Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
129


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 129...


Dua pasangan yang baru saja selesai dengan makan malam mereka kini terlihat di area parkiran Cafe.


"Makan malam ini sangat- sangat seru dan menyenangkan... Kapan- kapan kita harus melakukan nya lagi oke... Atau bagaimana jika kita liburan bersama, atau bulan madu bersama pasti akan sangat seru... Ha... ha...!!!" Ujar Antony dengan merangkul pundak Karina sambil terkekeh di akhir kalimatnya.


"Tidak....!!!" Bantah Rojer dengan tegas tanpa ada penolakan. Ia sudah cukup bersabar untuk terus menyetujui usulan dari Antony. Tapi untuk yang satu ini tidak. Karna diri nya sudah merencanakan rencana bulan madu untuk diri nya dan Maura.


"Kenapa? aku rasa ide itu cukup bagus..." Sosor Maura yang mulai senang dengan usulan Antony yang lumayan seru jika mereka lakukan.


"Hmmm sayang... Kenapa kamu selalu menganggu pasangan pengantin ini???" Tanya Karina dengan mencubit pinggang Antony.


"Auuuuu..." Ringgis Antony kesakitan.


"Memang nya kenapa ini adalah rencana yang bagus honey..." Timpal Antony mempertahankan pendapat nya.


"Dengar mereka juga perlu waktu berdua... kamu jangan menjadi pengganggu biarkan pasangan ini melakukan apa yang mereka ingin lakukan... Kamu seperti tidak tahu apa yang di lakukan dua orang setelah menikah..." Jelas Karina dengan gregetan pada suaminya. Sambil menatap Antony dengan melotot.


"Uppsss... Seperti nya apa yang di katakan istri ku memang benar... Maura kamu tenang saja kita akan merencanakan nya lain waktu...." Ujar Antony lagi setelah memikirkan ucapan istri nya.


"Baiklah Rojer,,, Maura kami pamit duluan... Kalian hati -hati di jalan..." Pamit Karina dengan memeluk Maura singkat.


Maura mengangguk dan tersenyum manis pada pasangan di depan nya.


"Kalian juga hati- hati..." Timpal Maura dengan melambaikan tangan ke arah Karina dan Antony yang melangkah menjauh menuju mobil nya.


"Seharus nya kita menyetujui rencana Antony pasti sangat menyenangkan..." Cicit Maura dengan memasang wajah sedih. Diri nya hanya ingin melihat ekspresi Rojer saat diri nya mengatakan hal ini.


"Aku rasa tidak... Rencana nya tidak bagus sama sekali..." Timpal Rojer dengan mendorong kursi roda Maura.


"Bukan nya dari kemaren rencana yang di usul kan oleh Dokter Antony selalu saja tidak bagus bagi diri mu...."


"Karna kenyataan nya memang begitu... Itu cuma rencana tidak berkelas... Jika di bandingkan dengan rencana yang sudah ku buat untuk mu..."

__ADS_1


Maura langsung mendongak kan kepalanya pada Rojer di belakang nya.


"Benarkah rencana apa?" Tanya Maura dengan antusias.


"Rencana bulan madu..." Bisik Rojer dengan menunduk.


Maura langsung tersipu malu dengan perkataan Rojer. Lagi- lagi hatinya berdesir karna ulah Rojer.


Rojer melangkah menjauh untuk mengambil sesuatu di dalam mobil.


Sementara Maura masih dengan wajah merah merona nya sedang tersipu malu. Mengingat perkataan Rojer barusan. Sebuah rencana bulan madu. Sungguh hati Maura kini di landa dengan perasaan berbunga- bunga dan campur aduk.


Sebuah dorongan keras, entah dari mana datang nya tiba- tiba menghantam kursi roda Maura dengan keras. Membuat kursi roda yang di duduki Maura terjungkal dan hampir jatuh. Untung dengan sigap Rojer berhasil menangkap kursi roda istri nya sebelum terjungkal dan jatuh


Tangan Rojer mengepal dengan sangat keras. Hingga buku- buku tangan nya memutih. Amarah nya meluap- luap siap di muntahkan. Melihat seseorang telah berani mencoba untuk menyelakai istrinya.


"Gara- gara wanita penggoda seperti diri mu. Yang tidak tahu malu dan rendahan membuat pernikahan putri ku hancur.... Kamu harus mendapatkan pelajaran Maura....!!" Amuk Ny. Aurora yang sudah berdiri di hadapan Maura dengan amarah dan kebencian.


