
...ILUSI TAKDIR 15...
Maura sedang menuju ruang Mrs. Gresia kepala divisi marketing, dengan membawa beberapa file yang telah selesai di kerjakan.
Tok...tok.. (suara pintu di ketuk)
"Masuk...!" Ujar Mrs. Gresia tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitornya.
"Mrs. pekerjaan sudah selesai, saya sudah menyelesaikan projek divisi kita." Ujar Maura menyodorkan di atas meja.
Mrs. Gresia memandang sekilas ke arah Maura, lalu mengambil dan membuka file berkas yang di sodorkan Maura.
"Bagus,, ini sudah bagus Maura..." Ujar Mrs. Gresia mengulas senyum ke arah Maura. Pekerjaan yang di lakukan Maura berhasil membuat Mrs. Gresia puas.
"Terimakasih Mrs.. Kalau begitu saya undur diri." Ujar Maura pamit untuk kembali ke meja kerjanya, yang hanya di sahuti dengan anggukan dari Mrs. Gresia.
"Maura...!" Panggil Mrs. Gresia tiba- tiba, membuat langkah Maura terhenti sebelum keluar dari ruangan Mrs. Gresia. Maura berbalik menghadap Mrs. Gresia.
"Iya.. Mrs." Jawab Maura.
"Bisakah,,, kamu mengantar file ini ke ruangan CEO untuk di tanda tangani. Aku masih punya banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan, Bisa membantuku??" Tanya Mrs. Gresia pada Maura, sambil menunjuk file kerja yang di sodorkan Maura tadi.
"Mengantar file,,, bagaimana ini?? aku tidak mau bertemu dengan CEO menyebalkan itu lagi. Masalah kemarin saja sudah membuat ku kapok untuk bertemu dengannya, dan sekarang aku harus bertemu dengannya lagi... huhhh sebenarnya aku tidak ingin bertemu dengannya, tapi aku tidak munkin juga menolak perintah mrs. gresia.." Ujar Maura membatin dengan pikiran- pikirannya tentang masalahnya dengan Rojer.
"Maura... Maura!!" Panggil Mrs. Gresia yang melihat Maura melamun.
"Iya!!!" Jawab Maura singkat, tersadar dari pikirannya.
"Bagaimana kamu bisa membantuku??" Tanya Mrs. Gresia lagi.
"Tentu saja Mrs. saya akan mengantarkan berkasnya ke ruang CEO." Jawab Maura dengan menyunggingkan senyum yang di paksakan, lalu mengambil berkas file yang di kerjakannya tadi, dan melangkah pergi menuju ruang CEO.
...----------------...
Rojer yang tengah duduk santai dengan kaki yang di lipat di atas kakinya. Terlihat dari wajahnya yang tersenyum mengingat kejadian kemarin bersama Maura. Rojer memaksa Maura untuk menganti rugi file tander yang di rusak Maura dengan bekerja untuknya sampai waktu yang ia tentukan.
FLASBACK ON...
"Kamu bisa membuatnya lagi seperti keinginanmu, Tapi waktu sudah berlalu, File kerja sama dengan tender asing di butuhkan dalam 3 menit lagi untuk tanda tangan kontrak. Sekarang katakan padaku apa kamu bisa menyiapkan file besar seperti itu dalam 3 menit. ohh.. sekarang tinggal 2 menit 45 detik." Ujar Rojer memandangi jam tangannya.
"Maaf,,, maaf aku tidak bermaksud untuk merusak berkas itu." Ujar Maura dengan nada bersalah, membuat Rojer menyunggingkan smirk ke menangannya.
"Kamu bermaksud merusak file itu atau tidak, tapi kenyataannya berkas itu telah rusak gara- gara kecerobahanmu."
"Aku kan sudah minta maaf dan aku akan ganti rugi... sesuai dengan jumlah kerugian dari kerusakan berkas itu."
