Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Terpesona...


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 38...


"Serahkan dia padaku tuan muda..." Ujar lady sambil meraih pergelangan tangan Maura, dan mengajaknya ke ruang ganti. Sebelum Maura bisa menolak keinginan Rojer lagi.


"Maaf lady,,, sepertinya ini tidak perlu... Aku akan memakai pakaianku..." Ujar Maura tersenyum kecut.


"Hei... Kalian berdua... Kemari!!!" Panggil Lady pada dua anak buah wanita yang bekerja di butiknya.


"Iya lady..." Jawab salah seorang pegawai wanita itu dengan menunduk.


"Dengar... kalian berdua siapkan Nona Maura dengan baik... Dan Nona Maura mereka akan membantumu untuk bersiap- siap..." Ujar Lady tersenyum lebar ke arah Maura.


"Hhh..." Dengus Maura.


"Mari Nona kami akan membantu Nona untuk bersiap- siap.." Ujar pegawai wanita sambil menunjukkan arah masuk ke ruang ganti pada Maura.


Dengan lunglai dan terpaksa Maura berjalan mengikuti arahan dari kedua pegawai wanita yang kini bersamanya.


Setelah apa yang terjadi, apa yang bisa di lakukan oleh dirinya selain menurut dengan perkataan Rojer. Ini juga kesalahan Maura kenapa bisa dia minum wine itu. Jika tidak dia tidak akan menghadapi masalah yang memalukan seperti ini.


"Jika saja bukan karna ego ku yang tidak tahu tempat... Munkin sekarang aku tidak akan menghadapi hal seperti ini..." Batin Maura sambil menggigit bibir bawahnya, mengekspresikan kekesalan pada dirinya sendiri.


Setelah beberapa menit berlalu....


Dua buah kaki jenjang dengan highils 10 cm berwarna putih dengan tali menyilang di punggung kakinya, menambahkan keindahan kaki mulus yang tengah berdiri di depan Rojer.


Rojer yang tengah duduk di sofa tunggu butik, dengan jas putih serta kemeja senada dengan jasnya, begitu terkejut dengan penampilan Maura yang begitu cantik. Gaun putih mengkilap terkena sinar lampu yang terang, dengan ukuran yang tidak terlalu panjang hanya sebatas di bawah lutut. dengan brokat di hiasan di pinggangnya yang memperlihatkan lekukan tubuh Maura, serta tali tipis yang mengantung di pundak Maura yang menyangga gaun indah yang membalut tubuh Maura.


Rambut yang di buat bergelombang dan di ikat sedikit kebelakang dengan sisa yang tergerai bebas di punggung Maura, benar- benar menampilkan kecantikan asli Maura di balik baju formal yang selalu di pakainya.


Tatapan mata Rojer tidak teralihkan sedikitpun dari Maura. Hal itu membuat Maura sedikit canggung dengan tatapan Rojer pada dirinya, yang tak sama sekali berkedip atau berpaling.


"Wow... Sepertinya Tuan muda sangat terpesona dengan kecantikanmu Nona Maura..." Ujar Lady sambil memperhatikan tingkah Rojer. Yang direspon dengan senyum tipis canggung oleh Maura.

__ADS_1


"Tuan CEO...!!!" Panggil Maura mendekat ke arah Rojer. Namun tidak direspon oleh Rojer. Ia masih terpesona dengan penampilan Maura yang begitu sangat memikat.


"Rojer...!" Panggil Maura lagi sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Rojer.


"Yah..." Jawab Rojer dengan tersentak, dan tersadar dari sihir kecantikan Maura. Ia mengalihkan pandangannya dan berdiri dari duduknya dengan senyum tipis.


"Bagaimana penampilanku...??? Apa ada yang salah??? Aku benar- benar tidak nyaman dengan baju ini... Aku akan menggantinya..." Ujar Maura dengan tangannya yang mencoba menutupi pundak dan bagian dada atasnya yang terekpos.


"Hentikan..." Ujar Rojer, sambil memegang tangan Maura yang tidak bisa diam yang mencoba menutupi pundak dan dada bagian atasnya, karna tidak merasa nyaman dengan pakaian seperti itu.


"Kamu terlihat sangat cantik... Dan gaun ini sangat cocok untuk mu... Aku berharap tidak ada lagi mata pria yang bisa melihatmu menggunakan gaun ini... Jika itu terjadi aku pasti akan membunuhnya..." Ujar Rojer dengan tatapan yang masih terpesona, yang membuat Maura semakin canggung dengan pipi yang mulai memerah.


