Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
112


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 112...


"Tunggu... Kenapa Maura duduk di atas kursi roda? apa yang terjadi padanya? Lalu kenapa dia tidak mengenal ku... Bukankah dia tidak akan pernah bisa untuk melupakan aku.. Karna aku lah orang yang sudah menghancurkan hidupnya..? Apa ini, Dia seperti sedang terluka.. Baiklah jika kamu tidak mengingat ku maka aku akan mengingatkan mu tentang masa kelam mu yang menjijikkan itu, kita lihat sampai mana sandiwara licik mu ini akan bertahan..." Batin Catlin memandang Maura dari atas hingga bawah.


"Baiklah jika kamu berpura- pura melupakan ku,, maka aku Catlin akan mengingatkan mu... Hingga kamu tidak akan mampu untuk mendengar kelicikan dan semua perbuatan mu yang sangat menjijikan itu.. Dengarkan aku baik- baik... Aku adalah orang yang sudah menghancurka hidup mu, hingga kamu berakhir dengan malam panas bersama pria asing. Diri mu bahkan mengandung anak di luar nikah, sunggu wanita yang tidak punya harga diri... Dan kamu juga yang menjadi wanita pelakor dalam hubungan saudar...---"


"Catlin hentikan... Sudah cukup bicara omong kosong...!!!" Bentak Ny. Anindita dan langsung pasang badan di depan Maura. Menghalangi Catlin untuk menyentuh Maura.


Maura mencerna setiap perkatan Catlin, menggali informasi dalam kepalanya. Apa yang di katakan wanita di depannya, sungguh sangat mengusik dan mengganggu dirinya. Ia tidak ingin mendengar hinaan yang begitu pahit dari bibir pedas wanita yang tidak di kenalnya.


Semakin Maura berusaha keras, semakin kepalanya terasa berkunang- kunang dan pening.


"Pelakor,, hamil,, tidur dengan pria asing,,? Apa yang perempuan ini katakan...?.. Apa yang sudah aku lakukan hingga dia mengatakan hal menjijikkan itu kepada ku.." Batin Maura dengan beribu pertanyan dalam pikirannya.


Maura memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing, karna ia memaksakan diri untuk mengingat sesuatu di dalam pikirannya.


Charlote langsung panik dan khawatir melihat Maura.


"Mama.. Mama tidak apa- apa?" Tanya Charlote memegang tangan Maura yang sedikit bergetar, sementara wajahnya tertekuk, seolah sedang berpikir dengan sangat keras.


Maura hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Charlote. Dirinya terus menggali ingatan dalam memori dalam kotak kecil kepalanya. Berharap ada sesuatu yang bisa dirinya temukan.


"Ma.. Ada apa dengan mama kenapa mama menyuruh ku untuk diam?.. Ada apa dengan mu ma.. Dia,,, dia wanita yang telah menghancurkan rumah tangga ku dengan Rojer.. Dia adalah wanita yang sudah menggoda Rojer, hingga Rojer rela menceraikan ku demi dirinya.. Dia lah wanita itu, wanita yang sudah menghancurkan hidup ku..." Ujar Catlin dengan berapi- rapi. Ia tidak habis pikir apa yang sudah terjadi di rumahnya selama ia tidak ada di sini.


Plak...


Satu tamparan keras melayang menyentuh pipi mulus Catlin. Membuat Catlin terkesiap dengan tamparan yang membuat pipinya terasa perih dan panas. Tangannya terangkat menyentuh pipinya yang sudah memerah. wajahnya mengekspresikan ke tidak percayaan, bahwa Ny. Anindita mertua yang selalu menyayangi dan membela dirinya, sekarang menampar dirinya.


"Ma... Apa- apaan ini ma?? Mama menampar ku?? hhh"

__ADS_1


"Cukup,,, hentikan omong kosong mu ini Catlin... Aku yang membawa Maura kemari... Dan sekarang dia adalah menantu ku... Dan kamu bukan siapa- siapa lagi bagi keluarga Wang... " Bentak Ny. Anindita dengan kemarahan yang tidak kalah besar dari Catlin.


"Heheh... Omong kosong? Apa ini ma? Apa yang terjadi pada mu?? Kamu membela wanita murahan ini, dan berani menampar ku karna dia... Bahkan kamu mengatakan jika aku bukan menantu mu lagi... Dengarkan aku ma.. Sampai kapan pun itu tidak akan terjadi... Aku tidak akan pernah bercerai dengan Rojer... Dan aku adalah menantu sah keluarga ini... Apa wanita licik ini sudah mempengaruhi mu ma.. Iya semuanya pasti karna sandiwaranya menjadi wanita lemah dan tidak berdaya, hingga mama mengasihani dirinya... Baik aku akan berikan pelajaran pada wanita rendah ini..." Catlin hendak meraih kursi roda Maura, namun tangan kecil Charlote mengenggam erat tangan Catlin.


Charlote berdiri di depan Maura, menghalangi tangan Catlin untuk menyentuh ibunya. Tatapan lucu yang selalu menghias bola matanya, kini lenyap. Berubah menjadi tatapan tajam yang siap membabat musuh yang ada di depannya.


"Tante... Jangan pernah berpikir untuk menyentuh mama ku..." Tegas Charlote dengan penekanan di setiap perkataannya.