"Hmmm... aku sudah menjelaskannya bekerja seumur hidupmu pun kamu tidak akan bisa membayar ganti rugi ini... dan..."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kamu saja yang ganti rugi, lagi pula kamu kaya kan. Jadi mengganti rugi bukan hal yang sulit untukmu kan." Ujar Maura memotong perkataan Rojer dengan acuh lalu keluar dari ruangan Rojer tanpa memberi hormat.
"Wanita sombong...menarik " Batin Rojer. Ketika Maura pergi tanpa memberi hormat padanya.
Tawa Rojer yang sempat tertahan kini bergema di ruang kerjanya tanpa henti..
"Haha....ha...ha... agrhh.. ha.. lihat wajahnya itu... haha.. dia haha..wanita bodoh.. payah.... hah..ha..." Tawa Rojer terbahak- bahak. Membuat Edent yang tiba- tiba masuk terkejut dengan tingkah Rojer yang aneh tertawa sendiri.
FLASBACK END....
"Huhh.. bocah cecurut itu datang di waktu yang sangat tidak tepat.." Lirih Rojer bergelut dengan lamunannya.
Tok.. tok.. ( suara pintu di ketuk)
Suara ketukan pintu menyadarkan Rojer dari lamunan moment dirinya bersama Maura. Entah sejak kapan Rojer mulai bisa tertawa lepas, dan memikirkan seorang wanita. Tanpa dia sadari dia benar- benar jatuh dalam pesona Maura.
"Masuk!!" Ujar Rojer dengan dingin.
Dari balik pintu muncul Edent dengan membawa sebuah berkas.
"Hormat tuang muda.." Edent membungkuk memberi hormat pada Rojer.
"Saya telah menemukan siapa orang yang telah mencoba membobol keamanan sistem perusahaan." Lanjut Edent melapor pada Rojer, menyampaikan informasi yang di temukan.
" Katakan!!" Ujar Rojer singkat.
"Kenapa berhenti.. lanjutkan!!" Titah Rojer.
"Tapi nama Mr. x itu adalah sebuah nama samaran saja. Sebenarnya dia hanya anak kecil laki- laki yang baru menginjak umur 6 tahun 2 minggu yang lalu.."
"Bagaimana bisa aku bisa gelapan mengamankan sistem ku karna ulah anak ingusan... Rojer di mana harga dirimu." Bual Rojer dalam hati merutuki dirinya, tapi ia tidak ingin memperlihatkan kemarahnnya pada edent. Dia tidak ingin orang lain tau bahwa kini harga dirinya sedang terluka.
"Dari keluarga siapa anak itu??" Tanya Rojer memotong perkataan Edent. Dengan tangan mengepal keras menahan amarah dan kekesalannya.
"Dia anak dari Maura Karavan,, salah satu karyawan dari divisi marketing. Tapi anak itu tidak memilik ayah.. dia hanya tinggal berdua dengan ibunya. Tapi yang lebih mengagetkan lagi.." Edent kembali terdiam.
"Maura,??, ternyata dia sudah memiliki anak.." Batin Rojer sedikit kecewa ketika mendengar Edent mengucapkan nama Maura.
"Lanjutkan!!" Ujar rojer. Kini ia benar- benar semakin penasaran dengan kebenaran tentang Maura.
"Tapi... Wajah anak itu sangat mirip dengan wajah tuan muda. Bahkan bisa di bilang seperi pinang di belah dua."
Mendengar apa yang di katakn Edent, Rojer terkejut dan bingung. Ia meminta berkas yang di bawa Edent dan melihat beberapa foto Charlote yang memang benar sangat mirip dengannya.
"Tidak munkin,, wajahnya... benar- benar mirip denganku.." Gumam Rojer tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kini.
"Apa munkin dia ???" Terbayang kejadian malam 6 tahun silam, antara dirinya dengan seorang wanita di sebuah club.
