
...ILUSI TAKDIR 30...
"Sayangku.. Yang tampan.. ayo lakukan.. Aku menginginkan dirimu..." Ujar Maura, lalu mencium bibir Rojer dengan cepat, sebelum Rojer sempat berbicara. Maura membungkam bibir Rojer dengan bibirnya. Menikmati sensasi dari gigitan dan lidahnya yang menari- nari di dalam mulut Rojer.
Hasrat dan suhu tubuh Rojer meningkat. Ada yang sedang bergejolak di bawah sana, menginginkan hal yang lebih.
Gerakan Maura semakin intens. Dia mulai menelusupkan wajahnya ke leher Rojer meninggalkan kissmark kepemilikan di sana.
Sementara Rojer, masih bimbang dan dilema dengan situasinya saat ini. Di depan matanya ada kesempatan yang sedang terbuka lebar. Di sisi lain hatinya yang menolak melakukan hal yang lebih pada Maura karna alasan kesalahan masa lalu.
"Maura hentikan,,, Kamu sedang tidak sadar sekarang.." Ujar Rojer menjauhkan tubuh Maura dari tubuhnya. Sebenarnya apa yang di lakukannya saat ini benar- benar bertolak belakang dengan pikirannya. Dalam pikirannya Rojer ingin sekali menerkam tubuh seksi Maura. Tapi perasaannya menghentikannya melakukan hal itu.
Maura menepis tangan Rojer, dan menarik kemeja Rojer hingga sobek karna kerasnya tarikan Maura.
"Kenapa??? Kalau aku tidak sadar... Katakan apa kamu tidak mencintaiku Rojer..." Ujar Maura dengan nada kecewa tapi manja.
"Aku sangat mencintaimu,,, dan itu tidak akan berubah... Tapi ini salah,,, aku tidak mau membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, dan membuatmu menjauh dariku.." Timpal Rojer dengan kelembutan berusaha membuat Maura mengerti. Tapi bagaimana Maura bisa mengerti hasrat yang bergejolak serta ketidak sadarannya, membuatnya gila dengan Rojer yang ada di dekatnya.
"Aku tidak peduli... Kamu diam saja biar aku yang melakukannya." Ujar Maura dengan tegas.
Maura membuka satu persatu kancing kemejanya dengan perlahan. Tampak dari balik kain terlihat dua buah gunung kembar yang cukup besar, dan kencang.
"Ck... Selain kasar,,, wanita ini juga sangat pandai menggoda pria... Apa yang harus ku lakukan,,, mangsa sudah ada di depan...ahhhhggg..." Batin Rojer, melihat pemandangan di depannya sungguh sangat menarik.
Maura menyanggul rambutnya kebelakang. Memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan indah. Rojer hanya menelan ludah melihat pemandangan yang sangat eksotis. Dia berusaha menahan gejolak dalam tubuhnya yang bertolak belakang dengan perasaannya.
"Sekarang apa aku terlihat menarik???" Bisik Maura di telinga Rojer dengan sensual. Terkena hembusan nafas Maura yang hangat di daun telinganya, dan kata- kata Maura yang terdengar begitu menggoda menciptakan sensasi aneh di sekujur tubuh Rojer. Rojer memejamkan matanya.
"Aku tidak bisa lagi..." Lirih Rojer, di sela- sela Maura yang terus menghujani dirinya dengan cumbu- cumbuan yang terasa mengoda.
__ADS_1
"Maafkan aku.. Tapi aku pria normal..." Ujar Rojer lagi membuka matanya. Rojer meletakkan ponselnya di atas meja. Ia mengendong Maura ke arah ranjang dan menghempaskan tubuh Maura dengan sedikit keras.
Maura tersenyum melihat reaksi Rojer yang sangat gantelmant di matanya.
Rojer melepas dengan cepat kemejanya, dan melemparnya entah kemana. Ia tidak peduli lagi, yang sekarang lebih penting adalah membuat malam ini menjadi malam yang tidak terlupakan.
Rojer menindih tubuh Maura. Ia mencicipi bibir ranum Maura yang selama ini yang selalu ingin dia rasakan. Perpaduan rasa kenyal, manis, dan air liur mereka yang saling bertukar.
Maura mengalungkan tangannya di leher Rojer. Menekan kepala Rojer lebih dalam lagi. Merasakan sensasi yang membuai.
