
...ILUSI TAKDIR 109...
Rojer mendekat ke arah Maura.
"Apa kamu sudah bisa mengingat ku?" Tanya Rojer dengan hati- hati.
Maura meraih tangan Rojer yang mengantung di udara. Mengenggamnya lembut, sambil tersenyum.
"Meski aku tidak mengingat mu... Tapi yang aku tahu kamu adalah suami ku... Dan Charlote adalah putra ku... Ini lah keluarga ku..."
Deg..
Deg..
Jantung Rojer berdegup dengan cepat. Seperti dirinya baru saja selesai berlari maraton. Rojer bingung dengan jawaban yang di berikan Maura. Tapi satu sisi wajahnya bersemu merah saat Maura mengatakan dia adalah suaminya.
"Suami??? Kenapa Maura mengatakan aku suaminya... Bahkan kami belum menikah..." Batin Rojer bergelung dengan kebingungan.
Ny. Anindita terkekeh geli, melihat wajah Rojer yang bersemu merah seperti kepiting rebus.
"Rencana ku sepertinya berhasil... Maaf ya Maura jika aku membohongi mu... Tapi sepertinya kebohongan ini lebih baik... Anggap saja aku sedang menulis takdir putra ku..." Batin Ny. Anindita dengan tangan yang bersedekap di depan dada.
Rojer menatap Charlote di samping Maura, yang sudah tidak lagi menangis. Tapi kini sedang tersenyum ceria. Rojer mengerjitkan dahinya kepada Charlote, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi saat dirinya pergi ke ruangan Antony. Charlote memicingkan matanya dengan dagu menunjuk pada Ny. Anindita. Membuat Rojer kini menatap Ny. Anindita dengan tatapan menuntut penjelasan.
"Nikmati saja dulu..." Bisik Ny. Anindita di telinga Rojer.
Rojer menunduk kecewa. Ia mengira jika Maura sudah mengingatnya kembali. Ternyata ada campur tangan Ny. Anindita.
...----------------...
Gery memberhentikan mobilnya di sebuah kafe yang tidak jauh dari daerah apartemennya.
Ia keluar dari mobil dan menyender tubuhnya. Gery merogoh ponselnya dari dalam saku celana. Ia memencet satu nomer dan terdengar nada sambung dari sana.
Tut....
Tut...
Tut...
"Bisakah kamu menemui ku di kafe Niderland... Aku hanya ingin memberikan sesuatu yang penting..." Ujar Gery, dengan memandang ke arah jalan raya yang ramai dengan para pengemudi.
Gery mematikan ponselnya setelah apa yang ia inginkan, tersampai pada sang penerima telpon.
"Aku harap ini adalah awal yang baik..." Batin Gery, lalu memasukkan kembali ponselnya.
Setelah beberapa menit menunggu.
__ADS_1
Sebuah mobil Bmw, berhenti di depan Gery. Dari dalam mobil mewah itu, keluar Edent dengan tatapan waspada.
Edent mendekat ke arah Gery, yang berdiri dengan menyender di mobilnya.
"Ada apa kamu menyuruh ku kemari Tuan Gery... Aku harap apa yang ingin kamu sampaikan adalah sesuatu yang tidak membuang waktu ku..." Ujar Edent sinis, dengan tatapan tidak suka pada Gery.
Edent memerhatikan Gery, dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Mata Edent berhenti pada leher Gery, yang memiliki bekas kissmark. Edent tersenyum kecut, ia sudah sangat tahu pasti siapa yang memberikan tanda merah itu di leher Gery.
"Cih... Wanita menjijikkan... Ternyata kecurigaan ku memang benar,,, berpura- pura menjadi wanita syok suci.. Tapi pada kenyataannya berbanding terbalik..." Batin Edent, dengan smirk khasnya.
Gery membuka pintu mobilnya, dan mengambil berkas yang di bawa dari apartemennya.
"Catlin sudah menandatangani surat perceraian ini... Itu artinya dia sudah resmi bercerai dari Rojer... Jangan ganggu hidupnya lagi,,, bebaskan dia... Dan tepati janji mu.. Jika Rojer akan memberi harta gono goni kepada Catlin... Aku akan membawanya pergi dari kota ini..." Jelas Gery panjang lebar. Sambil menyerahkan berkas di tangannya pada Edent.
