Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Undangan Pesta Pertemuan Besar..


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 27...


"Luar biasa... Datanya sangat detail.." Lirih charlote di sela- sela kefokusannya.


"Ini adalah sesuatu yang besar.." Ujar charlote lagi dengan wajah kagum dengan apa yang di lihatnya.


Charlote mulai menjalankan jari jemarinya di atas keybord. jari- jari kecilnya menari dengan lincah dan cepat menekan huruf- huruf dan tanda- tanda pada papan ketik. Sementara bola matanya menatap fokus pada layar komputer.


"Instaling.... berhasil.." Ujar charlote dengan antusias, melihat layar komputernya menunjukkan bahwa data pada USB tersebut berhasil di retas dengan sempurna.


Charlote menscroll data- data yang ada pada layar dengan perlahan dan membacanya dengan seksama. Semakin ia membaca ke bawah raut wajahnya semakin berubah penasaran.


"Charlote...!!!!" Teriak maura memanggil charlote dari dalam kamarnya.


Mendengar teriakan maura, charlote mengalihkan perhatiannya pada suara panggilan maura.


"Iya.. ma!!" Timpal charlote dengan berteriak juga. Ia bergegas bangun dari kesibukannya dan pergi ke arah sumber suara.


"Sayang... Ada yang mengetuk pintu.. sepertinya ada tamu,, kamu bukakan pintu ya,,, soalnya mama lagi mandi.." Teriak maura dari dalam kamar, setelah mendengar sahutan charlote. Suara shower terdengar dari dalam kamar maura.


"Baik..ma..!!" Timpal charlote, lalu menuju pintu depan. Charlote membuka pintu. Tampak seorang kurir pos berdiri di depan pintu dengan secarik amplop di tanggannya.


"Selamat malam... Maaf mengganggu,, saya cuma mau mengantarkan paket saja..." Ujar kurir pos itu, sambil menyerahkan amplop itu pada charlote. Charlote mengambil amplop itu dan membolak baliknya, mencari tahu asal muasal amplop itu di kirim.


"Silahkan tanda tangan di sini..!" Ujar kurir itu lagi, sambil menyodorkan kertas dan polpen. Charlote langsung menyambar kertas dan polpen itu, lalu menandatanginya dengan cepat.


"Terimakasih... Kalau begitu saya permisi..." Ujar kurir pos, lalu pergi dan menghilang dalam gelapnya malam. Charlote pun masuk rumah dan menutup pintu, tak lupa ia mengunci pintu.


"Siapa sayang yang datang??" Tanya maura keluar dari kamarnya, memastikan siapa yang berkunjung ke rumahnya malam- malam begini.


"Tukang pos ma..." Jawab charlote, sambil memperlihatkan amplop tadi.

__ADS_1


"Amplop apa itu sayang???" Tanya maura lagi, sambil membenarkan baju handuknya.


"Undangan dari komunitas hacker terbesar di dunia ma... Seperti biasa para hacker di undang untuk menghadiri pesta pertemuan setiap satu tahun sekali." Ujar charlote, dan meletakkan amplop itu di atas meja.


Maura mengambil amplop itu dan membukanya, ia membaca surat yang terdapat di dalam amplop itu dengan seksama.


"Wow.. kali ini pertemuannya di kota Y, di hotel ASTON. Hotel yang baru selesai di bangun 1 bulan yang lalu." Ujar maura dengan antusias. Ia tidak menyangka kalau pesta pertemuan kali ini di adakan di hotel bergengsi di kota Y. Hotel yang terkenal dengan kemegahannya, dan perpaduan arsitektur budaya antara eropa dan tiongkok.


"Ma... Gimana kalau nanti kita pergi bersama papa juga.. Pasti sangat menyenangkan.." Ujar charlote menyampaikan apa yang ia pikirkan.


"Tidak.. papamu tidak usah ikut.. Lagian buat apa dia ikut.. Setiap tahun mama yang selalu menemanimu menghadiri acara ini.. Jangan coba- coba menggantikan posisi mama dengan papamu itu.." Ujar maura dengan raut sedikit kesal, lalu kembali ke kamarnya.


Mendengar jawaban dari maura, charlote mengerjitkan dahinya, dan menghembuskan nafas panjang.


...----------------...


Di lain sisi, Rojer tengah menenteng kopernya keluar dari kamar.


"Sayang kamu yakin akan pindah... Apa perlu secepat ini kamu meninggalkan rumah..." Ujar ny. anindita sedih, melihat rojer telah membereskan semua barang- barangnya dan akan pindah ke mansion utama.


"Keputusanku sudah bulat ma.. Mama tenang saja sekali waktu aku akan pulang..." Ujar rojer pada ny. anindita.