...----------------...
Ting Tong....(Suara bel rumah)
"Sepertinya mama sudah pulang..." Ujar Charlote, yang sedang duduk menonton tv. Ia bangkit dari duduknya dan beranjak ke pintu.
Charlote membuka pintu, tampak Edent yang tengah berdiri dengan memasang senyum di wajahnya.
"Selamat malam tuan kecil.." Ujar Edent memberi ucapan selamat malam pada Charlote.
"Papa mana ya,,, biasanya cecurut satu ini selalu menempel di dekat papa... Tapi papa tidak terlihat sama sekali.." Batin Charlote dengan tatapan masih mencari keberadaan Rojer.
"Paman Edent ngapain ke sini..??" Ujar Charlote dengan nada dingin persis seperti Rojer.
"Ngak Ayah ngak Anak,,, sikapnya sama saja dingin... Hhh..." Bual Edent dalam hati yang mendapat perlakuan sama dari Charlote.
" Paman di suruh menginap di sini oleh papamu,,, paman di perintahkan untuk menjagamu dengan aman, karna malam ini papa dan mamamu ada urusan penting. Jadi, mereka tidak bisa pulang.." Ujar Edent menjelaskan alasannya ada di sini.
"Ohhh Ya sudah ayo masuk..." Ujar Charlote, melangkah masuk ke dalam rumah. Begitu pula dengan Edent yang mengikuti tuan kecilnya masuk.
__ADS_1
"Ohh ya.. Tolong kunci pintunya.." Ujar Charlote berbalik sebentar ke arah Edent. Meminta Edent untuk mengunci pintu sebelum masuk rumah.
"Baik.." Ujar Edent singkat, lalu melakukan apa yang di perintahkan Charlote.
Kini Charlote dan Edent sedang duduk di sofa dengan menonton film action kesukaan Charlote.
"Dengar paman Edent, Kamu bilang tadi ada urusan penting sampai mama dan papa tidak pulang dan mengirimmu kemari untuk menjagaku. Memangnya Urusan penting apa..???" Tanya Charlote pada Edent.
Mendengar pertanyaan Charlote, Edent bingung harus menjawab apa. Sebenarnya Rojer dan Maura tidak sibuk tapi kondisi Maura yang mabuk tidak memunkinkan untuk Rojer membawanya pulang.
"Hmmm... Urusan pekerjaan tuan kecil,,, Sejak pagi papa dan mamamu menghadiri banyak rapat. Dan pekerjaan mereka sangat banyak jadi, mereka harus lembur dan bekerja semalaman." Jawab Edent berbohong pada Charlote.
"Paman kan selalu berada di sisi papaku.. Jadi katakan apa papa dan mamaku sekarang semakin dekat???" Tanya Charlote lagi, yang penasaran dengan hubungan kedua orang tuanya itu. Ia sudah tidak bisa sabar lagi untuk menunggu tinggal terpisah dari kedua orang tuanya.
"Ya,,, mereka sangat dekat... Bahkan papamu menjadikan mamamu sebagai sekertaris pribadinya, dan membuat mamamu bekerja di ruangan yang sama dengannya." Ujar Edent dengan antusias menceritakan perkembangan hubungan Maura dan Rojer.
"Bahkan malam ini mereka akan semakin dekat satu sama lain..hehe..." Batin Edent membayangkan apa yang di lihatnya di hotel tadi antara Maura dan Rojer.
"Tuan kecil tidak perlu khawatir,,, aku yakin papamu akan membuat mamamu jatuh cinta padanya. Karna tuanku itu adalah pujaaan dari seluruh wanita di dunia ini." Ujar Edent lagi dengan bangga.
"Iya... papa memang idaman para wanita,,, begitu juga denganku aku juga sama.. aku juga idaman para wanita paman.. Jika di sandingkan dengan papa.. Aku yakin para wanita akan langsung memilihku..." Ujar Charlote dengan percaya diri. Membuat Edent tidak percaya dengan sifat Charlote yang benar- benar mirip dengan Rojer. Tidak hanya paras wajah Charlote yang begitu mirip dengan wajah Rojer. Bahkan kepercayaan diri yang tinggi juga sama persis dengan Rojer.
"Sekarang katakan padaku... Seperti apa istri papaku yang sekarang???" Tanya Charlote lagi pada Edent.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
__ADS_1
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit