Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Maura VS Rojer


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 25...


Rojer mengambil ponselnya di saku samping kanan celananya. Ia memencet kontak edent, dan terdengar suara nada sambung dari ujung telpon.


"Aku ingin kamu segera ke ruanganku..!" Ujar rojer dengan nada dinginnya seperti biasa. Meminta edent untuk segera datang ke ruangannya.


Tak berselang lama, edent sudah berdiri di hadapan rojer, dengan tatapan menunduk penuh hormat.


"Penyeraangan kemarin apa sudah di selesaikan??" Tanya rojer sambil memainkan jari- jemarinya.


"Semua sudah di bereskan tuan muda,,, Kami telah mencari informasi tentang penerus dari compeny group. Tapi sepertinya mereka menyembunyikan identitas dari lion." Jawab edent menjelaskan informasi yang di dapat.


"Menyembunyikan?? Jadi maksudmu lion yang biasa kita kenal itu bukan CEO yang sebenarnya.." Ujar rojer menebak informasi yang di sampaikan edent.


"Ya tuan muda... Tapi kami bersama the twins akan mencari informasi tentang lion yang sebenarnya..."


"Cepat selesaikan. Aku tidak ingin mereka berulah lagi, apalagi mereka sampai melukai maura dan charlote.." Ujar rojer sedikit khawatir.


Brak...(Suara pintu di tendang)


Rojer dan edent terkejut dengan pintu yang terbuka karna sebuah tendangan keras. Membuat pandangan mereka langsung melihat siapa yang berani, membuka pintu ruangan CEO dengan cara seperti itu.


Tampak di depan pintu, maura yang berdiri dengan nafas terenggah- enggah, karna ia menuju ruangan rojer dengan berlari. Rojer dan edent melempar pandangan satu sama lain, lalu menatap kembali maura.


Maura mendekat ke arah rojer, dan menarik kerah kemeja rojer. Sontak hal itu membuat rojer kaget dengan perlakuan maura kepadanya. Sementara edent tidak percaya dengan apa yang sekarang di lihatnya. Seorang wanita berani menarik kerah CEO terkaya di kota x, ini hal yang sungguh mengagumkan baginya. Belum lagi rojer yang sifatnya mengalahkan dinginnya es, dan anti wanita membiarkan maura menarik kerah kemejanya begitu saja.


"Heii.. tuan CEO kamu pikir kamu siapa. Berani semena- mena. Kenapa kamu tidak bisa membuatku hidup dengan tenang.." Ujar maura dengan tatapan melototi rojer.

__ADS_1


"Nona.. apa yang anda lakukan.. lepaskan tuan muda sekarang.. Jangan bertingkah kurang ajar.." Ujar edent, membela rojer dan mencoba meminta maura melepas kerah kemeja rojer.


Mendengar apa yang di katakan edent, maura dan rojer menatap edent bersamaan dengan tatapan mematikan. Edent langsung menelan ludah dan bergedik ngeri, melihat tatapan pasangan ini yang seakan- akan ingin membunuhnya sekarang juga. Tidak ingin ikut campur dan terlibat lebih jauh lagi. Edent membungkuk memberi hormat dan langsung bergegas keluar dari ruangan rojer.


"Huhhh... untung saja jantungku masih bedetak.. Ruangan itu sangat menyeramkan...." Lirih edent, saat di luar ruangan rojer. Edent mengusap keringat yang mengalir dari keningnya.


Di lain sisi, rojer tidak tahu bagaimana menghadapi kemarahan maura.


"Apa.. apa yang kamu inginkan... kenapa kamu memindahkan meja kerjaku hhh... Kamu pikir kamu siapa?..." Ujar maura dengan sangat kesal atas tindakan rojer yang semena- mena.


"Aku CEO di perusahaan ini, keputusanku adalah final di sini, tidak bisa di ganggu gugat. Jadi jika aku ingin memindahkan meja kerjamu ke ruanganku apa masalahnya.. Toh aku juga bosnya.." Ujar rojer sambil memegang tangan maura yang menggenggam kerah kemejanya erat.


Menyadari apa yang di katakan rojer ada benarnya. Maura melepaskan kerah baju rojer, dan berkacak pinggang. Maura berusaha mengontrol kemarahannya. Ia berbalik ke arah meja kerjanya yang persis ada di depan meja kerja rojer.


"Dengar tuan CEO yang berkuasa,, aku tidak ingin meja kerjaku di ruanganmu. Aku ingin meja kerjaku di pindahkan ke divisi marketing seperti biasa.. SEKARANG!!!" ujar maura dengan nada tinggi di akhir kalimatnya.


"Aku tidak mau.. aku tidak mau menjadi sekertarismu.. dan..."


