Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Cucu..!!


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 17...


Sementara itu, rojer sudah tidak sabar untuk mengetahui hasil tes DNA antara dirinya dan charlote.


"Edent.. kita akan menjemput charlote dan pergi ke rumah sakit." Ujar rojer memberikan perintah.


"Tapi tuan hari ini ada meeting penting dengan klien." Ujar edent mengingatkan rojer.


"Batalkan semuanya. Atur ulang jadwal berikutnya." Ujar rojer membuang pandangannya pada jalanan yang di lewatinya.


"Baik tuan." Jawab edent singkat.


Kring... (suara ponsel rojer berdering)


"Hallo" Ujar rojer dingin.


"Tuan karyawan atas nama maura karavan mengajukan pengunduran diri." Ujar HRD melapor pada rojer.


"Pengunduran diri di tolak.!" Ujar rojer dengan sedikit kesal atas tindakan maura yang ingin mengundurkan diri. Lalu menutup telpon.


...----------------...


Tak butuh waktu lama kini rojer sudah sampai di sekolah charlote. Ia masuk dan menjemput sendiri charlote ke kelasnya. Hal itu membuat charlote cukup kaget dan bahagia.


"Hei... ada apa kamu kemari?" ujar charlote di depan pintu kelasnya.


"Kita akan pergi sekarang... Apa kamu tidak ingin tahu hasil tes kemaren.?" Ujar rojer dengan senyum kasih sayang.


"Ohhh hasilnya keluar sekarang, cepat sekali.. he.." Charlote tidak menyangka jika hasilnya tes DNA itu begitu cepat keluar.


"Charlote.. kamu mau kemana?" Ujar seorang gadis kecil teman charlote, yang melihat charlote akan pergi.


"Aku harus pergi sekarang.." jawab charlote dengan menyunggingkan senyum


"Apa dia papamu??" Tanyanya lagi. Membuat charlote terdiam. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu, karna ia pun belum tahu hasilnya.


"Iya sayang.. aku adalah papanya.." Ujar rojer manis pada teman charlote, yang membuat charlote sedikit terkejut dengan jawaban rojer.


"Hei... apa yang kamu lakukan,, kamu belum tentu papaku.." Ujar charlote meminta penjelasan.


"Jadi... kamu memang tidak ingin aku jadi papamu ya??" rojer menatap charlote dengan sedikit kecewa.


"Bukan seperti itu, aku ingin kamu menjadi papaku, Tapi hasilnya kan belum keluar. Apapun bisa terjadi, aku tidak mau berharap terlalu tinggi jika nanti hasilnya mengatakan kamu bukan papaku." Ujar charlote menunduk.


"Biarpun hasilnya mengatakan kamu bukan putraku, kamu akan tetap menjadi putraku. Karna aku akan menikahi mamamu. Bagaimana?" Smirk tipis terlihat di wajah rojer. Ia pun mengendong charlote dan melangkah pergi menuju mobil, untuk segera ke rumah sakit.

__ADS_1


"Ternyata kamu sangat pintar.. haha..." Ujar charlote dengan senang, lalu memeluk rojer erat. Membuat rojer begitu nyaman dengan pelukan charlote yang ada di gendongannya.


"Aku sungguh tidak percaya, tuan muda berubah begitu cepat.. Bahkan sekarang dia mengendong anak kecil yang belum tentu anaknya. Pemandangan yang mengharukan." Batin edent sambil mengusap sudut mata nya.


...----------------...


Rojer dan charlote kini sedang ada di ruang tunggu, menunggu hasil tes DNA mereka. Mereka sungguh tidak sabar untuk mengetahui hasilnya. Rasa penasaran dan gugup menyelimuti mereka. Sampai akhirnya antony keluar dari ruangan laboratorium dengan membawa sebuah map amplop. Rojer langsung berdiri dan mendekat ke arah antoni, begitu juga charlote yang mengikuti. Antony tersenyum kepada charlote dan berjongkok menyetarakan dirinya.


