
...ILUSI TAKDIR 5...
...----------------...
Sang surya mulai beranjak menuju peraduannya. Memberikan sinar yang hangat ke seluruh penjuru.
Seorang wanita dengan ikatan rambut asal-asalan tengah asik bergelut dengan piring kotor di dapur. Ia juga begitu lihai memainkan pisau, memotong bahan-bahan dapur. Pekerjaan ibu rumah tangga tidak mengurangi kecantikan alaminya.
Drrrttt. (Suara telpon berbunyi)
Maura menghentikan aktivitasnya, lalu menekan tombol merah berlambang telpon pada layar datar pada telpon.
"Good morning!" seru Steve dari ujung telpon
"Morning," jawab Maura dengan senyum yang melebar.
"Apakah di sana kalian baik-baik saja?"
"Iya, kami baik-baik saja di sini."
"Bagaimana dengan Charlote? Dia sempat mengeluh tentang rumah yang kuberikan. Rumah itu terlalu kecil, dia mengatakan itu. Jadi, aku sedikit khawatir kalau kalian tidak akan nyaman tinggal di rumah itu."
"He ... he, kamu tidak usah memikirkan itu. Kamu tahu dia seperti apa. Rumah yang kamu berikan sangat bagus. Kamu tidak perlu khawatir, rumah ini sangat nyaman untuk ditinggali."
"Apakah kamu sudah menyiapkan file kepindahanmu?"
"Iya, semuanya sudah lengkap. Aku akan segera menyodorkannya pada perusahaan."
"Baiklah kalau begitu, jaga diri kalian. Jika ada masalah telpon aku."
"Baiklah."
Tut. ( Telpon ditutup)
...----------------...
Maura mengalihkan pandangannya pada pintu kamar Charlote yang masih tertutup rapat. Maura beranjak mendekati kamar Charlote, berniat ingin membangunkan putranya.
Tok.
Tok.
__ADS_1
Tok.
"Charlote! Sayang, ayo bangun." Maura mengetuk pintu dengan sedikit berteriak. Namun, tidak ada sahutan apapun dari dalam kamar Charlote. Maura kembali mengetuk pintu kamar Charlote sedikit semakin keras.
"Sayang, ayo bangun!" teriak Maura lebih kencang lagi.
Krieet.
Charlote membuka pintu kamar dengan lingkaran hitam panda menghiasi sekitaran matanya. Rambut ikalnya yang juga sedikit berantakan, tapi tidak mengurangi ketampanannya.
"Hoam, kenapa berteriak-teriak seperti itu Ma," ujar Charlote dengan suara mengantuk. Ia memandang Maura yang tengah berdiri di depan pintu kamar.
"Aww ... sakit!" teriak Charlote lagi sambil memegang telinganya yang di jewer Maura.
"Apa kamu bergadang lagi? Lihat, matamu sampai hitam karna tidak tidur semalam, dan lihat kamu terus sama menguap. Ckck, Mama sudah memintamu, kan untuk tidur, tapi kamu malah terus memainkan laptopmu sampai pagi. Jangan pikirkan dirimu, tapi pikirkan Mama. Mama tidak ingin melihat kamu sakit nanti. Apapun yang terjadi, mulai hari ini kamu tidak akan bekerja untuk paman Steve lagi," omel Maura dengan wajah kesal becampur khawatir, lalu kembali menyiapkan sarapan pagi.
"Ck, Ma ayolah! Aku hanya membuat virus-virus baru. Aku juga sangat menyukai pekerjaan ini. Pekerjaan ini sangat mengasah kemampuanku," renggek Charlote pada Maura.
"Tidak, kamu tidak akan bekerja lagi. Apa kata ibu lain, ketika tahu Mama memeperkerjakanmu di bawah umur. Mereka pasti bilang kalau Mama tidak bisa memenuhi kebutuhanmu."
"Ma, please jangan larang aku." Charlote mulai menangis dengan keputusan Maura yang melarangnya untuk bekerja dengan Stave sebagai hakcer tersembunyi.
Melihat sikap Maura sedih, Charlote tidak bisa apa-apa selain menuruti keinginan Maura. Walau bertolak belakang dengan kemauannya. Charlote menghampiri Maura dan memeluknya.
"Aku minta maaf Ma, baiklah aku akan berhenti sesuai dengan keinginan Mama." Charlote kecewa dengan keputusan Maura, tapi kebahagian Maura lebih berharga dari apapun. Maura dan Charlote menikmati sarapannya.
"Kita akan pergi mendaftarkan sekolahmu. Mama sudah mengisi formulir Elimeted School. Bagaimana menurutmu?" tanya Maura pada Charlote yang sedang sarapan.
Charlote hanya menganguk tanpa melihat sang ibu. Maura hanya mengelengkan kepala memahami bahwa Charlote sedang kecewa saat ini. Maura memberikan waktu kepada Charlote supaya kemarahan sang putra mereda.
...----------------...
Tepat di sebuah gedung bertingkat empat, mobil Maura berhenti. Dengan tulisan ELIMETED SCHOOL terpampang jelas di gerbang gedung. Maura dan Charlote bergegas menuju ruang adminstrasi.
