Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Makan bersama.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 63...


"Jangan memandang ku seperti itu... Air liur mu sampai mau jatuh karna terpesona oleh ku..." Ujar Rojer dengan cekikikan lalu mengusap sudut bibir Maura. Kali ini ia begitu percaya diri karna telah membuat Maura terpesona. Rojer menarik kursi di dekat Maura dan duduk di sana.


"Ohhh..." Ujar Maura gelagapan, saat tangan hangat Rojer mengusap sudut bibirnya. Maura sedikit salah tingkah dan kembali duduk di kursinya.


Charlote hanya menggeleng- gelengkan kepalanya, melihat tingkah dua orang dewasa di depannya.


Mr. Kong kepala pelayan dan dua orang pelayan wanita mendekat ke arah Rojer, Maura, dan Charlote. Mereka berdiri di samping masing- masing ketiga orang yang sedang duduk hendak makan malam. Mereka bertiga siap melayani Charlote, Maura, dan Rojer.


Mr. Kong mengambil makanan dan meletakkannya di piring Rojer. Begitu pula dengan dua wanita tersebut melakukan hal yang sama pada piring Maura Charlote.


Maura memandang pelayan tersebut dengan canggung dan tidak enak. Ia tidak biasa di layani sampai seperti ini. Pelayan wanita yang setia berdiri di sisi kanannya, dan siap melayani apa yang ia inginkan. Maura memandang Rojer dan Charlote yang biasa- biasa saja dengan pelayanan yang berlebihan ini. Tapi tidak dengan dirinya. Ia begitu sangat terganggu.


"Mereka berdua biasa- biasa saja... Pelayanan di rumah ini benar- benar sangat berlebihan... Charlote malah terbiasa dan senang dengan pelayanan ini sama seperti papanya... Hhhh pelayan wanita ini melayani ku seperti orang lumpuh. Ini tidak bisa ku biarkan..." Batin Maura.


Maura memegang tangan pelayan wanita yang melayaninya. Menghentikannya meletakkan makanan di piringnya. Pelayan itu terhenyak dan menunduk.


"He.. Kamu tidak perlu melayani ku seperti itu. Terimakasih tapi aku tidak terbiasa dengan pelayan seperti ini. Aku akan mengambil makanan ku sendiri... Bagaimana jika kamu duduk bersama kami dan makan... Lagi pula makanan ini sangat banyak tidak mungkin kami bertiga menghabiskannya kan..." Ujar Maura dengan nada sangat lembut, membuat hati siapapun yang mendengarnya tersentuh.


"Nona Maura sangat rendah hati. Pantas Tuan Rojer sampai mengejarnya..." Batin Mr. Kong memandangi Maura sekilas.


"Lagi- lagi... Kamu membuat ku takjub Maura dengan kerendahan hati mu dan rasa hormat pada orang lain." Batin Rojer dengan memandang wajah Maura.


"Maaaf nona, tapi ini sudah tugas saya untuk melayani anda." Timpal pelayan wanita tersebut dengan sedikit rasa tidak enak.


"Dengarkan apa kata nona muda, biarkan dia mengambil makanannya sendiri. Dan duduklah makan malamlah bersama kami." Ujar Rojer dengan hangat, yang membuat ketiga pelayan tersebut kaget dengan perubahan sifat Rojer, terutama Mr. Kong.


"Sepertinya nona Maura sudah berhasil merubah sikap dingin Tuan Muda... Aku tidak pernah membayangkan jika tuan muda bisa bersikap sehangat ini pada pelayan." Batin Mr. Kong dengan tersenyum sekilas.


"Iya duduklah... Anda juga dan kamu duduklah... Aku akan melayani tuan muda dan putra ku... Kalian nikmati saja hidangannya." Ujar Maura pada Mr. Kong dan kedua pelayan wanita tersebut.


Mr. Kong memandang ke arah Rojer meminta persetujuan. Rojer mengangguk pelan.


Mr. Kong mengangguk memberi isyarat kepada kedua pelayan wanita tersebut. Mereka bertiga duduk di seberang Maura, Rojer, dan Charlote.


Maura tersenyum manis. Menikmati suasana ini. Ketika melihat Mr. Kong ia merasa saat ini ia tengah duduk makan malam bersama sang ayah. Moment yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


"Pa... Aku merindukan mu..." Batin Maura dengam tersenyum ke arah Mr. Kong.


Maura mulai mengambil makanan dan meletakkannya di piring Rojer dan Charlote bergantian.


"Ma... Aku mau sup udang..." Pinta Charlote.


"Baiklah..." Maura mengambil dan menyendokkan sup udang untuk Charlote.


"Makanlah..." Ujar Maura lagi dan mengecup pucuk kepala Charlote, yang di respon dengan senyum tulus dan terimakasih dari Charlote.


Maura meletakkan sayur tumis di piring Rojer dengan telaten. Seperti istri yang melayani suaminya.