"Hallo charlote yang manis... Apa kamu di culik dari sekolah oleh dia??" Tanya antony menyapa charlote, yang memakai seragam sekolah. Sebelum di jawab oleh charlote, rojer langsung memegang lengannya dan menyuruh antony berdiri.


"Jangan basa- basi lagi. Katakan hasilnya sekarang. Atau aku akan membuatmu dalam masalah." Ujar rojer dengan penasaran.


"Baiklah.. kamu ini tidak bisa sabaran." Ujar antoni dengan sedikit kesal.


"Ayo.. paman katakan hasil tes nya" Ujar charlote yang juga merenggek.


"Baik..baik.." Ujar antony membuka map amplop dan memgeluarkan sebuah kertas dari dalamnya.


"Hasil tes DNA atas nama Rojer Wang dan charlote karavan adalah 99.9% cocok, yang artinya hasilnya adalah positif. Artinya dia memang anakmu..Selamat rojer.." Ujar antoni membaca hasil tes itu. Dan langsung mengucapkan selamat pada rojer serta memberikannya pelukan. Rojer benar- benar senang mengatahui hasil tes itu sekaligus merasa tidak percaya. Begitupula dengan charlote.


"Papa... " Ujar charlote yang mengucapkan kata papa.


"Iya sayang,..Aku papamu" ujar charlote dengan linangan air mata bahagia.


"Sekarang aku punya papa... papa.. Aku tidak lagi menjadi anak yatim.." Ujar charlote penuh haru dan langsung memeluk rojer erat.


...----------------...


Tok..tok..(Suara pintu di ketuk)


Dengan lunglai maura membuka pintu. Di depan pintu telah berdiri rojer dan charlote. Sedangkan rojer melihat ada lingkaran hitam di kedua mata maura. Maura segera menarik charlote ke sisinya dam memeluknya erat.


"Apa yang kamu lakukan di sini?? Pergilah dari rumahku!!!" Usir maura.


"Aku ingin bicara denganmu." Ujar rojer.


"Tidak.. tidak aku tidak punya waktu untuk berbicara denganmu." jawab maura.


"Mama... Kenapa mama bicara seperti itu pada papa, papa ingin bicara dengan mama." Ujar charlote menengahi perbincangan mereka. Mendengar charlote menyebut rojer papa, maura begitu kaget.


"Apa yang kamu katakan, dia bukan papamu.. sekarang masuk!" titah maura pada charlote.


"Ma jangan bohong. dia papaku, wajah kami begitu mirip dan tes DNA kami menyatakan kalau dia adalah papaku. Ma.. mama selalu menyembunyikan apapun tentang papa dari ku. Dan sekarang papa datang sendiri dalam hidupku. Aku hanya ingin papa ma.. aku ingin punya papa. dan dia adalah papaku. Aku sudah tidak ingin menjadi yatim lagi dan tidak punya papa. Aku juga membutuhkannya ma..Tolong jangan pisahkan aku dari papa lagi ma.. Please terima papa demi aku." Ujar charlote dengan air mata yang mengalir di pipinya. Lalu memeluk maura erat.


"Papa ayo masuk.." Ujar charlote mengajak rojer masuk dan duduk di ruang tamu. Maura tidak bisa melakukan apapun, ia tidak ingin charlote merasa sedih karnanya. Dan tidak munkin juga bagi maura untuk menutupi semua kebenaran ini yang pada akhirnya kebenaran itu terungkap.

__ADS_1


Maura meletakkan secangkir teh untuk rojer dan meletakkanya di atas meja. Rojer dan charlote yang asik berbincang satu sama lain melepas rindu setelah sekian lama mereka berpisah.


"Charlote, kita akan berbincang lagi nanti setelah kamu mengganti pakaianmu.. Pergilah ganti seragammu." Ujar rojer pada charlote.


"Baiklah papa.. tapi jangan pulang dulu aku belum selesai bicara banyak hal dengan papa" ujar charlote berpesan pada rojer.


"Ma.. aku sangat bahagia!!" Ujar charlote memeluk maura yang duduk di sisi lain sofa. Yang dibalas dengan senyuman oleh maura.


