Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Pesta catlin...


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 13...


"Uhhh... apa yang dia lakukan.. kenapa dia mengendusku.." Batin Maura menjauh dari Rojer. Namun Rojer malah memegang lengannya erat membuat Maura tidak bisa berkutik.


"Aroma ini.... aroma yang sama dengan wanita yang menghajarku itu." Batin Rojer. Mengingat betul aroma dari tubuh Maura mengingatkan Rojer bahwa Maura adalah wanita yang sama, dengan wanita yang menghajarnya. Smirk jahil Rojer tergambar dengan jelas pada wajah tampannya. Maura merasa ada yang tidak beres dengan Rojer dengan ekspresi yang seakan- akan siap melahapnya.


"Lepaskan,, lepaskan aku.." Ujar Maura dengan sekuat tenaga melepas genggaman tangan Rojer, namun ternyata sia- sia genggaman Rojer jauh lebih kuat.


Rojer mendorong tubuh Maura hingga menempel di tembok. Maura benar- benar sangat ketakutan dengan sikap Rojer padanya.


"Dengar.. lepaskan aku sekarang,,, jika tidak aku akan berteriak.." Ujar Maura memberontak. Melihat aksi Maura malah membuat Rojer semakin tertarik padanya. Rasa takut dan ekspresi Maura saat ini sangat lucu di mata Rojer. Sebenarnya Rojer ingin tertawa terbahak- bahak melihat ekspresi Maura, tapi untuk menjaga image nya Rojer berusaha menahannya. Rojer kembali mendekati Maura hingga jarak di antara mereka hanya 1 cm.


"Astaga apa yang akan dia lakukan?.." Batin Maura terpejam, dan tangannya meremas roknya kuat.


"Kamu adalah wanita yang sama, wanita yang telah menghajarku sampai terluka karna mengira aku yang menjambret tasmu." Bisik Rojer pada telinga Maura, membuat Maura meremang merasakan nafas Rojer di telinganya. Mendengar apa yang di katakan Rojer, Maura membulatkan matanya lebar- lebar. Ia berfikir Rojer tidak akan mengingat hal itu tapi yang terjadi malah sebaliknya.


"Mampus..." Batin Maura menyumpahi dirinya sendiri.


"A... apa yang kamu maksud.. A..ku.. aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya. La... lalu bagaimana bisa aku menghajarmu. A... aku adalah seorang wanita tidak munkin bisa menghajar seorang pria sepertimu." Ujar Maura terbata- bata. Melihat Maura yang bertingkah seperti itu membuat Rojer semakin tertarik.


"Ohhh... benarkah seperti itu... Tapi aku tidak pernah salah mengenali seseorang dari aromanya."


"Mung...mungkin wanita itu memakai parfum yang sama dengan yang ku pakai." Ujar Maura. Kini keringat mulai mengalir pada kening Maura.


"Tapi yang ku cium bukan aroma parfumnya. Tapi aroma dari tubuhnya, dan aromanya sama persis denganmu." Ujar Rojer yang semakin membuat Maura salah tingkah.


"Mana.. bisa.. mungkin.. hidungmu itu sedang bermasalah... "Ujar Maura menyakinkan Rojer bahwa wanita itu bukan dirinya.


"Tidak,,, aku tidak salah.. malahan aku juga mencium bibirnya saat dia jatuh dalam pelukanku ketika menghajarku."


"Hei.. kamu jangan mengada- ngada, Waktu itu kamu tidak menciumku sama sekali. kita hanya jatuh saja tidak lebih. Dan kamu jangan melebih- lebihkan cerita seperti itu." Ujar maura menyangkal apa yang di katakan rojer Mada hari itu dengan satu tarikan nafas. mendengar Maura yang sudah mengakui bahwa dia lah wanita yang menghajarnya itu, Rojer pun melepaskan genggamannya pada lengan Maura dan berbalik menghadap ke arah lain dan kini ia membelakangi Maura. Ia memasukkan kedua tanganya pada saku celananya menampilkan gaya cool nya.


"Lihat.. sekarang kamu mengakuinya sendiri, kamu bilang kamu bukan wanita itu, tapi bagaimana bisa kamu mengetahui kejadian yang sebenarnya." Ucap Rojer dengan tersenyum tipis.


"Tapi... kan.. aku sudah memberikanmu uang konfensasi. Jadi semuanya selesai."


"Ck.. kamu berani menyebutnya konfensasi, Pertama kamu memukuli ku tanpa sebab sampai aku terluka, Lalu kamu memberiku konfensasi senilai seratus ribu... ck ck.. kamu pikir seorang CEO besar sepertiku pantas di hargai dengan harga serendah itu. Dan sekarang kamu merusak file ku dengan menjatuhkan kopi. Kira- kira sudah berapa kerugian yang kamu harus ganti.."


"Soal aku menghajarmu aku minta maaf.. tapi soal file ini aku akan membuatnya lagi."

