Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Makanan Restaurant part 1.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 42...


Deg


"Kenapa bisa dia..." Batin Ny. Aurora dengan menutup mulutnya.


Tubuh Ny. Aurora linglung ke belakang seakan ingin roboh jatuh ke lantai. Ia menggenggam meja dengan kuat dengan sisa- sisa tenaga yang masih ia miliki.


"Tidak... Tidak... Ini tidak munkin... Itu bukan Maura... Pasti aku salah lihat... Aku sudah menghancurkan nya 6 tahun silam... Dia tidak munkin kembali.." Lirih Ny. Aurora dengan keringat yang mulai mengalir di keningnya. Menandakan dirinya sedang merasa cemas dan di landakan ke khawatiran.


"Jeng Aurora kamu baik - baik saja..?" Tanya teman wanita Ny. Aurora yang melihat keadaan Ny. Aurora yang linglung, sambil menyangga tubuh Ny. Aurora agar tidak ambruk.


"Iya... Aku tidak papa.. Aku baik- baik saja..." Ny. Aurora tersenyum menyakinkan temannya bahwa ia baik- baik saja.


"Kamu sepertinya sedang tidak sehat..." Ujar Teman wanitanya memastikan keadaan Ny. Aurora.


"Sudah lah jangan mengkhawatirkan ku, aku baik- baik saja. Mari kita lanjutkan perbincangan kita..." Timpal Ny. Aurora lalu duduk kembali di tempat semula, mencairkan suasana yang sempat menjadi menegangkan. Ny. Aurora menarik sudut bibirnya ke atas membentuk sebuah lengkungan di wajahnya. Meski jauh di dalam lubuk hatinya saat ini dia sedang cemas dengan apa yang di lihatnya tadi. Tapi tentu saja ia tidak ingin menampakkan nya di depan teman- teman sosialitanya.


...----------------...


Maura sudah memasuki kantor SUNRISE IT. Tidak ada yang memperhatikannya karna penampilannya yang seperti kurir pengantar paket.


Maura segera memencet tombol lift menuju ruangan Rojer. Ia ingin secepatnya menyerahkan makanan ini dan segera pulang, menikmati hari libur yang di berikan Rojer dengan suka cita. Melepas penat dan pikiran jengkel karna ulah Rojer yang sama sekali tidak bisa di atur.


"Permisi..." Maura berdiri di depan pintu ruangan Rojer dengan menenteng totbage makanan. Ia bersikap profesional di hadapan Rojer, meski di dalam hatinya saat ini dia ingin mencakar dan membanting Rojer hingga hancur berkeping- keping.


"Ouhhh akhirnya kamu datang juga... Aku sudah sangat lapar... ssssttt.." Ujar Rojer dengan memasang senyum nakal dan mendesis, serta memegang perutnya mengatakan bahwa perutnya ingin di masukkan makanan. Rojer berjalan dan duduk di sofa menyilangkan Kakinya di atas kaki yang lainnya.


Maura menghampiri Rojer dan meletakkan totbage makanan di atas meja, persis tepat di depan Rojer.

__ADS_1


"Baiklah jika sudah tidak ada perintah lagi... Saya undur diri..." Ujar Maura dengan menunduk tidak ingin melihat apalagi menatap wajah menjenggelkan di depannya. Maura membungkuk memberi hormat dan menyeret kakinya keluar dari ruangan Rojer.


"Eithh... Siapa yang mengizinkan mu pergi... Cepat kembali kemari...!!!" Perintah Rojer.


Maura memutar bola matanya kesal. Ia berbalik dan menghampiri Rojer kembali dengan kepala menunduk. Menghindari tatapan Rojer.


"Hhhmmmm" Rojer berdehem, meletakkan jari telunjuk di bibirnya. Sedangkan Maura masih diam tidak bergeming.


"Kenapa kamu hanya diam berdiri di sana... Cepat sajikan makanan nya... Jangan jadi kuda yang jika tidak di pacu tidak bergerak... Kamu ingin sekali ya melihat ku mati sekarat karna kelaparan... Dasar wanita jadi- jadian tidak punya perasaan sama sekali..." Ujar Rojer dengan memasang wajah kesal.


"Hmmm..." Maura berdehem, dan menyajikan makanan sesuai dengan perintah Rojer. Ia tidak ingin membalas perkataan Rojer dan memilih untuk diam. Semakin cepat dia selesai melayani Rojer semakin cepat dia akan keluar dari ruangan yang menyesakkannya ini.


