Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
84


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 84...


"Cih ... Wanita rendahan seperti mu berani sekali datang ke pesta ini... Apa kamu tidak malu sedikit pun saudari ku..." Suara sinis dan menghina itu menancap pada indra pendengaran Maura.


Maura terpekur ketika matanya menangkap sosok yang sangat di kenalinya, dan tidak akan pernah bisa ia lupakan.


Catlin berjalan dengan anggun, mendekat ke arah Maura yang sedang berdiri membisu melihat kehadirannya. Wajar saja jika wanita di depannya alias saudari tirinya terkejut, karna ini adalah pertama kalinya mereka bertemu kembali setelah beberapa tahun silam.


Catlin menggoyangkan gelas wine di tangan kirinya. Wajahnya menyunggingkan senyum jijik pada diri Maura.


Semua sorot mata kini tertuju pada dua orang wanita yang saling berhadapan. Termasuk Ny. Aurora yang ikut hadir dalam pesta mewah para bangsawan.


"Heh... Setelah gagal mendapatkan suami ku... Kamu kembali berburu di tempat ini. Mencari mangsa kaya untuk kamu manfaat kan... Kamu sungguh tidak pernah berubah Mau..." Catlin berdecak tidak percaya. Mencoba mempermalukan Maura di tengah umum.


Maura menggenggam gaunnya erat, meremas dengan kuat. Hatinya benar- benar panas mendengar hinaan Catlin yang menusuk- nusuk hatinya. Memori tujuh tahun silam berputar dengan jelas di kepalanya. Wanita yang tengah berdiri di depannya adalah sosok yang sama yang menghancurkan masa depan dan kehidupannya. Ia tidak pernah ingin untuk bertemu kembali dengan saudari tirinya yang tidak tahu malu seperti Catlin.


"Lebih baik kamu pergi dari sini... Karna para pria kaya yang ada di sini tidak tertarik dengan gaya rendahan mu itu..." Lanjut Catlin dengan tertawa kecil.


"Tutup mulut kurang ajar mu itu Catlin...!!! Jangan katakan apa pun lagi yang akan membuat mu menyesal. Aku tidak sudi untuk berbicara dengan wanita sampah seperti mu... Wanita yang tidak tahu malu... Wanita yang menipu pria kaya dengan manipulasi diri mu... Sebelum mengatakan apa pun tentang diri ku... Berceminlah... Lihat diri mu yang busuk dan berbisa seperti ular itu... Karna lidah panas mu itu, tidak layak untuk mengatakan apa pun tentang diri ku...!!" Timpal Maura dengan mantap. Ia meneyedekapkan tangannya di depan dada. Berusaha setenang mungkin agar tidak terpancing dengan sulutan Catlin. Baginya semuanya telah berubah, ia tidak ingin lagi mengalah dan mengikuti permainan Catlin lagi seperti tujuh tahun silam.


Wajah Catlin berubah pias. Perkataan Maura mampu mengoyak harga dirinya. Belum lagi sorot mata para tamu tengah menyorot dirinya dengan tatapan tidak mengerti.


"Kamu...!" Gemeretak gigi Catlin penuh amarah terpancar dari sorot matanya yang memerah.


"Jangan salahkan aku Catlin jika suami mu meninggalkan mu dan mengejar ku... Karna dia tahu mana yang lebih baik. Dan kamu tahu dengan jelas bagaimana kamu bisa berada di posisi ini dengan cara yang licik. Jangan bangga dengan pernikahan mu ini saudari ku.. Jika pernikahan mu ini hanya pernikahan kontrak yang akan berakhir kapan saja..." Maura merasa puas melihat raut wajah Catlin yang berubah drastis karna perkataannya.

__ADS_1


Para tamu yang hadirin mulai berbisik satu sama lain. Mereka tidak percaya jika Catlin menikahi Rojer yang kaya raya dengan memanipulasi dirinya.


Tangan Catlin mengayun dengan cepat ke arah pipi mulus Maura. Namun, segera berhenti menggambang di udara. Karna tangan Maura lebih sigap dan mampu mencekal tangan Catlin.


Plak....


Gretak...


Tamparan yang sangat keras melayang di pipi Catlin. Hingga tubuh Catlin tersungkur di lantai bersamaan dengan rahang wajahnya yang bergeser. Telapak tangan Maura terasa kebas dan panas karna menampar pipi Catlin dengan tenaga full.


"Agggrrrrhhhh...." Ringgis Catlin memegang rahangnya yang bergeser. Air mata kesakitan merembes dari pelupuk matanya. Ia tidak menyangka pukulan Maura sangat bertenaga untuk ukuran seorang wanita. Bahkan rasanya sangat sakit jika ia menolehkan kepalanya.