"Aku siap sayang..." Ujar catlin, yang tiba- tiba datang dari kamarnya dengan membawa kopernya. Ia sudah membereskan barang- barangnya untuk pindah ke mansion bersama rojer.


"Edent.. masukkan barang- barangku ke bagasi..!!" perintah catlin pada edent, yang langsung di balas dengan anggukan oleh edent.


Rojer mengerjitkan dahinya. Ia memperhatikan catlin yang sudah siap dengan koper- kopernya dan menyuruh edent memasukkannya ke bagasi mobil.


"Apa yang di lakukan rubah betina ini??!.. Aku tidak mengajaknya pindah ke mansion bersamaku.. Lalu kenapa dia membawa koper sebanyak ini... hhhh wanita tidak tahu malu.." Batin rojer.


"Edent... Untuk apa kamu memasukkan barang- barang catlin ke dalam bagasi.. Aku tidak menyuruhmu membawa koper- koper itu ke mansion." Ujar rojer, mengehentikan edent.

__ADS_1


Edent bingung dengan apa yang di ucapkan rojer. Ia menatap pada catlin. Lalu melakukan sesuai perintah rojer mengembalikan koper- koper catlin ke tempat semula.


"Rojer apa yang kamu katakan.. Aku akan ikut pindah ke mansion.." Ujar catlin dengan mengerjitkan dahinya.


"Apa aku pernah mengajakmu pindah ke mansion bersamaku??? Tidak kan.. Aku tidak pernah mengatakan itu.. Jadi kamu akan tetap tinggal di sini.." Ujar rojer dengan nada dingin dan tegas.


"Bagaimana bisa,, kita suami istri rojer.. Jadi kemanapun kamu pergi aku akan mengikutimu.." Ujar catlin dengan nada sedikit tinggi.


"Jangan berpura- pura menjadi istri yang ideal... Aku tidak pernah menggangapmu ada,, atau menjadi istriku... Ingat aku tidak pernah menyukaimu semenjak kamu datang ke rumah ini, dan tidak akan pernah... Kamu mengerti apa yang aku katakan..." Ujar rojer dengan tatapan penuh amarah. Rojer mendekati catlin dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Dengarkan aku baik- baik.. Kebohongan yang telah kamu sembunyikan selama bertahun- tahun.. Aku sudah mengetahuinya. Janin yang pernah kamu kandung bukanlah anakku.. Tapi anak haram dari pria lain... Bagaimana jika aku mengatakan semuanya pada mertuamu tersayang,,, apa dia akan membiarkanmu bernafas di rumah besar ini.. hmmm... Kamu tidak inginkan kehilangan segalanya kan???...ck.." Bisik rojer pada catlin. Mendengar apa yang di katakan rojer, catlin terdiam membeku saat rojer membahas masalah 6 tahun silam. Yang sudah bertahun- tahun di sembunyikan.


"Ck... Edent kita pergi sekarang..!!!" Ujar rojer, dan masuk ke mobilnya, meninggalkan rumah besar keluar WANG.


Melihat mobil putranya telah berlalu dari hadapannya. ny. anindita masuk ke dalam rumah dengan perasaan sedih. Dia tidak bisa menghentikan rojer untuk pergi dan juga tidak dapat memintanya untuk tetap tinggal bersama di rumah ini. Ny. anindita tahu jelas sifat dan karakter rojer. Ketika rojer memutuskan sesuatu, maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya.


Catlin yang masih berdiri di luar rumah benar- benar marah dan kesal atas perlakuan rojer padanya. Air matanya berhasil lolos dari kedua matanya, membasahi pipinya.


"Akhhh... agggrrhhh... Rojer... kenapa kamu tidak bisa melihat diriku.. Aku sangat mencintaimu... hiks..hiks.. Apa kekuranganku rojer.. Katakan... apa kekuranganku... hiks...hikss... Bahkan wanita yang bersamamu malam itu tidak akan pernah kembali. Aku sudah menyingkirnya,, dari kehidupanku.. Eeeekkk... Kenapa kamu tidak bisa melihat cintaku..." Teriak catlin, dengan tangisan yang pilu.


Karna kemarahan yang memuncak, catlin melampiaskan amarahnya dengan menendang kopernya. Ia begitu marah, ia begitu benci, ia begitu kesal dengan rojer. Sifat rojer yang tidak bisa meluluh padanya. Meski catlin sudah melakukan segala cara untuk mendapat perhatian rojer. Namun sepertinya itu adalah hal yang mustahil yang bisa di dapatkan oleh catlin.


...----------------...


...****************...


Kacian si catlin😆😆😆😆


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2