"Kenapa wanita ini???... Kenapa diam saja mendengar umpatan ku tentang dirinya... Biasanya dia akan berkoar- koar dengan mulut lebarnya itu untuk membalas dan membantah ku... Lalu kenapa dia sekarang dia diam saja...???" Batin Rojer bertanya- tanya dengan sikap Maura yang tidak merespon sama sekali, dan mematuhi perintah Rojer.


"Tidak... Tidak... Kamu tidak boleh mengaturnya seperti itu... Aku tidak berselera makan jika kamu mengatur makanannya seperti itu... Atur ulang..."


"Bayi besar bodoh... Kamu sengaja kan menjahiliku... hhh... Aku tidak akan terpancing oleh mu... Saat waktu nya tiba akan ku tendang kamu keluar dari bumi dan mendarat di jupiter... haha..." Maura tersenyum dengan umpatannya sendiri.


"Hhhh... Kenapa dia tersenyum sekarang... Menakutkan sekali..." Batin Rojer melihat sekilas senyum Maura.


"Sudah Tuan silahkan makan..." Ujar Maura mempersilahkan Rojer.


Rojer mulai menyuapkan makanan tersebut dalam mulutnya, dan mulai mengunyahnya perlahan. Dia memandang ke arah Maura yang tidak bergeming sejak tadi. Bibirnya terangkat dan dahinya mengkerut ada rasa kecewa dan sedikit amarah di hati Rojer.


PRANG... ( Suara sendok dan garpu di lempar keras di atas meja.)


Maura terkejut dan menatap Rojer. Rojer terlihat marah dan berdiri dari duduknya, serta berkacak pinggang. Nafasnya menderu kesal dengan sorot mata yang tajam.


"Hah... Kenapa lagi bayi besar bodoh ini... kenapa dia terlihat sangat marah... Menakutkan sekali... Apa dia akan menghabisi ku sekarang di tempat ini... Atau melempar ku keluar dari gedung ini melalui jendela kaca itu... Kenapa jadi seperti ini sih..." Batin Maura dengan semburat ketakutan. Ia menggigit jari nya berusaha mengontrol rasa takutnya melihat kemarahan rojer.

__ADS_1


"Sial... Kurang ajar... Aku menyuruhnya untuk memberikan ku masakan rumah tapi dia memberikan ku makanan restaurant... Dia ini wanita atau waria???.. Dia sama sekali tidak memiliki kepekaan sedikit pun... Aku menyuruhnya memasak dengan tangannya sendiri... Karna aku ingin merasakan masakan yang di buatnya sendiri... Aku ingin seperti pria lain yang makan dari masakan istrinya... Hhh Tapi wanita ini... accchhh..." Batin Rojer kesal sekaligus marah dengan tangan mengepal sempurna.


"Apa kamu memberikan makanan restaurant pada ku..??" Tanya Rojer dengar nada serius dan menahan kesal.


Glek Maura menelan ludahnya. tenggorannya benar- benar tercekat dengan pertanyan Rojer.


"Waduh... Bagaimana dia bisa tahu... Aku kan tidak memberi tahunya... Pengecap rasa pada lidahnya benar- benar tajam... Bahkan dia bisa mengetahui bahwa makanan itu aku beli dari restaurant... Aku harus bagaimana ini..." Batin Maura.


"Ha... ha... Tuan... Tuan salah... Ini masakan rumah..." Tawa Maura dengan berbohong.


"Cih... Masih bisa berbohong setelah tertangkap basah.." Batin Rojer dengan amarah yang semakin membara karna jawaban dari Maura.


"Apa kamu yang memasaknya..??" Tanya Rojer lagi.


"Tentu... Tentu.. Tuan CEO saya yang memasaknya khusus untuk anda..." Jawab Maura terbata- bata.


"Bohong... Bohong... Kamu berbohong padaku... Ini bukan masakan mu... Kamu membelinya dari restaurant AGRIA kan??!!" Teriak Rojer dan menghempaskan semua makanan di atas meja hingga berserakan di mana- mana. Serta pecahan piring yang bercecer di lantai.


Melihat keganasan Rojer. Maura benar- benar ciut sekarang. Dia tidak mengira hal sepele seperti ini bisa membuat Rojer begitu sangat marah. Maura sangat terkejut melihat tingkah Rojer yang mengerikan. Ia mundur beberapa langkah agar tidak terkena pecahan piring.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!

__ADS_1


__ADS_2