
...ILUSI TAKDIR 126...
Seorang waiters datang dengan nampan di tangannya. Membawa makanan yang telah di pesan. Dan meletak kan nya dengan berhati- hati di atas meja.
"Wah.... Kelihatan nya sangat lezat...." Ujar Maura hampir berteriak dengan mata yang berbinar. Air liur nya seakan ingin menetes karna melihat berbagai macam makanan lezat sudah terhidang di depannya.
Karina tersenyum senang, melihat tingkah sahabat nya itu yang tidak berubah sama sekali. Tetap seperti Maura yang sudah sangat lama diri nya kenal, meski Sahabat di depannya ini sudah kehilangan seluruh ingatan nya.
Maura mulai menyendok kan makanan yang di pesan nya ke dalam mulut nya. Lagi- lagi dan lagi diri nya kagum dengan rasa makanan yang sungguh lezat. Yang sedang menari- nari di atas lidah nya.
"Hmmm... Hmmm...." Gumam Maura keenakan. Membuat Karina terkekeh sendiri.
"Maura...!!" Panggil Karina dengan tersenyum lebar.
"I..ya..." Timpal Maura menelan makanan di dalam mulutnya.
"Apa hubungan mu baik- baik saja dengan Rojer..? Apa Rojer tidak melakukan apa pun yang kasar atau semacam nya..?" Tanya Karina memulai perbincangan. Diri nya hanya ingin memastikan jika sahabat nya ini tidak mengalami sesuatu yang buruk. Karna ia tahu benar kisah antara Rojer dan Maura. Sampai saat ini diri nya belum bisa mempercayai laki- laki seperti Rojer. Yang sudah meninggalkan sahabat nya saat mengandung anak nya.
Maura mengerjitkan dahi nya. Ia menatap lekat Karina yang sedikit cemas dan khawatir. Wanita yang baru saja di kenal nya dan menjadi teman nya ini. Begitu sangat peduli dan perhatian pada diri nya. Hal itu benar- benar membuat Maura yakin jika Karina akan sangat cocok menjadi temannya.
Maura meletak kan garpu di atas piring. Dan meraih memegang tangan Karina yang di letakkan di samping piringnya.
"Kamu tidak perlu khawatir... Meski Rojer pria yang dingin bahkan arrogant.. Tapi dia adalah pria yang baik... Dia selalu berada di sisi ku bahkan selama 24 jam. Dia juga bersikap hangat saat bersama ku... Dia melimpahkan cinta nya untuk membuat ku selalu bahagia... Aku sangat beruntung bisa menikah dengan pria seperti Rojer.
Aku tahu meski kita baru kenal, tapi aku merasa kita sudah sangat dekat. Jadi hal wajar jika kamu mengkhawatir kan ku... Aku pun sangat senang dengan kepedulian mu pada ku... Tapi percaya lah Rojer adalah pria yang baik..." Jawab Maura dengan mata yang sendu dan layu. Membuat Karina mengangguk lega dengan penuturan Maura.
"Iya Sayang... Bahkan tadi siang.. Rojer hampir menghabisi ku karna menyuruh Maura untuk melanjutkan terapi..." Sosor Antony dengan mengingat kejadian tadi siang.
"Memang apa yang kamu lakukan hingga Rojer bisa semarah itu?" Tanya Karina yang cukup penasaran dengan cerita suami nya.
"Tadi siang secara tidak sengaja saat terapi berlangsung. Maura hampir jatuh untung ada Rojer yang menangkap nya... Karna itu Rojer ingin menghajar ku.. Karna memberikan terapi seperti itu pada Maura... Padahal ini sangat penting untuk kesehatan Maura... Aku tidak habis pikir dengan gaya pemikiran Rojer..." Jelas Antony dengan menyedot minuman nya.
Plak...
Satu pukulan keras mendarat tepat di tengkuk Antony.
__ADS_1
"Auuuu... sakit... Apa yang kamu lakukan baby... Ssshhh"
Pekik Antony, sambil mengusap tengkuk nya yang nyeri karna di pukul oleh Karina istri nya sendiri.
"Tidak hanya Rojer yang akan membunuh mu... Tapi aku juga akan melakukan hal yang sama dengan nya... Karna gara- gara kamu Teman ku hampir jatuh dan terluka. Tidak sekalian saja Rojer mencabut kepala mu itu dari badan mu... Dan membuangkan ke got..." Ceroros Karina dengan marah dan kesal pada suami nya.
"Kenapa kamu sekarang ikutan marah juga... "
"Tentu saja... Karna kamu salah... Seharus nya kamu memberikan terapi yang aman untuk Maura bukan yang berbahaya seperti itu.."
