
...ILUSI TAKDIR 133...
"Tangkap dia...!!" Titah sang polisi, membuat Charlote tersenyum lebar.
Ke dua perawat dari rumah sakit gila, segera mengunci tubuh Catlin. Hingga uang di tangan nya jatuh dan berserakan di tanah.
"Benar pak... Seperti nya Nona ini mengalami gangguan mental..." Ujar salah satu perawat yang memegang lengan Catlin menyakin kan sang polisi.
"Lepaskan... Aku tidak gila... Kalian yang gila... Aku masih waras... Lepas kan tangan kalian...!" Teriak Catlin dengan memberontak. Menggeliat kan seluruh tubuh nya untuk melepaskan diri dari cengkeraman ke dua perawat rumah sakit jiwa.
"Cepat bawa dia...!!!" Perintah sang polisi.
Ke dua perawat tersebut segera menyeret tubuh Catlin yang memberontak.
"Aku sudah bilang aku tidak gila... Ini semua pasti rencana busuk bocah iblis itu... Dia yang gila.. Lihat bocah iblis ini sudah merusak wajah ku...!!!" Oceh Catlin yang masih berteriak dengan mengatakan semua nya.
Tapi seperti nya suara Catlin hanya sebuah laluan angin. Yang tidak di percaya oleh polisi begitu pula dengan ke dua perawat yang berusaha menyeret tubuh Catlin untuk pergi.
"Tunggu..." Lirih Ny. Aurora yang tidak tega melihat putri nya di seret paksa dan akan di jebloskan ke dalam rumah sakit jiwa.
Namun ucapan nya mengantung, saat melihat pandangan tajam yang siap membunuh dari Charlote.
Glek...
Ny. Aurora menelan saliva nya paksa. Ternyata benar apa yang di katakan Catlin. Charlote jauh lebih mengerikan dari Rojer. Ny. Aurora menutup rapat bibir nya. Diri nya tidak ingin bernasib sama dengan putri nya hanya dengan berurusan dengan bocah laki- laki itu.
"Kyaaaaa.... Lepaskan aku...!!!" Teriak Catlin histeris, meski kini dia sudah keluar dari kamar Ny. Aurora.
"Kisah mu tamat bibi Catlin... Judul nya bibi licik yang berakhir gila... He... he..." Gumam Charlote dengan memandang ke arah Catlin yang sedang di seret paksa.
Ny. Aurora segera menghampiri Charlote yang berdiri di ambang pintu. Namun sebuah tangan kekar membentang di depan dada nya. Membuat nya harus menghentikan langkah nya.
Ny. Aurora menatap pemilik tangan yang tengah menghadang nya. Pria kekar dengan bola hijau dengan wajah yang mengisyaratkan untuk mengurung kan niat nya.
"Jika Nyonya tidak ingin bernasib lebih buruk dari nasib putri mu... Lebih baik Nyonya membereskan uang nyonya yang berserakan..." Lirih Greenly dengan penekanan di setiap perkataan nya.
__ADS_1
Bulir- bulir keringat dingin bermunculan di kening Ny. Aurora. Hidup nya seakan terasa sedang berada di ujung tanduk kematian. Bahkan kini dada nya terasa sempit dengan aura bocah laki- laki yang begitu mendominasi.
Charlote berbalik menatap ke arah Ny. Aurora yang terlihat begitu pucat dan gemetar.
Greenly menurun kan tangan nya.
"Hai... Oma... Ohhh Oma tiri maksud ku..." Sapa Charlote dengan menyunggingkan senyum manis nya pada Ny. Aurora. Yang membuat Ny. Aurora bergidik ngeri.
"Apa oma tidak ingin menyelamatkan bibi Catlin. Oma bibi Catlin akan di bawa ke rumah sakit jiws. Dan dia akan menjadi orang gila di sana..." Rungut Charlote dengan memasang wajah sedikit takut, tapi dominan menjurus kepada menghina.
"Itu artinya kamu akan menjadi ibu dari putri yang gila... Cepat lah oma selamat kan dia..." Lanjut Charlote dengan menekuk wajah nya.
Ny. Aurora langsung menggelengkan kepalanya cepat. Sebagai isyarat diri nya tidak akan melakukan hal itu.