"Hhhh... Sudahlah... Aku sudah setuju untuk datang ke sini dan menuruti semua perintahmu... Sekarang aku ingin pulang..." Ujar Maura dengan ketus, menyembunyikan urat malu yang tersirat jelas di wajahnya, dan bergegas. Dengan cepat Rojer memegang pergelangan tangan Maura dengan erat. Menghentikan langkah Maura. Dan menekat ke arah Maura dengan jarak yang di perpendek antara dirinya dan Maura.


"Ada sesuatu yang masih kurang..." Ujar Rojer dengan lembut dan menatap manik mata Maura intens.


"Apa...???" Tanya Maura dengan sedikit panik.


"Ini..." Ujar Rojer, lalu memakaikan kalung berlian di leher jenjang Maura. Dan mendekatkan wajahnya di telinga Maura.


"Apapun yang kamu katakan padaku... Tapi hari ini kamu benar- benar sangat cantik..." Bisik Rojer di telinga Maura.


Maura menghirup nafas panjang, saat nafas Rojer menyapu daun telinganya. Membuat bulu kuduk Maura meremang. Maura menetralkan rasa yang tengah di rasakannya dan mengepal tangannya keras. Tapi ia tidak memungkiri jika jantungnya saat ini berdetak lebih keras.


...----------------...


Sebuah mobil hitam berhenti di depan hotel ASTREA. Catlin turun dari mobil dengan terburu- buru.


"Ada yang bisa saya bantu nona??" Tanya resepsionis pada Catlin.


"Dimana ruang cctv...???" Tanya Catlin dengan sedikit gusar dan tidak sabaran.


"Anda dapat menemukan ruang cctv di lantai 4 persis di sebelah kiri tangga darurat.." Jawab resepsionis itu dengan senyum menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama Catlin menuju ruang cctv dengan perasaan dan dugaan bahwa semua kecurigaannya tidak benar. Bagaimana pun Rojer tidak bisa melakukan hal seperti ini padanya. Jika benar semua itu terjadi Catlin akan membuat sesuatu hal yang besar untuk menyingkirkan setiap wanita yang berani berdiri di sisi Rojer. Karna hanya satu yang pantas bersama di sisi Rojer adalah dirinya seorang.


"Berikan Rekaman terakhir malam kemarin...!!!" Ucap Catlin tanpa basa- basi pada petugas pria yang sedang bertugas.


"Maaf Nona ada kebutuhan apa?? sehingga memerlukan rekaman cctv malam kemarin...???" Tanya petugas itu. Karna peraturan di hotel tidak mengizinkan sembarang orang untuk melihat rekaman cctv.


"Apa kamu tidak tahu aku???... Berani sekali kamu menanyakan perintahku... Dengarkan baik- baik pegawai murahan... Aku ini istri CEO Rojer Wang.. inverstor terbesar di hotel ini... Jadi jangan macam- macam dengan ku jika kamu masih ingin mencari makan di sini.. Sekarang berikan rekaman itu padaku..." Teriak Catlin dengan nada marah pada petugas itu dengan menyerigai penuh kekesalan.


"Baik... baik... Nyonya...!!!"Jawab petugas itu dengan terbata- bata dan nada takut. Tentu saja siapa yang tidak takut dengan ancaman akan di pecat saat pekerjaanmu bagus.


Petugas pria itu mulai memainkan mouse dan komputernya. Mencari rekaman yang di inginkan oleh Catlin.


"Jika benar kamu adalah wanita yang sama... aku pastikan akan menyingkirkanmu dari kehidupan Rojer atau dari dunia ini sekalipun..." Batin Catlin dengan mata yang memerah menahan amarah yang siap terluapkan.


...----------------...


Cafe SOFTA..


Seorang wanita tengah duduk di salah satu meja dengan mengepalkan tangan dan ekspresi kemarahan di wajahnya, yang menyiratkan kebencian dan dendam di manik- manik matanya.


Ia menatap ponselnya dan menekan salah satu nomer dari kontaknya.


"Aku ingin bertemu denganmu sekarang... Aku akan sherlook lokasinya... Jangan buang- buang waktu dan cepatlah kemari..." Ujarnya lalu menutup sambungan ponsel.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!!!

__ADS_1


__ADS_2