"Tapi...--"
"Sudah... Stop... Kenapa sekarang kalian yang jadi bertengkar..." Sela Maura Melerai pertikaian adu mulut yang sedang terjadi di depannya.
Antony dan Karina langsung diam dengan wajah yang sama- sama masam. Satunya kesal karna memberikan terapi yang berbahaya kepada temannya. Yang satu lagi kesal karna terus di salahkan.
"Karina aku minta maaf sebelum nya... Tapi Dokter Antony tidak salah sama sekali... Dia hanya memberikan terapi yang memang sangat tepat untuk ku... Bahkan tadi siang aku sudah bisa menggerakkan kaki kanan ku... Bukan kah itu kemajuan yang sangat bagus..." Lanjut Maura memberikan pengertian untuk teman baru nya yang sungguh sangat mengkhawatirkan dirinya.
Antony langsung mencebik kan mulut nya asal. Karna hal itu bukan salah nya. Bahkan sang pasien tidak mengeluh dengan metode terapi yang di berikan.
"Ha... Ha... Kamu pikir aku akan jatuh dari ketinggian sehingga saat aku jatuh aku akan terluka parah... Ha... Tidak seperti itu Karina. Aku menjalani nya di atas rumput. Jadi jika aku jatuh pun aku tidak akan terluka... Jadi jangan cemas... Dokter Antony sudah melakukan hal yang benar.. Hanya saja Rojer yang terlalu protektiv dalam menjaga ku... " Ujar Maura menyakinkan.
"Hmmmm Baik... Tapi jaga diri mu baik- baik ya... Jika kamu membutuhkan apa pun... Kamu jangan sungkan untuk memberi tahu ku..." Pasrah Karina yang setuju dengan Maura.
"Tentu saja..." Senyum Maura mengembang sempurna. Ia tidak tahu jika dirinya di kelilingi oleh orang- orang yang sangat peduli dengan nya.
Di atas panggung kecil, yang terletak di area depan Cafe. Rojer duduk di atas kursi tinggi dengan mikrofon yang sudah terpasang di bibirnya.
Di lehernya sudah terkalung sebuah gitar. Dengan tangannya yang menjangga alat musik itu.
Netra ke dua matanya memandang ke arah sebelah utara bagian Cafe. Di sana, di meja makan no. 10 tengah asik tiga orang yang sedang menikmati makan malam nya.
Tapi yang menjadi fokus dirinya adalah wanita yang sedang duduk dengan gaun pink cerah itu. Wanita yang sedang tersenyum dengan indah bak rembulan yang sedang bersinar.
Rojer membenarkan letak microfonya. Dan mulai menyentikkan jarinya pada senar gitar. Hingga menimbulkan suara yang mampu membuat seluruh perhatian mengarah kepada nya.
__ADS_1
Jreng...
"Lihat... Lihat... Sedang apa manusia es batu itu di sana..." Celetuk Antony sambil menunjuk ke arah panggung.
Karina dan Maura langsung melemparkan pandangan mereka ke arah Antony menunjuk.
Maura lagi- lagi mengerjitkan dahi nya saat melihat sang suami sedang duduk dengan gitar di tangannya. Dan kini sedang menatap nya dengan tersenyum indah.
"Rojer....?? Untuk apa dia berada di sana??.. Dengan membawa gitar juga??? Apa yang akan di lakukan pria ini... Ohhhh Tidak dia tersenyum dengan sangat indah... Dia sangat tampan dengan senyum itu..." Batin Maura yang terpesona dengan senyum sang suami.
"Aaaa... Aku meleleh dengan senyum pria tampan itu...!!"
"Dia tampan sekali..."
"Aku akan mengajak nya berkencan setelah ini..."
Ujar beberapa gadis di sebelah Maura. Yang sudah meleleh cair karna senyum Rojer yang menggoda dan seksi.
Maura memanyunkan bibir nya ke depan, saat mendengar pujian para gadis yang memuji ketampanan suaminya.
"Kencan... Tampan... Hhhh berani sekali mereka mengatakan itu semua ... Dia itu suami ku... Hanya milik ku... Senyum itu juga untuk ku.. Kenapa kalian yang jadi baper... Dasar Abg... Huh... Lagian Rojer ngapaian sih pamer- pamer senyum kek sedang iklan odol aja... Huh..." Batin Maura yang mulai kesal dengan pujian- pujian para gadis yang tertangkap oleh telinganya.
...----------------...
...****************...
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit
__ADS_1