"Maura kamu benar - benar istri impian ku.. Aku tidak salah telah memilih mu. Dan aku bersyukur kesalahan itu bisa mempertemukan kita." Batin Rojer memandangi Maura dengan rambut yang terurai.


" Terimakasih sayang..." Ujar Rojer.


"Sayang...?? Jangan panggil aku seperti itu. Makanlah..." Timpal Maura merasa kurang suka dengan panggilan Rojer pada dirinya.


Rojer hanya terkekeh mendengar jawaban dari Maura.


"Kenapa kalian diam... Makanlah apa perlu aku meletakkan makanan di piring kalian??" Tanya Maura pada Mr. Kong dan dua pelayan wanita yang hanya diam memandangi makanan di hadapannya.


Mereka semua makan malam dengan tenang. Hanya dentingan garpu dan sendok yang berbunyi.


...----------------...


Kiera turun dari sebuah angkutan umum di depan gedung apartemen mewah yang di dapatkan dari Catlin.


Kiera tersenyum cerah dengan apa yang ia dapatkan. Uang sebesar 1 Milyar dan satu unit apartemen mewah dan elit.


Kiera melangkah masuk dan mengambil kunci pada penjaga terlebih dahulu.


Kiera membuka pintu apartemennya yang baru saja dia dapatkan.


"Wahh... Mewah sekali... Keberuntungan masih memihak ku... heh..." Satu tarikan nafas Kiera merasa masalah hidupnya yang di sebabkan oleh bosnya yaitu Rojer sudah berakhir. Ia melangkahkah kakinya memasuki apartemen dengan bersemangat.


Namun tiba- tiba sebuah tangan kekar membekap mulut Kiera dan menariknya kedalam apartemen dengan cepat. Tangan itu menghempaskan Kiera hingga terpental ke tembok dengan keras.

__ADS_1


"Awww..." Teriak Kiera kesakitan. Ia mengalihkan pandangannya pada sosok yang sudah menyerangnya. Tepat di hadapannya berdiri seorang pria dengan jaket abu dan celana jins. Kepalanya di tutupi dengan topi jaket yang menjuntai ke bawah. Ia tidak meninggalkan wajah nya terlihat oleh siapa pun. Ia menutupinya dengan sebuah slayer. Ia memandang Kiera dengan datar namun berbahaya.


"Siapa kamu?? Kenapa kamu masuk ke dalam apartemen ku...!!!" Teriak Kiera dengan takut. Ia terus menyeret tubuhnya menjauh dari sosok pris tersebut. Pria itu terus mendekat ke arah Kiera.


Kiera mencoba lari, namun kaki nya tertanggap oleh pria tersebut. Pria hanya diam tanpa mengatakan apapun.Pria itu menggenggam pergelangan kaki Kiera dengan kuat, menghalangi Kiera untuk berlari dan kabur keluar dari apartemen.


"Lepaskan... Lepaskan... Aku... Apa yang kamu inginkan dari ku..." Ujar Kiera ketakutan dengan mata memerah pria tersebut. Kiera menarik sekuat tenaga kakinya. Namun sepertinya tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan diri dari cengkraman pria itu.


Pria itu menarik kaki Kiera menuju kamar mandi apartemen.


"Apa yang kamu lakukan... Ku mohon lepas kan aku..." Mohon Kiera. Kiera terus meraih apapun yang bisa dia raih untuk menopang tubuhnya agar tidak tertarik oleh pria tersebut.


Pria tersebuat terus menyeret tubuh Kiera memasuki kamar mandi. Kiera terus saja meminta dan menangis untuk di lepaskan. Pria itu mengeluarkan tali dari dalam saku celananya dan mengikat kaki dan ke dua tangan Kiera dengan sangat kuat. Membuat tanda merah pada pergelangan kaki dan tangan Kiera karna saking eratnya ikatan tali tersebut.


"Lepaskan aku... Ku mohon... Hiks...hiks..." Tangis Maura semakin histeris, kala melihat bethub terisi penuh dengan air namun kabel dengan aliran listrik kuat menancap ke dalam air bethub. Jadi dapat di pastikan air dalam bethub tersebut mengandung aliran listrik.


Dengan sekali gendongan. Pria tersebut melempar Kiera masuk ke dalam bethub listrik itu tanpa mendengar teriakan sakit yang terlontar dari mulut Kiera karna tersengat listrik.


Ssseet.. zeeet... Aaaa.... zeeet..


Suara gemerincik listrik dan teriakan pilu Kiera menggema dalam kamar mandi apartemen itu. Pria itu menikmati pemandangan di depannya.


Hanya 2 menit, suara teriakan kesakitan Kiera menghilang. Hanya hening yang tersisa dan gemerincik air yang merembes dari bethub.


Pria itu mengambil ponsel di saku jaketnya dan menelpon seseorang.


"Nona Catlin semuanya sudah beres..." Lapor pria tersebut dan langsung menutup Telpon.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2