"Kenapa kamu menyembunyikan kebenaran sebesar ini dari ku??" ujar rojer memulai pembicaraan antara dirinya dan maura.


"Untuk apa aku memberi tahumu,,," Ujar maura ketus.


"Charlote juga anakku. apa kamu berfikir aku tidak punya hak atas dirinya. Kenapa kamu tidak datang padaku setelah kamu mengetahui dirimu hamil anakku. tapi kamu malah menghilang."


"Untuk apa aku datang padamu, apa aku akan mengulangi kegilaan ku padamu dengan meminta pertanggung jawaban darimu. Seperti malam aku datang padamu dan menyerahkan kehormatanku padamu. Lalu apakah saat itu kamu akan menerima semua yang ku katakan dan tidak menyangkalnya. Lagi pula aku tidak membutuhkanmu untuk membuat hidupku dan charlote bahagia. Tanpamu aku bisa membuat charlote bahagia." Ujar maura lalu melangkah pergi. Dengan cepat rojer memegang pergelangan maura dan menahannya.


"Aku pasti akan membuatmu menerima ku di kehidupanmu. Aku minta maaf atas semua penderitaanmu." Ujar rojer melepas tangan maura dan membiarkan maura pergi.


...----------------...


Langit semakin sore dan rojer harus pulang meninggalkan kediaman charlote dengan perasaan puas. Ia masuk ke rumah mewah keluarga wang dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya tanpa henti.


Tampak ny. anindita yang tengah duduk di sofa sambil menatap layar ponselnya. Ia memperhatikan fotonya bersama charlote saat di taman bermain beberapa hari yang lalu. Rojer yang melewati ny. anindita tidak sengaja melihat foto charlote bersama ibunya. Hal itu membuat rojer penasaran bagaimana ny. anindita bisa mengenal charlote.


"Wajah anak ini benar- benar mirip dengan rojer.." Gumam ny. anindita berbicara sendiri.


"Ma.. foto siapa itu apa itu fotoku?" Ujar rojer pura- pura tidak tahu, membuat ny. anindita terkejut atas kehadiran rojer di belakangnya.


"Tidak... ini bukan foto mu.. ini foto charlote, lihat dan perhatikan dia begitu mirip denganmu. Pertama kali mama melihatnya, mama juga berfikir itu dirimu, tapi sejak kapan tubuhmu berubah jadi pendek. Dia begitu mirip denganmu. Seandainya dia cucuku..hmmm" Ujar ny. anindita sedih di akhir kalimatnya.


"Iya ma.. dia begitu mirip denganku, dia juga manis bukan?? Bagaimana kalau dia menjadi cucu mama sungguhan?.." Tanya rojer menggoda ny. anindita.


"Benarkah rojer... dia akan menjadi cucu mama... tapi, bagaimana munkin. hhh seandainya bisa mama pasti akan sangat senang.. makanya kamu cepat- cepatlah berikan cucu yang lucu untuk mama. Mama sangat kesepian di rumah besar ini." ujar ny. anindita antusias saat rojer mengatakan menjadikan charlote cucunya, tapi di lanjutkan dengan kesedihan di akhir kalimat yang harapannya ingin punya cucu seperti charlote itu mustahil.


"Sudahlah.. ma.. mama jangan sedih.. aku akan membuat anak laki- laki ini menjadi cucumu." Ujar rojer mengecup pipi ny. anindita sekilas. Membuat ny. anindita sedikit terkejut dengan sikap hangat yang di tunjukkan rojer padanya. Belum lagi kata- kata rojer yang membuatnya sedikit bingung. Rojer pun berlalu meninggalkan ny. anindita yang bertanya maksud dari perkataannya.


"Apa maksud dari ucapanmu rojer?? Rojer!!!" Teriak ny. anindita bertanya dan memanggil rojer yang terus beralalu menuju kamarnya tanpa merespon panggilan ny. anindita.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


dukung author biar bisa up terus.


__ADS_2