"Tidak ada penolakan... Kamu itu salah satu wanita yang beruntung baru bekerja beberapa minggu saja sudah menjadi sekertaris CEO. Banyak sekali yang menginginkan posisi ini. Tapi aku hanya memilih dirimu." Ujar rojer memotong perkataan maura. Ia mendekati maura yang sedang kesal atas perbuatannya itu. Rojer benar- benar tertarik dengan ekspresi maura yang sedang marah.


"Tapi maaf tuan CEO, aku tidak seperti wanita- wanita atau karyawan- karyawanmu itu. Wanita- wanita yang mengejarmu dan mengegelilingimu.. Aku juga tidak merasa beruntung bisa mendapat posisi ini." Ujar maura dengan senyum menahan amarahnya, sambil berbalik menghadap rojer, dan mengalungkan kedua tangannya di leher rojer. Membuat posisi mereka cukup dekat.


"Dengar... Kamu bisa mendapatkan siapapun wanita yang kamu inginkan. Tapi tidak denganku, kamu tidak akan mendapatkanku tuan CEO. Baiklah.. kamu boleh memindahkan meja kerjaku sesukamu. Tapi aku tidak akan bekerja di sini lagi..." Ujar maura dengan nada marah di akhir kalimatnya. Ia melepaskan tangganya dari leher rojer dan beranjak pergi. Rojer dengan cekatan menarik tangan maura, hinngga maura terhempas dalam pelukan rojer.


"Dengar nona maura karavan yang terhormat.. Kamu masih ingatkan kamu berhutang ratusan milyaran kepadaku. Apa aku perlu mengingatkanmu..hmm.. Sepertinya aku harus mengingatkanmu.. Kamu tentu tidak lupa jika kamu pernah menampilkan foto- foto dewasa yang tidak wajar pada rapat dengan tender asing. Dan gara- gara kelalainmu aku harus membayar konpensasi ganti rugi dengan jumlah yang sangat besar. Yang sebenarnya kerugian itu harus di bayar olehmu bukan... Apa.. waktu itu kamu berjanji akan membayarnya walau kamu harus bekerja seumur hidupmu untukku. Apa kamu ingat.. Dan sekarang aku menagihnya... Dan kamu sekarang adalah sekertarisku.. Tidak ada yang bisa mengubah itu." Ujar rojer dengan smirk liciknya.


"Dasar pria licik..." Ujar maura kesal dengan apa yang di katakan rojer. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi sifat rojer yang egois dan arrogant.

__ADS_1


Melihat maura yang terdiam pasrah, rojer melepaskan maura. Rojer sekali lagi merasa puas atas kemenangannya membuat maura tidak bisa berkutik atas keinginnannya. Ia berhasil membuat maura berada dalam genggamannya. Tekadnya semakin kuat untuk membuat maura jatuh cinta padanya.


"Jadi.. terimalah posisimu,, dan bekerjalah sesuai keinginanku.. hmmm.." Ujar rojer dengan smirk kemenangan. Rojer melangkah menuju meja kerjanya, namun berbalik lagi mendekati maura yang berdiri tidak berkutik dengan ulah rojer.


"Oh.. satu lagi.. Jadilah sekertaris yang pintar hmm" Ujar rojer, lalu mengacak- acak rambut maura puas.


Maura benar- benar muak dengan tingkah rojer yang semena- mena. Maura ingin sekali menendang rojer hingga terpental ke planet jupiter.


Rojer melangkah menuju meja kerjanya. Maura benar- benar kesal dengan rojer ingin rasanya ia meninju wajah berkuasa rojer yang sangat menyebalkan di matanya. Tapi apa yang dapat dia lakukan.


Ingatan maura atas kejadian kegagalan tander, foto- foto yang tidak senonoh yang tampil di layar LCD, dan janjinya untuk mengganti rugi atas kecerobohannya. Saat ini mau tidak mau ia harus tunduk dalam perintah rojer.


Maura melangkah menuju meja kerjanya, dan menghempaskan dirinya di kursi kerjanya dengan kesal. Maura terus memandang rojer dengan kesal. Sedangkan rojer yang tengah di pandangi hanya sibuk dengan tablet di tangganya.


"Lihat saja.. nanti aku akan membuat perhitungan denganmu.. " Ujar maura dengan smirk liciknya.


Merasa maura memandanginya terus, rojer mengalihkan pandangannya ke arah maura. Menyadari rojer melihatnya, maura langsung menutupi wajahnya dengan majalah yang ada di atas meja, berpura- pura sedang membaca majalah.


Melihat hal tersebut, rojer tersenyum tipis melihat tingkah maura.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2