Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Akan ku robek mulutmu.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 53...


"Rojer... Aku membutuh kan mu..." Lirih Maura berharap Rojer hadir dan menyelamat kan diri nya dari amukan karyawan.


"Kamu adalah wanita yang tidak tahu malu,,, sudah tahu Tuan Rojer sudah ber istri masih saja di goda... Kamu tidak pantas untuk berada di mana pun..." Ujar Kiera melanjut kan aksi nya, melontar kan penghinaan ke pada Maura.


"BENAR...!!" Teriak para karyawan menyetujui perkataan Kiera. Mereka terus menghina, melontar kan kata kasar, dan melempar Maura dengan apapun barang yang mereka pegang. Keadaan semakin riuh dan kacau pagi itu.


"Ha... ha... pekerjaan yang sangat mudah, Kamu terlalu cerdas Kiera... Tugas dari Nyonya Catlin terselesai kan dengan sempurna... Dan kamu wanita genit sudah mendapat balasan atas kepolosan mu itu. Sekali tepuk dua pulau terlampau. Selain mendapat restauran dari Ny. Catlin, aku juga menghancur kan Maura. Siapa suruh dia berani mendekati Tuan Rojer, yang menjadi sasaran ku sejak awal... ck ck.. Kasian... Wanita malang." Batin Kiera dengan melipat tangan nya di depan dada, dan memandang Maura dengan tatapan kasihan, serta senyum sinis yang tergambar jelas di wajah nya.


"Hhhh... Pekerjaan ku sudah selesai,,, aku harus pergi dan pura- pura tidak tahu apa- apa... Selamat menikmati pertunjukan Maura.. he.. he.." Lirih Kiera dengan tertawa kecil, lalu melangkah pergi.


...----------------...


Rojer sedang duduk di kursi pengemudi, dengan tablet di tangan nya. Pandangan nya fokus dengan tablet di tangan nya. Suara klakson mobil dan lalu lalang kendaraan tidak bisa menggoyah kan ke fokusan nya.


Sementara Edent seperti biasa duduk di kursi pengemudi dan melajukan mobil ke perusahaan. Sesekali dia memandang Rojer yang duduk di kursi belakang lewat kaca spion depan.


"Tuan muda..." Panggil Rojer dengan hormat, dengan tatapan fokus ke jalan.


"Hmmm.." Timpal Rojer singkat.


"Apa Tuan muda benar akan menikah dengan Nona Maura??" Tanya Edent hati- hati. Sejak semalam sepulang dari rumah Maura, Edent terus saja memikir kan hal ini. Bagaimana tidak sekarang majikan nya ini sudah beristri bukan lagi pria lajang. Jika Rojer sampai menikah lagi dengan Maura lalu bagaimana dengan Catlin. Dan pasti dia lah orang yang akan sangat sibuk, menyelesai kan semua urusan dan masalah yang akan timbul dari keputusan majikan nya.


"Hmmm" Jawab Rojer singkat, tanpa mengalihkan pandangan nya dari tablet.


"Bagaimana dengan Ny. Catlin??" Tanya Edent lagi, dengan hati- hati. Ia memandang Rojer dari spion depan, berharap pertanyaan nya tidak menyinggung Rojer.


"Buang saja..." Jawab Rojer singkat.


"Huhhh... Apa segampang itu membuang Ny. Catlin, dia bukan sampah tuan muda hingga anda bisa membuang nya ke tong sampah, kapan pun anda mau.." Batin Edent memandangi Rojer dari spion depan.

__ADS_1


"Kamu segera urus saja, surat percerain ku. Lagi pula kamu tahu kan aku tidak pernah menyukai nya... Sudah cukup aku bersandiwara menjadi suami yang baik di depan publik... Oh ya, dan satu lagi jangan sampai media tahu tentang perpisahan ini..." Ucap Rojer lagi.


"Baik tuan muda." Jawab Edent singkat namun lugas dan jelas.


Suasana kembali hening di antara Rojer dan Edent. Edent fokus dengan jalanan sementara Rojer fokus dengan pekerjaan nya sendiri.


"Oya,,, Edent... Aku ingin memberi kan sebuah keju..."


"Tuan Muda.. Lihat!!!" Edent memotong perkataan Rojer dengan cepat, dengan menunjuk ke arah sebuah baliho besar yang berdiri di samping perempatan jalan. Wajah Edent tampak cemas dan heran dengan apa yang di lihat nya. Matanya membulat sempurna.