__ADS_1
"Apa dia anakku,, tapi bukankah wanita itu adalah Catlin dan bayiku sudah mati karna keguguran. Lalu bagaimana bisa anak ini mempunyai wajah yang mirip denganku,, Tapi,, aroma dari tubuh Maura sama dengan aroma dari wanita yang bersamaku malam itu."Lirih Rojer bergelut dengan pemikirannya sendiri.
Ia membolak balikkan berkas yang ada di tangannya dengan rasa penasaran yang tinggi. Tercetak jelas marga Maura dan Catlin yang sama KARAVAN. Dan hubungan antara mereka adalah saudari tiri.
" Selamat pagi sayang!!!" Ujar Catlin yang tiba- tiba datang ke kantor, dengan gaya sosialitanya. Melihat kehadiran Catlin, Edent mengundurkan diri keluar dari ruangan Rojer.
"Kenapa kamu kemari.." Ujar Rojer dengan dingin, sambil meletakkan berkas di tangannya di atas meja. Ia tidak ingin siapapun mengetahui hal tersebut termasuk Catlin sebelum ia membuktikan kebenaranya sendiri.
"Aku tidak akan marah dengan sikapmu saat di pesta yang tiba- tiba meninggalkan istrinya sendirian. Aku hanya ingin mengantar makan siang untukmu." Ujar Catlin meletakkan makanan yang telah di belinya sebelum datang ke kantor.
...----------------...
Maura berjalan dengan sedikit gugup, tapi ia tetap harus memberikan berkas ini kepada Rojer untuk di tanda tangani. Tampak dari luar ruangan Rojer. Maura melihat seorang wanita dengan memakai rok pendek di padukan dengan baju formal tapi mewah. Rasa sakit tiba- tiba menjalar di dada Maura. Entah rasa sakit apa yang kini menghinggapi maura bahkan dirinya pun tidak tahu apa yang terjadi dengan hatinya.
"Siapa wanita itu ?? apa dia istri Rojer???" Tanya Maura lirih.
"Baiklah.. pergilah sekarang!!" Ujar Rojer pada Catlin dengan tatapan mematikan. Membuat Catlin memutuskan untuk pergi dari ruangan itu sebelum Rojer benar- benar marah dengan kehadirannya.
"Dia... dia Catlin.. Tapi bagaimana bisa dia ada disini?? " Maura mengingat atas nama siapa pesta aniversary yang membuatnya menjadi istri pengganti Rojer.
"Ternyata dia ... dia Catlin yang sama dengan istri Rojer.. dia istri Rojer..." Ujar Maura, dengan air mata yang menetes di pipinya. Masa 6 tahun silam terbayang dalam pikirannya. Sikap, siksaan, dan hinaan dari Catlin dan Ny. Aorora terbayang jelas di pikirannya, membuat ia benar- benar merasa lemas mengetahui kebenaran itu.
Maura memalingkan wajahnya ke arah lain, ketika Catlin keluar dari ruangan Rojer. Sehingga Catlin tidak melihat kehadiran Maura dan terus berlalu meninggalkan ruangan Rojer. Rasa sesak dan sakit sudah terasa di dada Maura rasa sakit dengan pertemuan nya dengan Catlin yang mengingatkan dirinya tentang masa lalu yang ingin dia lupakan dan buang jauh- jauh. Serta rasa sakit mengetahui bahwa Catlin adalah istri Rojer, rasa sakit yang Maura tidak bisa artikan kenapa dan mengapa bisa terjadi.
...----------------...
...****************...
to be continud🌸
Plese dong kasi:
vote😭
like😭
coment😭
dan tambah ke rak favorit😭
biar author makin semangat.... kalo banyak yang koment thor janji akan up tiap hari deh😋
.... dan sorry buat kemaren karna ngak up soalnya lagi sibuk...
Tapi gantinya hari ini thor bakal up 2 eps.
dadah...🖐🖐🖐
__ADS_1