"Ha... Ha... ha... Oma wow... Oma melakukan hal yang tepat untuk tidak membantu bibi Catlin. Keputusan yang sangat tepat.. Wow.. Itu bagus oma... Jadi aku pastikan hidup mu akan aman... Aku tidak akan mengganggu mu selama kamu tidak berhubungan dengan putri bejat mu itu...Greenly ayo pergi..."
Charlote melangkah pergi meninggalkan Ny. Aurora yang masih berusaha mencerna kejadian menengangkan yang baru saja di alami nya.
Greenly mengekor menuruti setiap langkah majikan kecil nya. Jujur diri nya sangat salut dengan majikan nya itu. Yang langsung menyelesaikan masalah sampai ke akar- akar nya. Membuat musuh- musuh nya gentar dan tidak dapat menatap mata iblis nya itu.
"Aku tidak salah bertuan di bawah perintah mu Tuan... Aku bersumpah akan selalu menjadi anak buah kepercayaan mu.. Dan akan selalu setia.. Dan mengabdikan seluruh hidup ku di bawah kaki mu..." Batin Greenly dengan menatap punggung mungil Charlote yang tegap.
...----------------...
"Tangkap aku jika mama bisa.... Ha... Ha..." Tawa Charlote yang begitu menggemaskan terdengar memantul dan tenggelam oleh udara.
Charlote berlari kencang dengan ke dua kaki nya yang mungil. Menapak setiap rerumputan untuk berlari sejauh mungkin.
Di belakang nya tengah mengekor, sepasang kaki putih dengan rambut panjang yang terombang- ambing karna sang puan nya berlari.
"Ha... Ha..." Tawa nya menyirat kan sekumpulan kebahagian yang kini di rasakan nya.
Ia berlari dengan cepat, mengejar Charlote yang hampir sedikit lagi bisa di raih nya.
Tangan nya terulur dengan cepat, menangkap dan menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Lihat mama berhasil menangkap mu...." Ujar nya dengan mengibaskan rambut yang jatuh ke wajah nya.
"Maura...." Suara bariton itu, membuat pandangan nya teralihkan dengan tangan yang masih memeluk Charlote.
Senyum Maura merekah seketika, melihat Rojer berdiri tak jauh dari diri nya. Dapat terlihat jelas pria di depan nya baru pulang dari kantor.
"Papa....!!!" Teriak Charlote, dan melepas tangan Maura dari perut nya dan menghambur ke dalam pelukan sang ayah.
"Putra kesayangan papa...." Ujar Rojer dengan mencium setiap inci wajah Charlote dengan rindu.
"Sayang kamu sudah pulang... Bukan nya kamu akan pulang besok malam dari kota Y..." Sosor Maura yang tidak percaya dengan kehadiran Rojer di depan nya.
Ya, setelah satu bulan berjuang penuh, kini Maura sudah bisa berjalan lagi. Kaki nya sudah bisa berlari seperti biasa. Ia tak lagi harus terus duduk di kursi roda yang membuat nya merasa tidak berdaya.
" Apa kamu tidak ingin memeluk ku...?" Jawab Rojer dengan sebuah pertanyaan. Membuat Maura terkekeh mendengar nya. Dan langsung memeluk Rojer erat. Selama seminggu diri nya benar- benar sangat merindukan Rojer. Tapi karna urusan pekerjaan sang suami harus pergi ke luar kota.
"Pa... Mana oleh- oleh untuk ku...?" Tanya Charlote tidak sabaran.
"Pergilah temui Grand ma.. Dia sedang memeriksa barang- barang bawaan papa..."
"Aaa Grand ma benar- benar curang.." Charlote segera masuk ke dalam rumah, meninggalkan Maura dan Rojer.
"Aku sungguh merindukan mu baby..." Lirih Rojer dengan menatap Maura dalam.
"Aku juga sayang..." Timpal Maura, dan langsung menempelkan bibir nya dengan bibir Rojer. Mengecap dan menyesap setiap inci bibir Rojer. Saling menautkan pagutan sebelum Maura melepas ciuman rindu mereka.
...----------------...
...****************...
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
__ADS_1
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit