Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
128


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 128...


Seorang suster sedang berdiri di samping Catlin. Ia mengantar kan pasien nya untuk membayar administrasi. Seperti yang di minta sang pasien.


"Sus... Saya ingin membayar tagihan rumah sakit... Beserta pembayaran untuk operasi plastik wajah saya..." Ujar Catlin dengan menyodor kan Black Card nya.


"Baik nona..." Jawab sang suster dan mengambil Black Card Catlin.


"Maaf Nona... Black Card anda tidak bisa di gunakan..." Lanjut sang suster dan mengembalikan Black Card Catlin.


Jeduar....


Gendang telinga Catlin seakan langsung pecah saat mendengar perkataan suster di depannya. Bagaimana bisa Blcak Card tanpa batas nya tidak bisa di gunakan.


"Apa maksud mu...?? Tidak mungkin Kartu ku tidak bisa di gunakan... Kamu tahu ini kartu unlimeted sangat tidak mungkin jika tidak bisa di pakai... Coba lagi...!!" Sentak Catlin dengan memaksa. Dan kembali menyodor kan Black Card nya.


Sang suster yang tidak mau berdebat dengan pasien di depan nya pun menuruti perintah sang pasien.


"Maaf nona... Tapi kartu anda ini tidak bisa di gunakan...." Tegas sang suster dengan kembali menyerahkan Black Catlin.


"Mana mungkin tidak bisa... Itu pasti alat mu yang rusak... Ini kartu unlimeted...!!!" Bentak Catlin dengan garang. Bagaimana mungkin kartu kredit nya tidak bisa di gunakan. Bahkan di kartunya ini dia bisa membeli sebuah pulau. Lalu kenapa sekarang tidak bisa di gunakan. Dirinya tidak habis pikir.


"Maaf nona... Silahkan anda cek langsung ke bank..." Timpal sang suster dengan mendengus. Siapa yang tidak jengkel jika di omeli seperti itu.


"Ck... Kenapa bisa tidak bisa di gunakan sih... Sisa tabungan ku masih sangat banyak kemarin... Belum lagi harta gono gini dari Rojer. Lalu kenapa sekarang kartu kredit ku tidak bisa di gunakan Ck..." Batin Catlin menggerutu.


Sang suster kembali mengantar pasien nya kembali ke kamar.


Catlin segera meraih handphone nya dan menghubungi pengacara nya. Diri nya ingin menanyakan ini semua sekaligus mengurus pencairan harta gono gini nya.


"Halo Selamat siang nona Catlin..." Jawab sang pengacara dari seberang telpon.


"Hallo Katakan kenapa kartu kredit ku tidak bisa di pakai...???" Tanya Catlin dengan ketus. Tanpa basa- basi.


"Soal itu, kartu kredit saldo nya nol nona.. Dengan kata lain kosong.. Itu artinya tidak ada simpanan uang di dalam kartu kredit nona..."

__ADS_1


"Apa???" Catlin membulat kan matanya tidak percaya dengan penuturan pengacara nya itu. Bagaimana bisa saldo kartu kredit nya nol.


"Bicara omong kosong apa kamu ini... Bagaimana bisa... Aku tidak pernah menghabiskan uang simpanan ku hingga habis. Jangan coba- coba menipu ku ya... Tidak mungkin saldo kartu kredit ku habis begitu saja...!!!"


"Bukankah nona sendiri yang menyumbangkan seluruh uang nona ke salah satu yayasan panti asuhan nona.. Bahkan pihak bank sudah mengirim berkas- berkas donasi nya pada saya...Apa perlu saya mengirim nya kepada nona..?"


"Donasi??? Yayasan...??? Apa - apaan ini.. Aku tidak pernah mendonasikan semua uang ku untuk panti asuhan..." Bantah Catlin.


"Jika nona tidak percaya saya akan kirimkan berkas- berkas nya sebagai bukti nona... "


"Aaaahhh... Sudahlah.. Kalau begitu cepat cairkan aset harta gono gini ku yang di berikan Rojer pada ku... Aku sangat membutuh kan uang itu untuk biaya operasi wajah ku... Cepat lakukan itu..."


"Harta gono gini yang di berikan oleh Tuan Rojer juga sudah anda donasi kan nona..."


"Dasar bedebah apa maksud mu lagi... Kenapa bisa harta kekayaan ku semuanya di donasikan... Ini pasti akal- akalan mu..."


"Untuk apa saya menipu nona... Ini atas persetuan nona.. Bahkan semua berkas donasi sudah nona tanda tangani semua..."


"Aaaaaahhhhhh... Sialan..." Teriak Catlin marah.


Ia melempar handphone genggam nya sembarang arah. Hingga handphne tersebut membentur dinding dan pecah seketika.


"Aaaaarrggghhhhhh....!!!!" Teriak Catlin frustasi. Dirinya sungguh tidak mengerti kenapa bisa uang sebanyak itu habis. Dan diri nya yang mendonasikan semua uang nya untuk sebuah panti asuhan. Padahal dirinya tidak pernah melakukan itu.


Catlin benar- benar pusing memikirkan semua ini. Sekarang bagaimana dirinya akan melakukan operasi wajah jika dirinya tida punya uang sepeser pun.


"Brengsek... Sial... Siapa yang telah melakukan ini pada ku... Berani sekali dia melakukan ini... Bagaimana bisa dengan gampang nya dia membalik nama kan seluruh uang dan aset ku..." Batin Catlin dengan memicit pelipisnya yang rasanya hampir pecah. Sungguh sesuatu yang sangat tidak masuk akal bagi dirinya.


"Tunggu.." Lirih Catlin saat memory kepalanya mengingat perkataan Charlote kemarin malam.


"Luka ini akan merampas masa depan dan masa kini mu... Seperti diri mu yang sudah menghancurkan masa depan mama ku...."


"Apa ini semua perbuatan nya..?" Tanya Catlin pada dirinya sendiri.


"Bedebah cilik...!!! Ini semua memang perbuatan nya... Aku sudah salah meremehkan nya... Bocah iblis...!!!" Teriak Catlin histeris. Membuat sang dokter dan perawat nya segera masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


"Nona.. Anda baik- baik saja??" Tanya Dokter dengan berusaha menenangkan Catlin yang terus berteriak seperti orang gila.


"Aku akan membalas bocah iblis itu... Aku tidak akan melepaskan nya.. Kamu dengar itu dokter... Dia telah merusak wajah ku... Hikss... Dan mengambil semua uang ku... Hiks...." Ratap Catlin dengan teriakan yang memilukan. Rasanya kepalanya akan pecah karna masalah yang di buat oleh Charlote.


"Sus... ambil sutikan...!!" Titah Dokter.


Sang suster pun memberikan suntikan penenang pada dokter. Dan dengan sekali tusukan dari sang dokter.


Tubuh Catlin melemas dan kesadaran nya hilang. Tubuh Catlin terkulai lemas di atas kursi roda. Dokter dan suster segera memindahkan tubuh Catlin kembali ke atas ranjang.


...----------------...


"Huhhhh... Sekarang pasti tante ku tersayang.. Tante Catlin.. sedang menangis dengan histeris. Karna tahu Semua uang nya dan aset nya sudah di donasikan untuk yayasan panti Asuhan... Hehhe.." Gumam Charlote yang sedang duduk di kursi belajarnya. Sambil tangannya menerka- nerka kejadian yang saat ini terjadi pada Catlin.


Dengan keahlian nya sebagai heacker. Dengan sangat mudah Charlote meretas akun bank Catlin dengan sangat mudah tanpa ada kebocoran sedikit pun. Belum lagi Greyly anak buahnya yang cerdas dan cekatan itu sudah berhasil membalikkan aset- aset Catlin atas nama donasi.


Dengan Kata lain sekarang, Catlin telah jatuh miskin. Tanpa ada sepeser uang pun di tangannya. Hal ini yang sedang membuat Charlote merasa sangat senang.


"Hiks... Uang ku.. Aku tidak pernah mendonasikan nya..." Tingkah Charlote dengan memasang mimik menangis. Mencontoh kan wajah Catlin yang menangis frustasi.


Charlote mengangkat tangannya lurus ke atas. Merentangkan otot- otot tangannya.


"Aku sudah mengatakan nya Tante... Jangan berani menyentuh mama... Tapi kamu dengan kepercayaan diri mu itu.. Berani menyentuh mama.. Bahkan menampar mama ku... Sebelum nya aku kan sudah memperingati mu.. Tapi sayang nya kamu tidak memgindah kan hal itu... Jadi sekarang terimalah karma mu itu.. Nikmati kesengsaraan mu karna berani berurusan dengan bocah genius ini... Tapi ini belum selesai... Masih ada lagi... Tunggu dan nikmati apa yang akan aku lakukan untuk memberi pelajaran pada wanita licik dan jahat seperti mu... Heheheh. hehe..." Gumam Charlote panjang lebar pada dirinya sendiri, dengan terkekeh senang di akhir kalimat nya. Membayangkan apa yang akan terjadi pada Catlin selanjut nya.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2