"Oh... Jadi ini lah anak haram yang kamu lahirkan Maura... Hey anak ingusan, jangan jadi super hiro di sini. Kamu tidak sebanding dengan ku.. Menyingkirlah, atau aku akan membuat mu lari terkencing- kencing karna takut..." Ancam Catlin.


"Aku tidak peduli dengan omongan tante yang busuk dan tidak ber faedah itu. Aku sudah memperingati tante untuk tidak menyentuh mama ku... Karna aku akan bisa membuat tante pergi dan mendekam di neraka. Jangan coba- coba meremehkan anak ingusan ini, kalau tante tidak mengenal ku sama sekali... Aku akan melakukan segala cara untuk melindungi mama.. Jadi jangan coba- coba untuk berbalik mengancam ku..." Ujar Charlote tanpa gentar, meski Catlin memandang dirinya dengan wajah marah. Yang mungkin akan menyeramkan bagi anak lain di usianya. Charlote menegaskan perkataannya dengan sangat jelas di hadapan Catlin, dengan jari telunjuk yang menunjuk Catlin.


"Kau..." Catlin mengulurkan tangannya untuk mencekik leher Charlote, karna telah berani mengancam dan menghina dirinya. Seorang Catlin tidak akan bisa menerima hal itu, apa lagi dari seorang anak kecil yang usianya sangat berpaut jauh darinya.


Ny. Anindita segera menghalangi tangan kejam Catlin menyentuh leher cucu kesayangannya. Ia sudah sangat muak dengan sikap Catlin yang brutal dan kasar.


"Ha... ha... Wow... wo..."


Prok..


prok...


prok...


Catlin bertepuk tangan, ia tidak menyangka kebohongan yang selama ini ia simpan ternyata sudah terbongkar tanpa ia sadari. Seharusnya ia tidak melalaikan masalah ini. Tapi, Catlin tidak ingin lemah di hadapan orang- orang ini. Bukan Catlin namanya jika ia tidak bisa membalikkan keadaan.


"Tanpa aku sadari, rahasia yang aku kubur rapat- rapat ternyata sudah di ketahui semua orang... Hebat,,, hebat... Mama sangat hebat ma... Aku salut untuk mu... Tapi siapa diri mu? Kamu bukan siapa- siapa... Wanita tua seperti mu tidak bisa mengusir ku dari rumah ini... Karna aku adalah menantu yang sah di rumah ini.. Jangan kan dirimu Rojer pun tidak akan bisa mengusir ku dari sini... Apa kamu ingin melaporkan diri ku atas tuduhan penipuan hhh?? Lakukan saja... Aku pastikan nama keluarga mu yang sangat kamu bangga- banggakan akan ternoda bersama dengan masuk nya diri ku ke dalam pernjara dan--"


"Tentu saja aku bisa mengusir mu dari rumah ku..." Potong Rojer, ia menuruni tangga dengan perlahan. Wajahnya tidak menunjukkan ketegangan seperti wajah Ny. Anindita yang sudah merah padam karna memendam amarah.

__ADS_1


"Freya bawa nyonya muda dan Charlote ke kamarnya...!!" Titah Rojer pada Freya yang berdiri di pojok ruangan seperti patung.


Freya langsung menganguk, dan mendorong kursi roda Maura menjauh dari keributan. Charlote mengekor di samping Freya dengan tangan terkepal keras.


"Lihat saja Catlin.. Akan ku buat hidup mu menderita..." Batin Charlote dengan gigi yang bergemeretak hebat.


Edent masuk ke dalam rumah kediaman Wang, tampak terlihat ada Catlin dan Ny. Anindita yang sedang berada dalam situasi tegang. Sementara majikannya Rojer hanya berdiri di depan Catlin dengan santai.


"Untuk Apa lagi kamu datang ke sini? Apa semua yang sudah ku berikan masih kurang.?" Tanya Rojer datar, membuat Catlin bingung dengan arah pembicaraan Rojer.


"Semua yang kamu berikan pada ku tidak akan pernah cukup Rojer... Aku hanya akan merasa cukup jika kamu memberikan cinta mu pada ku... Dan apa ini? kenapa kamu membawa selingkuhan, wanita penggoda mu itu ke sini hhh?? Tapi aku katakan pada mu Rojer... Meski perempuan itu ada atau tidak di sini kamu atau mama tidak akan pernah bisa mengusir ku, karna aku adalah istri sah mu di mata hukum dan di mata tuhan..."


"Haha... Aku sangat kasian pada mu Catlin,,, kedok busuk mu sudah terbongkar,, dan kamu masih punya nyali untuk datang ke sini... Apa urat malu mu sudah putus?? Aku katakan untuk terakhir kalinya pada mu,, Maura bukan selingkuhan ku.. Dia akan menjadi istri ku.. Camkan itu.. Dan untuk mengusir mu tentu saja aku bisa... Ini rumah ku, aku yang berkuasa.. Siapa kamu?? Mengancam ku dengan mengatakan kamu adalah istri sah ku.. Apa kamu sudah lupa atau kamu sudah gila.. Kita sudah resmi bercerai... kamu dengar kita sudah bercerai.. Dan tidak ada lagi alasan untuk mu untuk bertahan di sini... Kamu tidak lebih penting dari anjing peliharaan ku..." Tukas Rojer dengan nada datar tanpa ekspresi.


"Bercerai.?? Maksud mu..? Bahkan aku belum menandatangani surat perceraian itu. Artinya aku masih istri sah mu..."


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2