Edent membuka lembaran berkas perceraian yang di berikan Gery. Ternyata benar, apa yang di katakan Gery. Tanda tangan Catlin sudah terbubuh jelas di atas kertas putih itu.
"Wow... Sungguh hebat, bagaimana kamu bisa melakukannya? Bukannya nona Catlin tidak mau untuk menandatangani surat perceraian ini..?" Edent mencebikkan bibirnya.
"Kamu tidak perlu tahu bagaimana cara aku mendapatkannya... Tapi yang pasti,,, Catlin sudah tidak ada hubungannya lagi dengan keluarga Wang... Aku harap keluarga Wang tidak akan mengusik hidupnya lagi.."
"Anda tenang saja Tuan... Selama Nona Catlin tidak mengusik salah satu anggota keluarga Wang... Maka keluarga Wang tidak akan mengusiknya... Aku akui aku tidak membuang waktu ku dengan menemui mu..." Edent menutup lembaran berkas di tangannya. Lalu menatap Gery yang gelisah.
"Nona Catlin akan menjadi milik mu Tuan... Aku permisi..." Lanjut Edent dengan menepuk bahu Gery tiga kali, lalu melangkah masuk ke dalam mobil dan melesat membelah jalan raya.
Gery masuk ke dalam mobilnya, hatinya terasa tidak tenang. Karna ia sudah menipu Catlin untuk menandatangani surat perceraian itu. Entah apa yang akan terjadi jika Catlin mengetahui ini semua. Gery melajukan mobilnya, meninggalkan area cafe.
...----------------...
"Tentu dokter aku sangat senang... Terimakasih sudah memperbolehkan ku pulang... Aku janji akan minum obat tepat waktu dan berusaha untuk sembuh..." Timpal Maura dengan senang. Ia sudah tahu jika kondisi kakinya saat ini tidak bisa bergerak atau pun berjalan, dengan kata lain lumpuh. Saat mengetahui hal ini untuk pertama kali, dirinya sangat syok. Tapi dengan Rojer yang ada di sisinya, yang selalu menguatkan dirinya. Semuanya terasa mudah untuk di lalui.
"Rojer... Jaga kakak ipar dengan baik... Jika tidak aku akan mengambilnya dari mu dan merawatnya sendiri.." Ujar Antony dengan pura- pura ketus pada Rojer yang sejak tadi hanya berdiri di samping Maura dengan tersenyum.
"Tanpa kamu perintah pun... Aku akan menjaganya dengan baik.. Aku akan menjaganya 1×24 jam... Aku akan selalu berada di sisinya..." Rojer mencium pucuk kepala Maura mesra. Maura terkekeh geli melihat ulah dua orang pria di depannya.
"Baiklah... Tahanlah.. Jangan bermesraan di rumah sakit... Kamu bisa menahannya sampai rumah Rojer... Cepat pulanglah.. Aku sudak muak melihat wajah mu..." Antony melenggos keluar dari ruangan Maura. Ia tidak mau melihat kemesraan antara Rojer dan Maura. Hal itu membuat dirinya sangat merindukan istrinya di rumah.
"Karina sedang apa ya... Ah aku akan menelponnya...!" Gumam Antony, dan merogoh ponselnya.
Rojer menggeleng- gelengkan kepalanya, melihat tingkah kekanak- kanakan dari Antony, sementara Maura masih tertawa kecil.
Seorang suster masuk dengan mendorong kursi roda, lalu keluar dari ruangan setelah meletakkannya di depan Rojer.
"Mama dan Charlote tidak ikut?.." Tanya Maura pada Rojer dengan memanyunkan bibirnya ke depan.
Rojer merasa gemas melihat ekspresi wajah Maura. Rasanya ia ingin melahap wajah lucu didepannya itu. Dirinya sangat bahagia, bisa bersama lagi bersama Maura. Meski ada kebohongan tentang kebenaran hidup Maura yang ia sembunyikan.
"Kenapa kamu melamun??? Aku sedang bertanya pada mu..." Ujar Maura dengan kesal, dengan tangannya melayang mencubit perut Rojer.
__ADS_1
"Awww..." Teriak Rojer kesakitan, tangannya memegang perut bekas cubitan Maura.