Belum lagi wanita paruh baya ini memberikan sumpah serapah nya dengan menghina diri nya. Diri nya benar- benar bingung dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.


"Maaf Nyonya... Tapi siapa anda.. Kenapa anda tiba- tiba datang dan memarahi saya...?" Tanya Maura dengan dahi yang semakin mengkerut.


"Dasar putri durhaka... Berani sekali kamu melupakan wanita yang sudah membesar kan mu... Apa aku perlu mengatakan jika aku adalah ibu tiri mu... Kamu tahu aku tidak pernah sudi menerima mu sebagai putri ku... Putri ku hanya satu dia adalah Catlin... Seharusnya aku juga melenyapkan mu bersama ayah mu yang bangkotan itu... Agar kalian lenyap dan tidak membuat masalah lagi..." Cecar Ny. Aurora dengan kemarahan yang menyala- nyala.


Maura meresapi setiap perkataan yang terlontar dari mulut Ny. Aurora. Pikiran nya mengorek ingatan masa lalu yang hilang dari memori nya.


Kepala Maura semakin pening saat gambaran- gambaran berwarna hitam putih muncul dan berputar dengan cepat di kepalanya.


Rasanya kepalanya akan segera pecah dengan patahan- patahan hitam putih yang terus berputar dengan cepat di kepala nya.


"Auuuuuu sakitt...... Ssshhhhh" Ringgis Maura dengan memegangi kepalanya yang sangat terasa sakit.


"Gambaran ini... Apa yang sebenarnya terjadi pada diri ku... Gambaran apa ini... Wajah Wanita itu... Apa ini adalah ingatan ku yang hilang... Tapi kenapa terlihat begitu buram...." Batin Maura dengan memegangi pelipisnya, yang terasa berdenyut nyeri.

__ADS_1


"Aassshhhh sakit....."


Ny. Aurora siap melayangkan tangannya untuk menampar pipi cantik Maura. Ia sudah tidak tahan untuk menahan tangan nya yang sudah gatal untuk memberi pelajaran wanita yang sangat di benci nya.


"Aaaarrrgggghhhh...." Pekik Ny. Aurora saat tangannya yang di layangkan untuk menampar Maura terhenti di udara. Tangannya di pelintir dengan bertenaga membuat tulangnya terasa di patahkan.


"Berani sekali diri mu muncul di hadapan ku...." Ujar Rojer dengan menekan setiap perkataan nya. Sementara Tangannya yang besar sedang menahan serangan Ny. Aurora yang ingin menampar istrinya. Tanpa ampun dan kasihan Rojer memelintir tangan kurus Ny. Aurora hingga wanita tua itu meringis kesakitan.


"Tangan mu ini tidak berhak untuk menampar istri ku... Aku pastikan pada mu jika hidup mu akan segera berakhir... Aku sudah cukup untuk menahan diri... Mendengar hinaan mu pada istri ku... Kamu mungkin ibu tirinya.. Kamu mungkin yang membesar kan nya... Tapi hak mu itu sudah hilang saat diri mu menjual nya... Setelah ini aku pastikan hidup mu akan selesai karna telah berani mendorong istri ku... Kamu mungkin lupa jika Maura sekarang sudah menjadi istri ku... Istri sah ku.. Dan putri mu adalah mantan istri ku.... Aku tidak segan- segan untuk melenyapkan mu nyonya karavan..." Sentak Rojer dan menghempas tangan Ny. Aurora dengan kasar.


"Aaarrgghhhhhh" pekik Ny. Aurora dengan memegangi tangan nya. Keberanian yang sudah diri nya kumpulkan kini menciut mengecil seperti kerupuk. Diri nya bergidik ngeri mendengar ancaman Rojer yang terdengar nyata.


Sementara Maura terus merasa pusing dan mual yang kini semakin menguasai kesadarannya.


"Maura... Kamu baik- baik saja??" Tanya Rojer panik melihat kondisi Maura memegang kepalanya sambil meringgis kesakitan. Rojer menepuk- nepuk pipi Maura untuk menyadarkan istri nya. Namun sepertinya rasa sakit di kepala Maura sudah mengusai kesadaran istri nya.


"Dasar wanita tua... Aku tidak akan melepaskan mu...!!!" Ancam Rojer lagi dengan menatap marah pada Ny. Aurora.


Rojer segera membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh istri nya ke dalam. Ia memasukkan kursi roda ke dalam bagasi lalu segera menginjak pedal gas untuk pulang.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2