Tampak Seorang wanita menggunakan seragam guru selutut, dengan belahan di belakang roknya. Wanita itu membawa beberapa buku di pangkuannya.
Brak.
Wanita itu menabrak seseorang membuat buku di pangkuannya terjatuh berserakan di lantai. Wanita itu terdiam mematung, memandangi orang yang ditabrak. Begitu juga dengan wanita yang telah ditabrak olehnya. Tatapan mereka saling beradu, memandang satu sama lain dengan seksama.
"Maura," lirih wanita itu dengan kebahagian tersirat di wajahnya.
__ADS_1
"Karina," ujar Maura dengan ekspresi yang sama.
Karina adalah teman kampus Maura. Mereka selalu berbagi segalanya saat masih belajar di perguruan tinggi yang sama. Tapi mereka tidak saling menghubungi semenjak tersiar kabar kematian ayah Maura. Karina mencari keberadaan Maura dan turut berduka atas kematian ayahnya. Namun, bak mencari jarum dalam jerami, Maura hilang bak ditelan bumi. Jangankan kabar, bayangannya saja tidak tampak di kota X 6 tahun yang lalu.
Karina dan Maura saling berpelukan. Memeluk erat satu sama lain, melampiaskan rasa rindu dari perpisahan yang begitu panjang.
"Kamu kemana saja? Kamu kemana? Kenapa tidak pernah menghubungiku? Atau hanya bertukar kabar? Katakan, kemana kamu pergi selama ini? Apa yang terjadi padamu? Katakan, sesuatu Maura?" tanya Karina menghujani Maura dengan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menumpuk di pikirannya. Air mata berhasil mengalir dari sudut mata Karina. Ia terharu bertemu dengan teman seperjuangannya.
"Dan dia? Siapa dia?" tanya Karina lagi dengan wajah bingung melihat Maura mengandeng anak kecil di sisi kanannya.
"A--aku," ucap Maura terbata-bata tersadar dari lamunannya mendengar pertanyaan Karina. Ia mengahapus air matanya dengan mengalihkan pandangan ke arah Charlote yang sedang dipertanyakan oleh Karina.
"Dia adalah putraku." jawab Maura Karina semakin bingung dengan perkataan Maura. Tersirat banyak pertanyaan dalam manik matanya. Maura mengerti dengan ekspresi Karina yang menuntut penjelasan yang lebih rinci.
"Hmmm, aku akan menjelaskannya, tapi aku harus mengantarkannya dulu untuk pendaftaran siswa baru," ujar Maura lagi yang ditanggapi dengan gelengan setuju dari Karina.
...----------------...
"Katakan apa yang sudah terjadi, dan bagaimana bisa kamu mengatakan anak itu adalah putra mu? Apa kamu mengadopsinya?" tanya Karina pada Maura yang kini mereka tengah duduk di kursi tunggu ruang administrasi. Menunggu Charlote yang sedang melakukan tes masuk sekolah sebagai siswa baru.
"Anak itu memang putraku."Maura menghentikan kata- katanya, lalu memandang ke arah Karina yang menunggu kata-kata Maura selanjutnya.
"Kamu ingat 6 tahun yang lalu, saat itu papaku masuk rumah sakit karena diracuni oleh Catlin dan Mama. Saat itu Papa harus segera dioperasi, tapi Mama merusak blackcard Papa. Aku tidak tahu harus mendapatkan uang dari mana. Pikiranku benar- benar tumpul. Mama menjualku pada Alex saudaranya pemilik klub Katarina. aku menyetujui hal itu untuk mendapatkan uang. aku menjual diriku pada pria asing itu. Setelah itu, aku pergi ke rumah sakit untuk membayar operasi papa. Namun, takdir mempermainkanku. Dia mengambil papaku setelah aku mendapatkan uang dengan cara yang kotor. Aku pikir semuanya akan berakhir sampai di situ, tapi akau benar- benar tidak menyangka bahwa aku akan mengandung anak pria itu. Aku pergi ke luar negri karena tidak ada lagi yang bisa ku harapkan di kota ini. Serta hinaan yang selalu ku terima dari Mama dan catlin. Aku ingin menggugurkannya, tapi itu tidak pernah bisa terjadi. Dia janin yang sangat kuat. Bahkan, sekarang dia adalah kekuatanku dan alasanku hidup."
...----------------...
...****************...
🌸to be continud🌸
hhhhmmm udah dulu ya untuk kali ini kalo reader penasaran jangan lewatkan eps selanjutnya oke dan eps-eps selanjutnya biar tahu kisah nov ini dan juga maaf kalo masih campur adul soalnya karya pertama😙 jadi di maklumi ya readers.. oh iya kalo kalian suak dan mendukung nov ini jangal lupa ya tinggalin jejak(komentar) biar aothor makin semnagat untuk lanjutin karyanya dan jangan lupa ide2 cemeralng dari para reader supaya author ngak kehabisan ide buat cerita ini ya reader mohon bantuanyanya😁😁😁
jangan lupa vote komen like dan tambah ke rak favorit
kalo komen like dan vote nya banyak author janji akan up setiap hari.
oke dadah👋👋👋
salam manis aouthor:cymut❤😍😙
semoga terhibur ya readers❤❤ I❤U😘😘😘
__ADS_1