaran saliva satu sama lain. Maura menekan kepala Rojer lebih dalam untuk memperdalam ciumannya. Maura tidak bisa memungkiri jika ia bereaksi melawan pikirannya yang menolak melakukannya. Tapi tubuhnya sungguh ingin menyentuh dan menginginkan lebih.
Mata Rojer berbinar mendapat respon baik dari Maura. Bahkan kini Rojer melihat Maura sangat menikmati ciuman mereka.
"Jadi lah anak pintar dan menurut terus seperti ini... aku menyukai nya.." Batin Rojer.
Mendapat lampu hijau dari Maura, Rojer memperdalam ciuman nya, kini ciuman mereka sedikit brutal meski nafas keduanya sudah mulai tersenggal karna kehabisan nafas. Tapi, keduanya tidak ingin melepas ciuman mereka. Decapan dari ciuman mereka bahkan bisa terdengar karna hasrat yang mulai meningkat.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!