__ADS_1


"Kamu bisa membuatnya lagi seperti keinginanmu, Tapi waktu sudah berlalu, File kerja sama dengan tender asing di butuhkan dalam 3 menit lagi untuk tanda tangan kontrak. Sekarang katakan padaku apa kamu bisa menyiapkan file besar seperti itu dalam 3 menit. ohh.. sekarang tinggal 2 menit 45 detik." Ujar Rojer memandangi jam tangannya.


Apa yang di katakan Rojer ada benarnya, membuat Maura diam seribu bahasa. Ia tidak tau harus melakukan apa, ia ingin memperbaiki semuanya tapi waktu tidak mendukungnya.


...----------------...


"Ha...ha... ha...hi..ha..." Tawa Rojer terbahak- bahak.


"apa tuan muda tertawa?? dia tertawa dengan sangat lepas. apa aku tidak salah lihat. aneh sekali." Batin Edent yang masuk ke ruangan Rojer tanpa di sadari Rojer. Edent benar- benar kaget melihat Rojer yang tertawa dengan lepas seperti itu, selama ia bekerja dengan Rojer ia tidak pernah melihat Rojer tertawa dengan lepas jangankan tertawa tersenyumpun tidak.


Menyadari kehadiran Edent yang berdiri di dekat pintu. Rojer menghentikan tawanya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Jika kamu masuk ke ruangan ku ketuk pintu dulu. Seingatku,, aku selalu mengajarimu tentang etika kepada atasanmu." Ujar Rojer ketus, mengubah suasana kembali pada aura dingin.


"Maaf tuan muda atas kelancangan saya, nyonya catlin ingin bertemu dengan tuan." Ujar Edent, lalu pergi. Catlin pun masuk dan menghampiri Rojer.


"Selamat siang sayang..." Ujar Catlin hendak memeluk Rojer. Namun Rojer menepis tangan Catlin.


"Kamu tidak perlu melakukan ini, katakan apa yang membuatmu kemari.. Katakan dengan cepat dan pergilah dari sini secepatnya." Ujar Rojer dengan nada ketus dan dingin.


Catlin menghembuskan nafasnya kesal atas perilaku Rojer padanya.


"Aku tidak akan menemanimu.... Pergilah!!" Ujar Rojer dengan nada mengusir Catlin. Catlin mencoba bersabar dengan perilaku Rojer padanya.


"Aku tidak bisa datang sendiri, Teman- temanku ingin bertemu denganmu juga. Lagi pula kamu suamiku sudah sepantasnya kamu menemaniku."


"Kamu sudah mendengar jawaban ku kan... Aku tidak akan menghadiri acara tidak penting mu itu. Apa sekarang kamu mengerti."


Kringg..... (suara telpon berdering)


Rojer mengangkat ponselnya, tertera kontak bernama MOM pada layar ponsel Rojer.


"Iya.. ma.." jawab Rojer singkat.


"Rojer... apa Catlin di sana??" Tanya Ny. Anindita dari seberang telpon.


"Iya dia ada sini" Ujar Rojer dengan lirikan ke arah Catlin.


"Mama.. ingin kamu menyetujui permintaan Catlin."

__ADS_1


"Ck.. ma aku tidak akan datang ke acara yang tidak penting seperti itu."


"Jangan membantah Rojer, kamu harus bertanggung jawab sebagai seorang suami pada Catlin, Pergilah bersamanya temani istrimu."


"Apapun yang mama katakan tidak akan mengubah keputusanku."


"Apa kamu mau melihat mama tidak makan hari ini."


"Mama mengancamku."


"Baiklah jika kamu tidak mau tidak masalah biarkan wanita ini kelaparan."


"Baik.. baiklah ma... aku akan pergi bersamanya, apa mama puas sekarang.!" Ujar Rojer dengan kesal lalu menutup ponselnya.


"Aku akan pergi bersamamu." Ujar Rojer pada Catlin. Jika bukan karna Ny. Anindita yang mengancamnya, Rojer tidak akan mau pergi ke pesta itu. Bagaimanapun sikap dingin Rojer ia tetap menyayangi ibunya.


"Terimakasih sayang.. " Ujar Catlin dengan senyum penuh kemenangan. Sebelum Catlin datang ke kantor Rojer ia telah membujuk Ny. Anindita untuk membuat Rojer pergi ke pesta bersamanya. Karna Ia tahu Rojer tidak akan membantah perintah Ny. Anindita.


...----------------...


...****************...


🌸to be continud🌸


Plese dong kasi:


vote😭


like😭


coment😭


dan tambah ke rak favorit😭


biar author makin semangat.... kalo banyak yang koment thor janji akan up tiap hari deh😋


.... dan sorry buat kemaren karna ngak up soalnya lagi sibuk...


Tapi gantinya hari ini thor bakal up 2 eps.

__ADS_1


dadah...🖐🖐🖐*


__ADS_2