Sementara Rojer menggepal tangan nya keras, dan melempar tablet di tangannya ke sembarang arah kursi mobil. Wajah nya berubah memerah, sedang kan rahang nya mengeras sempurna, dengan geretakan gigi' giginya.


"Brengsek... Sialan siapa yang berani memajang foto ku dan Maura di depan publik.." Ujar Rojer dengan marah, serta penekanan di setiap kalimat nya.


Baliho besar yang berdiri kokoh, sedang menampilkan foto Rojer dan Maura sedang berpelukan, dengan hastag besar WANITA PENGGODA, PELAKOR BERKEDOK WAJAH CANTIK.


"Cepat roboh kan baliho itu sekarang Edent. Dan tutup semua perusahaan baliho di kota ini... Aku tidak ingin Maura melihat ini.."


"Tuan muda seperti nya, foto ini sudah tersebar ke seluruh kota, hal ini menjadi berita viral dan menjadi gosip paling panas. Tidak hanya di pampang di baliho, semua saluran tv serta media sosial memberitakan nya Tuan muda..."


"Sialan.." Umpat Rojer melempar tablet dengan keras, hingga mengenai kaca depan mobil, yang membuat nya retak. Edent terlihat santai, karna ia tahu akan terjadi seperti ini jika Rojer marah, ia akan melempar apa pun di dekat nya dan menghancur kan barang- barang.


Edent segera merogoh ponselnya di dasbord mobil dan menekan sebuah nomer.


"Cepat ke jalan XXX dan roboh kan baliho di tempat ini... Dan segera tutup perusahaan baliho yang menampil kan foto tuan muda... Tidak ada yang boleh bersisa.." Ucap Edent lantang.


Di luar mobil seorang wanita dan seorang pria berdiri dengan memandangi baliho yang menunjuk kan foto mesra Rojer dan Maura.


"Dasar wanita tidak tahu diri,,, dia sudah menggoda suami orang,,, aku tidak habis kenapa dia melakukan hal yang sangat menjijik kan..." Ujar Wanita itu pada pria yang tak lain adalah kekasih nya.


"Iya,,, bahkan dia menggoda pria kaya yang sudah beristri... Padahal dia cantik tapi sayang tidak memiliki moral." Jawab pria itu.

__ADS_1


"Makanya, kamu jadi laki- laki jangan cepat tergoda dengan wanita murahan seperti itu.." Timpal wanita itu lagi.


Mendengar pembicaraan dua manusia asing di dekat mobil nya. Rojer semakin tersurut api kemarahan.


"Sialan... Berani sekali bibir busuk mereka membicarakan wanita ku,,, akan ku robek mulut mereka..." Batin Rojer geram.


Rojer membuka pintu mobil dengan keras, menghampiri dua orang yang sedang berdiri tak jauh dari mobil nya.


Sementara Edent masih sibuk menelpon, menyelesaikan urusan nya. Ia tidak terlalu menyadari jika Rojer keluar dari mobil.


Rojer menghampiri ke dua orang tersebut, dengan tatapan marah. Sisi lain diri nya nampak dengan jelas. Dingin, kejam dan bengis tersirat jelas dalam wajah nya. Matanya memerah mengandung kemarahan. Tangan nya mengepal keras sempurna. Sorotan matanya seperti ingin menebas dua orang di depan nya. Rojer melangkah dengan cepat, dan meraih kerah baju pria yang tadi membicarakan nya.


Buk..


Sebuah bogem mentah keras mendarat di wajah pria itu, hingga pria itu terjungkal dan tersungkur di tanah.


Wanita tadi yang ikut membicarakan Maura, mencoba menghalangi Rojer memukul kekasih nya.


"Hei... Pria gila apa yang kamu lakukan... Kenapa kamu memukul pacar ku...?" Ujar wanita itu tak kalah garang dengan menghalangi tangan Rojer yang hendak memukul pria yang sudah tersungkur di tanah, karna kerasnya pukulan Rojer.


"Menyobek mulut mu dan mulut kekasih mu yang busuk itu..." Teriak Rojer dengan marah, Ia menghempas tarikan wanita itu dengan kuat, hingga wanita itu terpental keras mengenai sebuah tiang listrik.


"Bukan kah kamu pria yang ada di baliho itu..." Ujar Pria itu dengan ketakutan, dari sudut bibir nya sudah mengalir darah segar. Pria itu menatap Rojer dan menatap foto yang terpampang di baliho itu secara bergantian.


"Aku memang pria yang ada di foto baliho itu.. Dan aku akan merobek mulut mu itu karna sudah berani membicarakan wanita ku.."


...----------------...


...****************...


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!


__ADS_2