"Aku sudah mengatakan tutup mulut mu itu... Sebelum kamu menyesal. Jangan salahkan aku jika sekarang mulut kotor mu itu tidak bisa lagi untuk menghina ku..." Maura meletakkan jari telunjuknya di depan wajah Catlin. Kemarahan yang selama bertahun- tahun terpendam sekarang bisa terbayar.


"Berani sekali kamu ******...!" Teriak Ny. Aurora dengan mendorong tubuh Maura dengan keras. Ia tidak terima jika putrinya di permalukan di depan umum. Bahkan sekarang putrinya terluka karna Maura.


Tubuh Maura terhuyung ke belakang karna menerima dorongan tiba- tiba. Tapi dengan sigap tangan Steve menjangga tubuh Maura hingga tubuh Maura tidak jatuh ke lantai.


Steve tidak tahu apa yang sudah terjadi. Karna tadi usai acara dansa ia tidak menemukan Maura. Ia mencari Maura sampai ke toilet namun tidak menumukannya. Dan saat ia kembali Maura sudah di serang oleh dua wanita yang tidak di kenalnya. Untung ia datang tepat waktu dan berhasil menangkap tubuh Maura.


"Nyonya... Jangan melewati batasan mu!!!" Bentak Steve pada Ny. Aurora yang tengah menatap Maura dengan kebencian.


"Dasar rendahan... Dasar wanita bedebah... Lihat sekarang kamu juga menggoda pria ini setelah kamu tidak berhasil mendapatkan suami putri ku... Cih.. Dasar pe*lacur..." Ny. Aurora meludah di hadapan Maura menunjukkan rasa jijiknya.


"Dengar Nyonya... Jangan menguji kesabaran saya... Siapapun anda... anda tidak berhak mengatakan itu semua pada rekan pesta saya... Anda sepertinya wanita terhormat, tapi sepertinya tampang anda tidak sama dengan perilaku anda yang menjijikkan..." Timpal Steve mendengar cacian yang di tujukan wanita sebaya itu pada Maura. Suasana pesta semakin memanas dengan pertengkaran yang teejadi di tengah- tengah pesta.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti, apa yang wanita ini berikan kepadamu hingga kamu membelanya seperti itu. Apa kamu memberikan tubuh mu Maura kepadanya.. hhhh???... Dasar penggoda suami orang.. Penggoda pria kaya... Aku sungguh menyesal membesarkan anak seperti mu... Jika aku tahu kamu akan tumbuh sebagai wanita penggoda. Aku pasti sudah melenyapkan mu saat itu..."


"Jaga bicara anda Nyonya...!!! " Teriak Steve tidak terima. Ia merangkul bahu Maura. Namun sebuah tangan kekar melepas tangan Steve dari bahu Maura. Membuat semua orang terkejut dengan kehadirannya.


Rojer menengahi tubuh Maura dan Steve. Hatinya tidak terima jika ada pria lain yang menyentuh wanita yang sangat di cintainya. Maura terkesiap dengan tangan kekar yang memeluk pinggangnya erat. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat pemilik tangan yang tengah memeluknya.


Rojer menyeringai dengan smirk iblis pada Ny. Aurora. Para tamu tidak percaya jika Rojer akan membela wanita asing dari pada mertua dan istrinya yang terluka.


"Jaga batasan mu Ny. Aurora... Silahkan bawa putri mu dan segera pergi dari sini... Kamu masih ingatkan di mana jalan keluarnya. Sebelum calon istri mungil ku ini membuat kepala mu patah... Seperti ia melukai putri mu itu." Ujar Rojer dengan sangat tenang.


"Rojer.. Apa yang kamu katakan aku adalah mama mertua mu... Seharusnya kamu membela ku---"


"Ssstttt... Kamu sudah cukup bicara. Jangan sampai membuat ku menjadi marah... Apa perlu aku bantu dengan memanggil securiti.?"


Ny. Aurora menelan ludahnya paksa. Jika Rojer marah maka semuanya akan habis bahkan hidupnya akan hancur. Ia tidak ingin mengambil resiko untuk melawan pemegang saham terbesar di perusahaannya. Mencari masalah dengan nya sama saja dengan kebangkrutan.


Ny. Aurora memapah tubuh Catlin keluar dari rungan pesta. Sementara para tamu masih tidak bergeming. Ia terus menatap Maura dengan intens.


"Pertunjukannya sudah selesai... Kenapa masih menatap calon istri mungil ku seperti itu?. Apa kalian semua ingin aku menarik---" Perkataan Rojer mengambang di udara. Semua sorot mata tamu segera beralih dari Maura. Para penjilat seperti mereka tidak ingin berurusan dengan Rojer atau hidup mereka akan hancur. Mereka lebih memilih untuk sibuk dengan topik pembicaraan lain dengan sesamanya.


...----------------...


...****************...


Beri hadiah donk...

__ADS_1


__ADS_2