"Bisakah kamu tidak memukul ku... Kebiasan mu sepertinya tidak berubah sama sekali..." Lanjut Rojer dengan memicingkan matanya.
"Apa aku selalu memukul mu dulu, sebelum aku melupakan mu?"
"Iya,,, bahkan kamu pernah membuat ku babak belur... Dan memberi ku konpensasi uang seratus ribu... Sungguh sangat menyebalkan.."
"Haha... Hah...ha..." Maura tertawa terbahak, mendengar cerita Rojer tentang dirinya. Gaya dan mimik wajah Rojer saat mengatakan itu semuanya sangat lucu di mata Maura. Membuat perutnya terasa tergelitik oleh ribuan cacing, yang sangat menggelikan.
"Berhentilah tertawa, kamu semakin cantik jika tertawa terus..." Wajah Rojer, sedikit muram melihat Maura yang terus menertawakan dirinya. Hatinya terasa hangat melihat tawa yang merekah dengan indah di bibir Maura.
Rojer mengambil sebuah tas dan merapikan pakain Maura yang selama ini di pakai di rumah sakit.
"Dasar gombal... Jika aku cantik saat tertawa.. Aku akan selalu tertawa jika begitu... Supaya aku tetap cantik..." Maura terus berbicara dengan tawa yang menyelingi perkataannya.
"Apa kamu mau engsel bibir lepas... Jika kamu terus tertawa seperti itu.?" Rojer terus memasukkan pakaian Maura ke dalam tas.
"Hmmm Baiklah... Aku akan berhenti..." Maura meletakkan jari telunjuknya di depan bibir. Sabagai umpa ia menghentikan tawanya.
"Terimakasih sudah menjadi istri yang penurut..." Rojer mendekat dan mendekap tubuh Maura dalam pelukannya.
Maura merentangkan tangannya lebar, dan membalas pelukan Rojer yang sangat nyaman baginya.
"Terimakasih sudah menjadi suami yang sangat luar biasa untuk ku... Meski aku berada dalam kondisi ini kamu tetap menjaga ku dan tidak meninggalkan ku.. Terimakasih sudah menjadi memori ku yang hilang.. Dan terimakasih sudah bersedia menjadi kaki untuk ku yang siap melangkah kemana pun aku mau... Aku beruntung memiliki suami seperti mu Rojer... Aku sangat mencintai mu... Aku mencintai mu Rojer..." Maura melepas pelukan Rojer, dan menengadahkan wajahnya menatap wajah Rojer yang kini menatap dirinya. Ada sebercak cairan bening yang timbul dari sudut mata Rojer, yang berhasil membuat Maura meleleh dan tersentuh.
"Ohhh Kamu menangis.. Hehe... dasar cengeng..." Ejek Maura dengan mencebikkan bibirnya.
"Siapa... Siapa yang menangis... Aku ini pria kuat untuk apa aku menangis..." Rojer memalingkan wajahnya cepat ke sembarang arah. Ia tidak ingin Maura mengejek dirinya karna ketahuan terharu dengan ucapan yang terdengar indah dari bibir Maura.
"Mengaku lah... Jika kamu terharu dengan perkataan ku..." Maura terkekeh geli melihat Rojer yang membuang tatapannya. Maura melancarkan aksinya dengan menggelitik perut Rojer.
"Aishhh... Apa yang kamu lakukan Mau... Ini gelii.. Hahah... Haha..." Tawa Rojer terdengar nyaring di telinga Maura. Dengan tubuh yang meliuk- liuk menghindari gelitikan maut dari tangan Maura.
"Tidak akan... Aku tidak akan menghentikannya sebelum kamu berkata jujur..." Ucap Maura dengan terus menggelitik perut Rojer. Membuat Rojer naik ke atas ranjang dengan tubuh yang masih memberontak. Seakan tubuhnya saat ini di gerayani oleh ribuan ulat. Sungguh sangat menggelikan.
"Hentikan Mau... Hentikan.... Haha.ha... ha..." Rojer menangkap tangan nakal Maura, dan mencengkramnya denga kuat. Membuat aktivitas jahil Maura terhenti.
...----------------...
...****************...
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
__ADS_1
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit